Rabu, 14 Juli 2021

Jalan - Jalan Ke Antartika

 



Geomorfologi adalah studi ilmiah terhadap permukaan Bumi dan proses yang terjadi terhadapnya, adapun Manajemen Pesisir merupakan ilmu pengetahuan pantai dengan menggunakan pendekatan terpadu dari semua aspek dari wilayah pesisir termasuk batas geografis dan politik, dalam upaya mencapai keberlanjutan


Di lintang sekitar 45 derajat, SubAntartic Front (SAF) memisahkan massa air yang berasal dari perairan Afrika dengan massa air SubAntartika. Disekitar SAF inilah terjadi zona konveksi lokal yang diperkirakan menghasilkan formasi massa air baru yaitu SubAntarctic Mode Water (SMW) dan Antarctic Intermediate Water (AIW). Fenomena ini bagian sirkulasi luat global yang mempengaruhi perubahan iklim

 

Bendera ITB dikibarkan di Antartika

 

Kutub adalah ujung poros perputaran Bumi berputar. Bumi memiliki 2 kutub tetap pada 900 LU dan 900 LS yang disebut Kutub Utara dan Kutub Selatan. Kutub Utara berupa lautan yang dikelilingi oleh benua, dan dinamakan Arktika. Sedangkan Kutub Selatan adalah benua yang dikelilingi lautan, sehingga disebut sebagai Benua Antartika

 

Dari ruang angkasa, Bumi terlihat seperti bola biru yang ditutupi warna putih dibagian kutub, Bumi berbentuk bola. Sinar Matahari di permukaan Bumi jatuh membentuk sudut. Semakin besar sudut yang dibentuk, semakin sedikit intensitas matahari yang akan diterima permukaan tersebut, bagian sepanjang garis khatulistiwa (daerah tropis) berhadapan langsung dengan Matahari sehingga sinar Matahari jatuh tegak lurus (sudut kecil), sementara kutub condong menjauh dari Matahari sehingga sinar matahari jatuh dengan sudut besar terhadap permukaan. Selain sudut antara permukaan Bumi dan sinar Matahari, es, dan salju di daerah kutub juga memantulkan kembali radiasi yang tiba di permukaan sebanyak 85% sehingga panas yang dibawanya cepat hilang

 

Pada musim dingin di Antartika (Juni – Agustus). Kutub Selatan condong menjauhi Matahari dan pada pertengahan musim dingin Antartika berada dalam kegelapan terus – menerus. Pada pertengahan musim panas (Desember – Februari). Kutub Selatan condong ke arah Matahari sehingga Antartika mengalami terang terus – menerus, karena Kutub Utara condong pada arah yang berlawanan maka mengalami musim yang berlawanan juga. Jika musim panas di Antartika maka Kutub Utara mengalami musim dingin

 

Antartika :

-          Benua yang dikelilingi lautan

-          Kutub Selatan: 2.836 m di atas muka laut, dasar batuannya 30 m di atas muka laut

-          Paparan benua yang dalam dan sempit: dataran bebas es beku terbatas, tiada ada pohon, tidak ada tundra, tidak ada populasi

-          Lapisan es Kutub Selatan menutupi 98% daratan

-          Gunung es dari gletser dan paparan es berukuran km kubik

-          Es laut bersifat tahunan, asin dan tebalnya kurang daripada 2 m

-          Rata suhu tahunan adalah -50 derajat Celcius

-          Mamalia laut berupa paus dan anjing laut: tidak ada mamalia darat

-          Terdapat kurang daripada 20 spesies burung antara 70 derajat dan 80 derajat Lintang Selatan

-          Hanya ada linchen (lumut kerak) di 82 derajat Lintang Selatan

 

Arktika

-          Lautan yang dikelilingi benua

-          Kutub Utara: tebal es laut 1 m dasar batuannya 427 m di bawah muka laut

-          Paparan benua dangkal dan luas, dataran bekunya luas, ada pohon, ada tundra, ada populasi

-          Daratan es terbatas

-          Gunung es dari gletser berukuran m kubik

-          Es laut multi tahunan, salinitas rendah dan tebalnya lebih daripada 2 m

-          Rata suhu tahunan adalah -18 derajat Celcius

-          Ada mamalia darat (rusa kutub, serigala, kelinci, lemming, rubah) dan mamalia laut (paus, anjing laut dan beruang kutub)

-          Terdapat lebih daripada 100 spesies burung antara 75 derajat dan 80 derajat Lintang Utara

-          Terdapat 90 spesies tumbuhan berbunga di 82 derajat Lintang Utara

 

Matahari terbit di atas Paparan Es Ross diawal musim panas. Hukum fisika atmosfer menyebabkan distrosi citra

 

Walaupun mengalami terang dan gelap ekstrem yang sama. Tetapi kedua kutub sangat berbeda. Antartika terasa lebih dingin daripada Arktika, terutama karena dominan lapisan es kutub dan adanya daratan yang menghadang pengaruh luatan. Antartika adalah benua yang dikelilingi Samudra Selatan, sedangkan Arktika adalah laut yang dikelilingi oleh daratan. Hanya sedikit air yang berganti melalui selat sempit antara laut Arktika, Samudra Pasifik, dan Samudra Atlantik. Karakter laut es juga membedakan kedua kutub. Laut es Antartika cenderung menjauhi benua karena angin dan arus, sementara laut es Arktika terperangkap oleh daratan yang mengelilinginya dan es disana cenderung menumpuk menjadi lebih tebal dari laut es Antartika. Permukaan Samudra yang beku di Antartika pada musim dingin 2 kali lebih luas dari ukuran benuanya, tapi pada musim panas, kebanyakan es mencair, sementara Arktika ditutupi es sepanjang tahun, di belahan Bumi Utara, peralihan antara air di kutub dan subtropis terjadi jauh ke selatan yaitu di luar daerah Arktika dan tidak sirkumpolar karena adanya daratan. Unsur es laut Arktika bisa mencapai 8 tahun, sekitar 90% es laut Arktika berumur lebih daripada setahun, tebalnya di atas 2 m, kokoh dan salinitasnya rendah, sementara 90% es laut Antartika berumur kurang daripada setahun kecuali es laut yang terdapat di Laut Weddell dan Bellingshausen, yang bisa mencapai 3 trahun dengan tebal tak sampai 2 m rapuh dan salinitasnya tinggi. Es laut tua lebih kokoh dibandingkan es laut yang berumur lebih mudah sehingga menyulitkan kapal untuk melewati, pada musim dingin, daerah tumpukan es Antartika semakin luas dan mencapai 20 juta km persegi dibandingkan tumpukan es di daerah Arktika yang hanya 14 juta km persegi. Pada musim panas, es laut di kedua daerah berkurang, masing mencapai sebanyak 4 juta km persegi di Antartika dan 7 juta km persegi di Arktika

 

Semenanjung Antartika bertambah luas melewati Lingkaran Antartika dan hampir semua laut es pada musim dingin melebihi bagian utara lingkaran. Antartika didefinisikan sebagai Benua Antartika dan secara umum sebagai daerah di selatan 60 derajat LS. Antartika juga dibatasi oleh Front Kutub yaitu pusat air laut yang melingkari Benua Antartika antara 50 derajat LS dan 60 derajat LS. Secara resmi, dalam Perjanjian Antartika didefinisikan sebagai seluruh wilayah di selatan 60 derajat LS

 

Arktika sebenarnya bukan suatu daratan, tetapi merupakan laut beku yang dikelilingi daratan, walaupun pada musim dingin, laut es berhenti membentuk bagian utara Lingkaran Arktika. Salah satu kriteria yang menentukan daerah Arktika adalah batas tumbuhnya pohon di utara. Berdasarkan suhu. Arktika didefinisikan sebagai derah utara, dimana rata suhu pada bulan terpanas adalah dibawah 10 derajat Celcius

 

Stasiun Amundsen Scott, lokasi stasiun Amundsen Scott tepat berada di titik 90 derajat LS, di Kutub Selatan Bumi. Aktivitas yang populer dilakukan di Kutub Selatan adalah berjalan mengelilingi dunia. Di sana semua garis bujur bertemu sehingga dapat melewati semua zona waktu dunia, mengelilingi dunia dengan mengelilingi Kutub Selatan

 

Di Antartika, penentuan arah tidak sejelas seperti di tempat lain di Bumi. Isilah timur dan barat misalnya jadi konsep yang sulit dimengerti, karena semua arah yang menjauh dari Kutub Selatan berarti menunjuk ke arah utara. Patokannya adalah garis bujur, garis bujur 0 derajat dan 180 derajat membagi Antartika menjadi Antartika Timur dan Antartika Barat. Di daerah kutub, dimana matahari hanya sedikit saja menunjukkan siang dan malam, peran waktu (jam) sangat penting dalam rutinitas kehidupan manusia. Di khatulistiwa tiap derajat garis bujur setara dengan 111.36 km dan tiap zona waktu mencakup 15 derajat garis bujur (`670 km). tapi di Antartika garis bujur kurang bermakna dalam hitungan 24 jam siang dan malam, untuk kemudahan biasanya orang akan menggunakan zona waktu sama dengan tempat asal mereka

 

Pengukuran dengan bulan purnama di atas Castle Rock, sebuah cekungan batu vulkanik breksi di Semenanjung Hut Point, Pulau Ross, Ilmuwan mengukur kadar ozon dengan mengukur refleksi matahari pada bulan (jika bulan setengah penuh dan posisi di langit cukup tinggi)

 

Antartika punya 2 wajah, bagian yang nampak jelas adalah es dan yang terselubung dengan batuan dasar. Es Antartika mempunyai ketebalan rata 2,3 km dan meliputi 98% dari benua, pada benua kain kata daratan diartikan dengan sebagai bagian yang berada di atas air tapi di Antartika, daratan adalah batuan besar tua yang biasanya diselimuti air yang mengkristal, kecuali (jarang) pada pertengahan musim panas

 

Batuan dan es permanen di daratan Antartika menutupi sekitar 14 juta km persegi, menjadikannya benua kelima terbesar, lebih besar daripada Eropa. Jika esnya mencair maka Antartika hanya akan berupa benua timur, Antartika dan kepulauan Antartika Barat yang mengarah ke utara Semenanjung Antartika, dan menjadi benua kecil yaitu setengah ukurannya sekarang. Es laut musim dingin menutupi dua kali daerah efektif Antartika. Jika es permanen, maka Antartika menjadi benua ketiga terbesar setelah Asia dan Afrika

 

Antartika pada dasarnya terdiri atas beberapa jalur gunung utama Bumi, bagian terbesar disebut Pegunungan TransAntartika. Bagian ini merupakan rangkaian nunatak (gunung batu yang tak tertutup es) dan panjangnya mencapai 3200 om yang membentang dari Tanjung Adare di pantai selatan Pasifik ke Oates Land di oantai selatan Atlantik. Pegunungan menjadi batas topografis antara Antartika Timur dan Barat. Semenanjung Antartika juga menjadi sistem gunung kedua. Semenanjung Antartika menjadi sistem gunung kedua. Semenanjung ini memanjang sejauh 1600 km mulai dari Selat Drake yang memisahkan Antartika dan Amerika Selatan, berlanjut sebagai rangkaian nunatak di bawah lapisan es Ellsworth Land. Pegunungan Ellsworth dipangkal atas Laut Weddell sebenarnya mencakup titik tertinggi Antartika, Gunung Vinson Massif, Vinson Massif yang ketinggiannya mencapai hingga 5 – 140 m merupakan suatu misteri geologi. Ahli geologi berpendapat pada awalnya gunung mungkin terbentuk di Pegunungan TransAntartika dan kemudian terpisah. Rata ketebalan kerak bumi di Antartika adalah sekitar 30 – 32 om di Antartika Barat dan sekitar 40 km di Antartika Timur. Perubahan ketebalan secara tajam terjadi di sepanjang front Pegunungan TransAntartika yang menunjukkan sistem sesar ketak dalam kestabilan keseluruhan kerak Antartika dipastikan akibat tidak adanya aktivitas gempa bumi yang berarti

 

Tempat pendaratan musim dingin, tanjung Adare di ujung utara Victoria Land. Tanjung ini terbentuk dari kerucut vulkanik kecil yang saling tumpang tindih dan menjadi tempat pendaratan Carsten Borchgrevink, penjelajah Norwegia pada 1895

 

Sejarah geologi Antartika pada umunya berisi tentang catatan gerakan lempeng tua. Pangea, benua purba yang berada di permukaan Bumi 300 – 200 juta tahun lalu, terpecah karena proses geologis dan membentuk Laurasia yang menjadi daratan utara yang meliputi Eropa, Amerika Utara, Asia dan Gondwana yang kemudian pecah menjadi beberapa daratan selatan antara lain Afrika, Amerika Selatan, Australia, dan Antartika. Yang pertama terpecah dari Gondwana adalah potongan yang kelak menjadi Afrika dan Amerika Selatan sekitar 184 juta tahun lalu, disusul India yang memisah 120 juta tahun lalu dan kemudian bergerak ke utara menabrak Asia, membentuk pegunungan Himalaya kemudian Australia dan New Zaeland memecah dari Antartika sekitar 180 juta tahun lalu. Antartika bergeser sampai berada di posisi kutub selatan dan menjadi benua tersendiri yang dikelilingi samudra, arus Sirkumpolar Antartika terbentuk, sehingga air dan aingin jadi beredar mengelilingi Antartika tanpa terhalang daratan, Panas dari daerah tropis tak lagi berpindah ke Antartika dan es mulai meliputi benua paling selatan. Fase terakhir pengasingan Antartika adalah pengembangan sistem retak – sesar dengan Australia pada akhir Periode Cretacous. Perkembangan Samudra Hindia Tenggara Baru akibat pemekaran lantai laut sangat berpengaruh terhadap iklim dan biologi, yaitu memulai pola sirkulasi laut seperti West Wind Drift di sekitar Antartika dan terputusnya rute jalan imigrasi hewan. Tabrakan lempeng Samudra Pasifik dan lempeng lainnya, terhadap kerak benua Antartika Barat dan Semenanjung Antartika yang tumbuh berlanjut dari masa pertengahan Mesozoikum hingga ke masa Kenozoikum. Sub dimana batu pasir dan shale terbentuk bersaam dengan intrusi besar granit dan ekstrusi lava dari bermacam jenis. Materi tersebut banyak terdapat di Kepulauan Shetland Selatan dan Semananjung Antartika

