Rabu, 14 Juli 2021

Why? People Martin Luther King

 



Berakhirnya perang saudara Amerika tahun 1865 memang membasmi sistem perbudakan namun sampai pertengahan abad 20, sistem dan tradisi yang berkiatan dengan diskriminasi masih ada di dalam masyarakat, orang kulit putih melarang orang kulit hitam untuk bekerja di taman, perpustakaan, kolam renang, dan tempat umum lainnya. Mereka hanya diperbolehkan bekerja di tempat yang tidak terlalu terlihat dan sudut gelap seperti restoran, bioskop, toilet, dll. Orang kulit putih dan kulit hitam dilarang untuk bersekolah di sekolah yang sama. Bahkan fasilitas sekolah orang kulit hitam sangat tertinggal dan diskriminasi dalam pendidikan menjadi lebih parah. Kemiskinan turun – temurun melanda masyarakat kulit hitam. Ketidakseimbangan yang terjadi dalam masyarakat, membuat Martin Luther King membangun reformasi dan mengadakan gerakan hak sipil di seluruh penjuru negeri demi mengubah UU dan kebijakan yang tidak adil. Ia melakukan gerakan anti kekerasan melawan tekanan yang mereka hadapi sehingga mendaapt kesan dan dukungan besar dari masyarakat Amerika hingga mancanegera

 

Pada 1990, kehidupan masyarakat Amerika kental dengan diskriminasi kulit hitam  dan putih, bahkan berlaku pemisahan penggunaan tempat umum berdasarkan warna kulit. Pada 1955 di Montgomery, seorang gadis kulit hitam bernama Rosa Parks ditangkap karena menolak memberikan bangkunya kepada orang kulit putih di dalam bus, dengan adanya ketidakadilan dalam hak menggunakan tempat umum bagi orang kulit hitam. Marthin Luther King, mengadakan aksi boikot bus dengan tidak menaiki bus, aksi ini menjadi awal pergerakan hak sipil bagi orang kulit hitam. Selain itu, ia berhasil menarik perhatian masyarakat dalam gerakan hak sipil atas kulit hitam dengan melakukan aksi anti kekerasan seperti gerakan Birmingham pada 1963 dan pawai Selma pada 1965

 

Pada 1963 di Birmingham, terjadi kampanye pemulihan hak sipil atas diskriminasi yang terjadi antara orang kulit hitam dan orang kulit putih di tempat umum seperti restoran dan hotel. Kampanye ini diikuti oleh Martin dan anak remaja dengan cara berjalan santai, namun polisi menindas demonstran dengan kejam dan menangkap mereka, pemerintah menrima banyak kritik setelah berita ini tersebar di media massa. Presiden John F Kennedy yang menaruh perhatian besar terhadap masalah hak sipil orang kulit hitam, mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan pelarangan diskriminasi atas penggunaan fasilitas umu, dan sejak saat itu diskriminasi mulai menghilang, namun ternyata orang kulit hitam masih belum memiliki hak pilih. Di tahun 1965, Marthin mengadakan pawai besar dari Selma ke Montgomery selama 4 hari untuk menuntu hak pilih atas orang kulit hitam, hasilnya Presiden Lyndon B. Johnson menerima tuntutan mereka dan memberikan hak pilih kepada masyarakat kulit hitam

 

Vietnam yang dijajah Perancis sejak tahun 1883, berhasil mengusir Perancis pada tahun 1954, melalui gerakan kemerdekaan yang dilakukan oleh Ho Chi Minh, seorang sosialis, campur tangan negara adikuasa yang tidak menginginkan Vietnam menjadi negara sosialis, membuat Vietnam dibagi menjadi Vietnam Utara yang dipimpin oleh Ho Chi Minh dan Vietnam Selatan yang mendapat bantuan dari Amerika. Setelah itu banyak perang saudara yang menimbulkan banyak korban. Perang saudara terus berlanjut dan opini massa tentang terlibatnya Amerika semakin tidak baik, sehingga di Amerika banyak terjadi aksi anti perang. Matin menyadari permasalahan campur tangan Amerika dalam perang saudara Vietnam, sehingga pada tahun 1967, dilaksanakan gerakan anti perang Vietnam tersebar luas di seluruh penjuru negeri sehingga Amerika tidak bisa melanjutkan perang dan menarik diri dari Vietnam

 

Setiap tahun di hari senin minggu ke 3 bulan Januari adalah hari spesial bagi masyarakat Amerika. Itu hari kelahiran Marthin Luther King sang aktivis pembela hak sipil orang kulit hitam dan dikenal juga sebagai Hari Marthin Luther King untuk mengenang jasa. Hari lahir seseorang dijadikan sebagai hari libur nasional, setelah presiden ke 2 yaitu George Washington, kemudian di tahun 2016, USA memutuskan untuk menampilkan gambar wajah Marthin di sisi belakang uang kertas pecahan 5 dollar Amerika. Pendeta sekaligus aktivitis yang sangat berkontribusi dalam menghapuskan kebijakan politik tentang diskriminasi rasial. Ia memimpin gerakan anti kekerasan di bawah tekanan orang kulit putih dan menjadikan UU serta tradisi menyimpang yang membatasi hal sipil orang kulit hitam. Sebagai aktivitis gerakan anti perang Vietnam, berkontribusi dan berperan aktif dalam perdamaian dunia. Sebagai penerika penghargaan nobel perdamaian, dia menolak perang Vietnam demi kedamaian umat manusia. Berkat perjuangannya, Amerika membuat peraturan yang melarang diskriminasi antara masyarakat lemah, orang kulit hitam, dan kaum minoritas dalam penggunaan fasilitas umum seperti pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal,dll. Ia mendapatkan jaminan yang memastikan bahwa orang kulit hitam mendapatkan hak untuk memilih tanpa adanya diskriminasi dan membuka jalan agar mereka dapat berpatisipasi langsung dalam politik. Tahun 2008 merupakan 40 tahun kematian Marthin  dan Obama menjadi presiden berkulit hitam pertama di USA. Hal ini tidak mungkin terjadi tanpa perjuangan Marthin dalam memberatas diskriminasi ras dan ketidakadilan ekonomi. 28 Agustus 1963 merupakan hari peringatan 100 tahun deklarasi penghapusan sistem budak oleh Abraham Lincoln, dan di hari itu, Marthin memberikan pidato bersejarahnya di hadapan 250 ribu orang termasuk orang kulit putih yang berkumpul di gedung peringatan Abraham Lincoln. Dengan semangat, ia berpidato tentang hak kesetaraan dan keadilan bagi seluruh masyarakat. Pidato yang berjudul Saya Memiliki Impian. Ini merupakan pidato terkenal yang memimpin sejarah hak asasi manusia di Amerika serta dunia. Sampai akhir hidup, Marthin mendedikasikan diri dalam pemulihak hak sipil untuk orang kulit hitam

 

Musim panas tahun 1935, di Atlanta, Georgia, USA. Anak kulit hitam tidak bisa bersekolah yang sama dengan anak kulit putih. Orang kulit putih dulu membawa orang kulit hitam Afrika untuk dijadikan budak. Sistem perbudakan dihapus melalui perang saudara. Penduduk selatan yang setuju dalam sistem perbudakan masih menggunakan kebijakan pemisahan etnis

 

Marthin Luther King lahir 5 Januari 1929 di Atlanta, Georgia, USA, ayahnya Martin adalah seorang pendeta dan ibunya Alberta Williams King pendeta yang merupakan dosen jurusan seni musik. Di barat nama anak laki pertama diwarisi dari nama ayah dan nama awal Martin Luther King adalah Michael. Awalnya dinamai Michael King Jr. setelah kakeknya meninggal, ayahnya mewarisi jejak sama sebagai pendeta dan saat kecil, Marthin tumbuh di lingkungan berkecukupan. Marthin mempunyai kakak bernama Christine yang lebih tua 2 tahun darinya dan seorang adik laki bernama Alfred Daniel William King yang lahir setahun kemudian dan kemudian ketika usianya 5 tahun namanya berubah menjadi Martin Luther King Jr karena dalam dinas ke Eropa ayahnya pergi ke gereja tempat Martin Luther (1483 – 1546) melakukan penolakan terhadap penjualan indulgensi (penghapusan siksa temporal di depan Allah untuk dosa yang sudah diampuni yang besar siap menerimanya, di bawah persyaratan yang telah ditetapkan memperolehnya dengan bantuan Gereja) oleh Paus sehingga keberanian Marin Luther dalam menyatukan sesuatu yang salah diwarisi oleh anaknya. 4 ratus tahun lalu, setelah Marin Luther mengutarakan kesalahan Vatikan, agama Kristen terpisah menjadi Katolik dan Protestan. Di masa kecil, Martin selalu pergi ke gereja setiap akhir pekan bersama kakaknya. Kakaknya akan dibaptis (pemurnian untuk memenuhi syarat pengampunan dosa dan partisipasi dalam kehidupan gereja). Ketika ibunya sibuk dalam kegiatan gereja, ibunya memanggil guru les untuk mengajarkan piano pada anaknya. Martin anak yang nakal. Sebelum masuk sekolah, dia punya teman kulit putih. Martin baik dan semangat tinggi

