Tampilkan postingan dengan label Philosophy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Philosophy. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Mei 2021

Why? The Republic Of Plato

 



Plato adalah orang yang mencari idealisme akan sesuatu. Oleh karena itu,  dia sering mengeluarkan kritik yang tidak realistis. Negara yang diatur filsuf, negara yang berbagi segala sesuatu.  Plato memimpikan idealisme dan hidup saat terjadinya kekacauan politik dan demokrasi di kota Athena. Dia tidak berhenti memimpikan negara yang benar, kebajikan pemimpin yang benar, sistem politik yang ideal dan terus berusaha untuk mewujudkanya pada dunia nyata. Pesan dari filsafat Plato adalah agar kita hidup dengan benar di abad ke 21. Plato mengatakan untuk mengatasi masalah negara jangan hanya berdasarkan apa yang dilihat saja, melainkan harus dengan memimpikan idealisme dan jangan berhenti. Negara yang dihuni dan para pemimpin teladan, lalu kebebasan yang dinikmati, itu semua adalah hasil dari perwujudan mimpi orang terdahulu


Mamul: benda seperti siluman yang merasuki jiwa manusia


Filsuf di dasari oleh logika, tulisa, ceramah, dan diskusi. Filsafat merupakan dasar dari semua ilmu. Maka matematika, politik, ekonomi, ilmu alam, seni, dll pun harus dipelajari. Jika tercipta kehidupan sosial dan berbangsa yang penuh keadilan maka akan tercipta hubungan yang nyaman antar sesama manusia. Filsuf harus menjalani pribadi yang disiplin dan menjadi teladan bagi orang lain. Jangan mudah marah, jangan menyalahkan orang lain, jangan mengabaikan suara hati kecil. Ketika membangun akademia, pelajar tidka hanya diajar ilmu pengetahuan dan kepandaian berbicara. Akademia adalah nama sekolah yang mendidik para murid agar tumbuh menjadi orang jujur dan teliti


Akademia, sebuah sekolah yang didirikan sekitar tahun 387 SM oleh Plato, yang sekarang berubah menjadi sebuah universitas. Meski di Akademia Plato mengjarkan filsafat, tapi untuk dapat masuk ke Akademia dan belajar di sana, Plato pernah menuliskan bahwa orang yang tidak tahu geometri dilarang masuk, dia beranggapan bahwa ilmu filsafat membutuhkan ilmu hitungan lainnya seperti geometri dan matematika. Salah satu landasan tujuan dari Akademia adalah bukan untuk menghasilkan manusia yang kaya ilmu, melainkan manusia yang memiliki beragam bakat yang mengabdi pada bangsanya, pemiukiran filsafat yang dimiliki Plato sangat berakar di dunia Barat


Filsuf adalah orang yang arif dan bijaksana


Sofis adalah sebutan untuk orang yang selalu berkilah dengan pemikiran yang menyesatkan, pada saat itu banyak orang dari seluruh daerah Yunani berkelana ke Athena, Para Sofis mendapatkan imbalan dari mengajarkan pmikiran menyesatkan dengan diimingi kesuksesan, meski pada umumnya sofis, diartikan dengan orang pandai, orang bijak, tetapi Plato, Socrates dan para filsuf lainnya tidak setuju. Pada kenyataannya, para sofis tidak memiliki sikap bijak,melainkan kelebihan dan mengada. Sejak saat itu para sofis di artikan dengan orang sesat (pemikiran yang banyak mengandung kebohongan) atau aliran sesat (teknik merayu, pada Yunani kuno, teknik penyesatan bukan melalui paham dogmatis, melainkan teknik penghasutan pada masyarakat dengan memberikan angan akan kehidupan sosial yang bahagia). Saat mendengar ceramah para sofis akan terbelalak dan mulut seolah terkunci, tapi setelah selesai mendengar tak ada satu pesan yang membekas dalam ingatan. Para sofis hanya memperlihatkan kecakapan dan kemahiran dalam bertutur kata dengan bertolak belakang dari tujuan filsafat sesungguhnya. Jika lawan bicara berlainan pemikiran maka mereka akan memaksakan pemikirannya dengan bersilat lidah


Plato (428 SM – 347 SM), sebagai seorang filsuf Yunani, dia lahir dari keluarga elit bangsawan. Sejak remaja, dia menaruh minat pada ilmu politik, dia menginjak masa remaja ketika Perang Peloponnesus ( 431 – 404 SM, perang hegemoni di antara 2 kekuatan besar, Athena dan Kirota pada zaman Yunani Kuno) mendera Athena. Kala itu dia memiliki ambisi untuk menstabilkan kondisi Athena, saat berusia 20 tahun dia menaruh minat pada filsafat setelah pertemuannya dengan Socrates. Dia mulai bersungguh menempuh jalan sebagai seorang filsuf setelah Socrates mendapatkan hukuman mati akibat pemikiran filsafat. Setelah itu, dia sering berpergian hingga akhirnya dia menetap di Athena dan mendirikan Akademia sekolah filsafat dan geometri kemduia dia berulang kali mencoba untuk ikut bergabung dalam politik tetapi selalu gagal. Setelah beranjak lansia dia menghabiskan waktu dengan menulis buku, sampai saat ini pemikiran filsafat Barat banyak dipengaruhi Plato


Republik tulisan yang pernah ditulis Plato tentang kehidupan yang tepat dan bangsa yang tepat. Republik ditulis ketika masa Perang Peloponnesus di Athena, yang kala itu semangat rakyat sedang melemah, cara dapat dilakukan untuk meluruskan negara dengan Republik dan hanya nama Socrates yang tertulis (guru Plato). Republik disampaikan seperti sebuah cerita artinya buku ini berisi pemikiran filsafat Socrates yang disampaikan melalui dialog Socrates dengan beberapa orang


Socrates (470 – 399 SM), filsuf Yunani kuno yang berperan sebagai aktivits akademisi. Dia banyak melakukan dialog dengan orang sembari membahas hakikat ilmu pengetahuan yang sering salah bagi mereka. Dengan pemikiran filsafat Yunani yang ekstrem, dia acapkali mendapat hinaan para aristokrat dan pemimpin Athena


Riwayat hidup Plato


Lahir dirumah Demokrasi, di Yunani Kuno setiap plis secara teratur membuka pusat sipul sebagai tempat warga sipil berdiskusi untuk setiap permasalahan yang ada di daerahnya. Partisipasi politik warga secara langsung seperti dapat memeprlihatkan kterbatasan dan ketidakseimbangan demokrasi sampai batas tertentu. Di antara beberapa polis, sistem politik yang paling berkembang dan mencapai masa kejayaan ada di Athena yang dipimpin oleh politikus bernama Pericles. Dia membangun kembali Athena yang sudah rusak akibat Perang Persia, sehingga demokrasi lahir di Athena


Pada masa kejayaan itulah para politi mengakui pemimpin sosial. Pada masa itu, Plato yang lahir dari keluarga elit bangsawan, secara alami tertarik pada politik. Dengan memiliki ambisi untuk menjadi politi Yunani di masa depan, Plato mengisi harinya dengan rajin belajar dan mengikuti kegiatan olahraga serta kesenian


Pertemuan dan perpisahan dengan Socrates


Pada tahun 407 SM, Plato yang telah disebut sebagai cendekiawan terbaik bertukar pikiran dengan Socrates. Meski pertemuan mereka tidak kurang dari 10 tahun tetapi masa itu adalah masa paling penting dalam kehidupan Plato. Tahun itu merupakan tahun terberat bagi Athena karena akibat dampak dari Perang Peloponnesus yang berlangsung puluhan tahun lamanya. Sparta berhasil menguasai Athena yang merupakan tempat terkuat di Yunani. Dengan dipimpin oleh Critias Terra Menes, Sparta menghapus demorasi di Athena dan membuka pintu bagi oligarki. Dengans egala upaya, Critias mengharapkan kerja sama Plato bersama 30 orang lainnya untuk berpatisipasi dalam politik yang baru pada masa transisi pemerintahan. Namun, Plato beranggapan jika dirinya menyetujui ajakan Critias, maka dia akan melakukan kesalahan terbesar karena dengan politik yang mengerikan akan ada banyak orang yang dibunuh, Pemerintahan Critias segera runtuh, Socrates yang dikagumi Plato dieksekusi karena tulisan yang dibuatnya, membuat mimpi Plato untuk menjadi seorang politikus pecah berkeping 


Menempuh jalan sebagai filsuf, kematian Socrates memberikan luka dalam pada Plato, dia mulai memikirkan tanah airnya, Athena ketika itu dia berpikir bahwa untuk mengubah negeri yang tidak memiliki cinta kasih, caranya adalah bukan dengan menjadi politikus dan masuk ke dalam dunia politik, melainkan dengan filsasat, artinya dia percaya bahwa seorang filsuf berpolitik secara langsung, tetapi orang yang berpolitik tidak dapat lebih seperti filsuf hingga akhirnya negerinya sama sekali tidak dapat mempercayai cinta kasih. Plato yang pada awalnya menjatuhkan pilihan hidup pada politik, akhirnya dia menempuh jalan sebagai filsuf. Pada waktu yang lama, dia melakukan berbagai perjalanan ke berbagai negara sambil memperbanyak pengalaman


Mendirikan Akademia, pada tahun 387 SM, plato yang datang kembali ke Athena mulai kehidupan dengan mendirikan sekolah tinggi Akademia, ditempat itu Plato menggunakan dokumen dialog Socrates sebagai bahan ajar, inti pokok pengjaran yang diajarkannya di sana adalah kejujuran dan cinta kasih. Akademia bukan hanya tempat mengajarkan ilmu pengetahuan, melainkan sebagai tempat percetakan orang berbakat. Orang yang paling berbakat di Akademia adalah Aristoteles. Dia adalah murid yang mengamalkan ilmu yang diberikan Socrates melalui pengajaran Plato untuk menyalurkan ahsrat politiknya. Sebelumnya Plato pernah pergi ke Cecilia dan mencoba menjadi politikus disana tapi berulang kali dia gagal hingga akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke tanah air (Athena) dan mendirikan Akademia, disana dia mengajar dan membuat karya tulis, hingga meninggal di usia 80 tahun


Sparta, salah satu polis di Yunani kuno, memiliki tujuan utama untuk menaklukan selruuh negeri dengan para prajurit yang tidak takut mati. Para pemudanya, sejak kecil mendapatkan latihan keras, para pemudinya mendapatkan latihan kemiliteran, tujuan adalah untuk menghasilkan para pemuda sehat dan kuat, lalu mereka mmebuat persekutuan Peloponnesos yang terletak di semenanjung Peloponnesos dan mereka berhasil menaklukan banyak polis. Bersama dengan Athena, mereka bersaing untuk supremasi Yunani


Di Republik tertulis pada suatu hari Socrates singgah ri rumah Kefalos (sirakusa, kurang lebih 30 tahun mengumpulkan harta kekayaan dengan mendirikan pabrik perisai di Athena) dia bercakap dengan Kefalos membahas tentang pentingnya harta, mereka bicara tentang sesuatu yang tepat dilakukan. Orang yang melakukan kesalahan akan hidup dengan selamanya menghadapi kegelisahan, sedangkan orang yang tidak melakukan kesalahan akan hidup dengan bahagia tanda ada rasa kekhawatiran, jika memiliki harta tidak usah melakukan kesalahan seperti menipu orang lain atau tidak dapat mengembalikan pinjaman, dapat menikmati hidup dan melakukan yang benar, mengembalikan barang pinjaman tidak selamanya merupakan kegiatan yang benar karena jika sesuatu itu berbaya maka sesuatu bisa saja terjadi 


Jika membaca Republik ada pemuda Polre Marcos (anak sulung Kefalos, disebut pengikut Socrates dalam Republik, hartanya dirampas dan dieksekusi oleh pemerintah oligarki) putra dari kefalos. Dia menginspirasi percakapan Socrates dengan Kefalos tentang kebenaran. Memberikan keuntungan kepada teman yang baik dan memberikan kerugian pada teman yang jahat merupakan tindakan benar


Menurut Socrates irang berpikir bahwa teman melakukan sesuatu yang terlihat salah disebut orang jahat lalu membalasnya dengan memberikan kerugian, sementara musuh yang melakukan sesuatu yang baik disebut orang baik dan membalasnya dengan memberikan keuntungan, menurut ketetapan bahwa teman adalah orang yang baik dan musuh adalah orang jahat. Apakah orang yang memberikan kerugian kepada orang lain disebut orang benar dengan kata lain apakah orang yang memiliki jiwa yang benar dapat melakukan keburukan kepada orang lain, menutupi sesuatu yang salah siapa saja tidak aakn disebut sebagai orabg benar melainkan orang yang berbuat tidak benar. Membalas sesuatu pada masing orang sambil bersikeras untuk memberikan keuntungan kepada teman dan kerugian kepada musuh tetap bukan orang benar, karena dalam situasi apapun orang yang menyakiti tetap bukan perbuatan benar


Menteri” sebutan bagi sekretaris atau tangan kanan raja saat itu


Dalam Republik, terdapat bagian yang menceritakan Thrasymachus (sofis, diperkirakan sepuluh tahun lebih tua dari Socrates), dia berpendapat bahwa perbuatan yang benar dengan memberikan keuntungan kepada seseorang yang kuat. Raja yang memiliki kekuasaan, raja lalim, kaum bangsawan, demi sebuah keuntungan mereka membuat hukum dan tugas rakyat adalah mengisi keuntungan dengan mematuhi hukum


Raja lalim merujuk pada bentuk kediktatoran yang muncul di polis Yunani kuno. Pada umumnya sama dengan raja atau parebut kekuasaan dengan cara yang tidak adil di dalam demorasi Yunani. Para raja lalim menggunakan demokrasi dan kekuasaannya bukan untuk rakyat, melainkan untuk kepentingannya sendiri. Rajim lalim berada paling rendah dalam sistem politik


Socrates membalas pernyataan Thrasymachus, bukankah para penguasa dapat membuat hukum yang menguntungkan dirinya dengan melakukan kesalahan. Dalam kondisi seperti itu meski rakyat melaksankan hukum dengan benar, malah akan merugikan para penguasa. Pada akhirnya akan meruntuhkan logika mengenai perbuatan yang benar adalah dengan melakukan hal yang dapat menguntungkan orang yang kuat. Penguasa sebuah negara tidak boleh memikirkan keuntungan ketika mengatur hukum karena seorang pemimpin sejati tidak memikirkan dirinya sendiri, melainkan demi kepentingan rakyat


Socrates membalas pernyataan Thrasymachus, apakah dia berpikir bahwa hal yang tidak benar adalah lebih dapat menguntungkan daripada kebenaran. Tetapi biasanya bukankah hal yang tidak benar dan tidak baik merupakan sesuatu yang buruk, orang tidak benar adalah orang yang bijak dan unggul? Mungkin mengira bahwa bijaksana dan sesuatu yang tidak benar adalah sama. Kalau begitu coba jawab pertanyaanku, apakah orang benar lebih baik daripada orang benar lainnya? Lawan mereka dan sesamanya orang yang benar tidak dianggap unggul, melainkan dianggap unggul oleh orang yang sama sepertinya namun orang yang tidak benar akan dianggap unggul oleh mereka dan sesamanya dan tidak. Bagaimana dengan orang yang memiliki keahlian? Seperti dokter atau pemusik dan orang berilmu lainnya? Orang seperti ini tidak butuh diunggulkan bagi mereka dan orang yang memiliki keahlian lainnya, namun jika mereka dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki keahlian, maka mereka akan dianggap lebih unggul dari mereka? Tetapi apakah orang yang memiliki keahlian dan berilmu apakah dapat dikatakan orang yang bijaksana? Apakah orang yang bijaksana adalah orang yang unggul? Orang yang bijaksana  tidak unggul untuk mereka sendiri dan orang yang mealinkan untuk mereka dan orang berbeda lainnya. Namun jelas tidak berbicara tentang ciri khas orang yang benar. Orang yang benar adalah orang yang mulia dan bijaksana, orang yang tidak benar adalah orang yang tidak bijaksana dan pendek akal


Negara terdiri dari individu yang berkumpul. Negara akan berdiri dengan baik jika dibangun dengan kepercayaan dan kebaikan antar sesama masyarakat


Jiwa seseorang yang jiwanya dalam keadaan baik maka dia akan bahagia, sebaliknya seseorang yang jiwanya dalam keadaan buruk maka dia tidak akan bahagia 


Perkataan Glaucon (adik laki Plato, dalam Republik dia melakukan percakapan penting bersama Adreimanthos) dia berpikir banyak irang yang karena mendapatkan uang dan kehormatan hanya mengejar kebenaran, pembenaran diri dianggap rumit lalu kemudian orang yang tidak benar menyukai pekerjaan yang menghasilkan keuntungan untuknya tapi malah menghadapi kerusakan dan kerugian. Jika orang benar dan tidak benar diberi kebebasan, orang benar akan mengikuti orang tidak benar, seperti dalam cerita Cincin Gyges


Cincin Gyges, di bawah masa kepemimpinan Raja Lydia ada gembala bernama Gyges, suatu hari pada saat gempa dari tanah yang sebelah terlihat sebuah pintu kecil terbuat dari perunggu. Di dalam pintu terdapat seonggok mayat. Mayat itu mengenakan apapun, hanya sebuah cincin emas melinkgar di jarinya. Melihat hal itu Gyges mengambil cincin emas dan pergi dari sana. Beberapa hari kemudian, Gyges yang sekarang memakai cincin bermaksud menemui raja untuk melihat domba, tetapi sesuatu terjadi. Ketika berkumpul bersama gembala lainnya, tiba manik dari cincin berputar ke bagian dalam tangan dan seketika tubuh Gyges tak terlihat. Gyges yang sangat terkejut mencoba memutarkan cincinya ke arah sebaliknya dan tubuhnya kembali terlihat. Cincin mengundang kekuatan sihir yang membuat orang yang memakainya menjadi tak terlihat di mata orang lain. Gyges memakai cincin itu dan berkomplot dengan ratu untuk membunuh raja dan merebut takhta kerajaan


Kebenaran adalah hal yang lebih baik daripada ketidakbenaran tapi untuk membuktikannya bukaknkah hal yang mudah 


Socrates memberi petunjuk, orang tua tidak dapat membaca jika disuruh membaca tulisan yang kecil karena tidak mampu melihat dengan baik. Tetapi jika mereka disuruh membaca tulisan yang besar maka dapat membaca. Untuk mencari kebenaran, kebijaksanaan diri seperti halnya mata orang tua, harus mulai membaca dari tulisan yang besar terlebih dahulu, artinya kebenaran dan ketidakbenaran dapat dimengerti dari dimensi kebangsaan. Kebenaran juga dapat dimengerti dari hubungan antar individu


Defisini dan syarat prajurit dalam Republik


Prajurit: orang yang bertugas menjaga negara dan anggota negara itu sendiri


Latar belakang: dalam negara yang banyak penduduknya, orang harus dapat memenuhi kebutuhan hidup. Bila segala sesuatu harus dikerjakan sendiri, mereka kekurangan waktu, lagipula bidang keahlian masing orang berbeda. Mereka berkumpul dan membentuk sebuah tatanan masyarakat. Setiap anggota masyarakat cukup fokus pada bidang keahlian masing. Kemudian mereka saling bertukar barang dan jasa dengan anggota masyarakat lain tentang apa yang mereka hasilkan. Tercipta transaksi barter. Misalnya orang yang padai beternak ayam, menukarkan ayam dengan pakaian kepada orang yang pandai membuat pakaian. Tetapi setelah masyarakat semakin luas untuk melakukan pertukaran dengan baik, mereka membutuhkan pedagang. Jika ada perselisihan, untuk mengadili pihak yang bersengketa dibutuhkan seorang hakim. Jika sistem telah berkembang lagi menjadi besar, tercipta kehidupan sosial. Ketika kehidupan sosial itu semakin besar maka tercipta sebuah negara. Ketika masyarakat sebuah negara semakin bertambah banyak, daerah teritorial untuk dihuni semakin berkurang, negara yang daerah teritorialnya kurang luas, akan merebut daerah teritorial negara lain. Pada saat itu untuk menjaga daerah teritorialnya, negara membutuhkan orang yang mahir dalam peperangan. Orang harus memiliki kecakapan dalam ilmu peperangan yang berbedan dengan ilmu petani, pedagang, dokter, dll. Orang yang bertugas menjaga negara seperti itu disebut dengan prajurit artinya prajurit adalah orang yang dibutuhkan untuk menjaga negaranya ketika ada pertempuran yang melibatkan negara


Syarat menjadi prajurit:


A. Memiliki banyak waktu dan harus benar jujur


B. Secara alamiah harus memiliki kepekaan inderawi, gesit dan cekatan


C. Harus memiliki keberanian dalam menghadapi musuh


D. Memiliki jiwa yang penuh keberanian dan memiliki keyakinan pantang menyerah


E. Kepada musuh harus keras, tapi kepada pihaknya sendiri harus lemah lembut


Laki dan perempuan berbeda bagian dan kemampuannya, begitu juga dengan bakat alami yang dimilikinya. Pekerjaan yang dapat mereka lakukan berbeda. Tetapi dalam hal kenegaraan, tidak ada pekerjaan yang harus dilakukan laki dan pekerjaan yang harus dilakukan perempuan. Bisa jadi ada laki yang memiliki bakat memasak dan perempuan yang berbakat menjadi prajurit. Orang yang memiliki bakat yang sama, mendapatkan pendidikan yang sama, maka harus mendapatkan pekerjaan yang sama, artinya jika ada perempuan yang memiliki bakat menjadi prajurit, maka sama seperti laki, dia harus diberi pelatihan agar dapat menjadi seorang prajurit. 