 

Zaman dahulu Antartika berada jauh dari Kutub Selatan dan memiliki kehidupan rumit seperti daratan lain di Gondwana, namun ketika Antartika bergeser ke daerah lintang tinggi, kehidupan diatasnya berubah. Sebagian besar tumbuhan tidak mampu bertahap hidup dalam kondisi ekstrem liar musim dingin yang panjang di Kutub sehingga akhirnya punah. Lenyapnya flora Antartika adalah salah satu peristiwa kepunahan alami terbesar dalam sejarah Bumi. Penyebabnya adalah perubahan iklim yang ekstrem. Sejarah kehidupan Antartika selama lebih dari 60 juta tahun menunjukkan dampak perubahan iklim dan potensi dampak aktivitas manusia terhadap kehidupan di bumi. Seiring hilangnya tumbuhan di Antartika, fauna darat di Antartika musnah. Semua hewan yang ada sekarang di Antartika hidup dari laut dan beradaptasi terhadap iklim ekstrem

 

Iklim di Belahan Bumi Selatan dipengaruhi oleh adanya samudra besar dengan jalur arus besar di kedua sisi. Air yang dipanaskan matahari di daerah tropis dapat memindahkan energi ke daerah lintang tinggi, tapi Arus Sirkumpolar Antartika yang mengedarkan sejumlah besar air di sekitar Antartika tidak pernah meninggalkan daerah lintang tinggi, artinya hanya menyerap sedikit energi dari sinar matahari yang datang, badan air sangat dingin inilah yang menjadi penyebab utama kondisi beku di Antartika. Ketika benua selatan masih menjadi bagian dari benua besar Gondwana, tidak ada arus keliling Antartika yang terbentuk karena tidak ada benua Antartika. Arus selatan mengalir dari khatulistiwa ke ktuub dan sebaliknya. Air yang tiba di lintang tinggi tetap hangat serta menghasilkan kondisi iklim yang tak sedingin sekarang, jika iklim hangat, maka penutup es hilang. Air laut yang panas juga menyebabkan penguapan tinggi serta mengakibatkan curah hujan yang tinggi. Pada periode ketika arus hangat masih mengalir ke Kutub Selatan, daratan di lintang tinggi menjadi panas dan basah dan cocok untuk pertumbuhan hutan. Pecahnya Gondwana, pemisahan Australia, serta terbukanya selat Drake antara Amerika Selatan dan Antartika membentuk Arus Sirkumpolar Antartika. Arus air dungin memicu pembentukan lapisan es Antartika, yang memantulkan lebih banyak radiasi matahari yang datang. Kondisi menyebabkan lapisan es menjadi lebih dingin sehingga tahan lama dan mendinginkan laut sekitarnya. Sistem timbal balik sangat kompleks dan tidak terduga. Hasil akhirnya adalah lingkungan Antartika modern yang tidak sesuai lagi bagi pertumbuhan hutan

 

Fosil tumbuhan maupun hewan yang ditemukan dapat memberi informasi mengenai kehiduoan di masa lampau

 

Tumbuhan Waratah (Telopea Speciossima) yang berasal dari keluarga tumbuhan tua Gondwana, Proteaceae. Waratah pernah hidup di Antartika selama 10 juta tahun tapi sekarang di Australia

 

Banyak ilmuwan tak percaya bahwa Antartika pernah ditumbuhi banyak spesies. Pengurangan tumbuhan dan hewan Antartika pada masa Kenozoikum pada dasarnya disebabkan oleh iklim. Bukti dari Semananjung Antartika menunjukkan pemusnahan bertahap terhadap flora yang diakibatkan oleh siklus glasial dan semakin jauhnya isolasi benua dan seterusnya ternyata menguatkan benteng migrasi pada fasa panas. Tapi fosil kala Pliosen (5 – 2,5 juta tahun lalu) ditemukan di Formasi Sirius menunjukkan bahwa vegetasi berkayu tetap ada di Antartika, lama setelah iklim dianggap telah terlalu dingin. Kenyataan bahwa satu fosil ditemukan dapat menyebabkan begitu banyak keraguan, menunjukkan masih banyaknya sejarah kehidupan yang perlu dipelajari terutama terhadap benua misterius ini

Benua paling dingin, paling kering, dan paling berangin

 

Daerah Kutub Utara dan Selatan pada dasarnya bisa dikatakan sebagai penyalur panas yang mempengaruhi seluruh iklim dunia. Perbedaan tingkat energi yang diterima oleh wilayah Kutub dan tropis menciptakan sistem meteorologi kompleks yang dipengaruhi oleh perputaran Bumi. Udara panas di Khatulistiwa akan naik dan mengalir ke Kutub, dimana udara panas itu akan mendingin dan turun. Sebaliknya, udara Kutub yang berat dan dingin akan mengalir kembali ke daerah bertekanan rendah di khatulistiwa yang disebabkan oleh udara panas yang naik. Walaupun lapisan es kutub di Antartika terjadi akibat tekanan tinggi yang konstan, tetapi ia dikelilingi oleh daerah tekanan rendah. Sejak Antartika dan Amerika Selatan terpisah (25 – 30 juta tahun lalu), Samudra Selatan terus mengelilingi Antartika, sehingga angin mengalir tanpa halangan. Dari kondisi ini terbentuk sistem tekanan rendah yang bergerak ke timur secara terus – menerus mengelilingi Antartika

 

Suhu rata tahunan Antartika adalah sekitar -10 derajat Celcius di sepanjang pantai dan -60 derajat Celcius di tempat tertinggi daratan. Disekitar pantai temperatur bisa mencapai +10 derajat Celcius di saat musim panas (Desember – Februari) tapi bisa turun sampai -40 derajat Celcius di musim dingin (Juni – Agustus) sedang di daratan adalah -30 derajat Celcius pada musim panas dan -80 derajat Celcius pada musim dingin. Sampai sekarang rekor suhu terendah di permukaan Bumi adalah -89,2 derajat Celcius terjadi pada 21 Juli 1983, di Stasiun Vostok, wilayah Antartika Rusia. Sementara itu, Semenanjung Antartika adalah tempat terpanas di Antartika dimana suhu pertengahan musim panasnya mencapai 15 derajat Celcius. Suhu di Antartika Timur berkisar antara 0 derajat Celcius di wilayah pantai hingga -25 derajat Celcius di wilayah pedalaman

 

Umumnya udara di atas Antartika terlalu dingin untuk menahan uap air. Dengan demikian curah hujan yang turun sangat sedikit. Curah hujan Daratan Tinggi Kutub tercatat sekitar 50 mm per tahun. Antartika pada dasarnya merupakan daerah terkering di dunia, bersaing dengan Sahara sebagai padang pasir terbesar di dunia. Antartika mampu menahan kelembaban yang diterimanya, karena sekitar 75% air tawar dunia tersimpan dalam es dan 90% es berada di Antartika. Di pedalaman Antartika, udaranya turun kering. Ada sedikit awan sedang di sekitar pantai lebih banyak uapnya dan sistem tekanan rendah banyak berpengaruh sehingga kondisi berawan lebih sering terjadi, terutama di Semenanjung Antartika

 

Meski hujan air kadang turun waktu dekat pantai, sebagian besar hujan di Antartika berbentuk turunnya salju dan kristal es. Agak sulit untuk mengukur jatuhnya salju secara akurat dalam kondisi angin yang sangat kencang. Tetapi rata akumulasi salju di atas daratan Antartika diperkirakan setara dengan 150 mm air/tahun. Sedang di tempat yang tinggi harga rata tahunannya dibawah 50 mm. secara umum curah hujan di dekat pantai bisa mencapai 200 m, dan yang paling deras pernah tercatat diatas 1000 mm di daerah dekat Laut Bellingshausen

 

Antartika juga merupakan tempat paling berangin di Bumi. Terdapat bermacam jenis angin yang bertiup di sana. Dari angin inversi di kutub hingga angin cerobong yang bertiup antara Kepulauan di sepanjang pantai dan badai salju gans terbentuk dengan sangat cepat. Pancaran hawa dingin di atas lapisan es Antartika membuat udara sangat dingin dan padat mengalir turun dari dataran tinggi, menghasilkan angin yang disebut angin katabatik. Angin yang terkuat berada di pantai dengan laju tercatat mencapai 300 km per jam, yaitu dua kali kecepatan tenaga angin badai

 

Dibentuk oleh sinar matahari dan angin. Pecahan es laut pada permukaan laut Ross yang beku. Pahatan ini akan hilang pada musim panas

 

Ahli geologi Australia, Douglas Mawson merupakan orang pertama (1912) menggunakan istilah paparan es (ice shelf) untuk menggambarkan lapisan es yang sangat tebal dan terapung, paparan es ini menempati hampir 50% pantai Antartika. Paparan es memperoleh es dari lapisan es benua Antartika dan tumpukan salju di permukaan atau pada beberapa kasus dari air laut yang beku di dasarnya. Paparan Es Ross merupakan paparan es terbesar di dunia dengan rata tebal es 330 m dan bertambah hingga 700 m ke batas selatan

 

Pada umumnya paparan es memenuhi teluk kecil yang pada tiga sisi dikelilingi oleh daratan. Di daerah tempat paparan es bertemu daratan, terbentuk banyak retakan dan celah dalam yang diakibatkan oleh pasut dan arus laut. Grand Chasm di puncak Paparan Es Filchner adalah contoh celah yang hampir tidak dapat ditembus. Kebanyakan paparan es itu kecil, tiga yang terbesar adalah Ross. Filchner – Ronne dan Amery. Paparan Es Ross terletak di depan Laut Ross dan menutupi daerah seluas Perancis. Pemimpin ekspekdisi pertama yang mencapai Laut Ross, perwira angkatan Laut Inggris Sir James Clark Ross, kagum dengan tebing curam Paparan Es Ross yang tinggi sisinya di bagian selatan mencapai 50 m di atas muka Laut. Karena sulit ditembus kapal, maka daerah tersebut dikenal dengan nama Ross atau Great Barrier

 

Es Daratan Antartika mengalir ke ujung Pegunungan Transantartika di ujung Gletser Taylor di Dry Valley

 

Lidah Gletser Vanderford mampu menciptakan bongkahan gunung es besar. Lidah Gletser ini memanjang ke lautan menurutp bagian belakang tempat asal gletser

 

Gunung es merupakan bongkahan es yang terapung di laut. Gunung es bukan tersusun dari air asin beku melainkan berasal dari daratan dan terbuat dari air tawar. Di benua Antartika salju di benua bisa tertumpuk dan termampatkan selama bertahun sambil berjalan mengalir ke laut, dalam perjalanan ke laut, es tumpah ke dalam air atau mengapung di atas permukaan samudra sebagai lidah es atau paparan es besar. Akibat perbedaan kerapatan es dengan air laut. Diperkirakan 90% gunung es berada di permukaan laut dan hanya 10% yang tampak diatas permukaan. Setiap tahun, ribuan gunung es terlepas dari Antartika dan tersebar di sepanjang Samudra Selatan, terutama di bawah Front Kutub, dimana airnya cukup dingin untuk memperlambat pencairan. Terkadang serangkaian gunung es terpecah dari paparan es, lalu mengapung ke utara, terbawa angin dan arus, kemudian mencair di air panas di sebelah utara Front Kutub, sejauhnya gunung es ditemukan di utara adalah di 45 derajat LS, Pasifik Selatan dan di 35 derajat LS. Samudra Hindia dan Atlantik Selatan. Gunung es biasanya dinamakan menurut kuadran asalnya di Antartika, gunung dengan petunjuk A adalah yang berasal dari 0 – 90 derajat BB (Laut Bellingshausen dan Laut Weddel) gunung B berasal dari 90 derajat BB – 180 derajat (Laut Amundsen dan timur Laut Ross) gunung C berasal dari 180 derajat – 90 derajat BT (timur laut Ross dan Wilkes Land) dan gunung D adalah untuk 90 derajat BT – 0 derajat (Paparan Es Amery dan timur Laut Weddell)

 