 

Saat itu terjadi krisis ekonomi dunia sehingga keadaan kacau. Masyarakat mendapatkan makanan gratis untuk hidup karena sudah tidak memiliki penghasilan lagi

 

Kriris ekonomi dunia: ketika eropa mengobarkan Perang Dunia I, Amerika menjual produk pertanian dan amunisi yang membuatnya berkembang menjadi negara terkaya dan terkuat di dunia. Namun dalam proses ini, produksi dan spekulasi terus meningkat hingga timbul permasalahan. Akhirnya tahun 1929, ekonomi Amerika runtuh akibatnya anjlok pasar dan bursa saham dan akhirnya membuat banyak buruh kehilangan pekerjaannya, situasi ini sangat serius hingga membuat 305 dari populasi ekonomi Amerika menganggur dan berdampak luas di negara maju di Eropa

 

Saat itu orang kulit hitam selalu diatur

 

Diskriminasi ras di Amerika: walaupun sistem perbudakan sudah ditiadakan sejak tahun 1930, banyak orang di Amerika bagian selatan yang masih melakukan diskriminasi. Orang kulit hitam tidak boleh menikah dengan orang kulit putih, tidak boleh masuk ke taman, perpustakaan, kolam reang, dan taman bermain. Orang kulit hitam tidak boleh satu sekolah dengan orang kulit putih, dan kebanyakan sekolah orang kulit hitam diberi fasilitas yang tidak memadai seperti tidak adanya air panas dalam toilet. Selain itu terdapat ruang khusus yang gelap dan terletak di pojok bagi orang kulit hitam di tempat umum seperti restoran, bioskop, bus, toilet umu, dll

 

Diskriminasi ras menjadi luka besar dalam benak Martin kecil. Berkat ajaran ibunya, Martin tumbuh menjadi anak yang baik, aktif, pandai berbicara, terkenal, dan pintar. Martin pintar olahraga, meski tinggi badan lebih pendek dibandingkan teman sebayanya. Saat kecil itulah dia memiliki cita – cita menjadi juru pidato/pengkhotbah setelah menghadiri gereja

 

Tahun 1944, Martin mengikuti lomba pidato dan meraih juara 2. Dalam perjalanan masuk penumpang berkulit putih, namun tidak ada kursi di bagian kursu khusus orang kulit putih akhirnya Martin tidak mendapat kursi. Hari itu dia dan neneknya pulang berdiri di dalam bus selama 2 jam. Suatu hari ketika umurnya 8 tahun dia ditampar ibu berkulit putih karena disangka menyenggol kakinya dengan sengaja. Orang kulit hitam harus menghadapi ketidakadilan dari diskriminasi setiap harinya. Ayahnya juga pernah mengalami hal serupa ketika pemilik ladang melakukan kecurangan dana dan uangnya dirampas oleh pemiliknya. Ayahnya baru belajar di sekolah saat umur 18 tahun, siang harinya ayah bekerja. Ayahnya masuk ke universitas orang kulit hitam bernama Morehouse dan menjadi pendeta

 

Tahun 1941, Martin pandai dalam bidang akademis dan mendapat juara 1. Martin terkenal bahkan dikalangan perempuan. Martin berusaha dengan gigih demi melawan prasangka tentang orang kulit hitam yang kotor dan pemalas. Di tahun itu neneknya meninggal dan membuat Martin menyesalinya dan lompat dari lantai 2 rumahnya karena semalam itu dia baru pulang setelah pesta dengan temannya. Setelah kematian nenek, Martin menjadi dewasa

 

Suatu hari di tahun 1944, dia bisa lompat kelas tapi gurunya ingin dia bisa memperbaiki tulisannya dan dia dipilih perwakilan lomba pidato di Dublin. Dia mempresentasikan tentang diskriminasi ras. Martin mendapat juara 2 dengan pidatonya yang berjudul Orang Kulit Hitam dan Hukum Konstitusional                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          

   

 Tahun 1944 Martin yang 2 kali lompat kelas, lulus SMA di usia 15 tahun dan masuk ke Universitas Morehouse. Dia akan mengambil jurusan sosiologi. Saat liburan masuk kuliah, Martin dan temannya bekerja di ladang rokok di Connecticut. Disana tidak ada diskriminasi ras. Dia pergi ke gereja setiap Minggu dan memimpin panduan suara anak. Martin pulang setelah 2 bulan di ladang. Walau tubuhnya lelah, hatinya merasa nyaman karena tidak pernah di diskriminasi siapapun. Di utara tidak ada diskriminasi lain hal ketika di Atlanta yang masih ada diskriminasi ras

 

Tahun 1944, Martin resmi masuk ke Universitas Morehouse. Martin mengambil jurusan Sosiologi dan sastra Inggris sebagai jurusan tambahan. Martin semakin menaruh perhatian pada permasalahan diskriminasi ras.  Dia bergabung dengan himpunan dan melakukan gerakan secara aktif. Martin ikut dalam perkumpulan debat mahasiswa terdapat mahasiswa kulit putih. Dia setuju dengan buku Thoreau Civil Disobedience tidak mengikuti hukum yang tidak benar

 

Henry David Thoreau (1817 – 1862), Henry seorang penulis dan sastrawan USA yang menulis buku Civil Disobedience berdasarkan pengalamannya menentang pemerintah dalam sistem perbudakan, yang membuatnya menolak untuk membayar pajak sampai akhirnya dijebloskan ke penjara. Dalam tulisannya muncul istilah pembangkangan sipil yang berarti meragukan legitimasi hukum tertentu atau menganggap salah secara moral, merupakan pelanggaran hukum yang sengaja dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat. Pada 1920, Mahatma Gandhi menggunakan strategi pembangkangan sipil dalam gerakan perlawanan tanpa kekerasan untuk meraih kemerdekaan dari Inggris

 

Melalui himpunan yang diikuti, rasa benci terhadap orang kulit putih mulai memudar dan lambat laun mulai meninggalkan perasangka buruk terhadap orang kulit putih. Selama masa perkuliahan, Martin hanya fokus pada permasalahan hak sipil orang kulit hitam. Martin mulai memikirkan tentang peran agama, dia bercita – cita ingin menjadi pengacara atau dokter atau mewujudkan hak sipil orang kulit hitam dan para dosen menunjukan bahwa hal itu bisa diraih melalui gereja. Akhirnya Martin menjadi pendeta

 

Musim panas 1948, Martin mendapatkan kesempatan untuk berkhotbah di Gereja Baptis Ebenezer. Oleh ayahnya dia ditahbiskan (upacara pemberkatan dalam gereja di mana imam meletakkan di atas calon pendeta) jadi pendeta (pemimpin agama yang bekerja dan bertanggung jawab atas segala urusan gereja, seperti bimbingan religi, khotbah, dan administrasi gereja)  dia akan menjadi asisten pendeta dan mengumpulkan pengalaman di gereja

 

Pada suatu 1954, Martin melakukan perjalanan ke Detroit karena mendapat tawaran untuk berkhotbah. Kalau tinggal di negara utara, tidak terganggu dengan diskriminasi ras dan mengabdikan diri pada penelitian yang disukai tapi Selatan masih sering terjadi kekejaman

 

Pada 1948, Martin lulus dari Universitas Morehouse dan amsuk ke Crozer Theological Seminary di Pennsylvania. Disana hanya terdapat 6 orang mahasiswa kulit hitam di tengah lebih dari 100 orang mahasiswa. Ia memperluas ilmu tidak hanya mempelajari teologi tapi juga membaca buku dari berbagai bidang. Kebanyakan orang kulit hitam dianggap penjahat, mereka miskin, tidak punya waktu untuk merawat anak karena kesulitan mencari penghasilan. Fasilitas sekolah khusus orang kulit hitam sangat tidak layak dan suasana belajarnya tidak efektif

 

Martin merasa ketertarikan dengan Mahatma Gandhi.

