Senin, 24 Agustus 2020

The Path Made Clear: Discovering Your Life’s Direction and Purpose




 Life is a matter of taking every single life-changing step

Life is not static. Every decision, setback / victory is an opportunity to become the seed of truth that makes you an amazing human

You will become what you believe

There is no such thing as coincidence

If you harmonize your personality and call, no one will touch

Life is about growth and change

We live where we pursue life with the opposite feeling

When you don't know what to do, don't do anything the answer will come

Part of us has 2 lives. The life that lives and the life that doesn't live in us. Among them, stood denial

The worst betrayal is self-betrayal

All dreams start from the core. Unless it is very much in tune with whatever is imagined. Dreams will fade. Intention must be pure

When you want something the whole universe conspires to help achieve it, (Paulo Celho)

You are not a situation, you are a possibility

Every decision and experience will change the core part of the self

Find your pathway creating space for the flow to show itself. Follow the natural rhythm of life and you will find a power greater than one's own power

Often people think one day my path will begin. But whatever is happening right now is the way.

What matters is not what is happening out there, the main thing is the current state of consciousness

The funny thing about a mountain: it always seems easier to climb when at its feet

You can't love something until you can receive it

Give the world what it wants to receive from the world, because that is what it will receive

Wealth is a tool that gives choices, but can't replace a life that is not lived completele

Against knowing what is unwanted is worth knowing what is being done

Knowing the pleasure of doing something you love and never stopping to achieve it


Read Here: The Path Made Clear

Millenial Power



School teaches you to be a follower not a leader, because the real leader of this world: powerfull politicans and businessmen who dont want too much competition

Sekolah hanya dirancang untuk membuat menjadi karyawan, buruh kantor, dll

Fungsi pendidikan adalah untuk mengajarkan berpikir kritis. Kecerdasan dan karakter menjadi tujuan pendidikan

Kegagalan seharusnya tak ditakuti karena merupakan bagian dari proses menuju sukses

Life is to short to be average, be extraordinary

Saat senang itu sudah ada dihatimu, kamu akan sangat bagus dalam hasilnya

Sukses tidak datang kepada orang yang malas sebagaimana sukses juga tidak datang kepada orang yang tidak mau belajar

Hal hebat hanya bisa dilakukan dengan tindakan bukan dengan banyak bicara

Jika kamu memiliki mimpi yang indah ingatlah bahwa Tuhan memberimu kekuatan untuk membuatnya menjadi nyata

Orang sukses adalah orang yang berani untuk menyalakan api passion dalam dirinya. Bukannya orang yang justru bermain aman

Hard work beats talent when talent doenst work hard

Kesuksesan tergantung pada kemauanmu untuk mengejarnya

This who I am. I am not perfect. I dont want to try to be perfect

Orang2 yang pada akhirnya sukses tidak menjadikan kesempurnaan sebagai sebuah alasan dan justru menjadikan bahan bakar yang mendidihkan adrenalin demi meraih kesuksesan

Apapun bidang yang digeluti. Berkerjalah lebih keras dari orang lain. Itu akan memberikan hasil yang berbeda

Mereka yang berjiwa kreatif berkerja keras dengan sepenuh hati. Tidak menunggu inspirasi tapi menciptakannya

Semakin mencari kesempurnaan semakin tidak mendapatkannya

If you do something that's hard to do its called talent, if you do something that's impossible to do its called genius

Kita selalu punya waktu untuk membuat sesuatu yang hebat. Bila kita merasa tak sempat, berarti kita tak pandai mengatur prioritas

Jika kamu melakukan hal yang disukai, uang akan mengalir dengan sendirinya

You work is going to fill a large part of your life and the only way to be truly satisfied is to do what you beleive is great work. And the only way to do great work is to love what you do. If you haven't found it yet, keep looking dont stelle ( Steve Jobs)

Passion yang tidak menghasilkan uang disebut dengan hobi

Pepatah tiongkok mengatakan jangan pernah mengejar 2 kelinci karena kamu tidak akan pernah mendapatkan keduanya