Satu rangkaian gunung es punya ketebalan hingga 300 m, berat ratusan juta ton dan mengandung cukup banyak suplai air tawar untuk kota berpendduuk satu juta orang selama 3 tahun. Ketika paparan es menghasilkan rangkaian gunung es, kebanyakan lidah gletser kecuali yang besar membentuk gunung es yang tidak beraturan bentuknya. Bentuk es di gunung es berkisar dari bentuk kristal transparan dan putih murni hingga yang berwarna hijau, coklat, dan biru serta merah jambu karena mengandung alga. Kebanyakan mempunyai rekahan yang terang berwarna biru elektrik dengan tetesan air beku dipinggirnya. Kurang daripada 10% gunung es terlihat di atas permukaan air, tapi presentase dipengaruhi oleh faktor seperti tidak murninya es, kadar garam, dan suhu air, walau terlihat besar dan tidak berubah, gunung es stidak stabil karena bagian atas dan bawahnya terus – menerus mencair, Gunung es kecil bisa terguling jika keseimbangannya berubah. Gunung es besar terlihat seperti akan meledak ketika runtuh dan bisa menciptakan gelombang besar serta pusaran air yang berbahaya. Gunung es pada ujung paparan es terdiri atas dua jenis es yaitu es glasial yang terbentuk dari pemadatan salju dan es laut yang terbentuk dari air laut yang membeku. Jika gunung es menjadi tidak stabil karena mencair, gunung es dapat terbalik sehingga yang ada di permukaan adalah es laut. Di perairan laut sekitar Antartika dijumpai berbagai bentuk dan umur gunung es yang masih baru nampak utuh dan menonjol sedangkan gunung es yang sudah lama agak terpecah dan tidak utuh. Gunung es membahayakan karena bisa mengapung tanpa diketahui oleh radar atau jurumudi kapal hingga saat tabrakan, kecelakaan kapal terbesar yang melibatkan gunung es adalah karamnya kapal Titanic yang menabrak kaki gunung es. Kebanyakan gunung es hanya mengapung ke arah air yang lebih panas lalu mencair. Pada tahun 1970 tercetus ide untuk menderek gunung es ke pantai, lalu air tawarnya digunakan untuk irigasi darat. Rencana berani ini tidak buruk walaupun biayanya besar, tapi setelah beberapa pertimbangan, ide dilupakan, kesulitan utamanya adalah bahwa gunung es akan terbelah ketika diderek ke air panas dan membahayakan operasi. Masalh lain adalah bongkahan besar gunung es di bawah air pasti menabrak dasar lautan ketika tiba di laut dangkal, sedangkan jaraknya masih jauh dari daratan

 

Mendekati musim dingin, pantai di Antartika mengalami transformasi. Memiliki bulan Maret, kebanyakan laut es yang biasanya mengelilingi benua Antartika telah cair dan yang tingal hanyalah sisa es di beberapa tempat seperti di Laut Weddell dan Laut Bellingshausen. Tiap malam ketika mendekati musim dingin, suhu udara turun hingga menciptakan lapisan es tipis di permukaan air seperti jarum es dan lempengan kecil es yang dikenal sebagai frazil, berikutnya terbentuklah lumpur tipis yang disebut es berminyak oleh pelaut

 

Pada awalnya kristal es mempunyai lebar 2,5 cm dan tebal 0,15 cm tetapi ketika laut tenang, kristal es tumbuh cepat dan membentuk lapisa, terutama ketika salju turun di atas lapisan kristal es. Es plastik dengan tebal mencapai 10 cm berubah bentuk mengikuti bentuk gelombang disebut nilas. Angin dan gerakan gelombang mampu memecah es menjadi lempeng dan menabrakan mereka lalu membentuk es panekuk sebagai tanda pembekuan dan tanda bagi pelaut kutub bahwa musim dingin tiba. Jika suhu tetap rendah selama beberapa hari, maka es panekuk akan bersatu dan menebal membentuk kepingan es baru. Dalam waktu sebulan es akan mencair, membeku dan ditutupi salju lalu membentuk lapisan es laut setebal 15 – 60 cm

 

Es laut yang menempel di ujung benua disebut es cepat sementara es yang mengapung mengikuti arus laut disebut tumpukan es. Es cepat akan menebal karena pembentukan es baru di bawah permukaan es( es laut Arktik juga terbentuk dengan cara yang sama) sementara 50% atau lebih penebalan tumpukan es diakibatkan oleh timbunan kepingan es kecil atau es panekuk pada waktu badai

 

Laju pertambahan es tercepat adalah 60 km persegi per menit. Selama musim dingin, laju bertambah 4 km per hari sehingga menambah hampir 100.000 km persegi, es baru. Pada bulan Oktober, akhir musim dingin, es yang ada melebihi dua kali luas Antartika, luasnya adalah 14 juta km persegi. Daratan bersama 20 juta km persegi, samudra beku yang memanjang lebih dari 200 km dari pantai. Pada umumnya ketebalan es adalah 1 m tetapi di tempat tertentu dapat mencapai 10 m. hingga Oktober, tumpukan es Pasifik melebar ke utara hingga 62 derajat LS dan tumpukan es Atlantik bertambah lebih jauh ke utara ke 52 derajat LS. Jarak utara gunung es adalah dari 6 dersjst hingga 10 derajat melebihi tumpukan es

 

Es baru tidak terakumulasi seragam di seluruh benua Antartika, es mulai terbentuk di Laut Weddell kemudian di Laut Ross dan Laut Bellingshausen. Pengakatan Ernst Shackleton menunjukkan bahwa es laut bergerak terus – menerus. Gerakan apungan di Laut Weddell, tempat kapal Shackleton, Endurance, terperangkap dan kara, mengikuti arah jarum jam dan lebih kuat daripada gerakan apungan di Laut Ross atau di Laut Bellingshausen. Pada Desember es yang terbentuk dekat pantai dapat ditemukan di jarak yang jauh dari pantai. Pada akhir musim panas lingkaran tebal tumpukan es di temukan berada jauh dari daratan, sementara air pantai relatif bebas es dan dapat digunakan untuk pelayaran

 

Air adalah zat cair yang kurang kental. Kerapatan es murni adalah 91,7% dari kerapatan air murni sehingga es akan mengaoung dengan 8,3% massanya di atas air. Karena kandungan garamnya, air laut membeku pada suhu -1,8 derajat Celcius. Sifatnya tidak seperti air tawar yang semakin mendekati titik beku kerapatannya semakin meningkat. Jadi ketika mendingin, air laut akan tenggelam. Es laut terbentuk jika udara dingin telah mendinginkan lapisan teratas air setebal 3 m hingga ke titik beku. Dinamika daerah bawah es laut sangat berbeda dibandingkan dinamika dalam danau atau sungai yang tertutup es. Ketik air tawar mendingin, kerapatannya bertambah tinggi hingga air mencapai suhu 4 derajat Celcius. Sementara ketika air asin mendingin, kerapatannya bertambah ketika suhunya berubah dari 0 derajat Celcius sampai titik beku air asin (-1,8 derajat Celcius) jadi dalam danau yang tertutup es, air terdingin lebih ringan dari air yang lebih panas sehingga pita air terbentuk yaitu es di bagian teratas, air yang dingin di bawahnya dan air yang panas di dasar. Sementara, di dalam laut, es mendinginkan air yang berada langsung dibawahnya. Ada air yang membeku hingga menempel ke dasar es, sedangkan yang lainnya jatuh/turun semakin mendekati titik beku maka kerapatan bertambah untuk digantikan oleh air yang lebih panas dan ringan, jadi air dibawah es laut terus berputar

 

Penambahan es laut bervariasi dari tahun ke tahun, dan ahli klimatologi mencari pola yang dapat memberikan bukti adanya pemanasan global. Keberadaan begitu banyak es sangat mempengaruhi iklim di Antartika, kulit es laut membatasi perubahan panas normal antara laut dan atmosfer. Pada musim semi, es laut memantulkan kembali energi matahari yang seharusnya memanaskan laut dan mendatangkan musim panas lebih awal. Pada awal musim dingin, es laut akan memantulkan sinar matahari terakhir dan menghalangi laut panas dari udara sehingga musim dingin datang lebih cepat

 

Es laut selalu mengandung garam tetapi kadar garamnya adalah 1/10 air laut. Ektika air laut membeku, garam terdesak keluar tetapi terperangkap dalam kantong air laut ke dalam es. Semakin cepat pembekuan maka semakin banyak garam yang terperangkap. Selama berminggu dan berbulan, garam yang terperangkap bergerak ke bawah menembus es akibat gravitasi. Jadi secara bertaahp es laut di atas menjadi lebih rendah kadar garamnya daripada es di dasar. Di Arktika, orang Inuit sering menggunakan es permukaan untuk air minum, es laut yang berumur setahun lebih kandungan garamnya kurang daripada 0.1%. pembekuan dan pencairan es laut Kutub sangat mempengaruhi kadar garam air permukaan laut. Pada saat es laut terbentuk, keluarnya garam dari kristal es yang tumbuh menambah konsentrasi garam dalam air laut lalu meningkatkan kadar garam laut. Selama musim semi dan musim panas, air permukaan laut kehilangan garam akibat pencairan es laut

 

Es panekuk sangat mirip dengan daun bunga teratai, tiap lempengan datarnya memiliki ujung yang melengkung naik akibat saling tabrak

 

Para penjelajah awal yang mencari Benua Selatan menemukan dan membuktikan bahwa semakin mereka berlayar ke selatan melalui Samudra Selatan maka udara dan air menjadi semakin dingin, pengamatan mereka menunjukkan bahwa arus yang kuat membelokkan kapal ke arah suhu berubah. Peralihan antara air subtropis yang panas dan air kutub yang dingin dikenal sebagai konvergensi Antartika. Da kini dikenal dengan istilah Front Kutub

 

Front Ktuub meliuk mengelikingi benua Antartika antara lintang 40 derajat LS dan 60 derajat LS

 

Front Kutub melingkari Antartika antara 40 derajat LS dan 60 derajat LS. Perubahan suhu laut di Front terjadi sangat mendadak dan tidak bertahap seperti halnya penurunan yang terjadi di sepanjang lebar Samudra Selatan, dua front yang penting adalah Front SubAntartika dan Front Kutub. Perubahan suhu di Front selalu berkaitan dengan aliran Arus Sirkumpolar Antartika yang kuat ke arah timur. Front itu bertindak sebagai batas yang menentukan zona dengan suhu, salinalitas serta konsentrasi nutrien yang berbeda. Zona yang berbeda cenderung dihuni oleh tumbuhan dan hewan yang berbeda. Dengan keberadaan spesies krill tertentu, para ahli oceanografi terdahulu dapat menentukan pada sisi mana Front Kutub mereka berada

 

Arus Sirkompolar Antartika merentang sejauh 20.000 km mengitari Antartika, arus tersebut lebar dan dalam, membuatnya menjadi aurs terbesar di semua samudra dunia. Arus Sirkumpolar Antartika membawa 135 juta m persegi air perdetik dari barat ke timur. Pergerakan arus mengitari benua Antartika sama dengan 135 kali aliran semua sungai di dunia bila disatukan

 

Dalam sistem iklim bumi, Arus Sirkumpolar Antartika memainkan peran unik. Praktis setiap cekungan samudra utama dunia tertutup oleh daratan, kecuali pada bagian selatannya. Arus Sirkumpolar juga berfungsi sebagai pipa yang menghubungkan antar samudra, mengurangi variasi air antara cekungan samudra dan mempengaruhi pola sirkulasi samudra global. Air di lintang tinggi menjadi dingin dan asin sehingga cukup berat untuk tenggelam ke laut dalam. Air panas lalu mengalir ke daerah lintang tinggi untuk menggantikan air tenggelam. Pergantian air panas dan dingin membawa hawa paans dari lintang rendah ke lintang tinggi. Perpindahan paans lantas mendinginkan daerah lintang rendah serta memanaskan lintang tinggi sehingga iklim di Bumi menjadi stabil. Arus Sirkumpolar adalah kunci penghubung dalam konteks sirkulasi kintinu atau sirkulasi samudra global

 

Arus lintang Indonesia. Laut Indonesia menyediakan jalur sempit pada lintang rendah untuk mengalirkan air dari Samudra pasifik ke Samudra Hindia yang dikenal dengan Arus Lintas Indonesia. Pengamatan menunjukkaan bahwa Arus Lintas Indonesia atau Arlindo, sebagian besar terdiri atas massa air di Pasifik Utara yang mengalir melalui Selat Makassar, sebagian kecil massa air di bawah termoklin (batas lapisan air permukaan dan air laut dalam) dan massa air dalam beradal dari Pasifik Selatan melalui rute sebelah timur, yaitu lewat Maluku dan Laut Halmahera. Konsentrasi atau kepadatan air yang melimpah ini mengalir melalui Pintasan Lifamatola di timur Sulawesi (kedalaman sill 1940 m). sumber air Arlindo (Pasifik Utara dan Pasifik Selatan) tergantung kepada geometri daratan dan angin Pasifik tropis. Karakteristik Arlindo di Laut Indonesia banyak dipengaruhi pasang surut dan angin yang menyebabkan percampuran serta aliran atau interaksi laut dan udara. Arlindo keluar menuju Samudra Hindia bagian timur melalui pintasan utama sepanjang rangkaian pulau yang ada di Paparan Sunda, Selat Ombai (kedalaman sill 3250 m), Selat Lombok (kedalaman still 300 m), dan Pintasan Timor (kedalaman sill 1890 m). Arlindo ini kemudian bergabung dengan arus khatulistiwa Selatan Hindia dan bergabung dengan sirkulasi gyre di Samudra Hindia. Arlindo dianggap sebagai salah satu zona kritikal dari sistem sirkulasi global, meski Arlindo masih banyak diketahui perannya dalam distribusi bahang (panas) pada samudra secara global karena belum dilakukan pengukuran secara akurat

 