 

Satyagraha, Gerakan anti kekerasan Gandhi, Satyagraha merupakan gerakan anti kekerasan yang dipelopori oleh pemimpin spritual India, Mahatma (jiwa yang besar merupakan panggilan Gandhi sebagai pujian dari penyair India (Rabindranath Tagoroe. 1861 – 1941)) Gandhi (1869 – 1948) setelah menyelesaikan pendidikan di Inggris, Gandhi bekerja sebagai pengacara dan memimpin gerakan kemerdekaan India melawan penjajahan Inggris. Gandhi melakukan perlawanan atas imperiliasme Inggris dengan gerakan anti kekerasan yang menarik perhatian semua orang di seluruh dunia. Satya berarti kebenaran atau cinta, agraha berarti kekuatan dan semangat yang diambil dari Baahsa Sansekerta

 

Menurut Gandhi, perintah Tuhan untuk mencintai musuh dapat diterapkan tidak hanya dalam konflik individu, tapi dalam konflik rasial dan konflik nasional

 

Martin menghabiskan waktu istirahat dengan berenang di sekolah Teologi karena di Atlanta tidak boleh ke kolam renang

 

Martin mempunyai hubungan dengan perempuan berkulit putih yang bekerja di café. Negara bagian utara menang lebih bebas dibanding Seltan, tapi masih terjadi diskriminasi ras. Orang kulit hitam tidak boleh berhubungan dengan orang kulit putih. Karena ditegur rektor, Martin sementara berpisah dengan pacarnya dan lebih fokus dalam belajar. Martin tenggelam dalam misteri dan membuatnya lebih banyak membaca buku. Konsep dan pengaruh agama yang muncul dalam buku Dr Brightman (Philosophy of Religion) – Maret 1951, Martin Luther King

 

Mei 1951, hari kelulusan. Martin menyampaikan pidato sebagai perwakilan mahasiswa yang lulus dan dia Cum laude. Dia dihadiahi mobil dan dia ingin belajar tentang Teologi dan memberikan kuliah Teologi di Universitas. Dan dia juga mendapatkan beasiswa untuk dipakai kuliah. September di tahun yang sama, Martin melanjutkan S3 di Universitas Boston dan mengambil jurusan Teologi. Dosen yang memberikan pengaruh besar dalam Teologi juga lulusan kampus ini. Martin mencari tempat tinggal seharian, tapi tidak ada satu pun orang yang mau menyewakannya. Martin menemukan kamar tua yang mirip dengan kamar penyimpanan. Tidak ada pemisahan ras di Boston di bagian Utara ternyata diskriminasi masih tetap terjadi. Martin sering makan di restoran yang membebaskan orang kulit hitam atau mendengarkan musik di klub jazz. Martin bertemu dengan teman satu kampung halamannya. Dia minta diperkenalkan dengan seseorang, ia gadis yang cantik dan cerdas, anak seorang pengusaha sukses di Selatan. Mereka punya ketertarikan yang sama dengan musik, agama, dan permasalahan sosial. Gadis ini punya cita – cita menjadi penyanyi soprano. Pada Juni 1953 mereka melaksanakan pernikahan dengan ayah Martin sebagai pendetanya. Namun mereka tidak diizinkan menginap di hotel dengan alasan berkulit hitam dan terpaksa menikmati malam pertama mereka di rumah kenalannya. Setelah menikah, mereka kembali ke Boston dan menata rumah mereka. Mereka menikmati kehidupan sebagai pengantin baru dengan berbagai kesibukan. Martin membantu pekerjaan rumah tangga dan menunjukkan dirinya sebagai suami yang penuh perhatian. Tahun berikutnya Corretta menyelesaikan kuliah dan mendapatkan sertifikat sebagai pengajar musik. Sembari menyelesaikan tesis untuk s3, Martin masuk memberikan khotbah di gereja. Setelah tesisnya selesai dia akan tinggal karena Gereja Baptis Dexter Avenue di Montgomery sedang mencari pendeta

 

Pada Mei 1954, Martin pergi ke Gereja Baptis Dexter di Montgometry, Alabama untuk memberikan khotbah sebelum hari kelulusan. Martin beberapa kali berkhotbah sebagai asisten pendeta, namun ini pertama kalinya dia berkhotbah untuk menjadi pendeta secara resmi. Martin mendapat pengakuan oleh banyak jemaat di Gereja Dexter dan membuka lembaran baru sebagai pendeta yang jujur. Martin mendapatkan khotbah di New York, dia berkeliling untuk memberikan khotbah

 

Pada Agustus 1952, Martin kembali ke kampung halaman bersama istrinya, alasannya dia ingin merubah situasi disana 

 

Marthin menjadi terkenal di seluruh negri atas kemenangannya dalam memimpin aksi boikot (gerakan yang dilakukan kelompok sebagai perlawanan atas ketidakdilan bidang politik, ekonomi, sosial, dan tenaga kerja) bus di Montgomery

 

September 1954, Martin menjabat sebagai pendeta di Gereja Baptis Dexter Avenue. Sebelum khotbah, Martin membuat naskah dan berlatih terlebih dahulu. Pidato pertamanya memberikan kesan mendalam bagi para jemaat

 

Juni 1955 Martin menerima gelar doktor di bidang Teologi.  Tinjauan Kritis Analisis Teologi Paul Tillich

 

November di tahun sama, lahir anak pertamanya, Yolanda

 

Penduduk Montgomery terdiri dari 70 ribu lebih orang kulit putih dan 50 ribu orang kulit hitam. Tidak jauh berbeda dengan negara bagian selatan lainnya diskriminasi terhadap orang kulit hitam cukup parah sehingga kebanyakan dari mereka hidup dalam kesulitan. Orang miskin mulai menjauh dari gereja. Martin menemui orang kulit hitam dan mengajak mereka untuk datang ke gereja, hal ini dilakukannya untuk membantu mereka meraih kembali kepercayaan dan kebanggaan diri

 

Desember 1955, Rosa Parks menaiki bus setelah selesai bekerja. Namun di halte ada penumpang kulit putih yang naik. dia tidak mau mengalah dan dipanggil polisi karena sudah diatur dalam hukum Jim Crow

 

Hukum Jim Crow,, hukum yang ditetapkan di tahun 1876 oleh 11 daerah di Amerika bagian selatan yang kalah dalam perang saudara untuk terus melakukan diskriminasi terhadap orang kulit hitam dengan membuat pemisahan ras kulit hitam dan putih di berbagai fasilitas umum. Jim Crow diambil dari nama aktor berkulit putih yang berperan sebagai orang bodoh berkulit hitam dalam komedi Amerika dan biasanya digunakan sebagai istilah untuk menghina kulit hitam. Setelah kasus Rosa Parks, gerakan hak sipil untuk orang kulit hitam semakin efektif, dan pada 1964, diberlakukan UUD Hak Sipil melarang diskriminasi terhadap ras, etnis, warga negara, dan wanita. Kemudian diberlakukan juga hak pilih untuk orang kulit hitam hingga akhirnya hukum Jim Crow dihapuskan

 

NAACP: organisasi kulit hitam terlama di USA yang diresmikan tahun 1909

 

Sejak kasus itu mencuat muncul banyak keluhan dari orang kulit hitam sehingga ketua pimpinan NAACP, Edgar Nixon (1899 – 1987) turun tangan. Demi melawan ketidakadilan atas hak sipil orang kulit hitam, ia meluncurkan aksi boikot bus. Edgar meminta Martin untuk berpatisipasi dalam aksi ini. Hari itu sebanyak 40 orang pimpinan kulit hitam berkumpul di kantor Edgar Nixon. Martin ingin dilakukan senin dan menuntut penghapusan hukum pemisahan ras di dalam bus. Pendeta Ralph Abernathy ( 1926 – 1990) yang berasal dari Gereja baptis yan gsama dengan Martin turut hadir. Orang kulit putih duduk dari depan dan orang kulit hitam dari belakang. Dan orang kulit hitam dipekerjakan

 