Puisi Yunani Kuno, bagi orang Yunani Kuno, puisi merupakan hal yang penting. Puisi pada masa ini tidak seperti puisi sekarang yang hanya diwujudkan dalam bentuk tulisan, melainkan digabungkan dengan musik dan berbentuk seperti lagu. Tema yang dibawakan dalam puisi itu berasal dari cerita mitos seperti cerita kepahlawanan, nujum, cinta dan hal berisi introspeksi diri. Puisi lirik yang dibangun oleh kata dan irama yang indah, puisi epik yang dibangun oleh cerita heroik, kedua jenis puisi mendapatkan kecintaan terbanyak dari masyarakat. Kedua puisi ini ditampilkan dalam teater dan kebudayaan, sehingga memberi pengaruh besar pada masyarakat Yunani Kuno


Dalam Republik, prajurit adalah orang yang bertugas dalam mejaga negara, maak dari itu harus mendapatkan pengajaran ideal. Untuk mewujudkan negara ideal, harus ada pembelajaran yang ideal. Untuk melatih jiwa ajarkan musik untuk mendisiplinkan fisik maka berikan latihan fisik


Pendidikan ideal demi negara ideal, Plato memperlihatkan bahwa untuk mewujudkan negara yang ideal maka seluruh rakyat harus mendapatkan penddikan yang ideal. Pendidikan ideal dibagi menjadi puisi dan fisik. Puisi adalah pelajaran yang merupakan gabungan dari isi dan irama yang dilantunkan, sedangkan fisik diajarkan dengan melatih kekuatan fisik. Kedua pendidikan merupakan bidang pendidikan ideal, artinya para filsuf akan memberikan pendidikan dasar sebelum mempraktekkan tingkatan pendidikan yang sangat beraneka ragam. Pendidikan dimulai dari kecil atau dimulai dari belajar musik dulu. Belajar dan melantunkan puisi membuat jiwa penuh dengan kebaikan dan berdampak pada memberikan keindahan. Mereka yang ingin menjadi prajurit sejak kecil sebelum diberikan latihan fisik harus mulai belajar puisi. Karena jika memiliki yang tidak lembut, meski dia unggul dalam kemampuan fisik tetapi dia tidak akan menjadi orang terhormat. Sedari kecil belajar takut akan perang dan kematian. Belajar puisi harus lebih dulu daripada ilmu bela diri dan akademis


Karena sebagian besar kepribadian seseorang dapat dibentuk sedari kecil, tetapi pada masak kanak faktanya mereka pintar berbohong, karena tidak tahu tentang hal yang sebenarnya dan tidak tahu perbedaan akan sesuatu, jika dia mendengar puisi berisi perbuatan buruk, dengan sendirinya kepribadian anak itu akan menjadi buruk, untuk anak lebih baik hanya diperdengarkan puisi indah dan bermanfaat 


Dalam Republik terdapat bagian yang membahas hal itu melalui percakapan Socrates dengan Adeimanthos. Puisi kelakuan tidak senonoh dan impulsif harus dicoret, puisi yang berisi keyakinan penuh dan menghormati orangtua, akan membentuk anak itu menjadi orang yang benar, hindari juga isi tidak pantas lainnya seperti tentang memberikan harta kekayaan dan berpaku pada uang, puisi yang berisi adegan maksud jahat dan hal lainnya di luar cerita kepahlawanan tidak boleh diajarkan, puisi yang berisi hal seperti itu bukan hanya satu atau dua buah. Satu dari sekian banyak cerita yang berisi tentang cerita mitos yang antara para dewa saling berseteru dan bersekongkol dan kebenarannya tidak terlihat dan terdapat dalam karya penyair Homeros


Homeros (800 – 750 SM), dia adalah penulis di masa Yunani Kuno. Disebut sebagai salah satu akar kebudayaan Barat. Diawali dengan membuat puisi epik. Puisi epik yang paling representatif darinya adalah Illad dan Odysssey yang paling mendapat perhatian dari masyarakat Yunani Kuno hingga disebut puisi rakyat bahkan sampai saat ini


Cara penulisan puisi dengan deskripsi dan imitasi dan merupakan cara berekspreksi


Deskripsi: sesuatu yang ditulis penyair sesuai dengan keadaan yang terjadi tanpa disembunyikan dan tanpa peniruan


Imitasi: imitasi atau peniruan adalah cara penulis menirukan suara atau suara dirinya sendiri tanpa memberikan penjelasan dan sering digunakan dalam teater 


Untuk melakukan peniruan secara utuh, daripada peran menjadi diri sendiri, berperan menjadi orang lain lebih dapat menarik perhatian. Tetapi melakukan peniruan berperans ebagai orang lain jika dilakukan menjadi kebiasaan peran sebagai dirinya sebenarnya tidak dapat utuh. Jika sering melakukan peniruan yang menyeramkan, hal itu dapat menjadi kepribadian kedua dirinya


Untuk menjaga negara dibutuhkan prajurit yang penuh konsentrasi tapi jika prajurit memiliki kepribadian yang menjadi penghalang akibat peniruan muncul sisi yang tidak memiliki keberanian dan pengecut, atau menjadi agung. Jika melakukan peniruan dan bagi prajurit malah menjadi teladan yang penuh keberanian maka harus ditiru. Orang yang menjadi baik dan buruk akan mengacaukan peraturan


Puisi bisa digabungkan dengan harmoni dan ritme


Harmoni dan ritme, dalam sebuah lagu harmoni adalah suara yang dihasilkan dari berbagai bunyi atau akord akan tetapi dalam teks lain juga disamakan dengan kunci nada atau tune, melodi, dll


Ritme memiliki arti mengalir berasal dari bahasa Yunani ritmeous, yang artinya aturan atau sistem tempo antar bunyi yang diaransemen


Untuk para prajurit dibutuhkan lagu yang dibangun oleh harmoni dan ritme yang ceria dan penuh semangat. Lagu yang dimainkan ramai, kuat, dan berani, ketika pertempuran datang akan membuat mereka lebih berani. Di masa damai dan tak ada perang, lagu seperti ini dapat memberi kekuatan dan menjauhkan dari niat jahat. Lagu yang memiliki harmoni dan ritme sedih dan lemah dapat membuat orang menjadi lemah


Dalam Republik terdapat bagian yang isinya Socrates menjelaskan hal:


Ketidakbahagiaan dalam beberapa keadaan dialami dengan terpaksa, tetapi di dalam hati, ada hal yang membuat sungguh ingin menangis, karena keinginan yang paling awal bermula dari dalam jiwa. Kemudian para penyair memuaskan perasaan ini. Ketika orang melihat puisi penyair ini kadang ikut menangis. Ini bukan disebut ketidakbahagiaan, melainkan ikut merasakan ketidakbahagiaan orang lain. Bagi orang terhormat yang melakukan ini bukan merupakan suatu hal yang membuatnya malu, melainkan menunjukkan bahwa dia memiliki rasa kepeduliaan dan kasih sayang. Peduli kesusahan orang lain justru maalh memberikan suasana kebahagiaan


Akan tetapi masalahnya adalah ketika seseorang merasakan kesedihan dari ketidakbahagiaan orang lain, tapi saat itu dirinya juga menghadapi ketidakbahagiaan yang sama, maka hal itu malah membuatnya lebih susah


Perasaan senang yang dirasakan sama seperti menceritakan cerita lucu dari mulut sendiri setelah mendengarkannya di panggung komedi melalui orang lain. Itu tidak dapat dikatakan tindakan bodoh. Artinya, melalui puisi perasaan yang datang menekan seperti rantai yang tidak terputus. Dengan begitu semua keinginan jiwa, sakit dan senang yang tidak ditampakkan dalam puisi justru seperti puisi itu sendiri yang mengalirkan air. Jadi meski Socrates setuju dengan sebutan Hemros sebagai penulis cerita tragis, kita harus ingat bahwa negara ini mendapatkan lagu pujian kepada Tuhan dan orang yang mulai dari puisinya


Puisi atau lagu yang berperasaan halus bagi orang seperti ini justru dapat menjadi racun, meski adegan sedih, tapi harmoni tidak sedih dan harus disajikan antusias dan bahagia. Puisi yang dipelajari dapat membuat jiawa menjadi kuat


Peraturan yang harus dipatuhi prajurit:

A. Tidak boleh minum arak


B. Jangan berdekatan dengan putri Corinthos (perempuan penghibur kelas atas)


C. Jangan berminat pada pekerjaan lain selain melakukan hak yang bermanfaat bagi negara


D. Tidak boleh makan ikan, beberapa macam bumbu dan masakan yang dimasak dengan rumit dan banyak bumbu hingga terlalu matang. Tujuannya prajurti harus bergerak dengan tangkas maka dibiasakan bernyaman


E. Jangan rakus dan jangan berselera rendah


Derajat prajurit setara dengan rakyat dan harus tinggal di pondok menghindari sombong dan bisa mengawasi rakyat


Aturan hidup prajurit dalam buku Republik


A. Laki dan perempuan tidak diabaikan. Semua harus menjalani kehidupan


B. Tidak boleh menggunakn barang atau harta pribadi


C. Makan, mendapatkan pelajaran, menggunakan barang harus selalu brsama dengan rekan, suami, istri, serta bersaam anak harus selalu berbagi dan saling bertanggung jawab  jika tidak akan menimbulkan keserakahan 


Manfaat dari kepemilikan bersama yang dijelaskan dalam Republik:


A. Antar sesama tidak ada niat untuk mengadili dan melakukan perkara hukum


B. Karena tidka ada kepemilikan barang pribadi, tidak akan ada konflik antar kerabat dan masalah keuangan


C. Karena saling menjaga satu sama lain, tidak akan ada masalah penyalahgunaan dan kekerasan


D. Orang yang lebih tua harus mempunyai wibawa agar tidka ada penyerangan dan penghinaan dari orang lebih muda


E. Jika para prajurit tidak ada pertengkaran, maka tidak ada konflik di tengah masyarakat


Festival Olimpia. Olimpia adalah tanah suci Dewa Zeus di zaman Yunani kuno. Pada awalnya tempat itu merupakan pusat keagamaan masyarakat Yunani dan tempat berdoa atau memohon kepada dewa, melalui pendidikan kerakyatan, orang Yunani kuno sejak masa kanak mendapatkan pendidikan olahraga, melalui kegiatan olahrga ini tercipta festival olahraga yang dipersembahkan untuk memuja Dewa Zeus. Perlombaan olahraga dimulai sejak tahun 776 SM dan diadakan kembali setiap 4 tahun sekali di musim panas. Sampai saat ini perayaan itu disebut dengan Olympic (Olimpiade) dan obor Olympic dinyalakan di Olympia


Dalam Republik, Adeimanthos juga mengajukan pertanyaan apakah prajurit bahagia?


Di negara boleh hanya kelas tertentu saja yang bahagia, semua rakyat harus bahagia. Oleh karena itu dapat menemukan kebenaran. Layaknya setitik warna ketika mewarnai gambar binatang, jika bermaksud untuk membuat matanya indah maka akan mewarnainya dengan warna mencolok tapi apakah sesuai dengan seluruhnya? Mewarnai mata dengan warna wajar dan alami akhirnya akan menjadi gambar mata sangat indah. Bila mereka memakai baju yang berwarna – warni dengan kilauan berwarna emas, maka mereka tidak akan terlihat seperti petani, prajurit atau serupa. Tidak bisa membayangkan idel penampilan seseorang prajurit dan apakah prajurit itu dapat memberikan kebahagiaan kepada prajurit lain. Tidak dapat menunjuk pihak prajurit agar bahagia, tetapi mereka penyebab dari terjaganya kebahagiaan seluruh negeri. Selain itu bukan hanya prajurit saja yang dapat mewujudkannya melainkan juga setiap profesi yang mengembangkan negara dan politik stabil


Bagi prajurit kebahagiaan terletak dalam pengorbanan menjaga kebahagiaan seluruh negeri, orang yang memilkiki pekerjaan yang mirip juga akan berkorban demi negaranya


3 kebijakan, kebijaksanaan, keberanian, pengendalian diri untuk menjadi negara yang benar dan wajib dimiliki semua warga negara


Kebijaksanaann merupakan pengetahuan yang bermanfaat  dan kebajikan yang harus dimiliki penguasa


Keberanian adalah kemampuan untuk mempertahankan keyakinan dalam berbagai keadaan seperti sakit, senang, dan takut dibutuhkan proses latihan dan pendidikan dalam waktu tidak sebentar 


Pengendalian diri dalam tatanan kenegaraan, pengendalian diri berkaitan dengan keinginan dan kesenangan dengan adanya pengendalian diri khususnya dapat mewujudkan kehidupan rukun dan harmonis


Arti kebijaksanaan menurut Socrates. Sampai saat ini masih mencari tahu apa itu kebijaksaan dalam bernegara akan tetapi dalam kebijaksanaan seperti ada sesuatu yang khas. Negara sepertinya negara yang bijaksana alasannya karena dalam negara yang bijaksana dapat terpikirkan program yang baik. Program yang baik itu disebut pengetahuan, karena itu pada orang yang tidak berpengetahuan tidak terpikirkan program yang baik. Tapi sebenarnya di dalam negara terdapat berbagai jenis pengetahuan. pengetahuan tentang perkayuan, pertanian, dll. Tetapi apakah engara dapat disebut negara yang bijaksana hanya karena para petani atau tukang kayu berpengetahuan? Negara tersebut yang bagus perkayuannya.  Lalu pikirkanlah. Adakah dalam negara yang berdiri di antara banyaknya pengetahuan hanya sebagian adanya, tetapi pengetahuan itu bukan hanya untuk perorangan melainkan pengetahuan untuk seluruh negeri.  Pengetahuan para penguada yang disebut prajurit yang sempurna. Negara dapat menjadi negara yang bijaksana. Tetapi jumlah tukang kayu atau petani mereka jauh lebih sedikit daripada pandai besi. Kemudian daalm negara karena pengetahuan hanya dimiliki orang berpangkat yang jumlahnya sedikit, apakah negara itu dapat menjadi negara bijaksana? Oleh karena itu salah satu hal yang diperlukan untuk dapat menjadi negara yang benar adalah dengan menemukan kebijaksanaan. Apa itu kebijaksanaan lalu dimana adanya kebijaksanaan itu


Socrates mengatakan jika orang yang memiliki sedikit ilmu jika dapat bermanfaat untuk seluruh negeri maka dia dapat membuat negaranya bijaksana 


Keberanian adalah kemampuan untuk mempertahankan perasaan dan mempertimbangkan hal yang menakutkan dengan hal yang tidak 


Negara yang benar adalah negara dimana setiap orang melalukan apa yang menjadi tanggung jawabnya dengan seluruh kemampuan terbaik, ketika para penguada mengadili sesuatu, prinsip yang paling penting jangan merebut hak orang lain dan jangan sampai hak direbut orang lain, negara harus dijaga agar tidak diambil. Semua orang melakukan peran dengan setia dan tidak mengganggu peranan orang lain merupakan tindakan negara yang benar


Hati manusia terbagi menjadi beralasan dan tidak beralasan. Bagian yang beralasan mudah dikatakan karena masuk akal, artinya bagian yang mudah dikatakan karena dapat melakukan penilaian yang bijak secara objektif. Bagian yang tidak beralasan disebut dengan naluri manusia seperti lapar, malas, haus, ngantuk, dll yang termasuk dalam keinginan dan ketakutan , di dalam diri manusia rasionalitas dan keinginan selalu ada bersamaan tapi ada kala keduanya saling berbenturan. Ada kala nafsu atau amarah dari luar terlihat sangat dekat dengan keinginan  tetapi kalau mendengar cerita selanjutnya dapat diketahui nafsu dan keinginan adalah sesuatu berbeda


Seseorang bernama Leontios berjalan mengikuti jalan benteng utara di Piraues. Di tengah perjalana dia mengetahui ada mayat didepan tempat eksekusi. Dia penasaran dan melihat mayat, tetapi dia takut perasaannya menjadi buruk setelah melihat mayat. Lihat (keinginan) atau tidak (rasionalitas) terus berkecamuk sementara dia penasaran ingin melihat wajah mayat. Akhirnya dia pergi ke tempat itu lalu nafsunya berkata sepertinya ini perasaan yang buruk! Baiklah, lihat tontonan bagus ini sepuas hati!


Nafsu menantang keinginan. Keinginan dapat membuat menuruti rasionalitas


Kebenaran manusia punya 3 kebajikan: rasionalitas berperan sebagai pengatur dan penguasa dalam diri manusia seperti kebijaksanaan, nafsu sama seperti keberanian yang berperan membantu rasionalitas, keinginan bagi ekduanya muncul sebagai pengendalian diri yang menciptakan kerukunan. Atas perintah mereka memimpin keinginan pada saat manusia melakukan pengendalian sehingga mencapai kerukunan atau harmonis. Hanya di dalam orang yang mewujudkan kerukunan dengan melakukan semau perannya dapat dikatakan sebagai orang benar. Kebenaran seseorang akhirnya setia melakukan perannya. Di dalamnya dengan sempurna menciptakan kerukunan, tanpa mengalihkan mata mengerjaskan tugas dengan kemampuan terbaik. Itulah pribadi yang benar. Melalaikan peranan atau tugas sendiri dan menganggu pekerjaan orang lain sehingga tidak fokus pada pekerjaan sendiri adalah orang tidak benar. Pemecahan masalah harus lebih diutamakan daripada penjelasan secara resmi


Kebenaran di dalam negara, hukum, sistem, adat istiadat. Filsuf yang menjadi penguasa harus melakukan segala tugas dengan baik dan mempertahankan situasi yang benar. Filsuf yang memerintah suatu negara harus dapat melakukan pemerintahan berakal sehat yang merupakan sistem politik yang paling baik


Dalam Republik, ketika seseorang mencintai sesuatu apakah dia akan mencintainya sebagian atau mencintainya? Seluruhnya? Mencintai sesuatu itu seluruhnya. Filsuf adalah orang yang mencintai kebijaksanaan. Kalau begitu apakah filsuf adalah orang yang mencintai kebijaksaan sebagian atau seluruhnya? Orang yang mencintai kebijaksanaan seluruhnya. Berdasarkan hal itu orang yang menyukai pelajaran tanpa memilih apa yang dipelajari, meski dengan mempelajari tidak memberikan kepuasan kepada orang itu, dan orang yang seperti itu disebut sebagai filsuf (orang yang mencintai kebijaksanaan). Berdasarkan apa orang yang mencintai kebijaksanaan benar banyak, orang yang suka berpergian ke sana kemari, orang yang suka mendengarkan cerita orang lain, orang yang suka mempelajari teknik dan lain sebagainya bukan orang yang seperti ini adalah orang yang mencintai kebijaksanaan. Orang yang seperti ini bukan orang yang mencintai kebijaksnaan melainkan orang yang mirip dengan orang yang mencintai kebijaksanaan. Orang  yang mencintai kebenaran (orang yang dapat melihat ide), filsuf yang sebenarnya


Ide merupakan konsep paling inti dari filsafat Plato. Ide mengandung pengertian dari melihat atau mengetahui, tetapi bukan sesuatu yang dapat dilihat oleh mata dari permukaan luarnya, melainkan sesuatu yang dapat dilihat dari dalam oleh mata hati. Dunia abadi yang dapat dipahami melalui rasionalitas. Setelah zaman modern, pengertiannya adalah kesadaran dalam hati yang berdault atau lebih dikenal dengan istilah gagasan


Keindahan itu ada dengan jelas, tetapi tidak banyak orang yang dapat memahami dan melihat keindahan itu sendiri. Orang yang dapat melihat keindahan dalam artian sesungguhnya dapat melihat keindahan sendiri bukan dengan bagian tubuh yaitu mata, melainkan dengan mata kebijaksaan dan rasionalitas yang didapat dari jiwa terlatih dan kondisi seperti itu disebut ide. Dunia ide tergantung pada bentuk yang tercermin pada mata, berbeda dengan kenyataan


Kenyataan yang dimaksud Plato adalah berkaitan dengan alam dimana hidup, tetapi berbeda dengan arti dunia ide. Dunia sensori adalah tempat dimana hidup yang segala sesuatunya dapat dilihat dengan mata, dapat didengar dengan telinga, dapat disentuh dengan tangan dan dapat dipahami dengan perasaan. Tetapi sesuatu yang ada di dunia sensorik bagi setiap orang tidak tetap dan selalu berubah karena dipengaruhi oleh keadaan fisik orang yang melihatnya. Oleh karena itu, itulah yang mendasari perbedaan dengan dunia ide yang selalu tidak berubah. Orang yang dapat melihat ide yang tidak nyata itulah filsuf


Ada sebuah kapal agar kapal itu dapat beroperasi, sang kapten kapal harus tahu cara mengemudikannya. Tetapi para awak kapal tidak belajar setelah diajarkan cara pengoperasian kapal dan tidak berlayar dengan penuh perhatian dan salah satu dari mereka mengambil alih kemudi kapal. Akhirnya mereka mulai saling berkelahi dan berusaha mengusir satu sama lain dengan menggunakan caranya sendiri. Mereka saling membunuh lawan dan meminumkan obat tidur kepada lawan. Akibat seseorang mengambil alih kemudi dan orang itu menguasai kapal dan menggunakan barang yang ada di dalam kapal sesuka hati, minum arak dan membuat kekacauan. Oran gini bukan orang mahir dalam mengoperasikan kapal, melainkan orang yang memiliki keberanian besar dan pembual. Sedangkan orang benar tahu cara mengoperasikan kapal yakni kapten kapal dicibir dan dianggap sebagai orang tak berguna. Dari dalam kenyataan, kapal sama sekali tidak dapat berjalan dengan baik


Di semua benda dan konsep ada bentuk ide yang sebenarnya. Tetapi hal itu tidak bisa dicari dengan mata. Tetapi benda yang dapat dilihat oleh mata jika benar hanya dengan mata dapat dilihat. Agar ada cahaya harus ada matahari sebagai sumber cahaya. Dengan adanya cahaya Matahari atau Bulan, segala benda yang ada di Bumi dapat terlihat karena adanya yang datang darinya. Seperti Matahari yang memberikan cahayanya sehingga segala benda yang ada di Bumi dapat terlihat, ide akan memperlihatkan dirinya tanpa dilihat oleh mata dan disebut kebaikan ide. Melalui kebaikan ide dapat mengungkapkan mata jiwa. Ide bentuk sebenarnya suatu benda dapat terlihat dan disebut pelajaran tertinggi


Socrates dalam Republik menjelaskan tentang kebaikan ide melalui perumpaan gua


Di dunia yang manusia tempati, hanya jika ada Matahari ini segala sesuatunya dapat dilihat disebut batas ketepatan melihat. Ketepatan – waktu melihat – batas


Di batas ketepatan melihat akan ada batas ketepatan mengetahui yang termasuk pada area pemahaman. Ketepatan – mengetahui – batas. Batas ketepatan mengetahui hanya dapat dilihat oleh mata jiwa karena merupakan dunia ide


Matahari dilangit yang memberikan cahaya sehingga dapat melihat ide, disebut dengan kebaikan ide. Untuk dapat menerima kebaikan ide, pada akhirnya harus dapat melihat dunia ide di dunia nyata