Surface – 1940 – Sill – Lit – Bottom

 

Aktivitas manusia telah mengubah tatanan atmosfer. Iklim di seluruh dunia sangat terpengaruh karenanya, manusia telah memicu peningkatan efek rumah kaca dengan memompa miliaran ton karbondioksida dan gas panas buatan lainnya ke udara, pemanasan akan menyebabkan perubahan arus laut dunia yang menyebabkan perubahan iklim secara tiba. Bahkan perubahan iklim dapat berupa munculnya zaman es dalam ruang lingkup regional. Masih banyak hal yang harus dipelajari tentang ambang batas pemanasan global dan peningkatan curah hujan dapat memincu perubahan sistem iklim sekarang menjadi lebih dingin. Juga perku ditelusuri apakah melemahnya aliran arus laut dunia secara otomatis menjadi penyebab terjadinya zaman es di masa mendatang

 

Amisor (Amery Ice Shelf Ocean Research). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa setiap tahun lebih daripada 500 gigaton salju jatuh di benua Antartika. Jika turunnya salju tidak diimbangi oleh aliran keluar dari Antartika, maka secara global rata ketinggian permukaan air laut akan turun sekitar 5 mm setiap tahun, di bagian timur benua Antartika, gletser Lambert memasok 16% ke Amery Ice Shelf (paparan es Amery), paparan es terbesar di Antartika bagian timur, paparan es Amery bergerak menuju ke laut dan semakin menipis, mempengaruhi air laut dibawahnya sampai sejauh 550 km, Paparan es Amery kehilangan massanya akibat terpecah sebagian menjadi gunung es dan bagian dasarnya meleleh ketika bertemu air laut

 

dalam penelitian dilakukan pengamatan di paparan Amery dengan memasang 7 sistem tambatan (mooring, rangkaian aalt yang dipasang di dalam air laut dengan tujuan mengukur parameter air laut seperti suhu, salinitas, kecepatan arus, kandungan oksigen pada berbagai kedalaman yang berbeda) yang dilengkapi dengan peralatan ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler) atau alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan dan arah arus air pada berbagai  tujuannya adalah untuk memahami aliran dan ketebalan arus air, pengamatan kondisi bagian dalam dengan melakukan pengebioran es, dan pengukuran beberapa parameter oseanografi seperti temperatur, salinitas, kandungan oksigen serta konsentrasi nutrien atau zat hara di 24 titik seperti yang ditampikan dalam peta

 

Accoustic Doppler Current Profiler, fungsinya untuk mengukur arah dan kecepatan arus, serta encho intensitu dengan menggunakan gelombang akustik yang dipancarkan ke kolom air, selain itu alat ini dilengkapi dengan sensor tekanan, suhu dan konduktivitas

 

Australian Antartic Division atau AAD adalah lembaga dibawah Departemen Lingkungan Air, Warisan, dan Seni, pemerintah Australia yang mengelola stasiun Australia di Antartika dan sekitarnya. Kantor pusat AAD berada di Kingston, Tasmania, sebelah selatan Hobart, semua program riset Australia di Antartika dan sekitarnya di koordinir dan sebagian didanai oleh AAD, AAD turut mendanai akomodasi untuk peneliti asing yang melakukan riset di stasiun Antartika wilayah Australia. AAD mengelola Teritori Antartika Australia serta Wilayah Pulau Heard dan Kepulauan McDonald, melakukan penelitian di Antartika dalam bidang prioritas tinggi, mengoordinasi dan mengelola program logistik Australia di Antartika, serta mempromosikan riset Antartika di universitas melalui hibah dan penyediaan dukungan logistik. Selain itu, AAD juga bertugas mengembangkan usulan kebijakan dan memberi saran terkait kepentingan Australia di Antartika, mengelola kepentingan Australia di Antartika dalam Sistem Perjanjian Antartika, mempertahankan kehadiran Australia di Antartika melalui stasiun permanen, pangkalan lapangan, dan penyediaan transportasi, komunikasi, serta pelayanan medis dan bertindak sebagai sumber utama informasi Antartika Australia. AAD juga punya 300 lebih karyawan tetap yang bertugas antara lain mengelola kantor pusat AAD melayani para ekspedisioner di Antartika, dan menjalankan program penelitian di Universitu of Tasmania. AAD mengelola Stasiun Mawson, David, dan Casey di Antartika dan satu Stasiun Sub Antartika di Pulau Macquarie. Semuanya berupa bangunan modern dengan tempat tinggal, laboratorium penelitian, listrik, toko, bengkel, dan fasilitas operasional lainnya. Program penelitian kolaborasi AAD juga dilakukan dengan lembaga penelitian dan badan internasional, termasuk dengan pemerintah Indonesia. AAD mengajak Indonesia peneliti untuk bergabung menjadi anggota tim Ekspekdisi Antartika tahun 1996, 2002, 2003, 2004, 2005. Misi utama ekspekdisi adalah penyadaran pada masyarakat luas bahwa apa yang terjadi di Antartika bakal terjadi di Indonesia, meski terjadinya bukan dalam hitungan hari melainkan puluhan hingga ratusan tahun yang akan datang. Riset pertama AAD Indonesia berlangsung pada tahun 1996, Indonesia secara langsung ke Antartika sejak tahun 2002

 

Para penjelajah laut zaman dahulu yang pada awal pencarian Benua Selatan menemukan bahwa semain mereka berlayar ke selatan melewati Samudra Selatan maka udara dan air menjadi semakin dingin. Arus yang kuat membelokkan kapal ke timur, ke arah suhu berubah, peralihan antara air subtropis yang panas dan air kutub yang dingin, dikenal sebagai konvergensi Antartika dan sekarang dikenal dengan sebutan Front Kutub. Front melingkari Antartika antara 40 derajat LS dan 60 derajat LS, perubahan suhu laut di Front terjadi mendadak dan tidak seperti penurunan yang terjadi di sepanjang lebar Samudra Selatan. Ada 2 front di sekitar Antartika yaitu Front Subantartika dan Front Kutub. Luas antartika sama dengan 135 kali aliran semua sungai di dunia disatukan. Aliran besar Arus Sirkumpolar digerakkan oleh angin terkuat di Bumi. Angin barat yang kuat diselingi oleh badai besar secara teratur mendorong pelaut menamakan lintang selatan sebagai Roaring Forties dan Furuious Fifties. Angin kuat membentuk gelombang terbesar di planet. Arus Sirkumpolar  Antartika memainkan peran unik dalam sitem iklim bumi. Tiao cekungan samudra utama dunia ditutup oleh daratan kecuali pada bagian selatannya. Arus  Sirkumpolar berfungsi sebagai pipa yang menghubungkan cekungan, mengurangi variasi air antar cekungan yang arus ini membentuk pola sirkulasi samudra global. Air di lintang tinggi menjadi dingin dan asin sehingga cukup berat untuk tenggelam ke laut dalam. Air panas mengalir ke daerah lintang tinggi untuk menggantikan air yang tenggelam. Pergantian air panas dan dingin membawa panas dari lintang rendah ke lintang tinggi akan mendinginkan daerah lintang daerah dan memanaskan lintang tinggi sehingga iklim bumi stabil. Arus laut Indonesia berawal dari Arus Sirkumpolar yang bergerak dari barat ke timur di dasar laut wilayah Antartika. Arus Sirkumpolar Antartika muncul ke permukaan di perairan samudra pasifik selatan dekat wilayah Amerika Latin yang dikenal sebagai Arus Permukaan Pasifik. Arus ini bergerak memasuki perairan Indonesia dan dikenal sebagai Arlindo selanjutnya arus ini bergerak terus menuju Samudra Hindia terus ke Samudra Atlantik dan kemudian menyusup kembali kedasar perairan Antartika

 

Hari Nusantara disi dengan pemberian penghargaan kepada para aktivis seperti pelaku usaha, perikanan, nelayan, pembudidaya ikan, dll dilaksanakan 27 Desember 2007. Presiden Soekarno dan Duta Besar Australia HE Mr Richard S. Smith menandatangani prasasti untuk dibawa ke Antartika” With The bleesing of God, The presence of Indonesian marine scientist with their colleagues from Australia on the Antartic continet brings a close relationship between two neighbouring countries, Australia and Indonesia” berbobot 35 kg dan terpancang di Stasiun Davis, Antartika

 

Chile mempunyai jarak terdekat dengan Antartika. Chile mengadakan wisata ke Antartika dengan kapal pesiar melalui Tanjung Horn menyebrangi Laut Weddell dan mendarat di salah satu stasiun di Semenanjung Antartika. Indonesia berangkat dari Hobart, Tasmania 26 Januari 2002 menuju Antartika dengan Kapal Polar Bird dan dievakuasi kapal riset Aurora Australis. Hobart merupakan kota tertua kedua sekaligus kota terbesar ke 12 Australia. Festival seni sering diadakan di negara ini. Tasmanian Museum & Art Gallery, museum ini menempati Commissariat Store, gedung tertua di Hobart, gedung yang dibangun pada tahun 1808 tmenawarkan gambaran kehidupan kolonial. Pameran Aborigin Tasmania serta relik warisan sejarah kolonial Tasmania sering ditampilkan. Ada satu grup gamelan berserta satu perangkat gamelan lengkap di Universitas Tasmania dengan pengajar asal Indonesia. Jumlah mahasiswa atau pelajar Indonesia di seluruh Tasmania (Launceston dan Hobart) tercatat sekitar 50 orang

 

Dr Michael Stoddart peneliti Australian Antartic Divison atau AAD

 

Old Woolstore awalnya merupakan pondokan sebelum akhirnya berubah menjadi gudang dan tempat perawatan alat pertanian pada pergantian abad ke 20. Perusahaan Robert & Co. Ltd menggunakan bangunan Old Woolstore untuk memproduksi wol dan menyimpan gandum. Sekitar tahun 1998 berubah fungsi menjadi hotel dan apartemen dengan total 242 kamar, menyambut semakin banyaknya turis yang berdatangan ke Hobart

 

Toko di Hobart tutup pukul 17.00. satu porsi makanan disana mencapai 9 dollar Australia atau setara 50 ribu. Pasar Salamanca tempat bahan makanan dijual. Voyage leader, kapten ekspekdisi. Ekspekdisi ke Antartika akan dilakukan 23 Januari 2002 dan dilakukan persiapan di Australian Antartic Division yang menyediakan mobil jemoutan dari hotel ke kantor bagi para ekspedioner yang menginap di berbagai hotel di Hobart. Dilakukan test darah di Hobart Pathology Laboratory. The 8000 m suit model baju didesain khusus untuk daerah dingin atau ketinggian 8000 m seperti kantong tidur yang biasa dipakai pendaki dan ekspedioner ke Alaska dan Himalaya. Juga diberikan tas besar dari kain terpal. Harga perlengkapan sekitar 3000 dollar Australia atau setaran dengan 15.000.000. petugas peralatan menjelaskan fungsi dan cara pemakaian alat yang bisa dipakai di Antartika mulai dari sepatu salju, mobil salju, mobil traktor, helikopter dan kapal karet. Mobil traktor dan helikopter sudah disesuaikan. Kapal Aurora Australis atau kapal riset AA akan digunakan

 

Kapal riset AA didesain lengkap dengan beberapa laboratorium basah dan kering untuk melakukan percobaan ilmiah biologi, oseanografi, dan meteorologi. Pengukuran 6000 m oseanografi menggunakan tambatan Laut Jeluk (Deep, Sea Mooring), peralatan Nir Tambatan (Non Mooring), dan peralatan pendukung penelitian lainnya. Peralatan statis yaitu peralatan yang dibenamkan di laut pada jangka waktu dan posisi tertentu. Peralatan statis ini terklasifikasikan lagi atas peralatan yang dipasang secara rangkaian menggunakan teknik tambatan, dan atau terpisah Nir Tambatan. Teknik Tambatan didefinisikan sebagai penambatan beberapa alat pengukur atau akuisisi data parameter oseanografi dalam suatu untaian. Peralatan ini ditambatkan secara berurutan pada kedalaman tertentu. Peralatan yang dirangkai pada tambatan Laut Jeluk meliputi pelampung, kabel baja, ACM (Acoustic Current Meter), VMCM (Vector Majoring Current Meter), ADCP (Acoustic Doppler Current Profilers), RCM 7 dan RCM 8. SBE 37 (Sea Bird Electronics), SBE 39 (Sea Bird Electronics), TIDBIT (Termometer), beacon/Argos, Acoustic Release System, parasut, dan jangkar atau pemberat. Selain peralatan untuk eksperimen dan pengamatan, kapal dilengkapi peralatan komunikasi seperti email, telepon, dan faks

 

Pelabuahan Derwent, Hobart terletak di perairan muara Derwent, 15 menit berjalan kaki dari markas, terdapat kapal riset milik CSIRO (salah satu lembaga riset Australia) kapal perikanan, fasilitas bongkar muat, kapal pesiar, kapal riset Aurora, kapal kontainer, serta fasilitas pengisian bahan bakar, asam, pupuk

 

Penelitian Oseanografi para program AMISOR (Amery Ice Shelf Ocean Research) yakni pengamatan di paparan es Amery dengan memasang 7 sistem tambatan yang dilengkapi dengan peralatan pengukur kecepatan dan arah arus air di berbagai kedalaman es

 