Mereka meminta 3 tuntutan: memperlakukan orang kulit hitam dengan sopan, ketika naik bus orang kulit putih duduk mulai dari depan dan orang kulit hitam dari belakang, mempekerjakan orang kulit hitam sebagai sopir

 

Mereka mencarter taksi untuk hari senin dan menyebarkan selebaran. Dan menyuruh rakyatnya untuk tidak menaiki bus mulai hari senin. Martin menjelaskan tentang aksi boikot kepada jemaat gereja. Martin tidak yakin ini akan berhasil tapi ternyata bus hari itu kosong dan hanya terlihat beberapa orang kulit putih saja. Dan mereka memilih jalan kaki. Rosa Parks didenda 14 dollar Amerika atas tuduhan pelanggaran UU pemisahan ras. Dan ini kesempatan untuk meminta keputusan MA mengenai ajukan naik banding (upaya hukum untuk meminta perubahan atau pembataian dari pihak yang merasa tidak puas dengan putusan pengadilan) . mereka membuat Montgomery Improvement Association (MIA) dan Martin menajdi ketua MIA. Banyak 5 ribu orang kulit hitam dan wartawan yang berkumpul sampai memenuhi halaman gereja ketika melihat Martin berpidato

 

Taksi atau Carpool (naik mobil dengan orang lain yang memiliki tujuan sama demi menghemati biaya, nebeng) untuk bekerja. Mereka mendapatkan sumbangan dari seluruh negara bagian AS juga Swiss dan Jepang menghubungi mereka

 

Namun tahun 1956 pemerintah tetap tidak menghiraukan tuntutan mereka. Adanya artikel palsu jika boikot bus sudah selesai. Pada hari Minggu, kabar itu tersebar melalui jemaat gereja. Pada akhirnya orang kulit hitam menjalankan aksi dan media massa memfitnah Martin jika mengambil alih dana bantuan. Ketika Martin memberikan tumpangan kepada para tetangga kulit hitam. Saat itu pihak berwajib menangkap Martin dengan alasan yang dipaksakan untuk mencegah aksi boikot bus. Beritanya langsung tersebar. Polisi akhirnya melepaskan Martin karena situasi yang semakin pasrah. Dan suatu malam dia mendapat telepon ancaman dia harus meninggalkan kota atau akan menghancurkan rumahnya. Orang yang iri dengannya terus melakukan teror  dengan meledakkan bom dan lain sebagainya. Tapi Martin menghadapinya dengan cara sabar. Saat itu ayahnya tau tapi jika Martin memperjuangkan haknya maka ayahnya hanya bisa menuruti. Sementara itu aksi boikot bus sudah berjalan selama setahun, tapi tidak ada respon dari pihak berwenang. Martin menerima surat panggilan (surat yang ditujukkan kepada para pihak perkara atau pihak lainnya untuk hadir pada tanggal yang tertera) atas penggunaan carpool yang melanggar UU Transportasi. Dan Martin disuruh hadir 13 November di Pengadilan Negeri Montgomery. Pengadilan mendapat panggilan darurat dari Mahkamah Agung. UU pemisahan ras dalam bus di Montgomery telah dinyatakan inkonstitusional  (bertentangan dengan konstitusi). 20 Desember 1956, pemisahan ras di dalam bus Montgomery akhirnya dicabut, setelah 381 hari berlangsungnya aksi boikot bus. Kejadian ini tersebar di media massa sehingga membuat Martin menjadi terkenal di USA. Orang kulit putih belum bisa menerimanya dan amsih terjadi teror bom yang menargetkan orang kulit hitam karena perbuatan organisasi KKK (Ku Klux Klan: kelompok rasis USA di bagian selatan. Organisasi kulit putih yang melakukan teror dan ancaman terhadap orang kulit hitam dengan menyembunyikan identitas diri di balik topeng dan jubah putihnya) kelompok ini melakukan aksi di balik topeng. Martin teguh walau mendapat ancaman teror. Martin tidak berhenti setelah mendapat kemenangan pertama, melainkan membuat gambaran yang lebih besar lagi

 

Oktober 1960 Martin ditangkap dan dipenjara setelah menolak berdiri dari kursi di restoran di Atlanta, istrinya ditelepon John F Kennedy (1917 – 1963, Presiden Amerika ke 35). Senator John pernah melakukan beberapa diskusi bersama Martin terkait permasalahan hak sipil. John menyuruh adik pengacaranya untuk membebaskan Martin dan Martin dibebaskan dengan bantuan Robert kennedy

 

Pada Oktober 1957, lahir anak kedua Martin. Martin merupakan pimpinan gerakan hak sipil orang kulit hitam menghabiskan hari dengan sibuk. Martin menjadi ketua organisasi baru SCLC (Organisasi hak asasi manusia Afrika – Amerika, Konferensi Kepemimpinan Kristen Selatan)  yang didirikan untuk memperluas jaringan gerakan hak sipil di Amerika bagian selatan. Martin telah melakukan lebih dari 200 kali pidato yang menyatakan tentang pentingnya hak suara bagi orang kulit hitam. Ia memberikan informasi terkait tuntutan orang kulit hitam kepada pemerintah dan media massa

 

September 1958, diadakan acara pemberian tanda tangan oleh Martin di pusat perbelanjaan kawasan penduduk kulit hitam di New York. Di tengah kerumunan ada wanita yang mendatangi Martin di acara Langkah Menuju Kebebasan  dan menyerangnya dengan menggunakan senjata. Martin menjalani operasi besar akibat kejadian itu. Dia mendapat kartu Presiden Eisenhower (1890 – 1969, Presiden Amerika ke 34) berharap cepat pulih. Banyak masyarakat juga mengirim surat. Pelakunya mengidap penyakit mental membunuh orang terkenal untuk melampiaskan amarahnya. Martin ingin memberikan bantuan ke wanita itu dan membawanya ke rumah sakit

 

Februari 1959 Martin dan istri mengunjungi India, dia bahkan terkenal disana tapi di negara itu rakyatnya di larang untuk mengemis. Perdana Menteri Jawaharlal Nehru (1889 – 1964) mengundangnya untuk makan malam. Di India masih menggunakan sistem kasta tapi pemerintah India berusaha untuk menghapusnya untuk meningkatkan status budak atau golongan rendah  (kasta terendah di India bernama Kasta Dalit yang berarti kaum yang tidak tersentuh) jika terdapat nilai yang sama, mereka diutamakan terlebih dulu

 

Pada saat itu pemerintah India sedang berjuang mengatasi masalah kepadatan penduduk dan memberantas kemiskinan untuk meningkatkan standar hidup ada pihak yang meminta untuk mempercepat westernisasi dan modernisasi. Di sisi  ada pihak yang menganggap bahwa sikao materialisme dan individualisme yang dibawa oleh westernisasi akan menghilangkan jiwa asli India. Perdana Menteri Nehru menetapkan kebijakan bahwa industrialisasi itu penting, tetapi harus dilakukan dengan hati – hati di bawah pengawasan negara. Pada saat itu, India melakukan reformasi berskla besar, termasuk gerakan reformasi tanah oleh para cendekiawan. Ini merupakan upaya Gandhi dalam menyokong komunitas tidak terkenal dan gerakan anti kekerasan untuk melepaskan diri dari kebiasaan buruk dan daerah kumuh perkotaan yang penuh kejahatan demi membangun kemandirian desa

 

Selama berada di India, Martin banyak memberikan pidatonya di tempat ibadah. Banyak orang India yang tertarik dengan masalah rasial, sehingga kemanapun ia pergi selalu ada kerumunan orang. Maret di tahun yang sama. Martin menghabiskan waktu selama sehari di Sabarmati Ashram (komunitas pembentukan karakter religius yang mandiri, komunitas ini dimulai oleh Gandhi hingga sekarang) yang menjadi tempat dimulainya pawai garam. Siapapun yang masuk kesana akan mendapat gaji sama, kaum miskin diizinkan untuk hidup disana . beberapa hari kemudian saat menghampiri makam Gandhi, Martin bertemu dan berbincang dengan anak laki Gandhi. Golongan rendah tidak boleh masuk ke dalam pura Hindhu dan Gandhi hampir meninggal karena tidak makan untuk mendapatkan izin masuk. Dan kebijakan itu dihapuskan sejak 2 ribu tahun akhirnya runtuh karena Gandhi

 