Kekayaan sesungguhnya adalah tentang kebebasan

Jangan sampai kamu menyesal di hari tua nanti karena tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan sekarang. Jadi bermimpilah, dan wujudkan semuanya walaupun mengalami kegagalan harus menjadi taruhannya

Kesuksesan memiliki makna yang berbeda tergantung pelaku dan tujuannya

Sukses bukanlah akhir dari tujuan dari perjalanan yang dilalui, tetapi adalah keindahan yang selalu menghiasi rasa hati sepanjang proses perjalanan yang dilalui

Sukses adalah perjalanan,yang harusnya dapat dinikmati setiap detik

Sukses tidak datang secara tiba2

Fokuslah pada satu hal terlebih dahulu. Baru menentukan target yang lain

Remember success is all about focus

Keputusan yang hebat senantiasa membutuhkan pertimbangan yang berat itulah yang membuatnya hebat

Sukses adalah dimana persiapan dan kesempatan bertemu

Sukses itu dibangun bukan ditunggu

Siapapun yang menginginkan sesuatu dengan kuat, ia akan menemukan jalannya sedangkan siapapun yang sudah tidak berhasrat untuk menginginkan sesuatu, maka akan menemukan sejuta alasan

Waktu tidak akan terulang dan tidak akan memperlambat jalannya waktu

Tujuan tanpa rencana hanyalah sebuah harapan

Semua bermula pada pola pikir. Sekali kamu berhasil mengatasinya, akan dekat dengan kesukesan

Its take nothing to join the crowd, but its take everything to stand alone with your vision

Kejarlah performa terbaik. Kesuksesan akan mengikutinya

Meraih sesuatu yang terbaik tidak pernah mudah dan cepat

Jadilah pribadi yang baik, terbuka, kreatif, penuh semangat dan selalu berupaya meraih kesuksesan dengan penuh optimisme setiap hari

Sukses berasal dari campuran usaha, keyakinan, pengalaman, doa, visi kebersamaan, tekad, persistensi, wawasan, dll

Seseorang yang memiliki daya beda dalam dirinya akan selalu membuat perbedaan

Perbanyak langkah kurangi bicara

Segala harus direncanakan termasuk hidup. Karena berhasil merencanakan adalah setengah perjalanan menuju kesuksesan

Hidup adalah kapalmu sendiri pastikan kamu adalah nakhkodanya bukan orang lain

Ketika berfokus pada hal besar, hal kecil akan selesai dengan sendirinya


Read Here : Milenial Power

Mengatasi Masalah Besar Dalam Hidup

 


Salah satu masalah yang sering dihadapi banyak orang yaitu sulit untuk membedakan prioritas dan keadaan mendesak/kewajiban


Hidup terbentuk dari dari cara menghabiskan menit, jam, dan hari

Yang terpenting adalah mengetahui bahwa anda tidak tahu dan bahkan juga tidak perlu mengetahui suatu hal tertentu

Langkah pertama menuju kedamaian batin adalah mengakui kenyataan bahwa benar2 tidak mengetahui jawaban untuk banyak hal

Semakin berdamai dengan kenyataan bahwa tidak mengetahui, dan semakin melangkah kedalam dan kearahnya, semakin cepat merasa damai

Tetapi sesuatu didalam diri kita lebih suka untuk tetap tinggal ditempat yang kita kenal, sekalipun hal itu menyakitkan, daripada melangkah ke wilayah yang tidak diketahui

Kunci untuk menambah kebebasan adalah terlebih dahulu menerima keberadaan sangkar

Tindakan baru diambil ketika rasa sakit sudah melewati batas dan menjadi tak tertahankan

Tetap tinggal disangkar, tetap berdiam diri, mempertahankan pandangannya sebagai status quo, berarti menjamin rasa sakit. Dan rasa sakit itu akan menjadi semakin buruk