Salah satu aspek paling vital dalam pelayaran adalah latihan penyelamatan diri bila kapal dalam keadaan darurat, seperti cara memakai pelampung dan baju immersion atau baju tahan air, serta cara naik ke dalam sekoci penyelamat. Semua ekspedioner wajib mengikuti latihan penyelamatan diri. Sesi pelatihan safety drill langsung dipimpin Kapten Kapal Riset Aurora Australis, Les Morrow. Latihan rutin dilakukan setiap 2 minggu sekali, masing berlangsung antara 30 hingga 45 menit

 

Kapal Aurora Australis besarnya hampir 5 kali kapal Baruna Jaya VIII, kapal riset milik Indonesia, Kapal Baruna Jaya (I – VIII), biasa digunakan untuk riset kelautan seperti ARLINDO, INSTANT, Submarine hydrothermal, tsunami, landas kontinenm dan juga perikanan. Kapal Baruna Jaya tidak dirancang untuk mengarungi lautan es. Kapal Australis melaju dengan kecepatan 12 hingga 13 knot (knot adalah satuan kecepatan yang sama dengan 1 mil laut per jam, 1 knot = 0,514444444 m per detik atau 1 knot = 1,852 km per jam) antara 22 hingga 24 km per jam. Memasukan perairan Samudra Selatan di sekitar garis lintang 40 derajat LS, kapal Aurora mulai miring dengan sudut 30 derajat – 45 derajat karena terjangan gelombang tinggi. Kapal Aurora perlu waktu 8 hari untuk tiba ke garis lintang 60 derajat S (kapal bergerak dari Pelabuhan Hobart, Australia dengan koordinat 42 derajat 06 LS ke selatan menuju benua Antartika dengan koordinat 68 derajat LS sehingga otomatis melewati garis lintang 60 derajat LS). Kondisi cuaca di Samudra Selatan menentukan pelayaran, Kapal Aurora berlayar dengan kecepatan berkisar antara 10 – 13 knot

 

Program Oseanografi dimulai pada 28 Januari 2002 dengan menempatkan 24 titik pengamatan dengan koordinat yang sudah ditentukan, pengukuran temperatur, salinitas, kandungan oksigen, dan konsentrasi zat hara dilakukan baik di permukaan maupun di dasar dengan menggunakan fasilitas kapal riset Aurora. Ada beberapa tambatan sampel air yang dikirim ke Amerika untuk mengetahui kandungan gas helium, isotop oksigen (18 O) dan tritium. Pengukuran temperatur dan arus dengan ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler) menunjukkan air dingin mengalir keluar dari bawah paparan es Amery. Cara kerjanya, pengukuran dengan CTD yang meliputi pengukuran suhu, kadar garam, dan kandungan oksigen langsung bisa terbaca di komputer dan terekam pengambilan sampel air pada kedalaman puluhan, ratusan, bahkan ribuan meter harus diprogram sebelum alat diturunkan. Prosedur sama dilakukan di 24 lokasi dan pada waktu menurunkan dan menaikkan CTD, kapal berhenti, perhentian bisa berlangsung selama beberapa jam, terutama kalau mengukur dan mengambil sampel air di kedalaman ribuan meter, setelah alat diangkat ke atas maka sampel air yang diambil kemudian ditampung dalam beberapa tabung atau botol. Untuk memperkirakan variabilitas penting periode maka pengukuran temperatur, kadar garam, kandungan oksigen, serta konsentrasi zat hara dilakukan beberapa hari setelah pengamatan awal dilakukan. Untuk memahami evolusi musiman properti laut dan sirkulasi, dipasang 7 buah mooring di depan paparan es. Dalam mooring, terdapat peralatan yang mengukur arus, temperatur, dan kadar garam air laut setiap jamnya

 

Sirkulasi air laut dunia merupakan indikasi awal terjadinya bencana iklim. Tahun 2100 mendatang, sirkulasi arus hangat dunia akan melemah walau tak drastis. Pendinginan akibat melambatnya sebagian sirkulasi arus laut dunia akan menganggu sebagian penghangatan permukaan laut di belahan bumi utara seperti Eropa akibat gas rumah kaca. Setelah tahun 2100, arus laut dunia bisa dengan sepenuhnya berhenti dan bahkan mungkin berbalik arah di salah satu belahan bumi jika pemanasan gas rumah kaca cukup tinggi dan berlangsung cukup lama. Belahan Bumi Selatan seperti sebagian Indonesia dan Australia akan menjadi hangat akibat efek gas rumah kaca, walau arus lautnya melemah. Pada tahun 2030 di sebagian Indonesia dan Australia, temperatur rerata tahunan akan naik 0,4 sampai 2 derajat Celcius lebih tinggi daripada temperatur rerata tahun 1990. Akibatnya terjadi peningkatan 10 – 50 % jumlah hari dengan suhu diatas 35 derajat Celcius dan penurunan 20 – 80% jumlah hari yang beku pada musim dingin. Curah hujan jadi lebih ekstrem, badai tropis sangat kuat, makin banyak, cuaca panas terik, tidak ada salju turun dan beberapa bagian Australia akan lebih kering

 

Di Samudra Selatan, posisi Arus Sirkumpolar Antartika berada di zona Front Polar, suatu batas yang terletak di sekitar lintang 55 derajat S dimana air Antartika yang dingin dan padat bertemu dan truun di bawah air hangat dari utara. Perbedaan temperatur yang relatif besar menjadi pembatas bagi organisme laut di Front Polar. Suhu air laut berkisar mulai dari titik beku yaitu sekitar -1,8 derajat Celcius di bagian selatan Arus Sirkumpolar Antartika sampai 2 derajat Celcius di zona Front Polar. Arus Sirkumpolar Antartika merupakan arus laut pengangkut panas, garam dan CO2 terbesar didunia dibanding arus lainnya. Pada musim semi dan panas (September – Februari) belahan Bumi Selatan mendapat cahaya matahari cukup banyak, kelimpahan fitoplankton meningkat tajam dan menjadi penyokong kehidupan fauna laut, yang paling banyak ditemukan di Antartika adalah krill Antartika (Euphausia Superba, Krill adalah krustasea mirip udang kecil, panjang antara 8 – 60 mm, dan hidup sebagai plankton di laut

 

Biomassa krill ini diperkirakan mencapai sekitar 500 juta ton, krill sangat penting untuk makanan ikan, cumi, penguin, dan burung laut lainnya, anjing laut serta ikan paus. Beberapa burung dan mamalia makan ikan dan cumi, bahkan ikan paus bermigrasi ke perairan Antartika setiap musim panas hanya untuk mendapatkan krill. Setiap musim dingin (Juni – Agustus) laut di sekitar Antartika membeku dengan ketebalan rata sekitar 1 m dan mencapai puncak pada September, sekitar 20 km persegi permukaan laut tertutup es. Terbentuk dan mencairnya es setiap tahun di Antartika yang luas merupakan salah satu kejadian musiman terbesar di planet Bumi. Pengaruhnya terhadap sirkulasi global laut, aliran panas antara atmosfer dan laut serta faktor biologis di Samudra Selatan besar. Di kapal Riset Aurora semua kontrol dilakukan di layar komputer, pintu balai penelitian otomatis. Sensor dilakukan otomatis, untuk mengubah kedalaman pengambilan air menekan tombol keyboard komputer

 

Gunung es Cedric memiliki tinggi 10 m dari permukaan laut, bongkahan dibawahnya jauh lebih besar. Gunung es menyimpan 90% tubuhnya dibawah laut. Umur gunung es ini diperkirakan 10000 tahun. Mempunyai keanekaragaman warna. Daerah tempat Cedric muncul disebut brink B atau tepian B. pada saat dilakukan Rosette CTD sampler di sekitar satu gunung es diperkirakan kedalaman gunung es mencapai 350 m di bawah permukaan laut. Suhu air laut tercatat dibawah -13 derajat Celcius, kadar garam di atas 34% dan tekanan air berkisar 350 mbar. Pada kedalaman dan tekanan, air laut yang berada dibawah paparan es lambat laun membeku disebut es laut atau marine ice dengan paparan semakin menonjol ke atas permukaan laut. Diujung paparan es, akumulasi es laut dapat mencapai ketebalan puluhan meter. Di perairan Antartika terdapat iceberg alley yaitu  jalur kumparan gunung es. Jalur hamparan gunung es berada di sekitar 66 derajat 55 LS dan 64 derajat 29 BT. Pengukuran Antartika setiap tahun oleh AAD, jalur hamparan gunung es dapat berpindah posisi geografisnya meski tidak terlalu jauh dari posisi semula. Perpindahan disebabkan faktor oseanografis maupun proses dalam gunung es seperti ice drift (es mengambang). Gunung es di Antartika bermacam warnanya yaitu putih, putih kebiruan, biru kehijauan, hijau, kuning kecoklatan, abu. Warna – warni gunung es hampir teramati dalam ekspekdisi. Dari warnanya dapat ditentukan asal gunung es, gunung es yang terbentuk dari es glasial putih dan putih kebiruan terjadi karena gelnbung udara yang terjebak dalam es menyebar cahaya putih secara efisien. Semakin banyak gelombang, gunung es akan semakin putih sedangkan sedikit gelombang menyebabkan warna gunung es terlihat kebiruan, gunung es berwarna hijau dan hijaulumut. Si hijau lumut lebih menarik penampakannya. Ada nilai kehijauan sampai kuning kecokelatan. Kombinasi warna dan keceraahn es menunjukkan bahwa esnya berasal dari air laut, bukan dari salju. Gunung es yang berasal dari es laut mempunyai warna lebih bagus dan menonjol yaitu biru sampai hijau kebiruan seperti permata hijau, tergantung banyaknya bahan organik yang terjebak di dalam es. Bahan organik terlarut dalam air laut terjadi akibat degradasi atau penguraian organisme laut dan umumnya berwarna hijau. Konsentrasi bahan organik menentukan warna gunung es. Garis warna di lapisan gunung es dapat terlihat jelas terutama pada saat cuaca cukup baik dan pengamat berada cukup dekat dengan gunung es, garis warna pada gunung es terbentuk karena air laut yang masuk dan membeku di bagian bawah paparan es glacial secara perlahan, sehingga membentuk garis warna yaitu putih susu kebiruan dengan biru tua, biru muda atau hijau. Dengan kemunculan gunung es, kemungkinan ancaman badai es ada, tapi hanya terjadi pada musim dingin. Bagi kapal, tantangan di areal itu adalah membekunya laut. Dengan adanya alat pemecah es memudahkan ketika melewati, pemecah es mendorong ke depan dan berputar seperti bor, berulangkali sampai es yang menjebak kapal terpecah

 

Selain Davis, Australia memilih dua stasiun penelitian, Mawson dan Casey. Davis adalah besar dan lengkap. Letak Davis sangat dekat dengan stasiun penelitian milik Pemerintah Cina. Terletak pada koordinar 68 derajat 35’ S: 77 derajat 58’ E, di bangun pada tahun 1957 dan berjarak sekitar 4826 km sebelah barat daya Hobart, Davis merupakan stasiun Antartika di wilayah Australia yang terletak paling selatan dibandingkan stasiun lainnya: Casey dan Mawson, posisinya membentang di hamparan es Vestfold Hills, hamparan es terluas di Antartika yang secara biologis sangat unik karena adanya air tawar dan danau yang sangat asin (hipersalin) dengan fauna invertebrata mikroskopis. Temperatur di Deep Lake, yang tingkat keasinannya sama dengan Laut Mati di Israel, bisa turun sampai -18 derajat Celcius di musim dingin. Suhu Deep Lake masih menopang kehidupan dan tidak membeku karena kadar garamnya tinggi. Fosil paus dan lumba banyak ditemukan di wilayah ini, fosil vertebrata berumur 40 juta tahun, wilayah Davis dekat dengan koloni penguin dan koloni anjing laut

 

Populasi penguin yang berkembang biak di Benua Antartika terus mendapat tekanan akibat perubahan iklim. Pemanasan global menghilangkan daratan tempat mereka berkembang biak, membesarkan anak, dan mencari makan. Makanan penguin juga semakin berkurang karena laut makin menghangat. Penangkapan ikan yang berlebihan

 

Semenanjung Antartika menghangat 5 kali lebih cepat dibanding rata laju pemasan global, sedangkan Samudra Selatan menghangat hingga kedalaman 3000 m. selain laut yang menghangat, gunung es terbentuk dari air laut menutupi 40% lebih sedikit area dibandingkn 26 tahun silam di semenanjung barat Antartika. Penyusutan menyebabkan menurunnya jumlah krill. Padahal krill merupakan makan utama penguin chinstrap (Pgyoscelis antarcticus) populasi penguin chinstrap sekarang menurun sebanyak 30 – 60% pada setiap koloni, karena berkurangnya makanan sehingga anak penguin tidak dapat bertahan hidup. Hal yang sama terjadi pada penguin gentoo (Pygoscelis papua) yang makanannya ikan. Akibat penangkapan ikan, makanan mereka berkurang sehingga penguin gentoo makin tergantung pada cadangan krill yang jumlahnya terus menciut. Penguin kaisar (Aptenodytes forsteri) merupakan spesies penguin terbesar tubuhnya. Tapi dalam kurun waktu separo abd, sebagian populasi telah menyusut hingga setengahnya karena suhu musim dingin yang menghangat dan angin yang makin kencang yang mengharuskan penguin membesarkan anaknya di atas es yang lebih tipis. Di semenanjung Antartika, tepatnya di pesisir barat laut terdapat penguin Adelie (Pygoscelis adeliae) tapi daerah tersebut menghangat secara ekstrem sehingga populasi penguin Adelie menyusut hingga 65% dalam 25 tahun terakhir. Penyusutan bukan terjadi karena makanannya yang semakin jarang dan es yang menghilang. Faktor lainnnya adalah penguin gentoo dan chinstrap menginvasi habitat penguin Adelie