Februari 1960, Martin pindah ke Atlanta di mana terdapat organisasi SNCC (Komite Koordinasi Anti Kekerasan Mahasiswa) yang memimpin gerakan orang kulit hitam di negara bagian Selatan. Dia akan meditasi dalam seminggu

 

Pada suatu hari. Martin menerima surat yang menyatakan bahwa mahasiswa kulit hitam di Calorina Utara sedang melakukan demonstrasi di restoran untuk memprotes diskriminasi rasial. Di mall Carolina Utara para orang kulit hitam tidak mendapat makanan, aksi duduk di kursi ini meluas dengan cepat dan ratusan mahasiswa kulit hitam turut serta melakukan aksi sama di 50 restoran. Mahasiswa yang melakukan aksi duduk akhirnya ditangkap bahkan beberapa mahasiswa kulit putih yang simpati juga ikut melakukan aksi duduk. Walau posisi sudah bertindak, tetapi aksi duduk oleh para mahasiswa masih terus dilakukan tiap hari. Martin menerima kabar tentang aksi duduk, langsung menjelaskan tujuan dari aksi ke media massa. Semua beritanya menjadi berita utama. Seemntara Martin menemui para pemimpin mahasiswa dengan antusias menawarkan bantuannya

 

Juni 1960. Senator Kennedy mengundang Martin untuk datang ke rumah. Kennedy berjanji jika penyelesaian masalah hak sipil akan diutamakan, dihapusnya kebijakan diskriminasi ras di tempat umum, menjamin hak pilih, dan memperluas kewarganegaraan. Kennedy meminta Martin untuk memberikan pidato tentang permasalahan hak sipil

 

Di sisi lain aksi duduk menyebar ke seluruh negeri. Pada Oktober 1960 Martin masuk ke restoran Atlanta untuk mengikuti aksi duduk. Ratusan mahasiswa yang melakukannya di tangkap. Walaupun para mahasiswa sudah dibebaskan, Martin masih tetap ditahan dengan alasan yang tidak masuk akal. Martin pernah ditangkap karena tidak mengubah alamat pada SIM  dan dia disuruh untuk melakukan kerja paksa selama 6 bulan. Namun Kennedy membebaskannya

 

November 1960 Kennedy menjadi presiden berkat dukungan besar dari orang kulit hitam. Tidak lama kemudian Martin menerima kabar yang menyatakan bahwa aksi duduk berjalan sukses dan banyak mall yang membuka restoran untuk orang kulit hitam

 

Januari 1961 lahir anak ke 3 Martin. Di beri nama Dexter yang diambil dari geraja pertama Montgomery

 

Musim dingin tahun itu, Martin menerima permohonan untuk ikut serta dalam gerakan hak sipil di Albany, Georgia. Kehidupan masyarakat orang kulit hitam mulai berubah di bawah pemerintahan Presiden Kennedy. Georgia yang tenag mulai dipenuhi gerakan kulit hitam tapi masih terjadi diskriminasi dan masih terdapat papan kulit hitam

 

Martin bergabung dengan SNCC dan menggerakan berbagai aksi. Albany merupakan pintu gerbang terakhir sistem diskriminasi. Namun pihak berwajib masih belum menerima tuntutan mereka. Desember 1961 mereka memulai demonstrasi di Albany. Tuntutan penghapusan pemisahan ras di tempat umum, memperoleh hak suara, menghapus diskriminasi di sekolah, kebebasan beribadah

 

Lebih dari 700 orang dipenjarakan. Di hari pembebasan para terpidana, unjuk rasa besar – besaran dilakukan. Hingga tahun 1982 aksi anti kekerasan yang dilakukan orang kulit hitam terus berlanjut namun pihak berwenang tetap tidak memberi respon. Pihak berwenang menutup taman dan perpustakaan. Pada Juli di tahun sama, Martin bersama Ralph dan dua orang pemimpin aksi lainnya menjalani sidang. 4 terdakwa dinyatakan bersalah dan Martin disuruh membayar denda 178 dolar Amerika atau kerja paksa selama 45 hari. Akhirnya mereka masuk penjara. Tapi ada yang membayar denda dan mereka bebas. Aksi di Albany tidak berhasil. Para pihak berwenang tidak menerima tuntutan para demonstan. Martin yang gagal dalam aksinya di Albany menyadari perlunya strategi gerakan rakyat sipil

 

Desember 1964, Martin dianugerahi penghargaan Nobel perdamaian

 

Para aktivis gerakan hak sipil berkomitmen untuk berupaya meruntuhkan berbagai tembok diskriminasi ras yang masih ada di beberapa kota. Namun masih terjadi diskriminasi di beberapa kota lainnya. Tahun 1963 Martin berpikir perlu dilakukan perlawanan langsung dan memilih kota Birmingham di Alabama sebagai tempatnya. Birmingham adalah kota industri terbesar di Amerika bagian Selatan, tetapi kota dengan tingkat diskriminasi ras paling tinggi. Mereka sudah mengajukan permohonan kepada pihak terkait, namun tidak ada respon apapun

 

April 1963, orang kulit hitam yang dipimpin oleh Martin menjalankan aksi duduk di restoran khusus orang kulit putih di dalam mall. Padahal seminggu sebelumnya, anak ke 4 nya Bernice lahir namun ia tidak sempat melihat anaknya karena sibuk menjalankan aksi. Kepala polisi mengeluarkan mereka semua. Martin melakukan pawai unjuk rasa di jalanan pada 12 April di hari Jumat agung sambil mengenakan baju bretel biru seperti yang dikenakan buruh berkulit hitam. Kekuatan publik yang sangat besar akhirnya runtuh dan semua pengunjuk rasa ditangkap. Martin masuk penjara. Koran memuat tulisan pendeta kulit putih yang mengkritiknya dan Martin membalas surat itu. Tulisan yang dikenal dengna Surat Dari Penjara Birmingham ini memberi tahu secara detail mengenai kebenaran pawai dan aksi anti kekerasan sehingga tulisan ini menjadi benda yang tetap digunakan dalam gerakan hak sipil orang kulit hitam

 

Correta yang dilarang menjenguk suaminya, memutuskan untuk menghubungi Kennedy, para pendukungnya sedang mengumpulkan uang jaminan. Martin dibebaskan secara bersyarat. Pendirian pihak berwenang tetap teguh. Martin dan para anggota SCLC melakukan kunjungan ke berbagai sekolah di Birmingham untuk meminta bantuan dari para pelajar. Jalanan tempat dilakukannya pawai penuh bahkan anak SD juga bergabung. 1 Mei banyak orang termasuk anak kecil yang berkumpul di gereja dan memulai pawai unjuk rasa. Aksi mereka dihalangi polisi. Setelah kabar anak digiring di hari sebelumnya, justru semakin banyak murid yang berkumpul untuk melakukan unjuk rasa. Para polisi menangkap anak secara paksa dan menyemprotkan air ke arah mereka. Bahkan mereka juga melepaskan anjing pelacak. Masyarakat di seluruh dunia terkejut saat mendengar kejadian dari media. Kasus menjadi serius dan Kennedy mengadakan konferensi pers. Kennedy menjelaskan bahwa dia akan memberlakukan hukum sipil untuk melindungi hak sipil atas orang kulit hitam. Karena hukum sipil belum disahkan, reaksi pihak berwajib masih belum berubah. Pada 5 Mei anak dan remaja melakukan unjuk rasa. Akhirnya membaut polisi menyerah dalam melakukan penangkapan. Pihak berwenang mengubah kebijakan diskriminasi ras dan tidak adanya diskriminasi ras lagi. Beberapa hari kemudian, para pemimpin aksi melakukan negoisasi dengan pihak berwenag dan mereka berjanji untuk mengabulkan semua tuntutan orang kulit hitam. Pemisahan ras di tempat umum di berbagai kota seperti restoran, hotel, taman, dll dihapuskan

 

Amerika dianggap tanah kebebasan karena manusia setara. Orang kulit hitam merupakan pengecualiaan sekarang harus berubah agar dapat mewujudkan sebutan tanah kebebasan. 8 Juni 1963 Kennedy menyerahkan RUU Hukum Sipil kepada dewan legislatif

 

Martin berencana untuk mengadakan pawai unjuk rasa yang lebih besar di Washington untuk membuat dewan legislatif menyetujui rancangan

 

Martin dan istri tiva di Washington sehari sebelum pawai unjuk rasa dilaksanakan. Keesokan harinya 28 Agustus 1963

 