A. Tingkat : makna

     Batas ketetapan melihat: dunia yang dapat dilihat oleh mata, dunia nyata

     Batas ketetapan mengetahui: dunia ide, area pemahaman, tak dapat dilihat mata,  

     dunia yang dapat dilihat oleh jiwa dan rasionalitas


B. Tingkat: perumpamaan

    Batas ketetapan melihat: di dalam gua

    Batas ketetapan mengetahui: di luar gua


C. Tingkat: hal yang dapat dilihat

     Batas ketetapan melihat: api unggun

    Batas ketetapan mengetahui: matahari


D. Tingkat: ciri

     Batas ketetapan melihat: setiap saat berubah berdasarkan panca indera, bukan 

     kebenaran sejati melainkan didapat dari pendapat dan perkiraan

    Batas ketetapan mengetahui: di bentuk segala sesuatu tidak berubah, dapat 

    mendapatkan kebenaran sejati, niat yang dapat dilihat oleh mata, dunia nyata


jika tidak dapat melihat ide didunia nyata dan terjebak hanya dalam kenyataan, maka tidak dapat menjadi manusia bijaksana. Filsuf harus melihat ide dari kebaikan ide. Sebaik apapun penglihatan, dapat membedakan semua benda dengan baik dengan melihat benda ke arah yang benar. Melalui pendidikan dapat pergi menuju ide melalui arah yang benar.  Navigasi jalan untuk ide. Pondasi pendidikan adalah lagu (puisi) dan fisik


mata pelajaran untuk kebaikan ide:


matematika: matematika bukan hanya sekedar ilmu perhitungan dan kalkulasi, melainkan sebagai dasar segala hal yang berpangkal pada filsafat


Comedy: ilmu yang berasal dari orang Mesir kuno yang digunakan untuk mengukur tanah dengan mempelajari garis dan merupakan bagian dari bidang matematika. Geometri dibagi menjadi geometri yang mempelajari ilmu akar bidang dan geometri ruang yang mempelajari ilmu ukur ruang


Astronomi: ilmu yang mempelajari langit dan rasi bintang


Irama: pengetahuan tentang bunyi, musik, atau ilmu yang mempelajari ciptaan bunyi


Kebenaran sejati jika seseorang dapat melihat ide, dia tidak boleh berhenti mengajarkan ilmu kepada orang lain. Melalui proses tanya jawab yang tiada akhir dengan sendirinya dapat mengetahui bagaimana mencapai kebenaran. Melalui ilmu ini dapat membangun logika yang akhirnya dapat membedakan mana yang tepat dan salah, yang disebut dengan tahkik. Dia harus menjadi orang yang berjuang untuk mewujudkan negara yang bijak dan kompeten. Penguasa adalah orang yang paling hebat diantara prajurit karena dia orang yang paling baik melindungi negara. Di antara mereka harus orang yang paling hebat. Penguasa adalah orang yang lebih dihormati (tua) namun orang yang menerima kuasa harus anak muda. Melalui tahkik ini dapat mencapai ide. Melalui proses tanya jawab  seperti ini, dilakukan cara mentahkik yakni dialektika


Dialektika, berasal dari bahasa Yunani yang berarti berdialog dan berceramah, dengan arti keterampilan berkomunikasi atau metode tanya jawab yang berarti menemukan titik lemah lawan bicara untuk menyatakan penyanggahan, begitu juga untuk mencari kebenaran dilakukan dengan cara tanya jawab pada diri sendiri. Tokoh representatif yang melakukan metode tanya jawab adalah Socrates, muridnya, Plato, menulis Republik yang berisikan tanya jawab atau dialog yang dilakukan Socrates. Dialektika Socrates ini membantunya untuk menemukan pencerahan yang dia analogikan dengan Teori Kebidanan yang membantu kelahiran seorang bayi, dialektika membantu kelahiran ilmu pengetahuan


Socrates di Republik tentang dialektika, tidak ada orang yang berpikir cara untuk mengerti tentang segala hal dengan cara selain dialektika. Karena cara lain semuanya berkaitan dengan pemikiran dan keinginan manusia. Kemudian, geometri dan ilmu yang diwariskan agak dimengerti tentang kenyataan, tetapi tidak ada penelitian lebih dalam tentang hal itu, tapi untuk hanya memimpikannya saja dengan nyata tidak bisa. Berdasarkan hal itu, tidak mungkin dikaitkan dengan kenyataan (dalam materialisme dialektika, dimulai dengan kebebasan kesadaran manusia dari keberadaan material secara objektif). Apabila seseorang tengah membangun permulaan dan tidak tahu bagaimana mengakhirinya, bagaimana bisa orang itu membangunnya dengan memadukan semua pengetahuan akademik. Untuk mengukuhkan dasar harus mengkaji sendiri prinsip tanpa perkiraan hanya dengan dialektika



Mencari tahu kebaikan ide melalui perumpaan ruas


Di dunia terdapat 2 bidang yaitu Batas Ketetapan Melihat dan Batas Ketetapan Mengetahui. Batas Ketetapan Melihat merupakan bidang yang dapat dilihat oleh mata, dan Batas Ketetapan Mengetahui merupakan bidang yang tidak dapat dilihat oleh mata dan namun dapat diketahui sepenuhnya oleh intelektual. Plato menjelaskannya dengan perumpaan ruas


Jika dunia diibaratkan dengan satu garis?


Pertama dapat dilihat dunia yang ditunjukkan dengan satu garis, kemudian bagi dua garis itu. Satu sisi adalah bidang yang dapat dilihat oleh mata dan sisi lain adalah bidang yang dapat diketahui dengan intelektual. Masing sisi kembali dibagi 2 dan terakhir di setiap garis dibagi 4 bagian, sehingga muncul 4 bidang. Masing bidang dapat ditunjukkan seperti:


Batas ketetapan Melihat: refleksi bayangan diri – khayalan (imajinasi, taksiran) – pertimbangan yang peka, saran, perkiraan. Barang sebenarnya (flora dan fauna, artefak, dll) – keyakinan (kepercayaan yang kuat) – pertimbangan yang peka, saran, perkiraan 


Batas ketetapan mengetahu: sesuatu yang matematis (bentuk, bilangan ganjil, bilangan genap, dll) – pemikiran slogis – studi sistematis, kebijaksanaan, dialektis. Ide – diketahui oleh intelektual – studi sistematis, kebijaksanaan dialektis



Perjalanan menuju kebaikan ide, setelah menjadi penguasa, jika menjadi penguasa yang berfilsafat maka orang harus dapat melihat kebaikan ide. Kemudian, dengan membuka mata pada kebaikan ide harus dia mendapatkan  pendidikan yang memadai. Jika demikian, bagaimana proses pendidikan yang dijelaskan dalam Republik?


Sejak kecil harus diberikan pendidikan dasar seperti pendidikan olahraga, musik, lagu, dll. Dengan mendapatkan pendidikan dasar ini, bakat seseorang akan terasah dan ide hanya datang pada orang yang berbakat saja. Socrates mengatakan bahwa untuk dapat melihat ide, maka dia harus mendapatkan pendidikan dialektika. Dialektika ini memerlukan rasionalitas dan karakter yang akan kurang berkembang dan dapat menimbulkan efek samping, maka seseorang bisa mendapatkan pendidikan di usia 30 tahun. Setelah itu, 5 tahun mereka kembali mendapatkan dialektika termasuk pendidikan dasarnya dengan baik. Kemudian selama 15 tahun dia harus melatih kemampuannya dengan bekerja sebagai politisi. Dalam pelatihan, berlaku pekerjaan kepemimpinan dan manajemen perang, pekerjaan ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan untuk melaksanakannya, melainkan merupakan ujian menghadapi godaan ketika tengah menjalankan proses pekerjaan itu sendiri


Sampai pekerjaan berjalan dengan aman tak disadari mereka tepat berusia 50 tahun. Orang yang telah melakukan pekerjaan ini dengan aman, berarti dia telah membuktikkan dirinya sebagai orang sangat baik secara pendidikan dan semua hal. Proses terakhir yang akan muncul adalah kebaikan ide. Kemudian ide dapat menjadi podasi untuk memimpin negara dan melangsungkan hidup, saat kebaikan ide yang dijadikan pondasi negara merupakan urutan filsuf dalam memimpin sebuah negara. Waktu yang akan digunakan untuk mendalami filsafat daripada dihabiskan dengan persoalan pribadi, kemudian untuk melatih kebijaksanaannya, mereka akan mengajarkan para prajurit baru, para filsuf baru dengan positif. Sampai saat itu berakhir dengan baik, dengan kebaikan ide yang dimiliki dia akan mendapatkan pujian sebagai orang bijak dan dia dapat meninggalkan dunia ini dengan kebahagiaan


Kesetiaan Plato, pada suatu hari, Socrates memberikan sebuah tugas kepada para murid. Dalam satu tahun, setiap hari kalian harus mengayun lengan bolak – balik sebanyak 300 kali semua muridnya berjanji akan melaksanakan tugas yang diberikan gurunya itu, tetapi satu tahun kemudian hanya satu orang murid yang melaksanakan tugas itu sampai akhir. Murid yang lain perlahan mulai tidak menghormati tugas itu dan mengakhirinya dengan melupakan janji mereka sendiri. Murid yang melaksanakan tugas dengan rajin sampai akhir adalah Plato. Plato tidak meremehkan tugas dan terus – menerus melaksanakannya, itulah bagian dari kesetiaan yang dimiliki oleh Plato


Sistem politik yang lalim merupakan bentuk kenegaraan yang paling buruk, dengan begitu sudah barang tentu bahwa negara tidak diperintah dengan baik. Dia merasa rakyatnya agar negaranya terlihat di mata negara lain tanpa mengekspos bagian bawah 


5 bentuk negara dan sistem kepemerintahannya


A. Sistem pemerintah monarki: bentuk negara ideal yang diperintah filsuf yang menjadi raja dan memerintah dengan sistem politik yang berfilsafat. Artinya bentuk pemerintahan seperti ini merupakan bentuk negara yang ideal. Sistem monarki dipimpin oleh filsuf yang dapat melihat ide dan menjunjung tinggi nilai kebenaran. sistem monarki adalah Sistem pemerintahan yang dipimpin oleh orang benar yang paling istimewa di dalam masyarakat dengan identitas terbaik atau sistem pemerintahan yang dipimpin oleh filsuf yang menggunakan sistem politik yang berfilsafat. Sistem pemerintahan kehormatan merupakan bentuk negara yang satu tingkat lebih buruk yang berasal dari permasalahan yang muncul di pemerintahan monarki. Jika prajurit membutuhkan sesuatu, dia tidak punya harta miliknya sendiri, tetapi sebagian besar dengan berbagi. Dalam sistem pemerintahan monarki segalanya dapat dilindungi dengan baik, tetapi suatu saat pada para prajurit mulai timbul keinginan untuk memiliki harta kekayaan. Kemudian keserakahan mulai merasuki jiwa mereka dan mereka sebagai prajurit tidak setia lagi  menjalankan tugasnya. Akhirnya bukan hanya prajurit saja melainkan para filsuf jatuh berantakan dan takut untuk menjalankan politik yang benar


B. Sistem pemerintah kehormatan: bentuk negara yang penuh kasih dengan kehormatan dan kemenangan. Rakyat mencari kehormatan dan kemenangan daripada kebenaran. hal itu terus berlanjut dan orang mulai mengutamakan uang dan kekayaan dan jadilah sistem pemerintah kehormatan. Dalam sistem pemerintah kehormatan bukan orang yang menjunjung tinggi kebenaran yang akan mendapatkan keramaian dari orang lain, melainkan hanya orang yang memiliki banyak uang. 


C. Sistem pemerintah oligarki: bentuk negara yang memprioritaskan properti (harta milik)


D. Sistem pemerintah demokratis: bentuk negara yang mengatasnamakan kebebasan di tangan rakyat. Orang miskin tidak bisa mendapatkan keramahan dari orang lain. Masyarakat di dalam negara terbagi dua, menjadi orang miskin dan kaya. Saat itu orang miskin diperalat oleh orang kaya. Sejak itu muncul sistem pemerintahan demokratis. Dalam sistem pemerintahan demokratis, rakyat membagi kedaulatan negara secara merata. Tercipta suasana persamaan dan kebebasan. Muncul orang yang tidak paham akan kebebasan. Karena ketidakbijaksanaan kebebasan ini, orang satu sama lain sering berkelahi dan akhirnya sistem pemerintahan demokratis menjadi hancur. Sistem pemerinahan demokratis dari luarnya terlihat baik tapi merupakan  bentuk negara tidak baik


E. Sistem pemerintah lalim: bentuk negara yang melakukan pemaksaan untuk menekan dan menindas rakyat. Sistem pemerintahan demokratis sangat parah untuk mengatasi dikendalikan oleh keinginan dan kehendak para penguasa yang kuat dan dimaksud kelaliman.  Pada awalnya penguasa pemerintahan kelaliman mengatakan demi rakyat, tapi lama setelahnya mulai eksploitasi rakyat dengan kekuasan yang kuat. Masyarakat menjadi budak, para penguasa lalim menjadi majikan. Dengan situasi seperti ini, masyarakat tidak dapat bahagia, akhirnya meningkatkan ketidakpuasan dan kebencian. Negara yang rakyatnya tidak bahagia tidak akan bertahan selamanya


Syair sebuah imitasi, tidak dapat lebih disukai bagi negara ideal. Meniru merupakan sesuatu yang sangat beda jauh dengan ide dan tidak dapat lebih disukai. Puisi dan syair tidak benar menguntungkan dan membantu negara ideal. Namun disarankan untuk tidak menikmati puisi


Jika mati tubuh akan menjadi abu tetapi jiwa tidak hilang. Jika hidup dalam kebenaran meski mati jiwa akan senantiasa hidup dalam kebahagiaan. Menjunjung tinggi kebenaran dan kemuliaan berarti bahwa telah membangun kebahagiaan untuk diri sendiri, jangan pernah lewatkan dan bahagialah


Arti Republik


A. Memimpikan bersama idealisme Plato


Negara ideal yang dikemukakan Plato dalam Republik tidak realistis. Plato berkali – kali gagal dan tidak kecewa. Tetapi dalam Republik, Plato tidak hentinya menyuarakan negeri yang ideal kepada orang. Apakah itu akan teralisasikan atau tidak, tanpa ada hubungannya dengan manusia yang memimpikan negeri ideal


Masalah muncul pada kenyatannya adalah berdiri kapan saja di zaman manapun. Peradaban di hari ini jauh telah berkembang dari sebelumnya, tetapi hal itu pun tidak mudah, bahkan membiasakan hal pada realitas merupakan hal besar yang melebihi masalah itu sendiri. Republik bagi mereka merupakan kerikil yang dilemparkan di hari berangin. Bagaimana kita memimpikan negeri yang ideal? Pada kenyataannya masalah apa yang akan dihadapi dan dari mana penyebabnya berasal? Apakah kita mampu untuk mengatasinya?  


B. Tujuan demokrasi


Jika dilihat Repbulik terdapat bagian yang mengkritik politik demokrasi. Plato menyatakan sistem pemerintah ideal untuk membangun politik yang  berfilsafat adalah sistem pemerintahan demokratis berada di peringkat terburuk sebelum sistem pemerintahan lalim yang merupakan pemerintahanan paling rendah. Plato beranggapan bahwa demokrasi merupakan politik paling rendah. Kemudian Plato mengkritisi demokrasi? Plato melihat kebebasan yang berlebih dalam politik demokrasi. Dia memiliki kekhawatiran karena masyarakatnya tidak mendapatkan pendidikan yang cukup, sebagian besar masyrakatnya hanya memikirkan kebebasan dirinya sendiri dengan tatanan negara yang berantakan dan tidak adanya realisasi untuk kepentingan umum. Politik demokrasi yang salah ini sebagian besar merupakan politik kebodohan yang disebut dengan oklorasi. Plato lebih mengkritisi oklorasi ini daripada demokrasi secara keseluruhan. Kesempatan pasti plato dalam mengkritisi sistem pemerintahan demokrasi ini diperkirakan  karena kematian gurunya Socrates. Para politikus Athena dari luarnya terlihat menjunjung tinggi keadilan sampai eksekusi Socrates dilakukan berkat pemilihan suara. Tentu jika dilihat dari dalam dapat diketahui bukan pemilihan suara yang benar karena tujuannya seperti itu. Maka dari itu melalui peristiwa ini Plato menunjukkan sisi membahayakan dari politik demokrasi. Jika orang bodoh ikut berpatisipasi pada politik, dapat melakukan pekerjaan yang tidak membahagiakan seluruh negeri. Itulah kebiasaan buruk dari sistem pemerintah demokrasi yang dijelaskan Plato. Khawatir dengan peranan untuk mewujudkan demokrasi, yang mana oklorasi bukan makna yang sebenarnya dari demokrasi. Republik yang ditulis Plato memanggil kesadaran hanya dengan sesuatu yang wajar dari demokrasi itu sendiri


Politikus Plato, di masa kehidupan Plato, terdapat pulau Delos yang tengah diserang wabah penyakit. Teknologi pengobatan saat itu belum berkembang seperti sekarang sehingga wabah merupakan wabah yang mematikan. Masyarakat yang tinggal di Pulau Delos tidak dapat tidur karena tegang dan takut diserang wabah penyakit. Masyarakat mulai rusuh dan berantakan. Pada saat itu, Plato memberikan soal matematika kepada masyarakat Pulau Delos


Di kuil Apolo yang ada di Delphi terdapat kubus altar. Beberapa volume yang dibutuhkan untuk membuatnya 2 kali lebih besar dengan satu sisi sampai panjang?


Plato yang yang mengalami kesulitan menerima kepercayaan dari kuil Delphi menambahkan bahwa barang siapa yang dapat memecahkan masalah maka dia akan sembuh dari wabah. Mendengar hal itu, masyarakat mulai sibuk mencari jawab soal itu demi kesembuhannya. Selama mereka mencari jawabannya, mereka tidak menghabiskan malam dengan ketegangan dan ketakutan hingga mereka lupa akan wabah. Berkat hal tersebut. Pulau Delos dapat kembaliu aman dari kerusuhan


Rabu, 26 Mei 2021

Buku How To Be Free Epiktetos




  Epiktetos (sekitar 55 -135 M) penulis dan pemandu hidup menurut filsafat Stoa, lahir sebagai budak dalam bahasa Yunani berarti diperoleh dan bekerja sebagai budak di dalam keluarga Epafroditus, yang juga mantan budak, seorang administrator di istana Nero di Roma ketika menyampaikan pikirannya mengenai kebebasan di depan khalayak, Epiktetos telah beberapa tahun menikmati anugerah kebebasannya, tetapi pengalaman perbudakan meninggalkan jejak pada seluruh pandangan filsafat pelajaran pertam adalam Encheiridon, buku panduannya untuk memahamai stoisisme, menegaskan  bahwa segala yang merupakan tindakan sendiri pada dasarnya bebas, tak ada yang menghalamgi dan tak ada yang mengekang


Kebebasan, menurut gagasan ini, bukan suatu status legal atau kesempatan untuk bergerak dengan bebas. Kebebasan adalah orientasi batin mereka yang kalis terhadap kegagalan atau kekecewaan, karena hasrat dan keputusan mereka tergantng pada mereka sendiri dan tidak melibatkan apa pun yang tidak bisa mereka berikan untuk diri mereka


Kaisar Marcus Aurelius (bertakhta pada 161 – 180 M) mengambil sari pati pemikiran, merenungkan dan menuangkan pemikirannya tentang Stoa dalam Meditations, dan novelis Tom Wolfe mengikuti jejak Marcus Aurelius ketika dalam novelnya terbit pada 1998, A man in Full dia membayngkan pahlawannya yang masih muda lolos dari penjara baik harfiah maupun metaforis setelah membaca dan mencerna Discourses karya Epiktetos


Penghalang utama kebebasan pribadi pada masa Yunani kuno dan Romawi adalah yang di alami Epiktetos secara langsung,  yaitu praktik sosial dan perbudakan yang tidak bermanfaat. Perbudakan inilah yang menjadikan seseorang benar sebagai milik dan tunduk pada perintah orang lainyang menjadikan kebebasan pada masa itu memiliki  nilai dan muatan emosi yang sangat positif, gerak – gerik tubuh budak ketika terjaga dibatasi secara ketat oleh keinginan majikan dan pekerjaan kasar mereka. Tetapi budak sama seperti semua orang lain, punya pikiran, sedangkan pikiran dan juga tubuh tunduk pada kebebasan dan batasan, bisa bebas secara lahiriah dan secara batiniah adalah budak yang dikendalikan oleh tuan psikologis dalam melumpuhkan. Sebaliknya mungkin tampaknya sedang menghadapi halangan atau bahkan berada di bawah perbudakan dalam arti sesungguhnya, tetapi secara batin bebas dari rasa kecewa dan kalut, sedemikian bebas sehingga mendapat diri bertanggung jawab atas kesejahteraan sendiri, tidak kekurangna atau hanya sedikit kekurangan sesuatu yang tidak bisa disediakan untuk diri sendiri. Yang terakhir inilah, pada dasarnya kebebasan yang menjadi tema utama ajaran Epiktetos, filsuf Stoa klasik


Eptiktos pada masa dan tempatnya


Pada tahun awal abad ke 2, mantan budak ini mendirikan sekolah untuk orang muda di Yunani barat laut, di kota Nicopolis, yang telah menjadi pusat metropolitan modern. Salah seorang muridnya adalah pemuda cerdas bernama Arrian, Lucius Flavianus Arrianus,nama lengkapnya, terkesan oleh pesan gurunya, sehingga menghasilkan 8 Discourses yang ditulis dalam bentuk yang hampir verbatim dari beberapa ceramah Stoisisme Epiktetos, dia juga menyusun ringkasan ke 8 buku itu yang dikenal sebagai Encheiridion atau buku panduan. Karya yang saat ini dibaca, Bagaimana menjadi Bebas, berisi terjemahan atas Encheiridon dan 9 cuplikan buku Discourses yang terselamatkan. Arrian memiliki karier cemerlang dalam pemerintahan Romawi, dan dia menerbitkan buku lain termasuk Aleksander Agung, ditulis dalam koine bahasa Yunani sehari yang juga digunakan dalam Injil Perjanjian Baru jelas merupakan suara gurunya dan buku hanya adaptasi dari Arrian atas cara filsuf itu berbicara.  Sebagai panduan hidup menurut filsafat Stoa, Epiktetos, terutama dalam format Encheiridon telah populer semenjak  teks pertama kali disunting dan dicetak pada abad ke 16. Di terjemahkan ulang ke dalam berbagai bahasa, kata Epiktetos tepat sasaran karena fokusnya tajam dan mudah diingat mengenai situasi lazim dihadapi banyak orang di segala waktu dan tempat. Emosi yang dia usulkan untuk disembuhkan ketakutan, kecemasan, kedengkian, kemarahan, kebencian, kesedihan adalah pengalaman di setiap orang, tak peduli tinggal di wilayah Kekaisaran Romawi atau di masa Amerika modern, sampai Epiktetos tidak memerlukan pengantar, akan tetapi walaupu banyak skenario yang digambarkan mencerminkan pengalaman, skenario juga menyertakan lingkungan khas dan adat istiadat dari zamannya yang lampau. Arrian sedang berada di ambang karier sebagai tentara atau pejabat kekaisaran