 

Di Antartika terdapat 6 spesies anjing laut yang menurut habitatnya terbagi menjadi dua

 

Pertama adalah jenis anjing laut hidup di perairan sirkumpolar sub Antarktik yaitu anjing laut berbulu Antartika (Arctocephalus gazella) dan kerabatnya anjing laut berburu sub Antartika (Arctocephalus tropicalis) yang diburu karena bulu mahal, gajah laut selatan (Mirounga leonina) yang besar tubuh dan anjing laut pemakan kepiting (Lobodon carcinophagus) yang pemakan krill

 

Kedua adalah jenis anjing laut yang hampir seluruh daur hidupnya berada di sekitar daratan Antartika, yaitu macan tutul laut (Hydrurga leptonyx) yang mempunyai rahang kokoh dan kulit berbintik, anjing laut Weddell (Leptonychotes weddelli) yang hidup dekat es yang mencair dekat daratan Antartika, bahkan ada yang ditemukan sampai dekat ke Kutub Selatan, dan anjing laut Ross (Ommatiphoearossi) yang hidup soliter dan jarang terlihat

 

Anjing laut Weddell di Mawson, gajah laut di dekat Stasiun Davis, anjing laut berbulu dari jarak jauh ketika melewati ice path (daerah seperti padang pasir, tapi yang ada disana adalah hamparan es) dalam perjalanan stasiun Mawson

 

Es biru terbentuk ketika salju turun di gletser dan termampatkan sehingga gelembung udara yang terjebak dalam es terhimpir keluar, dan ukuran kristal es jadi membesar

 

Jika gunung es runtuh akan menyebabkan gelombang besar dan pusaran air yang berbahaya. Gunung es kecil tampak kecil tapi hanya 10% dari permukaan, dan 90% di dalam laut

 

Gajah laut merupakan spesies anjing laut terbesar di dunia. Pejantannya berukuran panjang 5 m dengan bobot mencapai 3 setengah ton, yang betina berukuran panjang 3 m dan berat 900 kg. gajah laut tersebar di sektar wilayah perairan Antartika terutama di pulau selatan dan Semenanjung Antartika. Anjing laut bertubuh raksasa ini menarik perhatian para ilmuwan yang menelitinya untuk mengetahui perannya dalam persediaan makanan di perairan Antartika terkait dengan perubahan iklim, pada awal abad ke 19 dan ke 20, gajah laut dan anjing laut lain banyak diburu untuk diambil minyaknya dari lemak tubuhnya yang tebal. Namun perburuan anjing laut kini dibatasi. Para peneltii menggunakan pemancar satelit maupun peralatan elektronik lainnya untuk memantau tingkah laku gajah laut. Walau kehidupan gajah laut di daratan sudah cukup banyak diteliti oleh ilmuwan Antartika, tingkah lakunya di laut masih terus dipelajari. Gajah laut dapat menyelam sampai kedalaman hampir 1000 m dalam waktu 2 jam untuk memperoleh makanan utamanya yaitu cumi, sewaktu berada di depan Stasiun Davis dan melihat sekitar 30 ekor gajah laut sedang molting atau berganti kulit sambil berbaring istirahat di pesisir. Gajah laut biasanya berada di stasiun ini dari Februari sampai April. Sesudahnya hewan ini akan kembali ke Pulau Kerguelen dan Heard untuk beranak, biasanya pada Agustus – September. Musim panas gajah laut biasanya mengikuti pola musim yang ada di Antartika. Gajah laut jantan biasanya menghabiskan musim dingin di laut dan akan naik ke daratan sekitar Agustus (akhir musim dingin bila berada di wilayah Antartika Timur) diikuti gajah laut betina. Anak gajah laut tumbuh cepat karena 505 makanan yang diberikan induknya berupa susu berlemak, berat badan gajah laut dapat meningkat empat kali lipat hanya dalam waktu 22 hari

 

Anjing laut Weddell adalah anjing laut khas daratan Antartika dan merupakan speies yang banyak diteliti bersama penguin Adelie. Ukuran tubuhnya cukup besar, pejantan dapat mencapai panjang 3 m dengan berat 400 kg sementara betina umumnya berukuran kurang lebih setengah kali lebih kecil. Paparan es merupakan habitat anjing laut Weddell hampir sepanjang tahun. Anak anjing laut Weddell biasanya lahir September – Oktober di atas bongkahan es yang biasanya terdapat lubang sehingga induknya dapat masuk – keluar perairan untuk mencari makan. Hasil penelitian ilmuwan di Antartika melaporkan bahwa anjing laut Weddell dapat menyelam sejauh 600 m dan tinggal di dalam air selama sekitar 1 jam untuk memperoleh makanannya yaitu ikan, cumi, dan udang. Anjing ini ramah dan resmi dilindungi oleh Convention for the Conservation of Antartic Seals (CCAS) meski spesies menjadi perhatian utama untuk dilingungi adalah anjing laut berbulu dan anjing laut Ross, anjing laut Weddell juga tergolong spesies yang dibatasi jumlah penangkapannya oleh CCAS

 

Lapisan es dan lautan es sekitar Antartika sangat berpengaruh terhadap kondisi cuaca terutaam di belahan bumi selatan. Lapisan es Antartika sangat dinamis, intensitas tertinggi jatuhan salju berada di sekitar pantai, sedang di wilayah pedalaman intensitasnya sekitar 50 mm atau kurang dari rata hujan tahunan di daerah terkering di dunia (gurun). Akumulasi tumpukan salju ini kemudian menjadi es. Penambahan salju ini seimbang dengan aliran es ke arah pantai dengan laju sekitar beberapa meter pertahun. Di dekat pantai es mengalir melewati gletser besar dengan kecepatan bisa mencapai ratusan meter per tahun. Di teritori Australia ditemukan gletser terbesar di dunia, Gletser Lambert, pemasok es ke paparan es Amery, bongkahan es dengan ketebalan 800 m lebih. Bongkahan es atau gunung es dan bergerak di sekitar laut dan melelh. Pantai di seputar Antartika terkenal akan anginnya kencang dan dingin karena perbedaan tekanan atmosfer dan kemiringan lapisan es. Udara dingin mengalir turun melewati lapisan es yang menghasilkan angin yang dikenal dengan katabatik. Yang sifatnya sangat kuat dan terjadi di sekitar pantai. Kecepatan angin ini bisa mencapai 300 km/jam bahkan pernah tercatat di atas 300 km/jam di Cape Denison (wilayah Antartika Australia) dan menjadikan daerah sebagai daerah paling kencang anginnya di dunia. Lumut dan rumput, bakteri dan jamur, dua spesies bunga, juga binatang kecil berhubungan dengan tanaman. Anjing laut, penguin, dan burung lainnya menghabiskan waktunya di laut dan hanya mendarat untuk keperluan berkembang biak

 

Dalam kondisi yang sangat berangin, salju bisa terbawa terbang, salju yang terbang di bawah ketinggian mata orang disebut drifting snow. Sedangkan yang terbang fi atas ketinggian mata disebut blowing snow. Pada kondisi blowing snow, jarak pandang sangat pendek, kecepatan angin di atas 30 km/jam bisa menyebabkan drifting snow sedang kecepatan angin di atas 60 km/jam bisa membangkitkan blowing snow. Bizzard adalah peristiwa dimana angin kencang dan kuat bertiup selama satu jam dengan suhu dibawah 0 derajat Celcius dan jarak pandang kurang dari 100 meter. Kondisi ini sangat berbahaya dan kadang bisa berlangsung selama berhari

 

Whiteout adalah fenomena optis dimana kondisi sinar yang seragam secara efektif sehingga bayangan, landmark, dan horizon tak bisa dibedakan. Whiteout terjadi pada saat salju turun terus – menerus dan langit mendung. Whiteout merupakan bahaya yang serius karena bisa menyebabkan kehilangan arah dan pandangan

 

Tim Krill memaparkan tentang distribusi dan pergerakan krill menggunakan fine scale acoustics dan keberadaan krill terkait koloni penguin di sekitar Pulau Bechervaise yang telah dimonitor oleh ilmuwan AAD selama 10 tahun lebih. Dr John Church menjelaskan studi distribusi dan keragaman fitoplankton, bakteri, diatom dan sedimen, pengamatan dan perhitungan jumlah burung laut, serta pengamatan paus menggunakan continuos plankton recorder (alat untuk mengetahui plankton makanan paus. Paus akan menuju ke lokasi dimana makananannya banyak tersedia) dan sound recorder (alat untuk merekam suara ikan paus untuk mengetahui jarak dan posisi ikan paus)

 

Dari seluruh kawasan Asia, hanya Cina, Jepang, Korsel, dan India yang memiliki stasiun penelitian Antartika. Indonesia memiliki program Antarctic Treaty untuk ke Antartika. Prasasti itu akan diletakkan di permukaan es benua Antartika sebagai tugu di bangunan utama Stasiun Davis. Isinya komitmen Indonesia untuk melakukan penelitian di Antartika

 

Untuk mencapai ke daratan es dibutuhkan helikopter dan perlu waktu 45 menit untuk sampai ke Davis. Waktu Davis menggunakan standar waktu GMT +7 yang sama dengan waktu Indonesia bagian barat (WIB) dan para pilotnya sedikit ada yang mengerti bahasa Indonesia karena dipelajari ketika beekrja di pertambangan di pedalaman Indonesia. Mereka pernah bekerja di pertambangan emas dan batubara serta kilang minyak lepas pantai beberapa lokasi di Indonesia

 

Pakaian khusus harus digunakan ketika mendarat. Lapis pertama baju yakni baju hanoman alias long johns, mengenakan kaos kaki dobel, kemudian memakai kaos atau baju lengan panjang. Lapis ketiga baju luar tebal bermodel terusan seperti yang dipakai teknisi atau pilot bahannya berbeda, lebih tahan dingin, terakhir memakai sepatu, tutup kepala seperti ninja, topi kulit untuk salju dan kacamata anti ultraviolet

 

Pada Januari suhu Davis sekitar -5 hingga 5 derajat Celcius. Bagian tanah daratan masih terlihat. Jalan batu menuju Davis juga terlihat. Kiri dan kanan terlihat tali penuntun. Pada Januari, tali mungkin kurang berguna, tapi pada musim dingin sekitar Juli – Agustus tali menjadi tempat bergantung. Pada musim dingin, angin kencang bisa menghajar tubuh orang hingga roboh

 

13 Februari 2002 pukul 19.00 WIB dikibarkan merah putih dan meletakkan batu prasasti di Stasiun Davis, adalah hari bersejarah. Ada sekitar 15 peserta yang dipimpin kepala Stasiun Davis, Michael Carr

 

Aurora adalah cahaya di langit yang terjadi karena partikel angin matahari bermutan saling bertabrakan ketika menyusuri medan magnet di atmosfer teratas bumi. Cahaya dipancarkan atau dipantulkan ketika atom nitrogen dan oksigen di atmosfer melepaskan energi untuk kembali ke keadaan berenergi rendah. Fenomena aurora paling banyak terlihat diantara 60 derajat dan 72 derajat LU dan LS, dekat dengan kedua kutub magnetik Bumi, karena di daerah partikel bermuatan penghasil cahaya mengumpul akibat tertarik medan magnet Bumi. Aurora yang juga merupakan dewi  fajar Romawi merupakan fenomena alam fantastis, berpusar dan membelah langit malam di atas Antartika, menciptakan tabir dan kilatan cahaya berwarna yang didominasi campuran warna hijau, merah, ungu. Aurora berwarna hijau lebih sering kelihatan merupakan hasil eksitasi oksigen, sedang aurora merah dan ungu hasil eksitasi oksigen dan nitrogen, tapi jarang muncul. Peristiwa aurora berhubungan dengan siklus 11 tahunan bintik Matahari, periode rotasi Matahari yang 27 hari, dan musim di Bumi. Di Antartika, aurora dikenal sebagai Aurora Australis yang digunakan sebagai nama kapal riset Antartika Australia atau sinar selatan muncul sebagai pola cahaya yang melintasi langit

 

Sejak pertengahan tahun 1970, konsentrasi ozon di statosfer di atas Antartika selama musim semi menurun sekitar 70%. Fenomena ini dikenal sebagai Lubang Ozon yang berkaitan dengan kandungan gas CFC terutama dari belahan bumi utara. Penipisan ozon di stratosfer sekarang dipandang sebagai masalah global yang menyebabkan peningkatan radiasi sinar ultraviolet yang mencapai permukaan bumi di semua lintang. Meningkatnya radiasi ultraviolet mempunyai efek terhadap ekosistem Bumi

 