Saat itu tepat 100 tahun sejak penghapusan sistem budak oleh Abraham Lincoln, sekitar 250 orang melakukan pawai di depan Memorial Lincoln, Washington, saat itu terdapat 25% orang kulit putih di tengah kerumunan. Dan mereka menandai dahi mereka jika mereka setara. Martin memberikan pidato  Saya Memiliki Impian. Dia memiliki mimpi suatu hari bangsa akan bangkit dan memahami arti dari keyakinan bahwa semua manusia diciptakan setara, setelah pawai kennedy mengundang Martin dan istrinya

 

November 1963 Kennedy ditembak oleh seseorang di Dallas. Pelaku pembunuhannya ditangkap dan dihukum mati 2 hari setelahnya, banyak orang yang menentang kebijakannya

 

Presiden Lyndon Baines Johnson merupakan presiden periode berikutnya, menyetujui RUU Hak Sipil secara resmi pada Juli 1964. Presiden Johnson memberikan Martin hadiah pulpen yang digunakannya untuk menandatangani RUU Hak Sipil . beliau ingin mereka mundur setelah hukum sipil disahkan . jika orang kulit hitam mengajukan hak pilih maka parlemen bagian selatan akan menentang seluruh RUU lainnya

 

Hukum yang ditetapkan pada tahun 1964 untuk melarang diskriminasi terhadap orang kulit hitam di Amerika. Hukum ini berisi tentang pelarangan diskriminasi atas penggunaan fasilitas umum di Amerika, pekerjaan atau pendidikan, etnik, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan kewarganegaraan. Hukum ini ada berkat perjuangan Martin di Birmingham yang berawal dari aksi boikot bus yang dipicu oleh insiden Rosa Parks pada 1955. Presiden kennedy telah menyiapkan RUU tapi akibat pembunuhan mendadak yang menimpa, rancangan disahkan dan ditandatangani oleh presiden Lyndon B Johnson (1908 – 1973) pada 2 Juli 1964

 

Pada Desember di tahun sama, Martin menerima penghargaan Nobel Perdamaian atas keberhasilan memenangkan hak sipil untuk orang kulit hitam. Di Atlanta kampung halaman Martin, lebih dari 500 orang yang terdiri dari orang kulit hitam dan putih, menyiapkan jamuan makan semalam untuknya. Hadiah uang 50 ribu dollar Amerika digunakan untuk usaha pribadi orang kulit hitam. Semenjak hukum hak sipil ditetapkan, Martin berusaha keras untuk memperoleh hak pilih

 

7 Maret 1965, orang kulit hitam melakukan pawai dari Selma, Alabama ke Montgomery untuk menuntut jaminan atas hak pilih orang kulit hitam. Para polisi menyerang tanpa belas kasihan. Puluhan orang yang ikut serta dalam pawai terluka dan sisanya kabur ke gereja

 

Gereja Brown di kota Selma, Martin menghadiri pertemuan penting di Atlanta mendengar peristiwa tersebut dan langsung pergi ke Selma. Melalui media massa Martin mengajak orang untuk ikut berpatisipasi. Wakil Menteri Hukum menemui Martin yang sedang mempersiapkan pawai berikutnya

 

Tahu 1965 diskriminasi ras di berbagai tempat umum sudah mulai hilang, namun permasalahan hak pilih masih tetap ada. Jika orang kulit hitam memiliki hak pilih maka bisa mnejadi dewan

 

Setelah berakhirnya perang saudara, Konstitusi Amerika Serikat memberikan jaminan atas hak pilih orang kulit hitam tapi dengan persyaratan yang cukup rumit. Contoh, seseorang harus membayar pjak pemungutan biaya secara langsung yang dihitung sejak usianya diizinkan untuk memilih. Hal ini merupakan kesulitan bagi rakyat kulit hitam yang miskin. Beberapa daerah juga mempersulit pendaftaran calon pemilih dengan memperbolehkan mendaftar jika kakeknya adalah orang yang memiliki hak pilih. Ada juga pendaftaran pemilihan yang hanya bisa dilakukan jika berhasil lolos ujian yang ketat atau kantor pendaftaran membuka jam pendaftaran sesuka hati mereka, sehingga terjadi antrean panjang dan para pendaftar harus menungu berjam – jam. Itulah mengapa hanya segelintir orang kulit hitam yang benar terdaftar sebagai pemilih setelah melalui semua proses ini

 

Di Selma jumlah penduduk kulit hitam lebih banyak daripada penduduk kulit putih, tapi dari 5 ribu lebih orang kulit hitam hanya kurang dari 350 orang yang memiliki hak pilih. Pada Januari 1965, mereka membantu orang kulit hitam untuk mendaftar sebagai pemilih di Selma, tapi hasilnya nihil

 

1 Februari 1965, Martin mengumpulkan massa untuk menuntut hak pilih atas orang kulit hitam di Gereja Brown, Selma. Mereka pergi ke pengadilan untuk menuntut hak pilih di sana mereka dihalangi oleh kepala polisi, Jim Clark yang merupakan rasis garis keras. Martin dimasukkan ke penjara. Setahun yang lalu dia bertemu Malcolm X, aktivits hak sipil orang kulit hitam yang mengkritik gerakan anti kekerasan yang dilakukan Martin, mereka berdua memiliki cara pandang berbeda

 

Malcolm X (1925 – 1965), lahir di Amerika pada tahun 1925 sebagai putra dari seorang pendeta. Sejak kecil, diperlakukan secara tidak adil oleh orang kulit putih. Ayahnya tewas dibunuh dan ibunya berada di rumah sakit jiwa, sehingga ia menghabiskan masa kecilnya dengan serba kekurangan, di masa remaja, ia ditangkap karena kasus pencurian dan selama masa kurungan, ia fokus mempelajari sejarah dan filsafat Amerika serta agama islam. Pada tahun 1952, Malcolm yang menginginkan kebebasan, mengubah namanya menjadi Malcolm X yang melambangkan bahwa nama aslinya telah hilang. Ia kemudian menjadi salah satu pemimpin Nation of Islam, Tahun 1964 ia resmi meninggalkan Nation of Islam dan mendirikan Organization of Afro American Unity (OAAU) dan memulai gerakan hak sipil kulit hitam pada tahun 1960 bersama Martin

 

Malcolm menggunakan kekerasan karena satunya cara bagi orang kulit hitam untuk menemukan identitas mereka dan menentang kontradiksi sosial, akhirnya dia menggunakan cara dengan anti kekerasan. 5 setelah pembebasannya Martin mengadakan konferensi pers. Hanya 57 orang yang bisa masuk kantor pendaftaran dan 280 orang lainnya dimasukan penjara  dan 57 oran gitu hak pendaftarannya tidak diakui dan tidak punya harapan untuk mendaftar. Ia mengumumkan situasi Selma pada seluruh rakyat Amerika

 

21 Februari 1965, Malcolm tewas dibunuh oleh pelaku yang tidak diketahui indentitasnya. Martin mengadakan pawai lagi. Aksi penangkapan berlebihan memakan korban. Kematian memberikan efek besar. Martin akan mengadakan pawai unjuk rasa dari Selma ke Montgomery secara langsung ke Majelis Umum. Kabar itu terdengar  sampai ke telinga Gubernur Alabama

 

7 Maret pawai dilaksanakan. Sejak pagi, sekitar lebih dari 500 orang kulit hitam berkumpul di depan Gereja Brown. Di hari pertama pawai, Martin menginap di Atlanta untuk menghadiri pertemuan pendeta, sehingga unjuk rasa dipimpin Ralph. Pasukan unjuk rasa mulai berangkat melalui jalan utama Selma. Ketika melewati jembatan pintu masuk tol menuju Montgomery mereka dihambat oleh pasukan pertahanan, Gubernur sampai mengerahkan pasukan militer untuk menghalangi pengunjuk rasa agar tidak keluar dari Selma. Pengunjuk rasa tidak memedulikan perintah gubernur, sehingga mereka diserang rentetan tembakan. Hari itu dikenal sebagai Minggu Berdarah karena sekitar 70 orang luka dilarikan ke rumah sakit. Dua hari setelah insiden, Martin kembali mengadakan pawai. Pada hari itu, ratusan rohaniawan berkumpul di depan Gereja Brown. Kebanyakan dari mereka orang kulit putih. Martin memimpin untuk melewati jalanan utama Selma. Ketika memyebrangi jembatan pintu masuk tol dihambat oleh pasukan pertahanan. Martin berlutut. Setelah selesai berdoa Martin bangkit dan mengajak seluruh pengunjuk rasa untuk kembali ke gereja. Pawai kemudian disebut sebagai TurnAround Tuesday