Kekaisaran Romawi pada masa hidup Epiktetos bersifat autokrasi mutlak, dipimpin oleh maharaja atau kaisar, Epiktetos jarang menyentuh persoalan politik, hanya menyebut kaisar sekali dalam materi buku Discourses 3 dan meniadakan semua alusi pada peristiwa sejarah, dalam Discourses 1 dan 2 Epiktetos memang terkadang mengacu pada tokoh bersejarah yang menolak tuntutan  kaisar, dia tetap diam seribu bahasa menyangkut kaisar yang berkuasa pada masa pengajarannnya di Yunnai, meski kebebasan merupakan gagasan Stipa penting sejak awal, arti pentingnya yang khas tak bisa dilepaskan dari peran Epiktetos, bukan hanya karena kehidupan mula Eptikteots sebagai budak, tetapi juga karena khalayak yang ditujunya tidak memiliki kemungkinan untuk menikmati otonomi politik


Stoisisme dan kebebasan


Filsafat Stoa berasal dari Yunani pada akhir abad ke 4 SM, pendirinya adalah imigran Mediterania timur di Anthena yang bukan lagi kota demokrasi semarak seperti pada masa Sokrates, tetapi negara di bawah kerajaan Makedonia, hilangnya otonomi politik tercermin dalam perkembangan filsafat di Athena yang melihat ke dalam diri sendiri dengan fokus pada soal etika. Baik Stoisme maupun Epikurisme, filsafat Helenstik terkemuka lain, tidak banyak membicarakan teori politik, seperti yang dilakukan pendahulu mereka, Platon dan Aristoteles, persoalan kemasyarakatan yang menjadi perhatian utama pada filsuf lebih muda bukan politik dan perundanganm tetapi kesejahteraan dan pengembangan diri pribadi. Melihat ke dalam diri sendiri diilustrasikan dengan sangat jelas melalui cara pikir Stoa yang sejak awal memperlakukan kebebasan dari perbudakan alih sebagai penanda status sosial. Menurut Zeno, pemimpin pertama mazhab Stoa, kebebasan adalah prerogatif para bijak, sedangkan mereka tak punya keutamaan yang meliputi kebanyakan orang bukan hanya bodoh tetapi juga budak


Reaksi pertama atas pernyataan ini rasa terkejut atas elitisme intelektual dan ketidaksensitifannnya terhadap derita mereka yang kurang beruntung yang diperbudak dalam arti sebenarnya, tetapi pertimbangkan berapa radikan pernyataan Zeno melawan suatu pandangan dalam perekonomian berbasis budak yang menilai orang berdasarkan dikotomi konvensional budak/bebas. Jika keutamaan merupakan kriteria sejati kebebasan, beban utama perbudakan bergeser dari luar ke dalam, dari lahir ke batin dan filsafat bukan pemberian status bebas menjadi sumber kebebasan. Diperbudak menurut doktrin yang tak mengenal kompromi, jika mengarahkan hati pada segala yang cenderung akan mendapat halangan, karena tubuh mengecewakan, atau gairah dan emosi memperbudak atau melekatkan  kesejahteraan pada hal yang tergantung pada hal lain, orang, harta, popularitas, atau keberuntungan


Dalam esainya yang terkenal, Two Concepts of Liberty, Isaiah Berlin membedakan antara makana kebebasan negatif dari paksaan (tidak diganggu oleh orang lain) dan makna kebebasan positif  yaitu menjadi dan hidup sesuai pilihan sendiri (penguasaan diri atau determinasi diri), Bagi Epiktetos kedua makna ini sangat erat bertaut sehingga tak terpisahkan, sebagaimana bisa dilihat dalam kutipan:


Tuan kita adalah siapapun yang punya kuasa untuk mewujudkan atau mencegah hal yang diinginkan atau tidak diinginkan oleh karena itu siapapun yang ingin menjadi bebas semestinya tidak mengharapkan atau menghindari apa pun tergantung pada orang lain. Jika tidak seseorang pasti akan menjadi budak  (Encheiridion 14)


Kita bisa menulis ulang kalimat kedua sebagai berikut: Siapapun ingin bebas dari pemaksaan harus membatasi keinginan dan keenggannnya pada hal yang bisa ia kendalikan sepenuhnya


Jawaban atas pertanyaan membawa kembali pada keutamaan Zeno sebagai esensi kebebasan. Kata dalam bahasa Yunani yang ia gunakan, sophia, dalam pemakaian  sehari bisa mencakup segala jenis keahlian mulai dari keterampilan praktis seperti pertukangan hingga pengetahuan abstrak seperti geometri. Secara umum, sophia menandakan penerapan berhasil atas suatu keahlian, dan keahlian yang dimaksud Zeno dna filsuf Stoa selanjutnya adalah seni menjalani kehidupan. Mengetahui cara hidup dalam keselarasan dengan kodrat sebagai manusia dan lingkungan fisik serta sosial. Mencapai atau mencoba mencapai pemahaman adalah tugas nalar, sedangkan nalar, menurtu Stoisisme adalah sesuatu yang membedakan manusia dari hewan (Discourses 7,8)


Epiktetos sebagai guru Stoa


Epiktetos tidak menarik garis batas yang tepat antara moral dan tata krama. Semua yang dianjurkan untuk dilakukan dan pikirkan berhubungan erat dengan pertanyaannya yang utamaL apakah ini semua dalam kendaliku untuk memutuskan dan memulai atau harus menerima dengan tenang dan dingin sebagai situasi yang muncul dari hal yang diluar kendaliku? Perenungan sejak akan memperlihatkan bahwa pertanyaan atau mencakup hampir semua situasi yang bisa dibayangkan. Seseorang bersikap kasar itu terjadi diluar kendali, tetapi punya kebebasan penuh dalam cara menanggapi. Memperlakukan situasi sebagai kesempatna untuk melaksanakan keperlakuan dan penilaian sendiri alih menempatkan diri sebagai korban kekuatan di luar diri, atau sebagai yang diperlkukan buruk atau sebagai yang sangat malang


Pesan Epiktetos tentang kebebasan, ketika dinyatakan dalam istilah modern, mungkin cocok dengan sadarlah, bersikap dewasa, tunjukkan seperti apa dirimu, biarkan saja, pikirkan saja urusanmu sendiri, tidak lepas dari pemikiran dan pendidikan Barat sejak masa ketika pemikiran Epiktetos, Seneca, dan Marcus Aurelius untuk pertama kali diserap ke dalam kebudayaan Eropa dan Amerika. Penulis inilah yang membangun pengertian modern filsafat dan filosifis sebagai suatu sikap damai, tenang, atau penuh penerimaan ketika menghadapi kesulitan. Sikap ini tidak cocok dengan gaya saat ini yang menekankan otentisitas, ekspektasi, ungkapan perasaan, dan penegasan diri,  Stoik modern, sikap ini relevan sepanjang masa, dan terutama bisa diterapkan pada dunia hiruk pikuk media sosial yang penuh dengan sound bites, gila pengakuan, amarah, cari perhatian, dan kecemasan yang dibuat sendiri


Seperti yang digunakan oleh Epiktetos, kata sadarlah adalah nasihat agar orang bisa mengelola hidup menurut pemahaman Stoa tentang alam, psikologi, dan nilai kemanusiaan, walaupun suara Epiktetos terdengar akrab dan informal, dia bukan seorang corong slogan. Epiktetos seorang pembicara yang mempopulerkan sistem filsafat yang cermat, yang mengandalkan argumen kokoh, koherensi internal, dan justifikasi empiris, sama seperti filsafat tulen yang lain


Salah satu kata kunci Epiktetos adalah alam (Plusis, bahasa Yunani) istilah ini mencakup 3 ranah yang saling berhubungan: struktur dan muatan dunia materi, dengan sesuai cakupan kata fisik, kodrat manusia sehubungan dengan keutamaan mental, bakat, dan potensi, nilai baik yang sesuai maupun tidak dengan keutamaan manusia dan hidup berkelimpahan


Hidup selaras dengan alam

1. kodrat fisik (External Nature): sejalan dengan para pendiri Stoa, Epiktetos memandang dunia fisik sebagai struktur sebab dan akibat yang sangat menentukan. Tidka ada yang terjadi murni karena kebetulan atau tanpa alasan, maka absurd bagi penganut Stoa untuk mengeluhkan peristiwa alam yang pasti akan terjadi, semua fenomena secara kodrat disebabkan oleh agen rasional (keilahian Stoa) yang inheren dalam segalanya, baik bernyawa atau tidak bernyawa, hukum ilahi yang mengatur semua peristiwa. Peristiwa mengikuti hukum ilaihi bahkan ketika dari perspektif yang murni manusia, segalanya mungkin tampak acak atau mengacaukan gagasan konvensional manfaat dan mudarat. Epiktetos mengemukakan pemisahan ketat peristiwa yang disebabkan oleh alam dalam pengertian eksternal dengan kehendak atau agensi manusia, bagian internal alam adalah bagian yang seperti dikatakan pengikut Stoa, telah digariskan oleh Dewa untuk sebagai kesempatan dan tanggung jawab dan tak satu pun yang disebabkan oleh kodrat eksternal buruk atau bisa berbeda dari yang terjadi. Sebagai manusia, bisa mencoba memahami kodrat dunia fisik dan menyesuaikan sikap serta tindakan dengannya secara cerdas atau bisa melawannya dan terpaksa menghadapi berbagai situasi yang mustahil ditolak karena kodratnya, pilihan tidak rasional, menyebabkan frustasi dan sia, semua yang ingin dihindari oleh pengikut Stoa


2. Kodrat manusia: di bagian pertama Encheiridium, Epiktetos memaparkan sumber daya psikologis yang memungkinkan orang dewasa untuk hidup bebas di alam, Epiktetos menggunakan bahasa kebebasan untuk membatasi pikiran dari segala hal lain yang biasanya dianggap sebagai bagian dasar, termasuk juga tubuh dan identitas atau kedudukan yang didapatkan di dunia. Penjelasan yang disederhanakan ini bagi Epiktetos berfungsi sebagai sarana untuk memperlakukan pikiran sebagai satunya domain, tempat orang bisa jika menempatkan dirinya menjadi bebas, berkuasa, dan tak terkendala secara mutlak dan tanpa syarat, pikiran, dengan menganggap pikiran termasuk penilain, motivasi, dan kehendak sepenuhnya tergantung pada kita berfokus pada kekuatan determinasi diri dan tidak membiarkan hal yang dsajikan dunia mengendalikan hasrat dan keengganan


Epiktetos memiliki berbagai cara memberikan kehidupan yang berkeutamaan seorang manusia bebas. Satu di antaranya adalah rumusan menjaga kehendak agar selaras dengan alam. Kehendak dalam bahasa Yunani bisa diterjemahkan sebagai keputusan atau piliha, istilah Yunani mencakup watak umum seseorang dan juga penerapan pilihan dan keputusan tertentu, penganut Stoa awal menyebut sebagai keutamaan psikologis untuk menyetujui, bisa hidup bebas dan selaras alam dengan memusatkan pikiran atau kehendak atau persetujuan pada hal yang bisa dikendalikan (keinginan, penilaian, motivasi) dan menyesuaikan diri dengan hal lain dengan bantuan nalar dan pemahaman tentang kodrat dengan hal fisik


Rumusan lain mengau pada konsep Stoa tentang kesan atau penampilan (phantasiai dalam bahasa Yunani), yang dimaksud dengan kesan atau penampilan bukan Cuma serba pikiran yang lahir dari imajinasi, sebagaimana dinyatakan oleh kata fantasi, tetapi semua yang muncul dalam  pikiran sepanjag waktu, tak peduli mengalami peristiwa yang menimpa lewat indra, atau melalui pikiran yang secara sengaja dibangkitkan atau gagasan yang muncul begitu saja berbagai jenis peristiwa yang menantang otonomi dan ketenteraman karena diwarnai perasaan kuat yang bisa menyesatkan, semua orang terkadang dipengaruhi oleh kesan semacam itu dan pengalaman itu secara tersendiri, seringkali spontan dan diluar kendali langsung, fantasi seksual, serangan panik, kekhawatiran mengenai kesehatan atau keluarga, kecemasan mengenai situasi dunia, dan seterusnya, yang ditekankan Epiktetos untuk dilakukan, agar bisa hidup seefektif mungkin adalah menghadapi kesan membiasakan diri untuk mengatasinya, menafsirkan, memahami terjadinya, dan karenanya menempatkan kesan, atau setidaknya respon terhadap kesan, dibawah kendali kehendak dan kemampuan menyetujui


3. Nilai: yang penting dalam gagagan mengenai kodrat eksternal dan kodrat manusia adalah klasifikasi nilai secara radikal mengenai Stoa, untuk memahami cara filsafat Stoa


- Baik: pada dasarnya bermanfaat, tergantung, kebajikan, kebahagiaan, tergantung pada pikiran, selaras dengan kodrat

- Buruk: pada dasarnya bermudarat, tergantung, kesalahan, ketololan, ketidakbahagiaan, tidak selaras dengan kodrat

- Netral: pada dasarnya tidak bermanfaat tetapi tidak bermudarat, tidak tergantungm misalnya kemiskinan, kekayaan, tidak tergantung pada pikiran


Kunci klasifikasi nilai adalah gagasan bahwa kebaika dan keburukan sepenuhnya berasal dari pikiran, watak, dan tindakan manusia bukan berasal dari kodrat fisik atau peristiwa eksternal. Doktrin ini mmebatasi kebaikan dan keburuk pada manfaat atau mudarat yang didatangkan kepada diri sendiri dengan memilih dan memutuskan untuk bertindak dan bereaksi seperti yang dilakukan. Baik dan buruk mengandung pengertian dasarnya masing, yaitu bermanfaat dan bermudarat tetapi filsafat Stoa membatasi cakupan manfaat (kebaikan) dan mudarat (keburukan) menurut kriteria yang diringkas dalam tabel


Untuk bisa disebut baik atau buruk, satunya yang diperhitungkan secara tegas: pada dasarnya bermanfaat di satu sisi, pada dasarnya bermudarat di sisi lain, sesuatu yang baik, misalnya kebijakan, selalu dan sudah barang tentu bermanfaat untuk orang arif, manfaat adalah unsur pokok dalam kebijakan dan dengan alasan sama, ketololan pada dasarnya membawa mudarat, semua yang lain jatuh dalam kategori hal netral (adiaphora dalam bahasa Yunani) berarti hal yang pada dasarnya tidak baik/buruk bermudarat. Banyak hal tergolong netral karena akan tidak masuk akal untuk menilai mereka secara psitif atau negatif. Tetapi penganut Stoa memperluas kenetralan untuk banyak hal secara alami menjadi kepeduliaan orang, misal kesehatan dan kekayaan, dan mereka juga memperluas kenetralan untuk hal yang secara alami tidak disukai orang seperti penyakit atau kemiskinan


Pemikiran Stoa yang memisahkan kebaikan dan keburukan dari hal secara alami menjadi keinginan dan keengganan orang semacam itu memicu perdebatan sengit yang tak berujung, tetapi para Stoik itu tahu apa yang mereka lakukan, dan tidak ada filsuf Stoa yang dapat mengungkapkannya dengan lebih jelas selain Epiktetos. Reformasi linguistik dan konseptual mereka karena memang itu maksud meminta untuk menghadapi pertanyaan: apakah kebaikan konvensional seperti kesehatan dan kekayaan selalu, dan pada dasarnya bermanfaaat, apakah hal itu diperlukan untuk kebahagiaan,apakah hal itu dalam kendali, apakah hal itu dalam kendali pikiran dan, apakah hal itu selaras dengan kodrat yang rasional jika jawab atas pertanyaan serempak adalah tidak, seperti disimpulkan Stoa, kita tidak bisa yakin akan mencapai kebahagiaan jika menggantungkakan kebahagiaan pada keberhasilan mendapatkan hal semacam itu dan menghindari hal sebaliknya, selain dengan menjadikan kebahagiaan tergantung pada keadaan, menyerahkan kebebasan dan ketenangan, serta menempatkan diri pada risiko kegagalan dan kekecewaan, sebaliknya dengan membatasi kebaikan dan manfaat pada keutamaan dan kearifan yang tergantung pada pikiran, bisa mempertahankan kebahagiaan yang sesuai dengan sifat sebagai makhluk rasional, dan bisa menyesuaikan diri secara efektif dengan kodrat dan semua yang berada di luar kendali


Ketika di nyatakan dalam istilah yang lugas, kemungkinan besar doktrin Stoa akan dianggap tidak praktis dan tidak mengindahkan keinginan manusia normal oleh mereka yang pertama kali mendengarnya, tetapi masih begitu banyak yang belum dikemukakan, pertama penganut Stoa setuju bahwa tidak bisa menjalani kehidupan rasional dan harmonis jika mengabaikan semua kecenderungan dan ketidaksukaan almi., tetapi kesukaan dan ketidaksukaan alami harus dibedakan secara tegas dari hasrat dan keenganan yang menjadi tambatan kehendak dan gantungan harapan akan kebahagiaan ketika menginginkan sesuatu atau menolak sesuatu umumnya memperlakukan sesuatu itu sebagai masalah yang besar, maka, Epiktetos menyarankan agar tidak menghasrati pada perolehannyam tetapi menerima dengan penuh syukur ketika kesehatan itu datang


Maka inti permasalah beralih pada pertanyaan mengenai apa yang perlu dan cukup untuk mencapai kebahagiaan sebagaimana pandangan Stoik, berkembang dalam situasi sulit dan tidak sejahtera dalam situasi yang menguntungkan yang menjadikan hidup manusia berhasil, dalam pandangan adalah pemenuhan kodratnya sebagai hewan rasional yang merupakan hak sejak lahir dan tujuan seseorang dalam upaya itu yang penting bukan anugerah keberuntungan, memiliki hak istimewa bawaan, dan menghindari hal yang secara alami tidak disukai, tetapi menjadikan nalar sebagai prinsip yang menentukan segala hal tak peduli menghadapi kemalangan dan kemujuran


Penganut Stoa melakukan sesuatu dengan membedakan kategori manfaat dan mudarat mental (hal yang tergantung) sebagaimana Epiktetos menyebutnya dari nilai hal yang penyebabnya diluar kendali intensi dan tanggung jawab individu. Ketegasan pembedaan ini menggarisbawahi arti penting etnis untuk mengenali manfaat dan mudarat yang atasnya jika diminta untuk bertanggung jawab oleh intensi dan respons emosional. Tetapi yang segera menjadi persoalan adalah anggapan bahwa peristiwa eksternal bisa diisolasi dari syarat untuk mencapai kebahagiaan dan diletakkan langsung di bawah kendali berkehendak dan hasrat. Bukan alami dan manusiawi untuk berpikir kebahgiaan sangat tergantung pada situasi eksternal, apakah cara hidup Stoik bisa diterapkan oleh orang biasa rentan melakukan kesalahan seperti sebagian besar? 