Fase pertama studi krill dimulai bersamaan dengan studi mikroba. Lokasi studi berada di perairan di sebelah utara Stasiun Mawson, teritori Antartika Australia pada 66 derajat, 05’ 00” – 66 derajat. 55’ 00 Lintang Selatan dan 61 derajat 56’ 40: 64 derajat 30’.00” Bujur Timur. 13 transek atau lintasan panjang sekitar 50 Nm (nautical miles) dibuat berjajar utara ke selatan, disebut krill box. Kapal Aurora melintasi semua transek berhenti pada posisi untuk peneliti melakukan trawling krill, CTD, dan mengambil sampel air. Pengambilan sampel air untuk analisis mikroba dilakukan lewat pipa suplai air laut (diambil dari kedalaman 7 m) yang berada di dalam laboratorium. Fitoplankton diburitan kapl Aurora. Sampel air dari beberapa profil kedalaman air laut diambil menggunakan Rosette sampler dengan 24 botol Niskin masing berkapasitas 10 liter. Peralatan dan sistem CTD (conductivity, temperature, and depth) tipe SBE9 plus dipasang di Rosette sampler mengirim sinyal dan data profil kolom air untuk suhu, kadar garam dan kerapatan secara terus – menerus, dan dari data diindentifikasi massa air dan berbagai parameter oseanografi. Trawling krill atau mencari kelompok krill lewat monitor data akustik yang selalu online, krill betina dipelihara di cold room (ruang khusus yang suhunya tetap terjaga 3 derajat Celcius) untuk penetasan telur

 

Matahari tenggelam sekitar jam 24.00 sehingga sering disebut midnight sun dan pada dini hari pukul 02.00 Matahari sudah terbit lagi

 

Dilakukan transek 13 dengan melakukan CTD sampai kedalaman sekitar 3000 m. Di monitor terletak biota renik berklorofil. Fitoplankton merupakan produsen utama dalam rantai makanan di perairan Antartika. Pengamatan mikrokospik direkam dan dicatat dalam logbook atau catatan harian selama pelayaran. Pengambilan sampel seperti sediment trap (sediment adalah material yang terjadi hasil dari penghancuran bahan dan bahan organik yang terendapkan oleh tenaga air, angin, atau es. Sediment trap adalah alat yang digunakan sebagai perangkap sedimen) dengan menggunakan semacam tabung berdiameter sekitar 12 cm dengan panjang sekitar 1 m dilakukan pada kedalaman dan posisi tertentu. Analisis kimia air yang diperoleh dari botol Niskin dilaksanakan barsamaan dengan CTD. Perhutungan dan pembahasan teori keberadaan krill swarm juga semakin intensif, baik dari peralatan akistik juga pembicaraan antara oseanografer dan ahli biologi. Papan pengumuman penuh dengan penguin yang telah diberi tagging. Ada jumlah dan jenis paus, aurs laut, buoy atau rangkaian peralatan oseanografi yang terapung tetap di atas permukaan laut yang dilepaskan, keberadaan krill, maupun nomor transek lintasan kapal

 

Kapal kembali mendekati utara ke wilayah lepas pantai Mawson, naik ke selatan pada transek 12 11, dan sampai transek 1. Olahraga hacksack ball, futsal dilandasan helikopter atau bersepeda statis di gum deck F. 23 Februari 2002 kapal terletak pada lintang 68 derajat 35’ Selatan dan 77 derajat 58’ bujur timur penulis mengadakan idul adha di atas kapal

 

Diawali gerak zigzag kapal dalam krill box yang disebut krill blob work ( alat yang ditarik oleh kapal Aurora untuk merekam jumlah krill yang ada) survei dilakukan selama 2 hari untuk memperoleh makin banyak data krill, dan ternyata letaknya berada tidak jauh dengan daerah pantai Mawson, pada 21 Februari 2002 diperoleh 10 ember penuh krill hidup. Posisi serta populasi krill pada stasiun negara tercatat dan direkam. Kapal Aurora kembali mendekati perairan stasiun Mawson untuk melakukan kalibrasi peralatan. Aurora juga harus diisi bahan bakar dari kapal Polar Bird (kapal penyedia baik makanan, peralatan, maupun bahan bakar, bentukya seperti kapal tanker. Proses pengisian bahan bakar dilakukan dengan menggunakan selang besar) yang telah berada di pelabuhan Horseshoe – Mawson untuk membawa persediaan untuk stasiun. Tiba 23 Februari 2002 di Mawson, angin kencang 70 knot membawa salju, sementara suhu di sana – 2 derajat Celcius, membuat kapal menghentikan kegiatan sementara waktu.  Dari kapal Polar Bird, kapal riset Aurora memperoleh 227,880 liter bahan bakar

 

24 Februari 2002, cuaca mulai membaik. Matahari bersinar. Salju tidak turun, dan suhu sekitar 3 derajat Celcius. Dari kapal riset Aurora diseberangkan dengan heli yang berkapasitas 6 orang dan dibawa ke dermaga Mawson dan tiba 14.15. Mawson sangat kecil. Terletak pada koordinat 67 derajat 36’ : 62 derajat 52’ E. Mawson merupakan stasoun tetap pertama Australia di benua Antartika dengan jarak sekitar 5.463 km di sebelah barat daya Hobart dan merupakan stasiun Antartika di wilayah Australia yang terjauh letaknnya dari daratan Australia. Stasiun Mawson dibangun pada 1954 sekaligus menjadi stasiun terlama yang beroperasi secara terus – menerus. Posisinya membentang di wilayah pantai berbatu, membentuk tapal kuda yang terisolasi. Posisi ini memudahkan kapal berlbauh secara aman untuk beberapa minggu terutama ketika es laut pecah pada musim panas. Lokasi stasiun Mawson memudahkan perjalanan ke beberapa tempat The Frammes, Prince Charles Mountains, Lambert Glacies dan beberapa pulau serta pantai untuk melalukan penelitian ilmiah. Daerah itu merupakan wilayah Antartika Australia yang paling kaya burung laut dan merupakan lokasi utama pembiakkan penguin, fulmar Antartika, dan skua

 

Hagglund kendaraan salju untuk ke arah pegunungan Frammes yang tertutup es. Salah satu diantaranya adalah Gunung Henderson. Bendera merah putih sudah tertancap di Mawson, oleh Marilyn Boydell. Plat yang disiapkan Badan Riset Kelautan dan Perikanan RI diserahkan dipasang diruangan catabatic, tempat berkumpulnya para peneliti di stasiun Mawson

 

Postmaster datang ke kapal membawa benda pos untuk suvenir atau keperluan surat menyurat. Perangko langka cap Antartika menjadi koleksi para filatelis yang ada dikapal Aurora. Kegiatan Kalibrasi peralatan yang mulkai dilaksanakan selesai pada 25 Februari 2002 sekitar 12 siang. Kapal riset Aurora meninggalkan Mawson untuk kembali berlayar pada 23.30 ke perairan lepas pantai Mawson melanjutkan kegiatan riset kelautan. Sekitar 24.00 kapal riset Aurora sudah bergerak meninggalkan Mawson

 

Krill blob work fase kedua segera dimulai dengan mencari lokasi agregasi krill yang terbesar di area krill box. Posisi yang sama dengan studi fase pertama, survei ini dilakukan yang sama dengan studi fase pertama. Survei dilakukan dengan menggunakan skala kecil yaitu kapal melintasi transek lebih rapat dan lambat dengan menggunakan data akustik akurat. Penelusuran grid (lintasan dalam kotak yang semakin rapat) dilakukan berulang (5 kali bolak – balik setiap grid). Trawling krill baik target maupun regular terus dilakukan. Pelepasan buoy sediment trap dan CTD juga makin intensif, pengambilan dan analisis sampel air untuk kimiawi dan mikrobiologi. Sampel air mikroba berasal dari 7 stasiun pada setiap ujung transek termasuk trawl terget dengan 7 kedalaman berbeda dan 6 transek lainnya yang dilalui Aurora Australis dalam krill box. Sediment trap dengan CTD pada kedalaman 250 meter serta trawl rutin dilakukan. Untuk memastikan ada perubahan dalam struktur krill blob, kembali dilaksanakan pendataan dan perekaman yang sangat rinci dengan metode EFS dan VPS (equalization family size – variable family size, suatu metode kuantitatif yang digunakan dalam biologi konservasi) dilaksanakan secara diagonal dan horisontal pada lintasan transek. Penelitian krill mencapai puncaknya pada 27 Februari 2002 dengan meyelesaikan 73 stasiun dalam areal krill box dengan kembali memperoleh 8 kg krill dalam selali trawling di stasiun 60. Di area krill box juga dilakukan pengukuran CTD pada berbagai kedalaman untuk setiap 30 posisi yang berbeda dan melepaskan 2 buah argo buoy (alat untuk mengukur suhu dan kadar garam dari kedalaman 3500 m sampai permukaan secara terus – menerus. Alat seperti ini robot yang naik turun dan setiap 10 hari dengan mengirim datanya ke satelit secara otomatis)

 

Kapal Aurora kembali melanjutkan survei pengukuran dan pengambilan sampel serta pengamatan semula (AMISOR, ikan paus, dan sebagainya). Latihan dan simulasi penyelamatan kapal tetap dilaksanakan seminggu sekali. 27 Februari 2002 setelah evaluasi, masih diperlukan survei bathymetry atau survei soal pengukuran kedalaman sebelum mooring dilakukan. Mooring pertama dilakukan dari trawl deck atau geladak D sebelum CTD mulai beraksi, mooring kedua diturunkan terlebih dahulu. Tim oseanografi berencana melakukan 7 kali mooring dan sampling CTD pada 24 stasiun. Pengambilan sampel air untuk analisis fitoplankton dilakukan setiap selang 2 stasiun CTD sedangkan untuk analisis mikroba diambil 5 sampling CTD untuk tambahan data selama penelitian oseanografi untuk west boundary current (arus batas barat) cuaca dan gelombang laut di Samudra Selatan sangat menentukan kelancaran pelaksanaan studi oseanogeafi. Seringkali kapal miring 45 derajat sehingga kegiatan sampling CTD harus ditunda. Selama 2 minggu atau sampai akhir Februari, kegiatan di kapal seluruhnya berfokus pada penelitian oseanografi karena penelitian lainnya sudah selesai. Pada akhir minggu ke 7 mooring berhasil diselesaikan sementara sampling CTD  sebanyak 24 stasiun dengan kedalaman rata 4000 m terlaksana

 

Pengamatan burung dan paus tetap dilaksanakan, minggu itu tak menemukan gunung es karena arah pergerakannya tidak sejalan dengan arah lintasan kapal Aurora. Dari hasil laporan peneliti burung laut (Peter Lansleu dan Alice Ewing, Melbourne) ada 47 spesies burung laut yang teramati. Peneliti paus melaporkan ada sekitar 21 spesies paus di perairan Antartika yang teramati selama pelayaran

 

Pengambilan CTD untuk 4 stasiun dilaksankan. Setiap pengambilan sampel CTD rata berlangsung 4 jam untuk setiap stasiun dengan jarak tempuh antar stasiun kurang lebih 2 jam dengan kecepatan kapal 10 knot, agak berbeda dengan rencana awal tim oseanografi, faktor cuaca dan gelombang serta waktu yang tersedia menyebabkan pengambilan sampel CTD pada posisi yang telah ditentukan tak dapat dilaksanakan seluruhnya

 

Pengambilan sampel CTD terakhir dilakukan di posisi 64 drajat 36’ S, 73 derajat 20’ E 28 Februari 2002 siang kegiatan sampling disudahi karena gelombang laut cukup makin banyak es terpecah

 

Kapal Aurora Australis dirancang sebagai kapal riset multiguna dan kapal pasokan barang dan makanan ke benua Antartika, yang dibuat Carrington Slipways di Newcastle dan diluncurkan pada September 1989 dengan panjang 94 m dan bobot sekitar 6.574 ton, kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimum 16 knot dan bisa menampung 116 ekspedisioner. Kapal Aurora dilengkapi dengan pemecah es yang mampu memecahkan es setebal 1,5 m. kapal ini juga dilengkapi dengan dek trawl, helipad, dan fasilitas hanggar yang mampu memuat 3 helikopter. Helipad juga biasa digunakan untuk latihan penyelamatan serta menjadi tempat menurunkan mooring dan krill box. Kapal riset Aurora dirancang untuk berlayar di Samudra Selatan yang sangat ganas. Ketika ada badai, ketinggian gelombang bisa mencapai 10 m dan kecepatan angin laut 120 – 150 km/jam. Bagian interior kapal ini terdiri atas beberapa ruang, lantianya diberi karpet yang nyaman, kecuali bagian dapur dan geladak, laboratorium, dan tempat cuci. Dilengkapi alat penghangat sehingga penghuni kapal tidak kedinginan. Berbagai macam percobaan ilmiah bisa dilakukan langsung dilaboratorium di atas kapal, seperti untuk biologi, oseanogarafi, dan meteorologi. Berlayar selama 6 minggu tanpa henti. Dapur kapal mampu menyimpan 4500 telur, 1000 kg kentang dan 280 liter es krim. Kapal ini dapat memproduksi air hingga 45000 liter per hari dari penyulingan air laut, desalinasi air laut. Air ini digunakan untuk minum dan keperluan lainnya di kapal. Dilengkapi dengan komunikasi satelit sehingga peneliti dan para awak kapal dapat menelepon. Para ekspedisioner tetap berkomunikasi dengan teman dan keluarga melalui email. Kapal ini dicat oranye sangat terang sehingga terlihat ditengah kemilau putihnya es. Akomodasi bagi ekspedisioner berupa kamar berupa 1,5 x 3 m yang bisa dipakai tidur 3 atau 4 orang di ranjang susun. Tempat tidur merupakan ranjang lipat yang bisa beralih fungsi sebagai sofa untuk menghemat ruang, dan setiap kamar memiliki kamar mandiri sendiri dan toilet. Sirkulasi pembuangan air di toilet dipikirkan. Buangan cair terlebih duku diproses atau di filter sebelum dibuang ke laut, buangan jenis lain dihancurkan melalui pembaakran. Kapal memiliki 2 gyn, bar, dan beberapa studi untuk nonton film atau video. Semua ekspedisioner dan para awak kapal selalu makan bersama dalam aula besar di geladak B, juga biasa dipakai untuk rapat dan diskusi. Ruangan gym berukuran 8 x 8 m dan menyediakan berbagai macam peralatan olahraga. Hampir semua ABK kapal ini rajin gum. Ada ruang bar dan disco jadi satu. Ruang ini berukuran 6 x 6 m. kapal ini memiliki 6 geladak. Geladak A untuk gudang dan tempat rekreasi seperti olahraga, fitness, disco, dan bar serta toko tempat menjual kebutuhan sehari bagi para ekspedisioner dan toko souvenir yang dikelola oleh para awak kapal. Toko souvenir menjual aneka pernak – pernik seperti pin, mug, pulpen, dan T-shirt serta baju Aurora. Harga pernak – pernik murah