 

11 Maret 1965, Martin mendapatkan izin untuk melakukan pawai unjuk rasa dari Selma ke Montgomery. Pengunjuk rasa tidak terdiri dari kaum rohaniawan tapi diikuti oleh orang kulit putih yang bersimpati. Pawai Selma yang dilanjutkan dari semangat anti kekerasan Gandhi merupakan pawai yang memperlihatkan tekad dan keberanian orang kulit hitam yang tidak berlutut di depan kekerasan pada dunia

 

21 Maret 1965, kelompok pengikut Marthin mengadakan pawai unjuk rasa  dari Selma ke Montgomery. Pawai Selma merupakan peristiwa yang melambangkan gerakan menuntut hak pilih untuk orang kulit hitam dan menjadi indikator dalam membuka jalan bagi orang kulit hitam agar dapat berpatisipasi  dalam dunia politik tanpa adanya diskriminasi. Selain itu, pawai menjadi indikator dalam bersatunya warga kulit putih Kristen, Katolik, dan Yudaisme yang awalnya tidak peduli. Jadi bergabung menyelesaikan masalah orang kulit hitam. Namun dalam prosesnya banyak pendeta kulit putih dibunuh dan penderitaan pun tidak berhenti. Presiden Johnson yang geram atas insiden ini mengirim pasukan federal untuk mengawal pawai. Martin dan lebih dari 25 ribu penduduknya tiba di Montgomery setelah 4 hari menjalankan pawai

 

Maka perang itu berakhir dan hak suara diberikan untuk orang kulit putih dan hitam

 

2 Agustus 1965, Hukum Hak Pilih untuk orang kulit hitam ditetapkan secara resmi. Di daerah selatan semua jenis taktik yang digunakan rasis kulit putih untuk menghentikan pemungutan suara orang kulit hitam dilarang

 

April 1967, Martin memberikan pidato yang mengkritik perang vietnam di Gereja Riverside, New York. Saat itu Amerika membantu Vietnam Selatan dengan memberikan dana dan bantuan militer. Perang Vietnam memiliki hubungan dengan gerakan HAM masalah terbesar bagi orang kulit hitam saat ini adalah bagaimana memberantas kemiskinan. Saat itu sebagia besar rakyat Amerika mendukung Perang Vietnam dan banyak orang mengkritik pernyataan Martin. Namun Martin tidak pernah mundur karena dia yakin bahwa pendapatnya itu benar

 

Tahun 1965 Martin mendapat kabar tentang kerusuhan orang kulit hitam yang terjadi di Watts, LA. Suatu hari dia dimintai bantuan organisasi HAM. Martin menemui aktivis daerah untuk mencari tahu situasinya. Meski tidak ditetapkan dalam hukum kemiskinna ras, orang kulit hitam diasingkan untuk hidup di daerah miskin. Sebagian besar orang kulit hitam tinggal di Watt merupakan pengangguran dan tentu memiliki banyak keluhan tentang tempat tinggal mereka yang sangat buruk. Orang kulit hitam yang menyaksikan kejadian itu langsung membakar mobil polisi yang diparkir di sekitar lokasi. Kerusuhan menyebar ke seluruh jalan dalam waktu singkat

 

Agustus 1965 Martin melakukan pertemuan dengan Presiden Johnson untuk mendiskusikan masalah Watts. Sementara itu Martin juga dimintai tolong oleh para pemimpin orang kulit hitam di Chicago untuk mendukung gerakan reformasi pendidikan. Mereka kesulitan walau sudah 5 tahun mengadakan gerakan reformasi pendidikan agar masyarakat kulit hitam bisa memperoleh pendidikan yang lebih tinggi

 

Pada Januari 1966 Martin dan keluarga pindah ke apartemen tua milik penduduk kulit hitam di Chicago. Martin berusaha tinggal di lingkungan rakyat miskin dan merasakan secara langsung penderitaan mereka, namun ternyata lingkungannya lebih buruk. Harga sewa apartemennya 10 dolar dibandingkan kulit putih yang hanya 8 dolar. Malamnya dia mendengarkan keluh – kesah orang kulit hitam disana. Mereka akan melakukan pawai ke balai kota  untuk diadakan perbaikan di kawasan kumuh. Namun walikota Chicago tidak peduli dan mengabaikan permintaan orang kulit hitam. Setiap hari minggu akan mengadakan Freedom Sunday (Pawai Kebebasan Hari Minggu). Aksi terus dilakukan selama beberapa bulan tanpa ada hasil, sampai pada suatu hari di musim panas terjadi insiden, anak – anak membuka tangki air yang kemudian dihajar polisi. Insiden ini menewaskan 2 remaja kulit hitam, kemudian sekitar 50 orang terluka dan 300 orang tertangkap. Martin mengumpulkan anak remaja dan mulai menyakinkan mereka. Martin dan pengunjuk rasa mulai mengadakan pawai di kawasan elit orang kulit putih. Pada akhirnya walikota memanggil Martin dan berdiskusi dengannya. Dia akan membangun 10 kolam renang di kawasan orang kulit hitam dan memasang alat penyiram saat cuaca sangat panas. Martin ingin walikota bisa meluruskan biaya sewa rumah dan harga barang yang tidak normal serta memperbaiki rumah yang sudah tidak layak huni

 

Tuntutan dan negoisasi yang dilakukan Martin membuat perlakuan walikota terhadap orang kulit hitam menjadi semakin membaik. Namun kenyataanya walikota tidak menepati janji dan hanya mengukur waktu. Toko yang hampir bangkrut akhirnya mulai mempekerjakan orang kulit hitam. Saat masalah ekonomi daerah mulai muncul. Walikota memberi perintah untuk mempekerjakan orang kulit hitam di pabrik dan akhirnya sekitar 800 orang kulit hitam mendapatkan pekerjaan

 

Tahun 1967 masalah kemiskinan di Chicago mulai teratasi. Martin sudah kembali ke Atlanta mulai mengkhawatirkan masalah kemiskinan secara keseluruhan. Dia fokus untuk menyelesaikan Perang Vietnam

 

Perang ini terjadi pada tahun 1960 antara Vietnam Utara yang berideologi sosialis dan Vietnam Selatan yang berideologi kapitalis, amerika yang tidak menginginkan Vietnam menjadi negara sosialis memberikan bantuan dana dan pasukan militer ke Vietnam Selatan. Kemudian dengan pasukan yang berlimpah, Vietnam Selatan menyerang Vietnam Utara dan menerima serangan balik sehingga perang sulit untuk dihentikan. Amerika mulai kehilangan kekuatan dan terdesak dengan banyak munculnya organisasi yang menentang perang, pada akhirnya Januari 1973 Amerika menyepakati perjanjian untuk menghentikan perang. Namun pada Desember di tahun berikut, Vietnam Utara kembali memulai perang dan pada April 1975, Vietnam Selatan akhirnya menyerahkan diri dan kedua Vietnam bersatu menjadi negara republik

 

Saat itu beberapa politisi yang dipimpin oleh senator Robert Kennedy, adik presiden Kennedy menentang peperangan. Martin akan melakukan pidato di New York, penentangan Perang Vietnam pada April 1967 memulai gerakan anti perang di Gereja Riverside, New York

 

Pada 15 April pawai anti perang diadakan di New York dan diikuti 250 ribu orang, gerakan anti perang hanya diikuti kaum minoritas mendapat kekuatan besar dengan bantuan Martin sang aktivis terkenal. Dia ingin menciptakan masyarakat yang adil bagi seluruh rakyat melalui gerakan hak sipil, keadilan meruntuhkan perbatasan. Dia memutuskan tidak memerhatikan perang menyimpang karena keadilan

 

Pada suatu hari ketika sedang aktif berpidato anti perang Martin berkesempatan untuk menyampaikan pidatonya di Universitas Berkeley. Dia ingin memilih calon presiden yang menentang peperangan. Presiden Johnson mengawasi Martin karena dianggap dapat menyulitkan diri untuk terpilih kembali menjadi presiden. Martin beberapa kali menerima ancaman terkait gerakan anti perang yang dilakukannya

 