Yang diperlukan untuk menjadi bebas hanya kemauan untuk mengakui hal yang tidak diketahui sebagai tidak terlalu berisiko dibandingkan hal yang sudah diketahui dan mengambil langkah. Ketika hal ini terjadi,hal yang tidak diketahui akan dilihat melalui sudut pandang yang berbeda

Setiap pengalaman akan berakhir, sama seperti pikiran

Namun dengan menjadi lebih menerima, terbuka, memahami, mengenali dan jujur dengan kesedihan, 2 hal akan terjadi. Akan merasa lebih nyaman dengan masalah/ prosesnya

Keseriusan dari satu jenis kesedihan tidak meniadakan hubungan akan kesedihan lain

Ketika membuka hati dan mengakui serta memperhatikan rasa sakit dengan kebaikan hati dan belas kasih terhadap diri sendiri dan rasa sakit kita, kita mempunyai kesempatan untuk memandangnya berbeda

Kita biasanya lebih pelit dengan waktu dan uang ketika berpusat pada diri dan kekhawatiran sendiri

Seseorang yang menyembuhkan lebih tertarik untuk menghibur daripada dihibur

Bahkan tanpa menyadari sama sekali menggunakan standar yang sepenuhnya berbeda untuk menilai orang lain daripada untuk menilai diri sendiri

Kegagalan tidak lebih dari khayalan yang tampak seperti kekecewaan

Kegagalan tergantung pada pikiran dan persepsi dari pemikirnya

Ketika diam dan tenang, membuka jalan yang digambarkan sebagai kecerdasan universal

Hidup hanya satu alasan yang diikuti oleh kesalahan lain dengan sedikit jeda diantaranya

Kegagalan adalah sebuah ilusi yang digerakkan diperkuat oleh pikiran

Kita adalah apa yang kita pikirkan 

Kita adalah jiwa yang tinggal di tubuh kita

Tubuh tidak memerlukan penyembuhan, yang memerlukan penyembuhan adalah pikiran yang berpikir bahwa tubuh itu sakit

Pikiran bagaikan komputer canggih dengan informasi terlalu banyak. Pikiran kemungkinan berputar dalam lusinan arah berbeda

Ketika kita melihat sesuatu yang dianggap menakutkan/mengancam, kita melakukan salah satu dari 2 pilihan itu

Semakin keras kita melawan. Semakin keras kita jatuh

Hal yang Paling tidak ingin dilakukan merupakan jalan keluar

Hidup akan melakukan apa yang ingin ia lakukan

Tidak menyerah pada gelombang pasang karena ingin tenggelam. Anda ingin menyerah pada arus karena ingin selamat. Tidak adanya perlawanan menjadi kekuatan

Pikiran merupakan pihak yang bertanggung jawab akan perasaan

Kesejahteraan tergantung pada pikiran yang berada diotak pada suatu saat tertentu

Tidak ada yang berubah disekitar anda. Anda hanya seperti melihatnya untuk pertama kali. Bahkan hal2 yang sudah pernah anda lihat sebelumnya kini terlihat lebih jelas dan akurat

Pikiran merupakan faktor terpenting dalam menentukan tingkat kebahagiaan, kualitas hubungan, dan perasaan

Melepaskan pikiran membantu kita mengatasi segala sesuatu, sedangkan berfokus pada pikiran membuat pikiran tetap hidup

Perasaan ada untuk memperingatkan agar tidak menggunakan pemikiran untuk menciptakan kesulitan dalam hidup dan untuk membawa kembali pada kemampuan alamiah yang sehat supaya bisa menjalani hidup secara optimal

Pikiran tidak selalu mengatakan kebenaran

Kesadaran yang sesungguhnya tentang fakta bahwa pada kenyataanya memang sedang berpikir

Mengurasi rasa sakit memberi alternatif dari kebiasaan seumur hidup untuk menguatkan, melawan, dan berlari dari sesuatu yang kita suka/ takuti

Kita harus melewati proses yang akan sedikit berbeda untuk setiap orang, satu2 nya kesamaan adalah rasa sakit