 

Geladak B adalah dapur yang menyediakan aneka makanan, buah, dan minuman dingin/hangat selama 24 jam, geladak F juga menjadi tempat para koki memasak. Ada aula besar untuk makan, ruang baca, serta studi kecil yang bisa menampung sekitar 20 orang dan dipakai untuk memutar film dan seminar. Geladak C menjadi lokasi lab basah dan kering. Tempat dilaksanakan berbagai macam aktivitas riset, lab kering merupakan tempat pengolahan data terutama untuk bagian oseanografi dan meteorologi. Bagian paling bawah digunakan oleh kru kapal untuk menyimpan peralatan dan berfungsi sebagai gudang. Geladak D merupakan kamar bagi para ekspedisioner dan ruang mesin cuci. Geladak E berisi kamar para awak kapal, kapten, ketua tim dan wakil, serta dokter dan juga klinik. Geladak F ini sebagian ruang terbuka dan berfungsi sebagai helipad melihat ukurannya kira 3 heli bisa hinggap sekaligus di geladak F. untuk kamar mandi 1 x 1 m sudah disediakan dengan fasilitas lengkap. Kasurnya bisa dilipat. Para ABK pernah ke bali. Di Australia banyak restoran Indonesia. Di Indonesia sup ercis dikenal dengan nama erwtensoep sebagai makanan khas tempo dulu. Di Australi banyak sekolah mengajarkan Indonesia. Fasilitas audio di Kapal terdapat di setiap lorong dan kamar. Ada speaker yang terhubung dengan anjungan atau bridge. Pengeras suara digunakan untuk memanggil atau pemberitahuan penting bukan untuk mendengarkan musik. Hasil jepretan foto bisa dijual dengan AU$5 setara 25 ribu                                   

Sebagai filatelis benda pos yang diburu edisi khusus, lama, edisi terbaru. Ruang darts ada di geladak B. ruang disco digunakan di malam, dan siangnya digunakan untuk tempat bersantai dan darts. Meja karet punya lapisan karet khusus pada bagian permukaan. Barang yang diletakkan diatasnya tidak bergeser meski terjadi ombak besar ada di ruang kerja dan kamar. Fasilitas email tersedia 24 jam dengan sambungan kabel di setiap kamar tapi tidak diperbolehkan attachment. Komunikasi dibatasi tulisan, tak boleh mengirim foto atau gambar. Café tersedia disini. Bagian belakang dapur luasnya lapangan basket. Tempat menonton  film ada di geladak D. komputer khusus ada 3 tapi tidak online 24 jam karena menggunakan satelit. Email hanya terkirim 12 siang dan jam 12 malam atau dini hari

 

Hari Australia diperingati setiap 26 Januari memperingati tibanya armada pertama di Inggris di Sydney tahun 1788, suku aborigin menentang perayaan ini dengan menyebutnya sebagai Hari Penjajahan atau Invasion Day. Mereka mengenag tahun 1788 sebagai peringatan penghancuran budaya setempat. Penjajah berkulit putih menindas suku Aborigin dan mengarantina mereka dalam kawasan khusus. Baru pada era perdana menteri Kevin Rudd, peemrintah Australia meminta maaf dan penyesalan mendalam pada suku Aborigin. Arlindo (arus lintas Indonesia). Air antartika konon bisa membuat awet muda

 

7 Maret 2002 mereka pulang

 

Ionosfer: bagian atmosfer yang terionisasi oleh radiasi matahari. Lapisan ini berperan dalam keelektrikan atmosfer dan membentuk batas dalam lapisan magnetosfer. Fungsi utama di antara berbagai fungsi yang dimilikinya, adalah mempengaruhi rambatan radio ke tempat yang jauh di muka bumi

 

Glaceology atau glasiologi adalah ilmu yang mempelajari sifat fisika dan kimia es dan salju, pembentukan formasi, pergerakan dan evolusi

 

Di antara kristal es yang terbentu, ada gelumbung udara masa lalu yang terperangkap di dalamnya. Gelembung udara di analisa hingga tahu misalnya perkembangan atmosfer bumi dari zaman ke zaman. Ditemukan debu gunung letusan gunung api krakatau di lapisan es seratus tahun lalu

 

Gas di gelembung dapat diketahui perkembangan temperatur bumi dari masa ke masa jika digabungkan dengan analisa hasil penelitian lain seperti penelitian pergerakan gletser, penginderaan jauh terhadap lapisan es dan penelitian dinamika lautan es

 

Serangan blizzard atau balju salju, ketika angin kencang bertiup selama 1 jam dengan temperatur di bawah 0 derajat Celcius. Jarak pandang kurang dari 100 m. kondisi berbahaya dan selama berhari – hari

 

8 Maret 2002, kapal Aurora mendekat Hobart, Australia

 

Batuan Antartika tergolong sangat tua dibanding batuan Indonesia. Batuan diperkirakan berasal dari batu vulkanik yang berumur sekitar 50 juta tahun. Beberapa batu ada yang hitam kelam, ada yang agak coklat, ada yang hitam kecoklatan

 

Kedalaman 3000 m, arus laut dalam akan muncul dengan cepat. Kecepatan rata 20 cm per detik, arus membawa lebih dari 12 juta m kubik air laut sangat dingin per detik dari Antartika menuju ke lembah sungai laut dalam di arah utara. Letaknya di sekitar Dataran Tinggi Kerguelen yang merupakan bagian selatan Samudra Hindia, arus bercabang ke luar. Artinya arus sangat kencang dan sangat besar volumenya. Sekilas arus itu seperti air bah di darat. Arus laut dalam bisa meluluhlantakkan apa yang diterjangnya. Arus ini hanya terjadi di dasar laut. Suhu di Benua Antartika yang bervariasi antara 11 hingga minus 89 derajat Celcius memang tidak wajar untuk manusia. Hanya koloni penguin, anjing laut, dan gajah laut yang mampu menyesuaikan diri dengan rendahnya temperatur di benua

 

Penulis mendapatkan piagam penghargaan dari Megawati dan ditandatangani oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. Ke Antartika membutuhkan 70 juta. Pada 2009, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi CO2 dalam pidato sambutan SBY pada pertemuan G-20 Pitssburgh dan Conferences of the Parties (COP) ke 15 di Kopenhagen, Indonesia sanggup menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26% pada tahun 2020 dengan upaya sendiri dan sanggup menambah penurunan emisi sampai 41% pada 2020 jika memperoleh bantuan Internasional. Alat yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah krisis iklim sudah ada tapi hanya satu yang kurang collective will (kemauan bersama). Banyak negara dengan tingkat kerentanan tinggi yang membutuhkan cara menghadapi perubahan iklim, negara berkembang berpendapat bahwa wajar dan adil jika negara maju yang emisi gas rumah kaca besar harus membayar untuk memperbaiki kerusakan yang telah ditimbulkan. Negara miskin membutuhkan kapasitas dan teknologi serta metode beradaptasi terhadap perubahan iklim. Negara yang sudah membangun ekonomi dengan menggunakan bahan bakar fosil harus menjadi pihak yang bertanggung jawab untuk menyediakan dana yang dibutuhkan. Tanpa dana cukup untuk adaptasi dan alih teknologi, tak kan ada perjanjian iklim yang akan dianggap adil oleh sebagian besar pihak. Jumlah yang dibutuhkan untuk pendanaan diperkirakan lebih dari 100 milyar dolar Amerika. Pendanaan melalui sumber yang berbeda harus tersedia, mulai dari bantuan pemerintah, Investasi Bank Dunia, dana badan PBB, dana sektor swasta, serta insentif pemerintah. Lapisan es di Antartika Barat sudah runtuh atau habis sama sekali. Permukaan laut akan naik sekitar 10 atau 15 meter. Mencairnya lapisan es kutub terjadi akibat reaksi mekanisme yang dikenal sebagai albedo flip atau pemanasan global yang memanaskan udara dan lautan, dan kemudian mencairkan lapisan es. Lapisan es berfungsi sebagai cermin yang memantulkan kembali sinar matahari ke angkasa. Banyaknya es mencair membuat lebih banyak panas matahari masuk ke lautan sehingga memanaskan air dan meninggalkan pencairan es. Situasi bertambah buruk dengan adanya pelepasan gas metana dan gas beracun lainnya dari lapisan es abadi bumi akibat pemanasan global. Miliaran ton metana memang tersimpan dalam bentuk padat dibawah samudra. Memanasnya dunia bisa membuat gas lepas. Sejak tahun lalu, metana di Kutub Utara sudah menggelmbung. Mencairnya lapisan es abadi akan melepaskan lebih banyak metana dan tak ada yang tau kapan akan mencair seluruhnya dan menjadi bencana besar. Menjaga temperatur global serendah mungkin karena kabon dioksida yang dapat bertahan lama, mengurangi dan menghapus emisi karbondioksida agar atmosfer bumi kembali seimbang. Millenium Development Goals atau Tujuan Pembangunan Milenium yang digagas oleh PBB yakni Ensure Enviromental Sustainability atau memastikan keberlanjutan lingkungan hidup. Prinsip sejalan dengan kepeduliaan terhadap bahaya pemanasan global. Para pemimpin dunia telah berkumpul di Kopenhagen tahun 2009 khusus membahas soal perubahan iklim. Beberapa negara sudah memiliki kementerian khusus guna menanggulangi masalah perubahan iklim. Di Indonesia ada Dewan Nasional Perubahan Iklim yang diketahui Presiden dan beranggotakan 18 menteri. Pihak industri yang terkait dengan emisi gas rumah kaca, mulai dari kehutanan, pertanian sampai pertambangan, berusaha memikirkan langkah yang lebih berkesinambungan, baik dari sudut pandang lingkungan, sosial, maupun ekonomi

 

Kenaikan suhu Bumi sebesar 5 derajat atau lebih berakibat terjadinya migrasi penduduk akibat perubahan iklim. Negara kepulauan seperti Maladewa dan Tuvalu dikhawatirkan lenyap dan kemudian penduduknya akan pindah. Karbon Global yang menunjukkan bahwa antara tahun 2000 dan 2008 emisi karbon atmosferik mengalami peningkatan 29%. Umat manusia akan menghadapi kenaikan temperatur 6 derajat Celcius pada awal abad ini

 

The Climate Project adalah organisasi nirlaba Internasional yang didirikan oleh pemenang Hadiah Nobel dan mantan Wakil Presiden Amerik Serikat

 

It’s all about you and your habit

 

ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler): alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan dan arah arus air pada berbagai kedalaman

 

Angin katabalik: angin dingin yang bergerak turun dari lereng gunung

 

Arus Sirkumpolar Antartika: arus laut yang bergerak memutari Antartika dari barat ke timur (searah jarum jam bila dilihat dari atas Kutub Selatan)

 

Aurora: pertunjukkan cahaya alami yang berbentuk busur atau tirai di langit, terjadi karena zarah bermutan listrik saling tabrak di Ionosfer. Fenomena ini terjadi di kedua kutub Bumi baik di Utara disebut Aurora Borealis dan di selatan disebut Aurora Australis

 

Botol niskin: alat yang digunakan untuk mengambil contoh air, digunakan bersama dengan alat CTD

 

 Buoy: rangkaian peralatan oseanografi yang terapung di atas permukaan laut

 

CTD (Conductivity Temperature Depth): alat oseanografi yang berguna untuk mengukur kadar garan, suhu, dan kedalaman

 

Diatom; kelompok alga bersel tunggal yang menjadi fitoplankton di laut

 

EFS – VFS (equalization of family size – variable family size): suatu metode kuantitatif digunakan dalam biologi konservasi

 

Emisi: keluaran

 

Es panekuk: pecahan es yang berbentuk gepeng melebar seperti panekuk

 

Ekspedisioner: para peneliti yang mengikuti eskpekdisi ke Antartika

 

Gletser: timbunan es padat yang mengalir lambat

 

Krill: ordo Euphausiacea, kelompok udang laut kecil yang banyak ditemukan di samudra. Krill Antartika (Euphausia superba) menjadi mata rantai penting dalam rantai makanan samudra Antartika, karena dimakan banyak hewan seperti paus, anjing laut, penguin, dll

 

Logbook: catatan harian pada waktu melakukan pelayaran

 

Mooring: rangkaian alat yang di pasang di dalam air laut dengan tujuan mengukur parameter air laut seperti suhu, kadar garam, kecepatan arus, kandungan oksigen pada berbagai kedalaman yang berbeda

 

Paras laut: rata ketinggian permukaan air laut

 

Postmaster: kepala kantor pos