Epiktetos mungkin terasa memaksa dan kemugkinan, namun maksudnya sebagai seorang guru adalah hendak menunjukkan kepada muridnya bagaimana membuat kemajuan ke arah tujuan Stoik dan tidak terhenti untuk hanya menjadi biasa. Dia sadar bertindak secara konsisten berdasarkan sistem nilai yang dijelaskan kiranya menjadi petuah ideal yang bahkan diluar kesanggupannya. Fokus Epiktetos bukan pada pencapian heroik, tetapi berusaha mendekati capaian itu, mengupayakannya dalam situasi tertentu yang meresahkan orang dan kinerja mereka dalam kehidupan sehari. Sikap Stpik mengakui keilahian sangat tepat dengan masa dan tempat sekarang, jika menafsirkan sebagai kesensitifan terhadap anugerah lingkungan


Kebebasan dan Etika


Teori penganut Stoa mengenai kebaikan dan keburukan meletakkan mereka dalam kelompok filsuf yang berpikir bahwa objek penilaian moral yang tepat adalah maksud dan kehendak seseorang, alih konsekuensi tindakannya. Namun tujuan utama teori seperti disajikan oleh Epiktetos  dalam Encheiridiom, kebahagiaan dan ketenteraman agen sendiri alih orang lain. Keberpusatan pada diri sendiri semacam itu tampak sangat bertentangan dengan segala kepentingan orang lain dengan segala kepentingan orang lain. Pertanyaan ini ditanggapi oleh Epiktetos, sudah menjadi kodrat setiap makhluk untuk menghindari hal yang tampak membahayakan atau menimbulkan bahaya dan untuk mengagumi dan mengejar hal yang bermanfaat atau membawa manfaat dan dimana minat seseorang terletak, di situ pemujaan mereka. Etika menurut pandangan Stoa berangkat dari dan harus memperhatikan, minat dasar manusia terhadap manfaat atau kebaikan sendiir. Tidak mulai dari naluri altruisme untuk memberi ruang untuk kebaikan bagi orang lain, Epiktetos kemudian merasa perlu memperlihatkan bahwa ajarannya tentang kebebasan mental tidak hanya membawa manfaat yang solipsistik, melainkan menguntungkan secara sosial dan sejalan dengan hidup selaras dengan kodrat manusia dalam arti luas. Sebagai indivudi, sangat diuntungkan apabila tidak terganggu dengan emosi seperti dengki, cemburu, takut, dan marah dan apabila sekaligus memiliki keutamaan untuk bersabar dan mengendalikan diri. Ketenteraman jelas baik bagi orang yang tenteram, tetapi manfaatnya terhadap keluarga, teman, dan kenalan karena emosi negatif sering kali memicu perilaku agresif dan menyakiti, dalam kehidupan dewasa etika dalam konteks ketika norma perilaku dilanggar, baik dalam bisnis, perilaku seksual, atau gangguan terhadap perdamaian, ajaran kebebasan Epiktetos memenuhi perintah moral untuk tidak berbuat jahat


Para filsuf Stoa biasanya menyatakan insting sosial yang kuat, dimulai dari kehidupan keluarga dan meluas ke komunitas lokal dan seterusnya Epiktetos mengandaikan adanya minat untuk mendukung teman dan negara, asalkan seseorang mempertahankan watak terhormat dalam bertindak, dia mengatakan tentang permainan peran yang tepat dalam hubungan keluarga, dengan penekanan bahwa apa yang wajib, bagi diri sendiri adalah berbeda dari apa yang bisa diharapkan sebagai balasannya. Epiktetos kembali menekankan ajarannya tentang bebas dari emosi merusak, dengan mengangkat permusuhan sengit antara putra Ocdipus, yang bersaing untuk mendapatkan takhta, sebagai salah satu ilustrasi paling menohok


Peringatan memento mori Epiktetos mengenai istri dan anak tidak tampak mengesankan sampai merenungkan tingkat kematian bayi akibat kelahiran prematur pada zamannya. Alih menampilkan sikap tidak sensitif, peringatan itu memperlihatkan anjurannya yang paling kuat untuk menyanyangi orang tercinta selama diizinkan memiliki mereka. Kebebasan emosional menjadi inti pesannya punya nilai etis sangat besar dalam ruang yang disediakan dan apa yang bisa dilakukan. Seneca, yang menulis pada Nero, mengatakan hal ini secara mengesankan: kebebasan adalah hadiah yang harus dikejar: tidak menjadi budak atas segalanya atas dorongan tak tertahankan atau peristiwa tak terduga membuat keberuntungan menjumpai dalam persaingan adil


Kehendak bebas


Kehendak atas istilah kunci Epiktetos prohairesis, juga bisa diterjemahkan sebagai pilihan atau keputusan. Hal ini bebas secara kodra, karena tergantung maka langsung terlihat bahwa Epiktetos memiliki gagasan tertentu mengenai kehendak bebas. Terkadang hal itu dimaknai sebagai orang yang sama dalam situasi yang sama boleh jadi bisa memilih untuk bertindak berbeda dari yang telah diputuskan seandainya diberi pilihan yang sesungguhnya atas berbagai alternatif masa depan., kebebasan indeterminis. Anjurannya yang berkobar terhadap otonomi memberi kesan bahwa lingkup mental kebebasan tidak terbatas, tetapi kesan semacam ini terlalu melebihkan, seperti pemikir Stoa pendahulunya. Epiktetos menerima takdir yang berarti bahwa tidak ada yang terjadi, termasuk tindakan sendiri, tanpa penyebab yang telah ditentukan sebelumnya, dari persepektif kacamata dewa, kisah kehidupan setiap orang sudah ditentukan dan ditetapkan, termasuk semua pilihan dan keputusan tertentu yang akan dibuat, yang menarik bagi Epiktetos bukan riwayat dan peluang yang tersedia dalam membuat keputusan tetapi apa yang dituju dengan keptusan yang diambil atas pilihan dan harapan dan bagaimana menggunakan daya untuk menyetujui, siapapun yang ingin bebas tidak seharusnya mengharapkan atau menghindari apapun yang tergantung pada orang lain


Menurut Epiktetos, orang terus menampik kehendak bebas yang merupakan potensi kodrati dan terbaik mereka, kebebasan, kehendak, dalam pemahaman tidak mengharapkan apapun yang tidak tergantung pada diri sendiri bukan keadaan manusia pada umumnya, melainkan suatu pencapian filosifis yang sulit, kebebasan ini melibatkan pikiran dan karakter yang bebas dari rasa frustasi dan kecewa, dan beabs melakukan apapun yang ingin dilakukan karena tidak mengharapkan apapun yang diluar kendalinya


Encheiridion bukan ciptaan Arrian, kata Yunnai cheir berarti tangan, dan encheiridion secara harfiah adalah benda keciluntuk ditenteng, kata itu digunakan sebelumnya oleh seorang filsuf Epikuran untuk menjelaskan koleksi praktis pokok bahasan. Dalam memilih kata encheiridion untuk ringkasan Epiktetos, yang dimaksudkan Arrian mungkin buku panduan atau manual, kata encheiridion mengacu pada pisau kecil atau belati. Arrrian berharap menimbulkan konontansi demi mempertahankan  dan melindungi karya. Hal itu cocok dengan pesan yang ditulis pada awal dan akhir nan teks untuk terus mengedarkan (pocheiron) pesan Epiktetos dari tangan ke tangan. Dalam tiruan, Erasmus pada 1501 menerbitkan karya dalam bahasa Latin berjudul Enchiridion militis Christiani (Manual Laskar Kristen)


Kelima puluh tiga bagian Encheiridion panjangnya beragam dari esai yang terdiri dari beberapa ratus kata dan daftar panjang do dan don’t hingga beberapa kalimat saja, setiap bagian berdiri sendiri, tetapi secara kesluruhan koleksi punya struktur yang jelas, bagian pertama, yang merinci hal tergantung atau tidak tergantungm jelas merupakan bukan pengantar dan penjelasan, butir 53 dengan kutipan peringatannya, menyimpulkan seluruh buku mendekati pertengahan, pada bagian 22 Epiktetos mengalihkan fokus dari nasihat umum untuk meraih kebebasan dan ketenteraman menjadi nasihat khusus untuk calon filsuf, dia tidak menyapa khalayak sebagai penganut Stoa, mungkin karena perhatian utama bukan afiliasi dengna mazhab filsafat, tetapi dengan gaya hidup yang harus dipatuhi oleh siapapun yang layak disebut filsuf cara hidup yang keras dan penuh tuntutan, tetapi bersahaja dan tidak pamer. Namun beberapa bagian menyinggung doktrin dan terninologi Stoa, seperti yang dijelaskan dalam glosarium


Dalam Discourses, Epiktetos sering menulis dalam gaya percakapanm bagian 24 Encheiridion ditulis dengan gaya itu, dan bagian 29 mengulangi Discourses 3,1,5 kurang lebih kata per kata. Namun, secara umum Encheiridion lebih tegas daripada Discourses dan tidak bertele, walaupun ketika bagiannya dibaca secara berurutan, muncul filsafat kehidupan konsisten, yang didasarkan pada dalil awal menyangkut jenis kebebasan yang tersedia berdasarkan pandangan alam Stoik


Encheiridion


1. Beberapa hal di dunia tergantung pada kita, sementara yang lain tidak. Yang tergantung pada kita adalah kemampuan untuk membuat penilaian, motivasi, hasrat, dan keengganan. Apapun yang karena kita sendiri, yang tidak tergantung pada kita adalah tubuh dan harta, reputasi, dan jabatan resmi singkatnya, segala yang bukan karena kita sendiri. Selain itu, hal yang tergantung pada kita secara alami bebas, tak terkekang, dan tak ada yang menghalangi, sementara hal yang tidak tergantung pada kita tak punya kuasa dan bukan milik kita. Jika kau berpikir secara alami terbelenggu itu bebas, dan yang bukan milik kita kau anggap milik kita, kau akan merasa frustasi, tersakiti, dan gelisah, dan akan menyalahkan dewa dan manusia. Namun, jika kau berpikir bahwa kau hanya memiliki apa yang bukan milikmu, karena sesungguhnya kau tidak memilikinya,maka tak seorang pun akan menekanmu, tak seorang pun akan menghalangi, kau tidak akan mencela siapapun, kau tidak akan menyalahkan siapapun, kau tidak akan melakukan suatu hal pun dengan enggan, tak seorang pun akan menyakiti, kau tidak akan punya musuh karena tidak ada yang buruk akan menimpa


Maka, ingatlah bahwa kau harus memiliki motivasi sangat kuat jika ingin mencapai tujuan besar semacam itu.  Kau harus benar melupakan beberapa hal, dan menunda yang lainnya untuk saat ini, tetapi jika kau menghendaki keduanya pada saat bersamaan, hal yang benar milikmu ditambahi ketenaran dan kekayaan maka kau mungkin tidak akan mendapatkan yang terakhir karena kau juga menginginkan yang pertama, dan jelas tidak akan mendapatkan yang pertama, yang adalah satunya cara untuk meraih kebebasan dan kebahagiaan


Maka saat ini biasakan dirimu mengatakan kepada setiap pikiran atau kesan yang mengganggu. Kau hanya penampakan dan sama sekali bukan hal yang nyata. Selanjutnya selidiki dan uji pikiran atau kesan dengan kaidah yang kau miliki ini. Yang pertama dan terutama: apakah itu melibatkan sesuatu yang tergantung pada kita, atau yang tidak tergantung pada kit? Dan jika itu melibatkan sesuatu yang tidak tergantung pada kita, maka siapkan tanggapan bukan urusanku


2. Ingatlah hasrat merupakan keinginanmu untuk mendapatkan yang kau inginkan dan keengganan merupakan keinginanmu untuk menghindari apa yang tidak kau inginkan dan tidak mendapatkan apa yang kita inginkan membuat kita merasa tidak beruntung, sedangkan menghadapi apa yang tidak kita inginkan membuat kita menderita. Jadi jika, diantara hal yang bertentangan dengan alam, kau membatasi ketidaksukaanmu pada hal yang tergantung padamu, kau tidak bakal mengalami satu yang tidak diinginkan, tetapi jika menghindari sakit, kematian, atau kemiskinan, akan menderita. Jadi singkirkan ketidaksukaanmu dari segala hal yang tidak tergantung pada kita dan alihkan pada hal yang bertentangan dengan alam yang tergantung pada kita. Sedangkan mengenai hasrat, buangkanlah itu sama sekali untuk sementara waktu jika tidak jika kau menghasrati sesuatu yang tidak tergantung pada kita, kau pasti akan kecewa, sedangkan tak satu pun di antara yang tergantung pada kita yang tak masalah jika dihasrati, akan tersedia untukmu. Batasi saja dirimu pada motivasi dan ketidakinginan dan lakukanlah itu dengan ringan dengan kesangsian dan tanpa paksaan


3. Dalam hal segala yang memikat atau ada gunanya atau kau sukai, ingat untuk mengatakan kepada diri sendiri seperti apa rasanya, dimulai dari hal paling remeh


4. Setiap kali hendak memulai sebuah kegiatan, ingatkan diri seperti apa kegiatan itu


5. bukan hal itu sendiri yang meresahkan orang tetapi pendapat mereka mengenai hal itu, kematian, misal bukan sesuatu yang mengerikan (jika tidak, Sokrates akan menganggapnya mengerikan), tetapi yang mengerikan adalah pendapat bahwa kematian mengerikan. Jadi setiap kali merasa frustasi, atau gelisah atau tersakiti, jangan pernah menuduh siapapun yang bertanggung jawab selain diri sendiri. Orang yang tak berpendidikan akan menyalahkan orang lain jika mereka bertindak tidak baik, mereka yang sedang belajar akan menyalahkan diri mereka sendiri. Tetapi orang yang sudah sepenuhnya berpendidikan tidak akan menyalahkan siapapun, baik dirinya sendiri maupun orang lain 


6. Jangan memegahkan dirimu dengan keunggulan yang bukan milimu. Jadi setiap kali selaras dengan alam dengan melakukan pengelolaan. Maka itulah saatnya membanggakan diri, karena ketika itulah akan punya keunggulan yang menjadi milik sendiri untuk dibanggakan


7. Ketika sedang berlayar kapal kemudian berlabuh, jika turun untuk mengambil air, sepanjang perjalanan mungkin akan memungut dedaunan dan kerang mungil, tetapi harus tetap ingat pada kapal itu dan selalu menoleh ke belakang kalau kaptennya memanggil dan jika dia sudah memanggil, kau harus meninggalkan semua itu agar kau tidak diikat dan dijejalkan ke atas kapal layaknya domba. Begitu juga dalam kehidupan


8. Jangan meminta agar sesuatu terjadi seperti yang diinginkan, tetap berharaplah agar terjadi sebagaimana hal itu sungguh terjadi, kau akan baik saja


9. Penyakit merupakan halangan bagi tubuh, tetapi bukan bagi kehendak, kecuali jika kehendak itu ingin di halangi, jika selalu mengatakan seperti ini dalam setiap kejadian, akan mendapati bahwa hambatan adalah untuk yang lain bukan untuk dirimu sendiri


10. Dalam segala situasi, ingat untuk berpaling kepada dirimu sendiri dan bertanya sumber daya apa yang kau miliki, untuk menghadapi hal ini, jika melihat seorang lelaki atau perempuan berparas rupawan, akan mendapati bahwa  pengendalian diri adalah kemampuan yang tepat, jika rasa sakit menimpa, akan menemukan daya tahan, jika sikap kasar, akan menemukan kesabaran, dengan mengembangkan kebiasaan, tidak akan terhanyut oleh kesan pertama


11. Jangan pernah mengatakan tentang sesuatu, aku telah kehilangannya, tetapi katakan, aku telah mengembalikannya


12. Jika ingin membuat kemajuan, buanglah cara berpikir seperti ini: jika mengabaikan bisnis, aku tidak akan punya apa – apa untuk hidup atau jika tidak menghukum budak, dia tidak akan bersikap baik. Lebih baik mati kelaparan dalam pikiran tenang dan percaya diri daripada hidup gelisah di tengah kelimpahan. Dan + juga + lebih baik jika budak tidak baik daripada tidak baik, jadi, mulailah dengan hal kecil, katakan inilah harga yang harus dibayar untuk tidak gelisah, harga untuk ketenteraman, tidak ada yang gratis. Ketika memanggil budak, ingat bahwa dia tidak menanggapi atau kalau menanggapi mungkin tidak melakukan apapun yang kau inginkan. Yang manapun, dia tidak terlalu penting untuk menjadi andalan ketenteraman 


13. Jika ingin maju, jangna takut untuk tampak tolol dan konyol sepanjang menyangkut yang lahiriah, dan jangan ingin tampak seperti ahli, seandainya pun sebagian orang mengira bahwa kau adalah orang penting,sangsikanlah diri sendiri, tidak mudah, yakinlah untuk menjaga agar kehendak selaras dengan alam dan juga mempertahankan hal lahiriah, jika peduli pada salah satu, pasti akan mengabaikan yang satu lagi


14. Jika ingin istri dan anak dan teman bertahan hidup + apapun yang terjadi, maka akan konyol, karena menginginkan sesuatu itu tergantung padamu padahal tidak dan menginginkan sesuatu menjadi milikmu padahal bukan, kau juga tolol jika menginginkan budak tidak membuat kesalahan karena kau menginginkan inferioritas sebagai sesuatu yang lain alih sebuah kelemahan. Tetapi jika yang diharapkan adalah tidak merasa frustasi dengan hasrat, maka itu ada dalam kendali, maka latihlah dirimu, dalam kendali yang memang kau miliki. Tuan adalah siapapun yang memiliki kendali untuk mendatangkan atau mencegah sesuatu yang diinginkan atau tidak diinginkan. Oleh karena itu, siapa pun yang ingin menjadi bebas tidak boleh mengharapkan atau harus menghindari apa pun yang tergantung pada orang lain, jika tidak seseorang pasti akan menjadi budak


15. Ingatlah bahwa harus selalu menjaga tindak tanduk sebagaimana layaknya kau lakukan dalam suatu perjamuan. Sesuatu mendatangi, ulurkan tangan dan dengan sopan ambillah seporsi. Hidangan itu berlalu, jangan coba menghentikannya. Jika belum datang, jangan kau umbar nafsu, tetapi tunggulah hingga hidangan itu sampai kepadamu jika kau berperilaku seperti ini terhadap istri, anak, kedudukan, dan kekayaan, suatu hari nanti akan layak bersantap dengan dewa, dan jika tidak mengambil, pun ketika sesuatu itu diletakkan di hadapan, tetapi melewatkannya saja, bukan hanya akan bersantap dengan dewa tetapi juga berbagi kekuasaan dengan mereka. Sikap Herakles dan orang lain seperti mereka layak akan ilahi dan pantas disebut demikian


16. Setiap kali melihat seseorang berduka karena kematian anak atau kehilangan hartanya, berhatilah untuk tidak terhanyut oleh kesan bahwa mereka sedang dalam kemalangan dunia, tetapi segera berpikir: yang menghancurkan orang ini bukanlah peristiwanya (karena ada orang lain yang tidak hancur oleh peristiwa) tetapi pendapat mereka mengenainya. Namun jangan ragu untuk bersimpati terhadap mereka lewat kata dan bahkan mungkin ikut mengesah bersama mereka,tetapi berhatilah untuk tidak mengeluh dalam batin


17. Ingatlah bahwa kau adalah aktor dalam suatu pertunjukkan yang berlangsung persis sesuai keinginan *strudara. Pertunjukkan itu singkat, jika keinginannya atau panjang. Jika dia menginginkan panjang. Jika dia ingin kau berperan sebagai pengemis, pastikan memerankannya dengan piawai, begitu juga jika peranmu adalah orang pincang, atau pejabat, atau orang biasa. Tugasmu adalah menyuguhkan penampilan yang luar biasa dengan peran yang diberikan kepadamu, tetapi memilih peran merupakan tugas orang lain


18. Setiap kali seekor gagak mengaok seram, jangan biarkan kesan itu menghayutkan, tetapi segera nyatakan kepada dirimu, dan katakan: Semua ini bukan peringatan bagiku: ini hanya menyangkut tubuhku yang lemah atau tanahku yang sempit atau reputasiku yang remeh atau istriku anakku. Tetapi bagiku sendiri, semua ramalan adalah baik jika aku berharap begitu, karena tergantung padaku untuk menarik manfaat dari hasilnya, seperti apapun itu


19. Kau bisa selalu menang jika kau hanya mengikuti kompetisi yang kemenangannya tergantung padamu. Ketika kau melihat seseorang dihormati lebih daripadamu atau dengan kata lain memiliki kekuasaan lebih besar atau sangat terpandang. Berhatilah untuk tidak pernah terhanyut oleh kesan itu dan menilai orang itu berbahagia. Karena, jika hakikat kebaikan adalah hal yang tergantung pada kita, maka tidak ada ruang untuk iri dan dengki dan sendiri tidak akan mau menjadi praetor atau senator atau konsul, tetapi ingin bebas., satunya cara untuk mencapai ini adalah dengan tidak menganggap penting sesuatu yang tidak tergantung pada kita


20. Camkan dibenakmu bahwa yang menyakiti bukan orang kasar atau agresif, tetapi pendapat mereka menyakiti. Jadi, setiap kali seseorang menghasut, sadari bahwa hasutan itu berasal dari penilaian sendiri, maka, mulailah dengan berusaha untuk tidak terhanyut oleh kesan, begitu mengambil jeda dan memberi waktu kepada diri sendiri, kau akan lebih mudah mengendalikan diri


21. Setiap hari, di depan mata,bayangkan kematian dan pengasikan dan segala hal lain yang tampak mengerikan, terutama kematian, maka tidak akan pernah memiliki pikiran jahat atau terlalu tertarik pada sesuatu


22. Jika tertarik dengan filsafat, bersiaplah sedari awal untuk ditolok dan dicemooh banyak orang dengan kata seperti Yang benar saja, dia pulang sebagai seorang filsuf, dan darimana dia dapat tampang hebat itu? Maka jangan hiraukan tetapi berteguhlah pada pandangan mengenai apa yang terbaik, sebagai orang yang telah ditunjuk ke tempat ini oleh Dewa. Dan ingat bahwa jiuka berteguh pada pandangan yang sama, orang yang dulu gemar menertawakanmu kelak akan mengagumimu, tetapi jika melenceng dari pandangan itu, kau akan menjadi bahan olokan untuk kedua kali


23. Jika pernah mendapati diri mencari persetujuan dari luar agar bisa mengumpak, bisa dipastikan kau telah tersesat. Maka, berpuaslah dengan hanya menjadi filsuf dan jika ingin orang juga menganggapmu seperti itu, tampillah seperti itu dan itu sudah cukup


24. Jangan biarkan diri khawatir karena berpikir, Hidupku tidak akan terhormat, dan aku bukan siapa di mana saja, jika tidak terhormat merupakan sesuatu yang buruk seperti yang terjadi tak seorang pun kecuali diri bisa bertanggung jawab, demikian juga tak ada yang bisa menempatkanmu dalam posisi memalukan, tidak benar berpikir bahwa mendapat jabatan, atau di undang ke sebuah perjamuan, tugasmu kan? Tentu saja tidak, maka bagaimana mungkin hal itu masih disebut kurang terhormat? Dan bagaimana kau akan menjadi bukan siapa dimana saja, karena kau perlu tergantung padamu dan dalam hal itu kau bisa menjadi yang terkemuka?

Tetapi teman tidak akan mendapat dukungan? Apa maksudmu dengan  tidak mendapat dukungan? Mereka tidak akan mendapat uang darimu dan kau tidak akan menjadikan mereka warga negara Romawi, tetapi siap yang mengatakan kepadamu bahwa hal itu adalah bergantung pada kita dan bukan urusan orang lain? Siapa yang bisa memberi sesuatu yang tidak dimilikinya kepada orang lain?

Maka carilah uang, kata seseorang, agar bisa mendapatkannya juga, jika aku bisa mendapatkan uang dan tetap mempertahankan kehormatan, integritas, dan prinsip moral, tunjukkan jalannya kepadaku, maka akan berusaha mendapatkannya. Tetapi jika kau memintaku untuk kehilangna hal baik milliku, hanya agar bisa mendapatkan hal yang tidak baik, bisa melihat betapa tidak adil dirimu dan betapa egoisnya, kau lebih memilih apa uang atau teman terpercaya dan terhormat? Leboh baik bantu untuk mempertahankan watak ini dan jangan meminta melakukan hal yang akan membuat kehilangan


Tetapi negaraku, kata seseorang tidak akan mendapat dukungan yang seharusnya bisa kuberikan, kuulangi pertanyaan mengenai dukungan apa yang ada dalam pikiranmu, negaramu tidak akan punya deretan pilar atau permandian umum karenamu, tetapi apa artinya itu? Negaramu tidak punya sepatu gara pandai besi tidak punya senjata gara tukang sepatu? Cukup jika setiap orang melakukan pekerjaan masing – masing. Dan jika menyediakan bagi negara satu lagi warga negara terpercaya dan terhormat, bukan memberikan manfaat kepadanya, Ya benar, jadi dirimu sendiri bukannya tidak memberikan manfaat bagi komunitas


Kalau begitu, kedudukan apa yang bisa kuperankan? Kedudukan apapun yang bisa dimiliki, dan masih mempertahankan watak terpercaya dan terhormat, tetai jika kau kehilangan watak karena ingin bermanfaat bagi negara, dan kau berakhir sebagai orang yang tidak terhormat, dan tidak terpercaya, manfaat apa yang bisa diberikan?