Februari 1968 selama kegiatan gerakan anti perang. Martin berencana untuk mengadakan unjuk rasa di Washington yang diikuti oleh seluruh rakyat miskin. Bulan Maret diantara kesibukannya mempersiapkan unjuk rasa di Washington, Martin menerima telepon permohonan bantuan darurat dari kota Memphis, Tennesse, mereka menuntut kenaikan gaji tidak seimbang dengan pekerja kulit putih, padahal pekerjaannya sama tapi tuntutan mereka tidak dikabulkan. Sesampainya di Memphis, Martin menyampaikan khotbah di gereja, dia mendapat ancaman pemboman di pesawat. Saat Martin sedang beristirahat, peluru meluncur ke arahnya entah dari mana

 

4 April 1968 Martin dinyatakan meninggal dunia. Pelakunya orang kulit putih James Earl Ray dan tidak ada pernyataan jelas mengenai latar belakang pembunuh ini. Pemakaman Martin dibuat sebagai pemakaman kenegaraan. Presiden Johnson memproklamasikan bahwa 7 April sebagai hari berkabung dan pada hari pemakaman, puluhan ribu orang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir saat peti jenazah Martin melintas. Amerika menetapkan hari senin minggu ke 3 Januari setiap tahun sebagai Hari Martin Luther King Jr dan merupakan hari libur nasional. Semasa hidup Martin terus berjuang untuk orang kulit hitam yang miskin dan menderita. Dia adalah aktivis HAM, juru bicara hebat, dan pendeta jujur yang kehidupannya dikenang oleh banyak orang bahkan sampai hari ini

 

Kekerasan hanya menimbulkan kekerasan yang lebih besar, tidak bisa mengusir kebencian dengan kebencian, hanya dapat melakukannya dengan cinta

 

John F Kennedy (1917 – 1963), presiden Amerika ke 35 yang menjalani pendidikan politik di Universitas Harvard dan masuk dunia politik sebagai anggota dewan perwakilan Amerika, pada tahun 1960, ia mencalonkan diri dan terpilih sebagai presiden termuda dalam pemilihan umum, selama krisis Rudal Kuba dalam Perang Dingin tahun 1962, Amerika menerima ancaman perang nuklir sehingga Presiden melakukan persetujuan dengan Uni Soviet. Pada tahun 1963, dia tewas dibunuh ketika sedang mempromosikan berbagai reformasi untuk pembangunan ekonomi dan sosial

 

Malcolm X (1925 – 1965), seorang pemimpin  radikal gerakan kemerdekaan orang kulit hitam di Amerika. Ayahnya merupakan pendeta yang menggerakan aksi kemerdekaan orang hitam dan tewas dibunuh oleh orang kulit putih. Sama dengan Martin, mereka meninggal usia 39 tahun. Keluarganya menjadi terpuruk dan menghabiskan masa kecil dalam kemiskinan. Ia menjadi aktivis gerakan kemerdekaan orang kulit hitam yang berkeliling ke berbagai kawasan tempat tinggal orang hitam seperti Harlem, dan lain sebagainya, serta mengkritik kebijakan ras kulit putih. 21 Februari 1965 Malcolm tewas akibat serangan beruntun dari pelaku yang tidak diketahui identitasnya saat sedang memberikan pidato dalam kegiatan Organization of Alfro American Unity (OAAU) di New York yang mendesak penghapusan diskriminasi ras

 

Marthin Luther King (1929 – 1968), anak pendeta di Atlanta, Georgia, bagian selatan Amerika, ia adalah tokoh besar dalam pergerakan HAM atas orang kulit hitam di Amerika. Tahun 1955, Martin menerima gelar Doktor Teologi di Universitas Boston dan bekerja sebagai pendeta. Ia menunjukkan jiwa kepemimpinannya saat menggerakan aksi boikot bus di Montgomery, Alabama. Setelah itu Martin menerima penghargaan Nobel Perdamaian berkat jasa dalam menggerakan aksi anti kekerasan di Birmingham dan Washington Dc pada 1964. Selain itu, Martin melakukan gerakan pemberatasan kemiskinan orang kulit hitam dan gerakan menentang Perang Vietnam sebagai usahanya demi menciptakan perdamaian dunia

 

Pemimpin sejati bukan pencari kesepakatan, melainkan pencipta kesepakatan

 

1929 : lahir di Georgia, Atlanta, USA

 

1944: masuk Universitas Morehouse jurusan Sosiologi

 

1948: menerima baptis sebagai pendeta di Gereja Baptis Ebenzer

 Lulus dari Universitas Morehouse, masuk Universitas Teologi Crozer

 

1951: lulus dari Universitas Teologi Crozer

Masuk program doktor Universitas Boston jurusan Teologi

 

1953: menikah dengan Correta Scott

 

1954: penempatan pendeta di Gereja Baptis Dexter Avenue

 

1955: menerima gelar Doktor Teologi

Mengadakan aksi boikot bus Montgomery

Dipilih menjadi ketua The Montgomery Improvement Association (MIA)

 

1957: dipilih menjadi ketua SCLC

 

1958: diserang oleh wanita berkulit hitam di pusat perbelanjaan New York

 

1959: perjalanan India

 

1960: mengadakan aksi menentang diskriminasi

 

1961: mengadakan aksi anti kekerasan di Albany

 

1963: mengadakan aksi anti kekerasan di Birmingham

Mengadakan pawai unjuk rasa di Washington DC

 

1964: menerima Nobel Perdamaian

 

1965: pawai damai dari Selma ke Montgomery

RUU Hak Pilih orang kulit hitam disahkan

 

1966: memulai gerakan pemberantasan kemiskinan di Chicago

 

1967: mengadakan gerakan anti perang New York

 

1968: tewas dibunuh di Memphis, Tennessee

 

1986: penetapan hari Senin minggu ke 3 Januari setiap tahun sebagai hari libur nasional untuk mengenang Martin Luther King Jr

 

Perang saudara (1861 – 1865) : perang terburuk dalam sejarah Amerika Serikat, yang mengorbankan banyak jiwa dalam menyatukan pemerintah federal utara dan selatan selama 4 tahun, penyebab utama, perbudakan ditambah konflik otoritas antar negara bagian dan konflik yang disebabkan oleh perbedaan dalam struktur ekonomi antara negara utara dan selatan. Tahun 1861 perang dimulai saat beberapa negara selatan, yang menentang penghapusan perbudakan oleh Presiden Lincoln, memisahkan diri dari Amerika dan membentuk Negara Konfederasi Amerika

 

Marthin Luther: seorang pendukung reformasi asal Jerman yang menentang korupsi di Gereja Katolik Roma dan mempertanyakan doktrin Gereja Katolik. Dia mengajarkan kotak langsung dengan Tuhan melalui Alkitab dan keselamatan. Dia menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman dan berkontribusi dalam perkembangan Bahasa Jerman. Ia juga berpengaruh besar dalam reformasi agama di seluruh Eropa

Sistem kasta: sistem golongan masyarakat yang berasal dari turun – temurun untuk menentukan derajat seseorang di India. Derajat tertinggi dari sistem kasta masyarakat Hindu adalah Brahmana yang disandang oleh para rohaniawan kemudian diikuti oleh ksatria untuk prajurit dan bangsawan. Ketiga adalah kasta Waisya untuk para pedagang dan yang terakhir adalah Sudra untuk para budak, berdasarkan 4 golongan ini kini terbagi menjadi lebih dari 2500 kasta dan bagian kasta, bahkan ada orang yang tidak masuk ke dalam golongan sama sekali. Mereka disebut dengan Dalit, yang melakukan pekerjaan paling rendah seperti pemulung petani yang miskin, pencusi pakaian, dll

 

Jawaharial Nehru: seorang politisi sekaligus pemimpin gerakan nasionalis India. Ia berpatisipasi dalam Kongres Rakyat India tahun 1919 dan menghabiskan 9 tahun dalam penjara di tengah Perjuangan kemerdekaanl ketika ia terpilih sebagai ketua partai pada tahun 1929, ia mengubah tujuan partai dari pemerintahan sendiri menjadi kemerdekaan penuh. Ketika Perang Dunia II pecah pada tahun 1939, ia menyatakan bahwa ia tidak akan bergabung dengan negara sekutu yang tidak memberikan kebebasan untuk India. Pada tahun 1947, India merdeka dan Nehru terpilih sebagai perdana menteri pertama India