25. Jika seorang didahulukan daripadamu dalam suatu perjamuan atau antrean resepsi atau ditunjuk sebagai konsultan, harus merasa senang bahwa orang itu mendapatkan hal itu, jika mereka bagus, tetapi jika mereka buruk, jangan marah karena tidak mendapatkan semua itu, ingat bahwa kau tidak bisa berharap mendapat bagian yang sama dari hal yang tidak tergantung pada kita, tanpa melakukan hal yang sama seperti yang telah dilakukan orang lain. Kalau tidka nongkrong dirumah atau berjalan bersamanya atau menyanjugnya, bagaimana mungkin bisa mendapat penghormatan hal itu? Kalau tidak membayar harga yang ditetapkan, dan ingin mendapatkan mereka secara gratis, maka tidak adil dan serakah



Berapa harga seikat selada? Satu obol, mungkin kalau seseorang membyar satu obol dan mendapatkan selada, jangan berpikir milikmu lebih sedikit daripada miliknya, sementara, dia punya selada, kau punya obol yang tidak kau belanjakan, ini sama persis dalam kasus yang sedang dibahas. Kau tidak diundang ke pesta makan malam seseorang. Itu karena kau tidak membayar harga makan malam kepada tuan rumah. Dia menjualnya untuk mendapatkan sanjungan, untuk mendapatkan perhatian, maka bayarlah harganya, jika menurutmu itu layak, tetapi kalau ingin mendapatkannya tanpa membayar maka serakah dan bodoh


Apakah kau tidak punya apa – apa selain makan malam itu? Tentu saja kau punya, kau tidak perlu menyanjung orang yang tidak ingin kau sanjung atau berususan dengan kerumunan orang dirumahnya


26. Tujuan alam  bisa dipelajari dari situasi yang semua setujui. Ketika, budak orang lain memecahkan cangkir milik majikan, seseorang segera bersiap untuk mengatakan, itu hanya kecelakaan jadi ketika cangkir sendiri pecah, terima bahwa harus bersikap persis seperti yang dilakukan ketika terjadi pada cangkir orang lain, kini terapkan aturan pada hal yang lebih serius, ketika anak atau istri seseorang meninggal,lumrah untuk mengatakan itulah hidup tetapi setiap kali salah seorang anggota keluarga sendiri, meninggal, reaksi yang langsung keluar adalah Aduh dan Malangnya diriku! Kita harus ingat bagaimana perasaan ketika mendengar ini terjadi pada orang lain


27. Tidak ada target yang ditetapkan hanya untuk dilewatkan, sama halnya segala yang terjadi didunia tidak ada yang buruk dalam sifatnya sendiri


28. Jika seseorang di jalanan diberi kepercayaan untuk mengurus tubuhmu, kau akan marah tetapi mempercayakan pikiran kepada siapapun yang kebetulan menghina, dan membiarkan pikiran gelisah dan bingung. Tidakkah itu membuatmu malu?


29. Dalam setiap tindakan, periksa semua anteseden dan konsekuensinya, dan baru setelahnya lanjutkan dengan tindakan itu sendiri. Jika tidak kau lakukan, kau akan mulai bertindak dengan antusias karena belum memikirkan tahap berikutnya: lalu ketika kesulitan muncul, kau akan menyerah dan merasa malu. Apakah kau ingin menang dalam Olimpiade? Tentu saja, aku juga ingin karena itu luar biasa. Tetapi, periksalah rencana itu dari awal sampai akhir, dan jalanlan setelah itu, kau harus berlatih, berdiet ketat, menghindari aneka kue, melakukan serangkaian latihan secara teratur setiap hari pada musim panas atau musim dingin, tidak minum air dingin dan tidak ada anggur kecuali pada saat yang tepat: dengan kata lain, kau harus menyerahkan diri pada pelatih, sama seperti menyerahkan diri pada dokter. Lalu dalam pertandingan yang sesungguhnya, harus menggali bersama semua kontestan lain, dan mungkin tanganmu patah atau pergelangan kaki terkilir, kau menelan banyak pasir, dicambuk, tetapi tetap saja kalah


Jika sudah memikirkan ini, pergilah untuk bertanding jika masih ingin, tetapi kalau tidak memikirkannya terlebih dahulu akan bertingkah seperti anak kecil yang sebentar bermain gulat, lalu sebentar menjadi gladiator, lalu peniup terompet, lalu pemain panggung, kau akan seperti itu juga sekarang seorang atlet, kemduian gladiator, lalu orator, dan lalu filsuf tetapi tak ada yang dirimu seutuhnya. Kau seperti monyet yang menirukan apapun yang dilihat, karena satu demi satu semua itu menarik minat. Kau belum mengejar apapun berdasarkan pertimbangan atau setelah ulasan menyeluruh: kau mengacau dan tidak melakukan hal sepenuh hati


Ini sama seperti beberapa orang yang ingin belajar filsafat setelah melihat seorang filsuf dan mendengarnya bicara seperti Euphrates (walaupun tak seorang pun bisa benar bicara sepertinya), Sobatku tersayang, pikirkan dulu seperti apa itu, lalu pelajari sifat sendiri untuk melihat apakah kau siap melakukannya. Apakah benar ingin bertanding dalam pancalomba atau gulat? Jika demikian sebaiknya mengamati lengan, paha, pinggul, orang berbeda dalam apa yang secara alami cocok bagi mereka, apakah menurutmu kau bisa belajar filsafat, makan, dan minum seperti yang kini kau lakukan atau menjadi marah dan jengekl dengan cara yang sama? Kau harus tidak tidur, bekerja keras, menyingkir dari teman dan keluarga, tidak dihargai oleh budak muda, dicemooh, oleh orang di jalanan, dan semakin buruk dalam hal jabatan atau dimata hukum, dimana saja. Pikirakan semua ini lalu liat, apakah kau ingin menukarnya dengan ketenangan, kebebasan dan ketenteraman. Jiak tidak, jangan mendekati filsafat jangan seperti anak kecil yang mula bermain sebagai seorang filsuf, lalu pengumpul pajak, lalu orator, lalu pejabat kekaisaran. Profesi ini tidak sesuai, kau harus menjadi seorang pribadi, entah baik atau jahat. Kau harus selalu mengasah daya komando atau sesuatu yang material. Baik yang di dalam maupun diluar harus menjadi fokus upaya, yang berarti memainkan peran sebagai filsuf atau sebagai orang biasa


30. Tindakan yang layak dilakukan sebagian besar ditentukan oleh hubungan sosial. Jangan pikirkan mengapa dia berperilaku seperti itu, tetapi pikirkan apa yang harus kau lakukan untuk menjaga agar kehendak selaras dengan alam. Sesungguhnya tak seorangpun akan menyakiti tanpa persetujuan, hanya akan tersakiti jika berpikir disakiti, jadi biasakan untuk mempelajari hubungan sosial dengan tetangga, sesama warga negara, atau perwira militer maka akan menemukan hal yang tepat untuk dilakukan


31. Esensi penghormatan terhadap dewa, yang pertama, adalah memiliki keyakinan yang benar menyangkut keberadaan dan pengaturan mereka yang baik dan adil terhadap alam semesta dan kedua menempatkan diri untuk mematuhi emreka dan menerima apapun yang terjadi, menurutinya secara sukareal, dengan pemahaman bahwa apa yang terjadi telah ditakdirkan berdasarkan keputusna terbaik mereka. Dengan cara ini, tidak akan pernah menemukan kesalahan dewa, dan tidak akan menganggap mereka lalai. Tetapi penghormatan semacam itu tidak dimungkinkan kecuali jika menghilangkan kebaikan dan keburukan dari hal yang tidak tergantung pada kita dan menerapkan kedua hanya pada hal yang tergantung pada kita, karena jika menilai salah satu hal yang tidak tergantung pada kita sebagai baik atau buruk, maka setiap kali gagal mendapatkan apa yang tidak diinginkan, kau pasti akan menyalahkan dewa dan membenci mereka karena bertanggung jawab


Kau mengerti, sudah menjadi kodrat setiap makhluk untuk menghindari hal yang tampak membahayakan hal yang tampak membahayakan atau menimbulkan bahaya, dan untuk mengagumi dan mengejar hal yang bermanfaat atau membawa manfaat. Jika kau mengira diri tersakiti, kau tidak akan lagi bisa menikmati apa yang tampaknya menyakiti sama seperti tidak bisa menikmati sakit itu sendiri. Ayah difitnah oleh putranya, ketika dia tidak memberikan hal yang mereka pikir baik: dan inilah keyakinan bahwa memegang kekuasan eksklusif bagus yang memicu permusuhan antara Eteokles dan Polyneikes, dengan alasan sama, petani memfitnah dewa, dan pelaut melakukan hal sama juga pedagang dan orang yang kehilangan istri dan anak, dimanapun letak minat seseorang, disitu pula pemujaan mereka, maka jika berhati dengan memfokuskan keinginan dan keenggananmu di tempat seharunsya, juga akan sama hatinya menyangkut penghormatan. Bagaimanapun, sudah selayaknya setiap orang melakukan ritual keagamaan dan memberikan persembahan sebagaimana lazimnya, selama mereka bertindak dengan hati yang murni, bukan secara mekanis atau ceroboh, dan tidak secara buruk atau berlebihan


32. Setiap kali hartamu diambil, ingatlah bahwa kau tidak tahu secara persis apa yang akan terjadi (itulah sebabnya kau pergi berkonsultasi dengan peramal), tetapi jika kau benar seorang filsuf, kau tidak tahu hal macam apa itu, karena, jika iktu salah satu hal yang tidak tergantung pada kita, maka itu pasti secara mutlak tidak baik atau tidak buruk, jadi, jangan memproyeksikan keinginan atau keenggananmu pada peramal itu jika tidak kau akan datang kepadanya dalam keadaan sangat cemas, tetapi pergi dengan pemahaman bahwa setiap hasil selalu netral tidak ada yang membebani kecuali sebuah kesemptan, seperti apapun itu, untuk digunaakn sebaik mungkin dan tak seorang pun menghalangi


Maka, temuilah dewa sebagai penasihatmu dan pergilah dengan penuh keyakinan. Dan selanjutnya, ketika telah mendapat nasihat tertentu, ingat siapa yang kau anggap sebagai penasihat dan siapa yang akan kau abaikan jika tidak mematuhinya, pergilah menemui peramal dengan cara seperti Sokrates, yang dinilai benar karena menangani situasi di mana seluruh maksud pertanyaannya adalah untuk mengetahui apa yang akan terjadi, dan ketika nalar atau semua prosedur lain tidak bisa memberitahu apa yang sedang dihadapi. Maka, ketika harus menempouh risiko demi seorang teman atau negara, itu bukan topik untuk dikonsultasikan dengan peramal. Karena, seandainya pun peramal mengatakan bahwa semua pertandanya tidak menguntungkna, yang diramalkannya dengan jelas hanya kematian atau cedera tubuh atau pengasingan, tetapi, nalar mensyaratkan bahwa bahkan dalam keadaan ini, kau harus mendukung teman dan menempuh risiko demi negara. Jadi perhatikanlah peramal hebat Psythian Apollo. Dia mengusir dari kuil orang yang tidak menolong temannya yang dibunuh


33. Tetapkanlah sekarang karakter dan indetitas yang jelas untuk dirimu sendiri, yang hendak kau pertahankan, tak peduli sedang sendirian atau bersama orang lain


Sebiasa mungkin, tetap diam atau juga percakapan seperlunya saja, tetapi pada kesempatan langka ketika situasi memerlukan, terlihatlah dalam percakapan, tetapi bukan mengenai topik remeh seperti gladiator atau pacuan kuda atau atlet atau makanan atau minumkan hal yang selalu muncul dalam percakapan: dan terutam jangan mengkritik atau menyanjung atau menilai orang. Lewat percakapan sendiri, jika bisa tuntun percakapan teman ke arah yang pas, jika kau mendapati diri sendirian di antara orang asing, tetap diam, jangan terlalu banyak atau sering tertawa, dan tetap terkendali, tolaklah untuk bersumpah atau jika mustahil, tolak sebisamu


Izinkanlah dirimu untuk tidak menghadiri jamuan makan maalm yang diselenggarakan oleh orang di luar lingkaran, tetapi kalau kau harus hadir, sangat berhati agar tidak tergelincir mengikuti cara mereka. Kekasaran seorang teman pasti menulari orang yang sedang bersamanya, tak peduli betapa santunnya orang itu. Dalam hal yang berkaitan dengan tubuh makanan, minuman, pakaian, rumah dan pelayan ambil yang kau perlukan saja, dan tinggalkan semua yang hanya untuk pamer dan kemewahan


Sedangkan menyangkut seks, sebisa mungkin pantanglah sebelum menikah dan jika tetap melakukannya jangan lakukan yang tidak bisa diterima masyarakat. Tetapi, jangan mencampuri kehidupan seks orang lain atau mengkritik mereka dan jangan mengumumkan pertarakanmu


Jika diberitahu bahwa seseorang berbicara buruk mengenaimu, tak perlu membela diri terhadap cerita, tetapi jawab saja: jelaslah dia tidak tahu kesalahanku yang lain, atau bisa jadi dia bakal menyebutkannya saja. Kau tidak perlu tampil berlebihan dalam pertandingan umum, tetapi jika itu diperlukan, jangan biarkan orang melihat mendukung salah satu pihak, kecuali pihak sendiri, maksudku kau ahrus menginginkan hasilnya persis seperti apa yang terjadi pemenangnya adalah si pemenang. Dengan cara ini, kau tidak akan kecewa. Tahan dirimu sepenuhnya untuk tidak meneriaki atau menertawakan siapa saja untuk menjadi sangat terlibat. Setelah pergi, batasi ceritamu mengenai peristiwa itu pada pengalaman yang menyangkut perkenbangan diri sendiri, jika tidak orang akan mengira bahwa kau terkesan oleh pertunjukan itu


Jangan datang dengan sambil lalu atau dengan kepala kosong ke ceramah umum, tetapi ketika kau memang menghadirinya, berperilakulah dengan santun, serius, dan tidak membuat onar. Setiap kali kau pergi menemui seseorang, terutama orang yang dianggap penting, tanya diri sendiri apa yang akan dilakukan Sokrates atau Zeno dalam keadaan ini, kau tidak akan mengalami kesulitan dalam menangani situasi itu secara tepat. Dan ketika kau menghadap seorang pejabat tinggi, bayangkan kau tidak mendapati dia dirumahnya, bahwa kau tidak dibukakan pintu, bahwa pintu itu dibanting menutup di hadapanmu, dan bahwa dia mengabaikanmu, tetapi kendali semua itu kau tetap harus pergi, terima saja itu dan pergi tanpa membatin, ini sama sekali tidak pantas dilakukan. Itulah yang dilakukan orang biasa, yang marah hanya karena keadaan


Jika sedang bersama orang lain, jangan bicara panjang lebar mengenai yang kau lakukan atas petualanganmu sendiri. Mungkin menyenangkan bagimu untuk menceritakannya kembali, tetapi orang lain kurang antusias mendengar apa yang terjadi padamu, dan jangan mencoba untuk melucu, itu bisa dengan mudah terjerumus ke dalam ketidaksoapnan dan juga bisa membuat tetangga berpikir kurang baik mengenaimu, berhatilah juga untuk tidak memancing pembicaraan cabul. Jika dan ketika hal semacam itu terjadi, tegurlah orang yang memulainya. Jika kau bisa menemukan momen yang tepat, dan jika tidak tunjukkan ketidaksukanmu terhadap pembicaraan tetap diam, tersipu, dan mengernyit


34. Setiap kali kesan kenikmatan tertentu bebersit di benakmu, jagalah diri agar tidak terhanyut olehnya, sebagaimana yang harus kau lakukan terhadap semua kesan secara umum. Biarkan kesan itu menunggu sebenatar, dan beri diri jeda. Lalu pikirkan dua saat berikut ini yang pertama adalah ketika kau hendak meneguk kenikmatan itu, lalu yang kedua hendak meneguk kenikmatan, lalu yang kedua adalah saat setelahnya, ketika kau menyesal dan marah terhadap driimu sendiri. Kini bandingkan dua momen itu dengan suka cita dan rasa puas diri dapat jika kau bisa menghindarinya akan tetapi seandainya kau merasa itu adalah momen tepat untuk merasakannya, berhatilah agar kau tidak dikuasai oleh pesona, kemanisan, dan daya pikat, pikirkan betapa akan terasa jauh lebih baik menyadari bahwa kau telah meraih kemenangan ini


35. Setiap kali melakukan sesuatu yang telah diputuskan harus dilakukan, janga pernah berusaha menghindar untuk tidak terlihat melakukannya, pun jika kebanyakan orang mungkin tidak menyetujuinya, tentu saja jika itu tindakan yang keliru, jangan dilakukan, tetapi jika itu benar, mengapa takut terhadap orang yang kritiknya meleset dari sasaran?


36. Kau bisa menyusun pernyataan disjungtif yang valid dari proposisi terpisah ini siang dan ini malam secara terpisah, entah ini siang atau maalm, tetapi pernyataan konjungtifnya ini siang dan ini malam, benar tidak valid. Sama halnya di sebuah pesta makan malam, memilih porsi yang lebih besar mungkin baik untuk tubuh tetapi itu buruk untuk menjaga sikap keramahan yang diperlukan dalam kesempaan itu, jadi ketika bersantap malam dengan seseorang, ingat untuk tidak memperhatikan manfaat hidangan itu untuk tubuh, tetapi juga menunjukkan penghormatan kepada tuan rumah


37. Jika mengambil peran melebihi kapasits, kau telah merendahkan diri sendiri di dalamnya dan juga melewatkan peran yang dibawakan secara terhormat


38. berhati ketika berjalan agar tidak menginjak paku atau terkilir, jadi kau harus berhati untuk tidak membahayakan kecakapanmu yang utama, jika aturan ini kita terapakan dalam setiap tindakan, kita bakal melakukan apapun dengan lebih aman


39. Tubuh adalah ukuran yang tepat untuk kerakusan setiap orang, sama seperti kaki adalah ukuran untuk sepatu. Jika kau ikuti aturan ini, kau akan melanggarnya, bisa dibilang pada akhirnya kau pasti akan jatuh ke jurang, begitulah singkatnya. Ini sama seperti sepatu, jika melampui kaki, pertama muncul sepatu bersepuh emas, lalu sepatu berbordir ungu. Begitu kau melampui ukuran itu tidak ada lagi batasnya


40. begitu berusai empat belas, perempuan disebut nona oleh kaum lelaki, jadi, ketika mereka melihat bahwa kemungkinan yang mereka miliki hanya pergi tidur dengan kaum lelaki, mereka mulai merias diri dan menaruh harapan pada penampilan mereka. Mereka harus memahami, dasar sejati untuk dihormati adalah tampil sopan dan bersahaja


41. Suatu tanda kecenderungan watak yang kasar adalah menghabiskan sebagian besar waktu  untuk fungsi jasmani seperti olahraga, makan, minum, buang air besar, dan bersetubuh. Semua kegiatan itu adalah hal yang dilakukan sambil lalu saja. Semua perhatian terus terarah pada pikiran


42. Setiap kali orang memperlakukan dengan buruk atau mengkritik, ingat bahwa mereka hanya melakukan dan mengatakan apa yang mereka pikir tepat untuk mereka, mereka tidak bisa mengikuti pendapatmu, melainkan hanya pendapat mereka sendiri, jadi pendapat mereka tidak benar, merekalah yang mengalami bahaya karena mereka keliru. Ketika seseorang menganggap keliru pernyataan konjungtif menghadapi keliru pernyataan konjungtif yang benar, yang mengalami bahaya bukan pernyataan, tetapi hanya orang yang membuat kesalahan, jika kau mulai dari posisi, akan bermurah hati terhadap para pengkritik, dan selalu mengatakan diri sendiri, itulah yang mereka pikiran


43. Setiap situasi bisa dibilang punya dua kendali, yang satu menjadikannya mempertahankan dan yang satunya tak tertahankan, jika saudara lelakimu memperlakukanmu dengan buruk, jangan memsuatkan perhatian pada perlakuan buruk itu kendali situasi yang membuatnya tak tertahankan tetapi fokus pada kendali yang satu lagi bahwa dia adalah saudara lakimu, bocah yang dibesarkan bersamamu lalu kau akan fokus pada situasi itu dengan cara yang membuatnya tertahankan


44. Simpulan ini tidak valid, Aku lebih kaya daripadamu, karenanya aku lebih baik daripadamu, dan aku lebih fasih daripadamu, karenanya aku lebih baik daripapdamu, akan tetapi simpulan berikut ini lebih menyakinkan: Aku lebih kaya daripadamu, karenanya propertiku lebih baik daripada propertimu, atau Aku lebih fasih daripadamu, karenanya diksiku lebih baik daripada diksimu, tetapi kau sendiri bukan properti atau diksi


45. Jika orang mandi secara tergesa jangan mengkritik mereka karena cara mandi, tetapi katakan bahwa mereka melakukannya dengan tergesa. Jika mereka minum banyak anggur, jangan mengkritik mereka karena cara minum mereka, tetapi katakan bahwa mereka minum banyak, sebelum kau tahu alasan mereka, bagaimana kau bisa tahu apakah mereka bertindak secara keliru. Dengan cara ini kau tidak menggabungkan kesan yang pasti sebuah situasi dengan pengesahan terhadap sesuatu yang lain yang tidak memiliki kepastian


46. Jangan pernah menggambarkan diri sebagai filsuf atau bicara banyak diantara orang biasa mengenai prinsip filosofis, lakukan apa yang ditentukan oleh prinsip itu. Dalam jamuan makan malam, misalnya jangan membahas tata krama meja makan, tetapi makan saja dengan baik. Ingat bahwa Sokrates begitu bersahaja sehingga orang datang kepadanya ketika ingin diperkenalkan dengan para filsuf, dan dia membawa mereka dia sangat tidak keberatan tidak dianggap sebagai filsuf, jika percakapan beralih pada masalah filosofis, sebisa mungkin tetap diam, karena ada risiko besar bahwa akan langsung memuntahkan apa yang belum diserap sepenuhnya, ketika keheningan dianggap ketidaktahuan dan tidak keheninganmu dianggap ketidaktahuan dan tidak bereaksi, maka percaya, telah membuat awal yang nyata dalam urusan filosofis, domba tidak menunjukkan seberapa banyak mereka makan dengan membawa makanan mereka  kepada penggembala, hewan itu mencernanya di dalam tubuhm dan dari tubuh keluar wol dan susu. Maka dalam kasus, jangan memamerkan prinsip filosofis kepada orang biasa, tetapi tunjukkan tindakan yang berasal dari sana, begitu prinsip telah diserap


47. Ketika telah membiasakan tubuh dengan diet ketat, jangan menyombongkannya dan jika hanya minum air, jangan menyebarkan fakta sepanjang waktu, dan jika ingin mengikuti latihan ketahanan, lakukan itu untuk diri sendiri dan bukan untuk dilihat dunia. Jangan terlihat diluar *memeluk patung. Jika sangat haus, kau bisa menyesap air dingin dan meludahkannya tetapi tanpa memberitahu tahu siapapun


48. Sikap dan ciri khas orang biasa adalah tak pernah mencari bantuan atau bahaya dari diri mereka sendiri, tetapi hanya dari hal yang ada diluar, sikap dan ciri khas filsuf adalah hanya mencari bantuan dan bahaya dari diri mereka sendiri. Tanda orang yang membuat kemajuan adalah: tidak mengkritik siapapun, tidak memuduh siapapun dan tidak mengucapkan apapun mengenai diri sendiri untuk menunjukkan bahwa dia adalah orang penting atau mengetahui sesuatu, setiap kali orang semacam itu merasa frustasi atau mengalami kendala. Dia menuduh dirinya sendiri, jika dipuji, dia menertawakan dirinya sendiri di hadapan orang yang memujinya dan dikritik, dia tidak mempertahankan diri, dia pergi berkeliling seperti seorang pasien, berhati untuk tidak mencenderai salah satu tungkai itu menjadi kuat sepenuhnya. Dia mengusir semua keinginan dan dia memindhakan keenganannnya pada hal secara alami tidak menyenangkan dan tergantung pada kita. Dia santai dalam semua motivasi, dia tidak peduli apakah dirinya tampak tolol atau tidak tahu. Dengan kata lain, dia mengawasi dirinya sendiri seakan dia adalah musuh dirinya sendiri yang sedang merencanakan serangan


49. Setiap kali orang membanggakan kemampuan mereka memahami dan menjelaskan buku Chrysippus, katakan kepada diri sendiri: seandainya Chrysippus tidak menulis secara membingungkan, mereka tidak punya sesuatupun untuk dibanggakan, lalu apa yang kuinginkan untuk diriku sendiri? Aku ingin memahami aalm dan mengikuti petunjuknya, jadi aku mencari seseorang agar menafsirkan alam untukku dan ketika mendengar bahwa Chrysippus bisa melakukan itu, aku pergi menemuinya, namun aku tidak memahami tulisannya jadi aku mencari penafsir tulisan, sejauh ini tidak ada yang bisa dibanggakan dari diriku. Setelah menemukan penafsir, aku masih harus mempraktikkan aturan itulah satunya hal yang bisa dibanggakan. Namun, jika apa yang mengesankanku hanya tindakan menafsirkan itu sendiri, aku akan berakhir sebagai cendekiawan sastra dan bukan filsuf, hanya saja aku menafsirkan Chrysippus alih Homer, oleh karena itu alih menunjukkan  kebahagiaan ketika diminta menguraikan Chrysippus aku tersipu oleh ketidakmampuanku menunjukkan jenis tindakan yang sesuai dengan pernyataannya


50. Dalam semua rencana, patuhi mereka sebagai aturan yang benar keliru untuk dilanggar, sedangkan menyangkut apa saja yang mungkin dikatakan orang mengenaimu, abaikan saja hal itu karena itu bukan milikmu


51. Berapa lama kau akan menunda berpikir bahwa dirimu layak mendapat yang terbaik dan menjadikan nalar sebagai prinsip kita yang menentukan dalam segala hal? Kau telah menerima prinsip yang harus di dukung, dan kau telah mendukungnya, maka guru macam apa yang masih kau tunggu, agar kau bisa membebankan perbaikan dirimu kepadanya? Kau bukan bocah lagi, tetapi sudah menjadi manusia dewasa seutuhnya, jika kini kau ceroboh, malas, dan selalu menunda serta menetapkan esok lusa dan hari berikutnya sebagai saat kau akan menangani dirimu sendiri, kau tidak akan bisa melihat bahwa kau tidak membuat kemajuan tetapi mengbabiskan seluruh hidup sebagai orang biasa hingga kau mati. Maka, saat ini anggapalah dirimu layak untuk hidup sebagai orang dewasa yang membuat kemajuan dan gunakan pandangan mengenai yang terbaik untuk menjadi aturan yang tak pernah kau langgar, dan apapun yang dihadapi, yang menyakitkan atau menyenangkna, populer atau tidak populer. Ingat bahwa sekarang pertandingannya dan saat inilah pertandingan Olimpiade, dan bahwa penundaan bukan lagi pilihan, dan bahwa  kemajuan akan selamat atau hancur oleh satu hari atau satu tindakan. Dengan cara seperti itu Sokrates menyempurnakan dirinya sendiri, dengan tidak menghadirkan apapun kecuali nalar dalam segala yang dihadapinya. Kau sendiri juga walaupun kau belum menjadi Sokrates harus hidup seperti seseorang yang ingin menjadi Sokrates


52. Area filsafat yang pertama dan terpenting adalah penerapan prinsip misalnya jangan berbohong. Area kedua menangani pembuktian mereka, misalnya dasar untuk prinsip bahwa seseorang tidak boleh berbohong. Yang ketiga adalah bidang yang menegaskan dan menganalsisi pembuktian, misalnya menyelidiki apa yang menjadikan ini sebagai bukti, bukti macam apakah ini, dan apa validitas, kontradiksi, kebenaran, dan kekeliruannya, oleh karena itu area ketiga diperlukan karena area pertama tetapi yang pertama yang terpenting dan harus dipatuhi, walaupun sesungguhnya kita melakukan kebalikannya, kita menghabiskan waktu untuk area ketiga, memusatkan segenap keantusiasan kita padanya, dan mengabaikan area pertama seluruhnya. Hasilnya, adalah kita mengucapkan kebohongan pada saat kita siap untuk mengemukakan bukti bahwa kita tidak boleh berbohong


53. Dalam setiap kesempatan, kita harus memegang kutipan:

Bimbing aku, O Zeus, dan engkau O, Takdir

Kemanapun engkau mengutusku


Aku akan mengikutiku tanpa goyah

Tapi jika, aku menjadi lemah

Ingin menghindar, aku tetap akan mengikuti


Siapapun yang mematuhi dengan mulia dan setia

Kita anggap bijak dan mengetahui segala yang ilahi


Ah, Crition jika kematianku

Menyenangkan dewa maka terjadilah


Anytus dan Meletus (orang Athena penuntut Sokrates) bisa membunuhku

Tetapi mereka tidak bisa menyakitiku



Dari Discourses


1. Belajar menghormati segala sesuatu sebagaimana adanya

Orang yang sedang menempuh pendidikan seharusnya melalui protes dengan tujuan:

Bagaimana aku bisa mengikuti dewa dalam segalanya, bagaimana aku bisa puas dengan pengarahan ilahi, dan bagaiman aku bisa menjadi bebas?

Oh kau bebas jika yang terjadi tak satu pun bertentangan dengan kehendak dan jika tak seorang pun bisa menghalangi

Apa artinya itu? Apakah kau hendak mengatakan bahwa kebebasan adalah kegilaan?

Tentu saja tidak. Kebebasan dan kegilaan tidak bisa berjalan bersama

Tapi aku ingin setiap keinginnaku terkabul, sesinting apapun itu tampaknya

Kau benar gila, kau meracau. Tidaklah kau tahu bahwa, kebebasan adalah sesuatu yang baik dan menganggumkan? Sebegitu semaunya dengan keinginan hasrat terpenuhi sama saja dengan kebalikan dari baik, benar memalukan malah. Coba renungkan bagaimana menata huruf, apakah aku ingin menulis nama dengan cara yang kusuka? Tidak aku diajarkan untuk menyukai bagaimana nama itu seharusnya. Bagaimana dengan musik? Sama persis, dan begitu juga umumnya setiap kali menyangkut keterampilan atau keahlian. Jika tidak, jika pengetahuan disesuaikan dengan keinginna tiap orang maka tidak akan ada gunanya mempelajari siapapun, kalau begitu, apakah hanya disini, di dalam sesuatu yang terbesar dan terpenting yaitu kebebasan, aku diperbolehkan punya keinginan sesukaku? Sama sekali tidak! Persis karena pendidikan adalah belajar menginginkan agar segala sesuatu terjadi sebagaimana itu terjadi dan bagaimana itu terjadi? Menurut pengaturan dia yang telah mengaturnya. Dia telah mengatur ada musim panas dan musim dingin, kelimpahan dan packelik, kebajikan dan kejahatan dan semua yang berlawanan demi keselarasan alam semesta, dan dia telah memberi masing sebuah tubuh, bagian tubuh, dan harta serta sesama manusia


Sesudah menyadari pengaturan ini, harus kembali kepada pendidikan, bukan untuk mengubah keadaan karena hal itu tidak dianugerahkan kepada kita dan juga tidak akan lebih baik tetapi agar dengan segala yang ada disekitar kita sebagaimana adanya dan sebagaimana kodrat mereka, kita bisa menata pikiran kita tetap selaras dengan apa yang terjadi

Kalau begitu, katakan kepadaku. Mungkinkan untuk menghindari orang?


Bagaimana mungkin itu terjadi?

Tapi mungkinka mengubah mereka dengan menjadi bagian dari mereka?

Siapa yang memberi pilihan itu?

Apa lagi yang ada disana kalian begitu dan sumber daya apa yang bisa didapatkan untuk berurusan dengan mereka?

Sumber daya dengannya mereka akan melakukan apa yang tampak baik untuk mereka, tetapi tentu juga harus selaras dengna alam, meski demikian tidak bahagia dan merasa kurang puas, kalau sendirian, kau menyebutnya pengucilan, tetapi kalau sedang bersama, kau memanggil orang itu penipu dan perampok, kau bahkan mencari kesalahan orang tua, anak, saudara, dan tetangga. Tetapi ketika sendiri, kau harus menyebutnya kedamaian dan kebebasan dan menyamakan dirimu dengan dewa. Dan ketika sedang dalam kelompok, jangan kau menyebutnya kerumunan, gerombolan, dan ketidaknyaman, tetapi sebuah pesta dan festival, dan dengan demikian menerima segalanya dengan riang


Kalau begitu, apa hukuman bagi merek ayang tidak mau menerima

Menjadi perisi seperti mereka

Orang tidak suka sendirian

Biarkan dia terkucil

Dia tidak menyukai orangtuanya

Biarlah dia menjadi anak yang tidak baik dan suka mengeluh

Dia tidak menyukai anakanya

Biarlah dia menjadi ayah buruk

Jebloskan dia ke penjara?

Penjara apa? Maksudmu tempatnya yang sekarang, karena dia disana itu bertentangan dengan kehendaknya dan di manapun seseorang berada selama itu bertentangan dengan kehendaknya, maka dia berada dalam penjara. Begitulah Sokrates tidak berada di penjara karena dia disana secara sukarela


2. Kebebasan dari tekanan emosiona

Apakah buah dari doktrin Stoik ini?

Sesuatu yang harus terbaik dan hasil paling tepat untuk orang yang memperoleh pendidikan sejati ketenteraman, keberanian, dan kebebasan. Karena, untuk perkara ini tidak boleh mempercayai banyak orang yang mengatakan bahwa pendidikan hanya tersedia bagi orang bebas, tetapi mempercayai para filsuf yang mengatakan bahwa hanya orang berpendidikan bebas

Apa maksudnya itu?

Yah, tanyalah pada diri sendiri tentang kebebasdan pada masa kita ini, bukan kebebasan jelas terkandung dalam daya untuk hidup sesuai keinginan kita?

Benar sekali

Kalau begitu, katakan, apakah kalian ingin hidup dalam kesesatan?

Kami tidak ingin

Itu benar, tak seorang pun bebas jika hidup dalam kesesatan. Apakah kalian ingin hidup dalam ketakutan, penderitaan dan kekacauan?

Jelas tidak

Jadi tak seorangpun bebas jika berada dalam ketakutan atau penderitaan atau kekacauan, tetapi orang yang dibebaskan dari penderitaan, ketakutan, dan kekacauan juga dibebaskan dari perbudakan lewat proses yang sama persis


3. Kebebasan dari perbudakan

Apakah menurutmu kebebasan adalah sesaut yang mulia dan berharga?

Tentu saja

Mungkinkah kau tunduk jika mendapat hal yang agung, berharga, dan mulia semacam itu?

Tidak

Jadi, setiap kali melihat seseorang merendahkan atau menyanjung orang lain dengan tidak tulus, kau bisa dengan yakin mengatakan bahwa orang ini juga tidak bebas, dan bukan hanya jika dia melakukan itu demi mendapatkan sedikit makanan tetapi bahkan jika dia melalukan itu demi mendapatkan sedikit maknan, tetapi bahkan jika berharap mendaaptkan jabatan gubernur atau konsul. Sebutlah orang yang bertindak sebagai budak kecil, dan sebut yang satu lagi, selayaknya mereka, sebagai budak dalam skala besar


Kau benar lagi

Apakah menurutmu kebebasan adalah sesuatu yang berada dalam kekuasaan orang itu sendiri dan ditentukan oleh orang itu sendiri?

Tentu saja

Maka, kau bisa dengan yakin mengataakn bahwa tak seorang pun bebas jika orang lain punya kekuasan untuk menghalangi dan memaksanya, dan jangan pertimbangkan silsilah keluarganya, atau memeriksa apakah dia pernah dibeli atau dijual, tetapi jika kau mendengarnya berkata, ya Pak, kepada diri sendiri dan dengan penuh perasaan, sebutlah dia budak walaupun dia diiringi oleh serombongan pengawal konsul. Dan jika mendengarnya berkata, Diriku yang malang,betapa banyak yang kuderita, sebutlah dia budak, singkatnya, jika kau melihatnya meratap, mengeluh, dan tidak bahagia, sebutlah dia budak dalam pakaian resmi. Namun jika dia tidak melakukan hal jangan sebut dia bebas berlebih dulu, tetapi selidiki penilaiannya untuk melihat apakah ada yang tunduk pada paksaan atau halangan atau ketidakbahagiaan dan jika kau mendapatinya sebagai orang semacam itu, sebut dia budak yang sedang berlibur di *Saturnalia, dan katakan bahwa majikannya sedang pergi, majikannya akan segera kembali, lalu kau akan tahu seperti apa penderitaan orang ini

Siapa yang akan kembali?


Semua orang yang punya wewenang atas apa saja yang diinginkan orang itu, baik untuk mendapatkannya untuk orang itu atau mengambilnya dari orang itu


Siapa yang akan kembali?


Semua orang yang punya wewenang atas apa saja yang diinginkan orang itu baik untuk mendapatkannya untuk orang itu atau mengambilnya dari orang itu


Kalau begitu apakah kita punya begitu banyak majikan?


Oh ya! Sebelum orang, kita punya majikan dalam bentuk keadaan dan ini ada banyak


Maka, karena itu, setiap orang yang punya wewenang atas salah satu keadaan kita pasti majikan. Kau tahu, Kaisar sendiri bukan apa yang ditkauti orang, mereka takut pada kematian, pengasingan, penyitaan harta, penjara, kehilangan kewarganegaraan, sama halnya tak seorang pun mencintai Kaisar, kecuali jika dia kebetulan adalah orang yang luar biasa, yang dicintai adalah kekayaan dan kedudukan tinggi dalam pemerintahan atau dinas militer. Setiap kali sesuatu itu adalah segala yang kita cintai dan benci dan takuti, sudah barang tentu siapapun yang memiliki wewenang atas semua itu adalah majikan


4. Kebebasan untuk menyetujui tanpa halangan

Mungkinkah seseorang yang menghasrati sesuatu yang tergantung pada orang lain tidak menghadapi halangan?

Tidak

Mungkinkah mereka tidak memiliki batasan?

Tidak

Maka, mereka juga tidak bisa bebas. Jadi, coba pikirkan: apakah kita tidak punya apapun yang hanya tergantung pada kita, atau apakah semua seperti itu atau sebagain tergantung pada kita dan sebagian lain tergantung pada orang lain?

Bagaimana maksudmu?

Ketika kau ingin tubuhmu benar sehat, apakah itu tergantung padamu atau tidak?

Itu tidak tergantung padaku

Dan, ketika kau menginginkan tubuhmu bugar?

Itu juga tidak tergantung padaku

Dan, ketika kau menginginkan agar tubuhmu bagus?

Juga tidak

Dan ketika kau menginginkannya hidup atau mati?

Itu juga tidak

Oleh karena itu, tubuhmu bukan harta milikmu sendiri. Tubuhmu bergantung pada semua yang lebih kuat daripada tubuh itu sendiri

Pasti

Dan apakah tergantung padamu untuk punya tanah kapanpun kau mau, untuk jangka waktu tertentu seperti yang kau mau, dengan kondisi juga kau mau?

tidak

Dan, apakah hal itu juga berlaku untuk budak, pakaian, rumah, dan kuda

Semua itu juga tidak bergantung padaku

Dan seandainya, melebihi segalaya, kau ingin istri atau anak atau saudara atau temanmu tetap hidup, apakah ini hanya tergantung padamu?

Tidak

Maka, apakah kau tidak punya apa – apa yang bisa kau tentukan sendiri yang hanya tergantung padamu, atau punyakah kau hal semacam itu?

Aku tidak tahu

Yah, coba lihatlah dengan cara seperti itu, lalu renungkan. Bisakah seseorang membuatmu, menyetujui sesautu yang tidak benar?

Tak seorang pun bisa

Maka, dalam hal persetujuan, kau tak punya kendala dan batasan

Pasti

Ayo kita lanjutkan: bisakah orang memaksa untuk memiliki dorongan terhadap sesuatu yang tidak diiinginkan?

Bisa: setiap kali mereka mengancamku dengan kematian atau dengan belenggu, mereka memaksa untuk memiliki dorongan semacam itu


Tapi seandainya kau tidak menganggap penting kematian dan belenggu: apakah kau masih akan memberikan perhatian kepada mereka?

Tidak

Maka, apakah menganggap tak penting kematian itu tindakanmu sendiri, atau apakah itu bukan milikmu?

Itu milikku

Jadi, terdorong akan sesuatu apakah juga adalah keputusanmu sendiri, atau bukan?

Pasti milikku

Dan penolakan terhadap sesuatu? Itu juga milikmu

Bagaimana jika aku terdorong untuk berjalan, tetapi orang lain menghalangiku

Bagian tanpa mana darimu yang akan mereka halangi? Pasti bukan persetujuanmu kan?

Tidak, tetapi tubuhku yang malang


Ya, sama seperti mereka menghalangi batu

Biarlah, begitu, tetapi faktanya, aku tidak melanjutkan jalanku

Dan siapa yang memberitahumu, aoakah berjalan tanpa halangan itu adalah keputusanmu? Aku hendak mengatakan kepadamu bahwa satunya hal yang tak terhalang adalah dorongan. Setiap kali ada kebutuhan bagi tubuh dan kerja sama tubuh, kau sudah lama mendenga bahwa semua itu bukanlah milikmu

Itu aku juga yakin

Bisakah seseorang memaksamu untuk menghasrati sesuatu yang tidak kau inginkan?

Tak seorang pun bisa

Bisakah orang menjatuhkan paksaan terhadap maksud dan tujuana tau jika bicara secara umu, bisakah orang memanipulasi caramu menangani kesan yang kau alami?

Tidak juga tetapi ketika aku benar menghasrati sesuatu, mereka akan menghentikanku agar tidak mendapatkan apa yang kuinginkan

Tetapi bagaimana mereka akan menghentikanmu jika kau menghasrati sesuatu yang merupakan milikmu sendiri dan tak ada yang menghalangi

Sama sekali tidak bisa

Jadi, siapa yang mengatakan kepadamu bahwa kau bisa bebas dari kendala jika kau menginginkan hal yang bukan milikmu?

Kalau begitu, aku tidak boleh menghasrati kesehatan?


Jelas tidak boleh, juga segala yang bukan milikmu, karena tidak ada yang menjadi milikmu jika tidak tergantung padamu untuk mendapatkan atau mempertahankannya kapanpun kau menginginkannya. Singkirkan tanganmu darinya, tetapi yang terutama dan terpenting jauhkan keinginanmu. Jika tidak, kau akan menyerahkan dirimu pada perbudakan dan menyorongkan leher pada kuk kalau kau mengagumi apa yang bukan milikmu dan sangat menginginkan apa yang tergantung pada orang lain dan fana

Bukankah tanganku milikku?


Itu bagian darimu, tetapi pada kodratnya itu lempung, tunduk pada halangan dan paksaan, budak dari semua yang lebih kuat. Dan mengapa kusebut tangamu di hadapanmu? Kau harus memperlakuakn seluruh tubuhmu seperti keledai kecil kelebihan beban, selama itu memungkinkan dan diperbolehkan untukmu. Tetapi, jika keledai itu dipaksa melayani umum dan seorang tentara merampasnya, biarkan saja dan jangan melawan atau menggerutu. Jika tidak, kau akan dipukul dan tetap saja kehilangan keledai karena sikap inilah yang harus kau miliki terhadap tubuhmu, coba pertimbangkan apa yang harus kau lakukan sehubungan dengan semua yang didaapt seseorang demi tubuh, karena tubuh adalah keledai kecil, maka semua hal lain adaalh tali kekang, pelana, sepatu, gandum barli, dan jerami untuk kedelai itu, relakan mereka juga. Singkirkan mereka lebih cepat dan lebih mudah daripada keledai itu sendiri


5. Tahu apa yang diinginkan

Segala sesuatu dimanapun adalah fana dan rapuh. Jika terikat dengan beberapa di antaranya, sekalipun sedikit, kau pasti akan gelisah dan berkecil hati, menjadi mangsa kecemasan dan tertekan. Kau akan memiliki hasrat yang tak terpenuhi dan keengganan yang justru terwujud sepenuhnya. Maka, tidakkah kita bersedia mempertahankan satunya keamanan yang diberikan kepada kita melupakan  hal yang fana dan memperbudak, dan mengupayakan hal yang kekal dan pada dasarnya bebas? Tidakkah ingat bahwa tak seorang pun memberikat mudarat atau manfaat pada orang lain, tetapi bahwa penyebab kedua hal itu adalah penilaian. Penelitian itulah yang membahayakan dan menghancurkan, inilah yang disebut pertempuran, inilah yang disebut perjuangan, dan inilah yang disebut perang


Yang membuat *Eteokles dan Polyneikes menjadi musuh bebuyutan seperti itu hanyalah ini penilaian mereka menyangkut kerajaan dan penilaian mereka mengenai pengasingan. Mereka menilai yang kedua sebagai terburuk di antara yang buruk sementara yang pertama sebagai yang terbaik dari yang baik, ini sifat semua orang mengejar yang baik dan menghindari yang buruk, dan menganggap orang yang merampas kita dari yang pertama dan memberi kita yang kedua sebagai musuh dan penipu, walaupun dia seorang saudara, atau putra atau satu ayah, karena tidak ada yang lebih dekat hubungannya dengan kita selain yang baik


Jadi, jika apa – apa adalah baik dan buruk, maka tidak ada ayah yang dicintai oleh putranya dan tidak ada saudara yang dicintai oleh sesama saudaranya, tetapi semua dipenuhi musuh, penipu, dan mata – mata. Tetapi jika kehendak yang benar adalah satunya hal baik dan kehendak yang keliru aalah satunya hal buruk, tempat apa untuk penganiayaan? Tentang apa? Tentang sesuatu yang tidak berarti bagi kita? Melawan siapa? Melawan orang yang tidak tahu, melawan orang yang malang, melawan orang yang sudah ditipu tentang apa hal terpenting?


6. Kebebasan kehendak

Dengar sobatku, kau punya kehedak yang secara alami tak terkendala dan tak terkekang. Aku tak akan membuktikkannya kepadamu, pertama dalam ranah persetujuan. Bisakah orang yang mencegahmu untuk menyetujui sebuah kebenaran?

Tak seorang pun bisa

Bisakah orang memaksamu untuk menerima sebuah kekeliruan?

Tak seorang pun bisa

Apakah kau mengerti bahwa dalam ranah ini kau punya kehendak yang tak terkendala, tak terkekang, tak terhalang?

Nah, apakah ini berbeda dalam ranah keinginan dan motivasi? Apa yang bisa mengalahkan suatu dorongan kecuali dorongan lain? Apa yang bisa mengalahkan sebuah keinginna atau keengganan kecuali keinginana atau keengganan lain?

Tapi, jika orang mengancamku dengan ketakutan akan kematian, mereka sungguh memaksaku


Yang memaksamu bukan ancamannya tetapi keputusanmu bahwa lebih baik melakukan sesuatu yang lain daripada mati. Maka,sekali lagi, penilaianmu yang memaksamu dengan kata lain, kehendak memaksamu dengan kata lain, kehendak memaksa kehendak, karena jika Dewa dalam mengambil miliknya yang istimiewa yang telah dia anugerahkan kepada kita, telah merancangnya agar terkendala atau terkekang oleh dirinya sendiri atau oleh sesautu yang lain, maka dia bukan lagi Dewa atau tidak lagi memelihara kita seperti yang seharunsya, jika kau sungguh menghendakinya, maka kau bebas, jika kau sungguh menghendakinya, maka kau tidak akan menyalahkan siapa pun, menuduh siapapun, dan segalanya akan selaras dengan penilaianmu sendiri dan penilaian Dewa


7. Menggunakan kesan dengan benar

    Kita dianugerahi banyak sifat yang secara unik diperlukan oleh makhluk rasional, tetapi seperti yang akan kau ketahui, kita juga memiliki banyak kecakapan yang sama dengan hewan yang tidak punya kemampuan bernalar

Apakah mereka juga memperhatikan, apa yang terjadi?


Jelas tidak, menggunakan da memperhatikan adalah dua hal yang sangat berbeda. Dewa memerlukan hewan lain sebagai makhluk yang menggunakan kesan mereka, dia memerlukan kita sebagai makhluk yang memperhatikan bagaimana kita menggunakan kesan. Maka cukuplah, bagi mereka untuk makan dan minum dan beristirahat dan bersetubuh, dan melakukan semua lainnya yang dilakukan oleh setiap jenis hewan. Sebaliknya, bagi kita yang oleh Dewa juga dianugerahi *daya untuk memperhatikan, kegiatan hewan ini tak lagi mencukupi, tetapi kalau tidak bertindak secara tepat, metodis, dan selaras dengan sifat dan pembawaan individual, tidak lagi mencapai tujuan sendiri


Makhluk yang punya pembawaan berbeda juga punya fungsi dan tujuan berbeda. Bagi mereka memiliki pembawaan yang dirancang untuk digunakan, maka penggunaan pembawaan itu sudah mencukupi. Tetapi, untuk yang punya daya tambahan untuk memperhatikan, mereka tidak akan pernah mencapai tujuan  mereka kecuali jika menggunakan kemampuan ini dengan benar


Kalau begitu, apa konsekuensinya?

Dewa menciptakan masing hewan entah untuk dimakan atau membantu dalam pertanian, menghasilkan keju, atau manfaat lain yang setara. Untuk melakukan fungsi ini, untuk apa mereka memiliki kekuatan memperhatikan dan membedakan kesan? Namun, Dewa menciptakan manusia untuk menjadi murid dari dirinya dan menjadi karyanya, dan bukan hanya murid tetapi juga penafsir dari semua hal ini. Maka, keliru bagi kita untuk memulai dan mengakhiri di tempat hewan nonrasional melakukannya, kita harus memulai di tempat mereka melakukannya, tetapi mengakhiri di tempat alam berakhir dalam kasus. Alam berakhir dengan mempelajari dan memperhatikan hal dan cara hidup yang selaras dengan alam sendiri. Maka, agar kau tidak mati sebelum mempelajari hal ini


8. Kebebasan dan kodrat manusia

Semua makhluk lain di biarkan tidak memiliki daya untuk memperhatikan pemerintahan ilahiah atas dunia. Tetapi hewan rasional punya sumber daya untuk menalar semua ini dan untuk menyimpulkan bahwa mereka sendiri juga bagian dari dunia, bagian dari jenis tertentu, dan juga tidak apa – apa jika bagian itu mengambil bagian pada keseluruhan, selanjutnya karena sudah sifat mereka untuk menjadi mulia, berbudi luhur, dan bebas mereka melihat bahwa mereka ditempatkan di sebuah dunia tempat beberapa hal tidak terkendala dan bergantung pada mereka, sementara hal lain bisa terkendala dan tergantung pada yang lain. Hal jenis pertama menjadi milik lingkaran kehendak, sementara hal yang berada di luarnya bisa terkendala, maka jika hewan rasional membatasi kebaikan dan perhatian mereka sendiri pada jenis yang pertama saja, hal yang tak terkendala dan tergantung pada mereka sendiri mereka akan bebas, puas, bahagia, aman, berbudi luhur, hormat, bersyukur kepada Dewa untuk segala hal, tak pernah menyalahkan siapapun, jika sebaliknya mereka menghubungkan kebaikan dan perhatian mereka pada hal yang lahiriah dan di luar lingkaran kehendak, mereka pasti akan terkendala dan frustasi, tunduk kepada mereka yang punya kekuasaan atas hal yang mereka kagumi dan takuti, mereka juga pasti akan benar tidak hormat, karena mengira Dewa menaruh dendam pada mereka, dan tidak adil, karena mereka terlalu meraih lebih banyak untuk diri mereka sendiri dan mereka pasti tidak punya harga diri serta kemurahan hati


Jika kau memahami kebenaran ini, apa yang bisa menghentikanmu dari hidup dengan  cara bebas dan mudah dengan tenang menerima segala yang bisa terjadi dan bisa mengerti apa yang telah terjadi? Kau ingin aku miskin? Silakan, maka kau akan belajar apakah kemiskinan, ketika seorang aktor yang memainkan peran, kau ingin aku memiliki jabatan? Silakan. Kau ingin kau meninggalkan jabatan? Silakan saja, kau ingin aku menahan rasa sakit? Silakan saja juga. Dan pengasingan? Ke mana pun aku pergi, aku akan baik saja, karena aku sudah baik saja disini bukan karena tempatnya tetapi sebagai akibat dari prinsip dan aku akan membawa prinsip itu bersamaku. Tak seorang pun bisa merampas prinsip itu dariku. Mereka adalah harta milikku satunya yang tidak bisa dipindahkan dan cukup bagiku dimanapun aku berada dan apapun yang kulakukan. Tetapi kini saatnya bagimu untuk mati. Mengapa kau mengatakan untuk mati? Jangan menjadikan itu sebagai urusan yang tragis. Katakan sebagaimana adanya kini tiba saatnya bagi materi yang menyusun tubuhmu untuk kembali ke sumber asal pertamanya. Apa yang mengerikan soal itu? Ada apa dengan dunia yang hendak kehilangan isinya, apa hal ganjil dan tak pernah terdengar yang akan terjadi? Terhadap inikah tiran membuat takut? Inikah sebabnya pedang penjaga tampak panjang dan tajam? Biarlah orang lain mengkhawatirkan itu. Biarlah orang lain mengkhawatirkan itu. Setelah mempelajari semua itu, aku mendaapti bahwa tak seorang pun punya kekuasaan atas diriku. Aku telah dibebaskan oleh Tuhan, aku telah mengetahui perintahNya, tak seorang pun kekuasaan lagi untuk memperbudakku aku punya jenis pembebas yang benar dan jenis hakim benar

9. Kebebasan dan Martabat


Pelajari, kekuatan yang kau miliki, lalu katakan: Silakan: O Zeus, keadaan apapun yang kau sukai: karena aku punya peralatan dan sumber daya, yang dianugerahkan kepadaku oleh dirimu sendiri untuk membedakan diriku melalui hal yang akan berlalu. Tidak! Kau duduk gemetar karena takut terhadap apa yang mungkin terjadi, menangis, meratap, dan merintih atas yang sedang terjadi, lalu kau menyalahkan dewa, karena, kelemahan yang ditunjukkan hanya berarti ketidaksopanan. Namun, Dewa bukan hanya memberi kita kekuatan ini sebagai sarana untuk menanggungkan segala yang terjadi tanpa merasa terhina dan hancur karenanya, dia juga seperti raja yang baik dan ayah sejati, memberikan kekuatan ini tanpa kendala atau kekangan atau hambatan. Dia telah menjadikan kekuatan itu benar tergantung pada kita, bahkan tanpa mencadangkannya untuk dirinya sendiri kekuatan apapun untuk menghalangi atau menghambat. Karena kau memiliki kekuatan ini secara bebas dan sepenuhnya milikmu, mengapa kau tidak menggunakannya dan menyadari hadiah apa yang telah kau terima dan dari penderma mana kau menerimanya, alih duduk diliputi duka dan merintih?



Glosarium


Afinitas alami : teknis (oikeiosis) untuk insting merawat diri dan insting sosial pada makhluk hidup yang berfungsi sebagai dasar naturalistik etika dalam Stoisisme


Auteseden dan konsekuensi: Epiktetos menggunakan terminologi yang digunakan oleh para ahli logika Stoa untuk mengungkapkan aturan inferensi yang disebut modus ponens, yang menyatakan, jika ini, maka itu


Baik: dalam Stoisisme, baik (Yunani: agathos) hanya berlaku untuk apa yang terhormat/elok (Yunani:kalon) yang berarti watak dan tindakan yang berkeutamaan


Buruk: Dalam Stoisisme, istilah buruk (kakos) hanya berlaku pada apa yang salah secara moral, artinya watak yang melenceng dan tindakan yang tidka terhormat. Dunia sebagaimana adanya, menurut kodratnya, tidak memuat sesuatupu yang buruk


Ceramah umum: pada zaman Epiktetos, adalah praktik umum bagi para penyair, filsuf, dan orator untuk menampilkan karya mereka dalam pembacaan di depan umum


Chrysippus: pemimpin ketiga mazhab Stoa di Athena (abad ke 3 SM) dan penulisnya yang paling berwibawa dan produktif


Daya komando: istilah teknis (Yunani: hegemonikon) untuk pikiran atau bagian utama jika manusia, terdapat dalam nalar, yang fungsinya memerintah diri dan mengesahkan perilakunya


Daya untuk menaruh perhatian: istilah teknis (parakolouthesis) untuk kemampuan khas manusia dalam memantau dan menafsirkan kesan


Dewa: digunakan dalam bentuk tunggal atau dengan nama Zeus, untuk menyebut pencipta rancangan/takdir dunia dan agen yang hadir dimana, setara dengan alam, nasib dan nalar kosmis (logos), mewujud dalam napas berapi (pneuma), dan hadir pada manusia dalam kemampuan rasional, digunakan dalam bentuk jamak sebagai pengakuan terhadap politeisme populer, dimana nama dewa mewakili segi alam misal matahari (Apollo) dan laut (Poseidon) atau pikiran (Athena) dan nalar (Hermes)


Diogenes (populer pada pertengahan abad ke 4 SM: pendiri filsafat Sinis dan salah seorang tokoh ikonik Epiktetos


Donor: metafora untuk rancangan ilahi/takdir menurut kaum Stoa

Eteokles dan Polyneikes: dua putra Oedipus yang dikutuk olehnya untuk saling membunuh dan dikemduian hari mempertengkarkan hak waris takhta ayah mereka


Euphrates (akhid abad ke 1 SM): seorang filsuf Stoa yang terkenal karena keahliannya berceramah. Dia disebut dua kali oleh Epiktetos dalam Discourses dan para penyunting pada umumnya memberikan namanya di sini sebagai perbaikan atas manuskrip yang mencantumkan nama yang telah lebih dikenal, Sokrates


Hal yang bertentangan dengan alam: frasa teknis (Yunani: ta para physin) untuk segala hal dalam Stoisisme yang bertentangan dengan ketenteraman optimal manusia, ungkapan ini sering mengacu pada kondisi seperti penyakit jasmani dan kemiskinan yang secara alamiah mendorong kita berupaya menghindarinya, karena keberhasilan menghindari hal semacam itu bukan seluruhnya tergantung pada kita, disini Epiktetos membatasi cakupan istilah itu pada keadaan mental yang menyimpang, dia menganggap keadaan ini misalnya emosi patologis dan motivasi yang tidak etis bertentangan dengan norma rasional kodrat manusia, yang sepenuhnya tergantung pada kita, dan karenanya bisa dihindari seluruhnya


Hasrat: istilah teknis (Yunani: orexis) untuk sikap tamak yang kuat terhadap apa yang tampak bagus


Herakles: lelaki kuat dan pembantai monster dalam mitos, dimanfaatkan sebagai gambaran panutan filosofis oleh kaum Sinis dan kaum Stoa. Saat ini manuskrip Epiktetos mencantumkan nama Herakleitos tetapi mengikuti Louis Andre Dorion yang berpendapat bahwa nama ini seharusnya diperbaiki menjadi Herakles


Kapten: metafora untuk rancangan ilahi/takdir menurut kaum Stoa


Kebebasan: Eleutheria, kata Yunani yang digunakan oleh Epiktetos, mencakup kebebasan secara cukup umum. Pengertian utama libertos, persamaan lainnya adalah status manusia bebas sebagaimana dibedakan dari status budak. Epiktetos terus – menerus memainkan ambiguitas ini, menganggap filsafat Stoa seakan sebagai pembebasan dari perbudakan nyata, dan kebebasan nyata, bagi mereka yang tidak berlatih dalam filsafat Stoa, sebagai perbudakan terhadap hasrat dan keyakinan palsu


Kesangsian: istilah teknik (hypexairesis) untuk cara agen rasional memeriksa ulang atau menahan dorongan dan rasa enggan untuk menyesuaikannya dengan ketidakpastian di masa mendatang


Keengganan: istilah teknis (Yunani: ekklisis) untuk sikap yang sangat negatif terhadap apa yang tampak buruk


Kehendak : istilah favorit dalam Epiktetos (prohairesis dalam bahasa Yunani) untuk kekuatan manusai dalam penentuan diri dan disposisi mental. Kata ini terkadang diterjemahkan sebagai pilihan, tujuan, kemauan atau keputusan, tetapi kehendak adalah ungkapan Inggris paling wajar untuk apa yang dimaksud oleh Epiktetos dengan kata itu


Kekembalian: Epiktetos menggunakan istilah teknis kaum Stoa untuk mengungkapkan akhir zaman berupa terserapnya semua elemen dunia, dan pembentukannya kembali serta perulangannya dalam siklus yang abadi dan identik


Kemajuan: istilah teknis (prokope) untuk orang yang telah berkomitmen terhadap Stoisme sebagai filsafat hidup mereka dan yang berupaya demikian untuk memajukan kemampuan


Kesan: istilah teknis (Yunani: phantasia) kadang  diterjemahkannya sebagai penampakan untuk apa saja yang langsung muncul dalam piiran baik sebagai pengalaman indra maupun sebagai gagasan. Epiktetos gemar menjelaskan proyek Stoik sebagai pembelajaran tentang cara menggunakan dan menafisrkan kesan dengan tepat


Kesan yang pasti: frasa teknik (phantasiai kataleptikai) untuk pengalaman indra atau gagasan yang dengan sendirinya jelas merepresentasikan hal sebagaimana adanya


Keselarasan alam semesta: selaras (Yunani: symphonia) mengacu pada model musik yang suka digunakan oleh kaum Stoa untuk menggambarkan sebuah struktur kesatuan. Menyatunya hal bertentangan adalah gagasan yang mengingatkan pada filsuf Yunani awal. Pythagoras dan Herakleitos


Keselarasan dengan alam: istilah teknik untuk cita Stoik berperilaku sesuai dengan kodrat manusia sebagai hewan rasional dan sesuai dengna keadaan yang telah ditakdirkan dan dianugerahkan oleh dewa


Kententeraman: mentalitas Stoik idela, yang disini diungkapkan dengan 2 kata slogan dan filsafat Helenistik apatheia (Secara harfiah tidak terpengaruh) dan antaraxia (secara harfiah tidak terganggu)


Kutipan: ke 4 bagian yang dikutip adalah: 4 bait oleh filsuf Stoa Cleanthes, 2 bait dari sebuah naskah lakon yang hilang karya penulis cerita tragedi Euripides, dan 3-4 pernyataan Plato melalui tokoh Sokrates dalam Crito 43d dan Apology


Memeluk patung: Epiktetos mencela praktik kaum Sinis yang memeluk patung dalam keadaan telanjang dalam cuaca dingin sebagai cara untuk menunjukkan ketabahan


Menggali bersama: kegiatan atlentik yang digambarkan oleh kata ini (Yunani: parorusesthai) yang diambil nyaris secara verbatim dari Discourse 3.1.5 tidak jelas, berdasarkan detail selanjutnya, Epiktetos tampaknya membayangkan sebuah ronde pertandingan gulat dalam sebuah parit yang digali oleh para konstestannya


Motivasi/dorongan: istilah teknis sering diterjemahkan sebagai impuls (Yunani: horme) untuk kemampuan mental yang memicu dilakukannya tindakan, dan tergantung pada persetujuan terhadap kesan


Netral: istilah teknis (Yunani: adiaphoros) untuk hal yang tidak baik maupun buruk pada dirinya sendiri, tetapi rentan ditafsirkan sebagai buruk atau baik oleh orang yang mengalaminya


Obol: koin perak kecil


Orang diluar lingkaran: ungkapan Yunani mencakup orang biasa, sebagaimana dalam kutipan dalam Encheiridion tetapi Epiktetos juga menggunakannya untuk menggolongkan orang non filsuf


Pengesahan: lihat persetujuan


Peran: kata ini (Yunani: prosopon, pembagian peran atau tokoh dalam teater) adalah istilah favorit Epiktetos untuk mengungkapkan identitas individu atau karakter yang disingkapkan orang dalam cara mereka menjalankan posisinya dalam keluarga dan masyarakat


Pernyataan konjungstif dan disjungtif: aksioma logika Stoik. Dalam Epiktetos 36, Epiktetos menyebutnya untuk memainkan kata Yunani axia, yang berarti keabsahan logis sekaligus manusia


Persetujuan: istilah teknis (Yunani: synkatathesis) untuk kemampaun mental yang memuat kapasitas seseorang untuk menyetujui atau tidak menyetujui kebenaran dan nilai kesan serta memunculkan motivasi atau dorongan yang sesuai, dalam khazanah Stoa (misal karya Cicero, De fato) persetujuan disebut penyebab utama tindakan manusia dan tempat dimana kepelakuan serta otonomi terletak 


Praetor: posisi tingkat tinggi dalam pamong praja dan pemerintahan provinsi Romawi


Pythian Apollo: Epiktetos mengacu pada dewa Apollo dalam fungsinya sebagai sumber orakel yang disampaikan di kuil Delphi, maksud anekdot ini adalah bahwa tidak membutuhkan orakel untuk memutuskan apakah akan menolong teman yang sedang dalam bahaya atau tidak


Saturnalia: nama festival tahunan setiap Desember, ketika budak Romawi diberi satu hari kebebasan total, dimana mereka dibolehkan menghina majikan mereka dan dilayani di meja


Sokrates (470 – 399 SM): filsuf Athena, dieksekusi atas tuduhan mengingkari para dewa dan merusak kaum muda, dan oleh Epiktetos dianggap sebagai manusia ideal. Dalam Encheiridion 32, Epiktetos menyinggung anekdot yang dilaporkan oleh Xenophon dalam karya Memoirs of Socrates 1,1,7 dan pada nomor 46 dia mengacu pada bagian awal karya dialog Plato Protagoras


Sutradara: metafora untuk rancangan ilahi/takdir menurut kaum Stoa


Tindakan yang tepat: istilah teknis (Yunani: kathekonta) untuk perilaku yang secara umum sesuai dengan kodrat spesifik makhluk hidup. Ini mencakup tindakan untuk kepentingan diri sendiri, misalnya menghindari bahaya terhadap diri sendiri dan perilaku yang terarah pada orang lain, misal mengurus anak dan komunitas


Tujuan alam: frasa ini menunjuk pada hal yang tak terelakkan akan terjadi, mengingat keadaannya dan tanpa memandang dampaknya pada individu yang terlibat


Zeno: mengacu pada orang Siprus pendiri mazhab Stoa di Athena pada sekitar 300 SM


Yang terbaik adalah seberapa baik kau hidup, bukan seberapa panjang, dan sering kali baik tidak berarti umur panjang