Gagasan tentang persamaan, pengalaman bersama, memungkinkan untuk melepas kebencian dan fokus yang besar pada ketidaksukaan pada orang lain

Kunci menuju kehidupan efektif adalah melepaskan masa lalu sehingga pengalaman di masa sekarang dan masa yang akan datang tidak tercemar

Kadang2 terlihat bahwa hal terbaik yang bisa dilakukan adalah merasa yakin bahwa tidak membuat situasi buruk menjadi lebih buruk lagi

Semakin efektif dalam menjalani hidup semakin mudah melihat gambar yang lebih besar mencakup solusi dari masalah serta persoalan yang dihadapi

Mengindentifikasi sesuatu yang paling penting yang bervariasi dari hari ke hari dan memiliki keberanian dan keyakinan untuk menindaklanjuti hal penting tersebut

Jika sesuatu akan berlangsung selamanya, akan sulit untuk melepaskan pikiran yang penuh amarah dan kebencian

Stres bukan sesuatu yang terjadi pada diri kita, melainkan sesuatu yang dibuat oleh pikiran

Cara memandang stres memiliki pengaruh yang besar terhadap bagaimana menanganinya

Semakin cepat menyadari apa yang terjadi, semakin mudah untuk menyingkirkan pikiran

Situasi tidak membentuk seseorang, situasi menunjukan diri sebenarnya

Langkah untuk mengatasi masalah,mengenali dan mengakui anda punya masalah

Kita menodai saat ini dengan kenangan masa lalu dan pikiran masa depan. Hidup adalah serangkaian momen satu mengikuti yang lain

Ketika orang sedang berada dalam suasana hati yang buruk, akan menjadi jauh lebih defensif dan keras kepala daripada ketika berada dalam kondisi pikiran yang baik

Ketika merasa tidak aman dengan apa yang ditangani, akan menjadi defensif dan agresif/ akhirnya menggapai mencari jawaban

Jika tidak tetap tenang akan kehilangan arah dan emosi

Apa yang baik untuk seseorang seringkali baik untuk orang lain

Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Besar


Begitu banyak orang menghabiskan energi untuk memusingkan hal kecil

Bukannya menerima sesuatu yang sudah ada justru terpaku pada hal yang masih kurang dan dorongan untuk memperolehnya

Bila kita penuh kecemasan dan 
ketakutan kita kehilangan potensi 
terbesar diri

Memenuhi kepala dengan pikiran2 betapa kewalahannya hanya akan memperburuk masalah karena akan merasa lebih tertekan

Rasa peduli akan memperbesar rasa bersyukur 

Tujuan hidup bukan untuk menyelesaikan tugas tetapi untuk menikmati setiap langkah dalam perjalanan

Jangan memberitahukan kepada siapapun jika kita berbuat baik 

Ego adalah bagian diri yang ingin didengar, dilihat,di hargai, dianggap istimewa, dengan mengorbankan orang lain

Ukuran ketenangan pikiran ditentukan oleh seberapa mampu hidup di masa sekarang. Sebagian besar menguasai seni neurotik menyia nyiakan hidup, cemas akan segala macam hal

Hidup adalah apa yang terjadi ketika sedang sibuk membuat rencana lain, (John Lennon)

Ada dua hal untuk menjadi benar/ bahagia.Menjadi yang benar, 
mempertahankan pendapat akan 
menghabiskan banyak energi mental dan sering dikucilkan oleh orang2

Orang tidak suka dikritik dan didengar salah satu hal yang paling diinginkan oleh hati manusia. Orang yang mendengar adalah orang yang dicintai dan dihargai. Orang yang suka mengkritik orang yang dibenci dan dihindari

Kesabaran adalah salah satu sifat istimewa yang merupakan faktor penentu kesuksesan

Bila tidak ingin memusingkan hal2 kecil memperbaiki tingkat kesabaran adalah langkah besar untuk memulainya

Cara untuk menjadi bahagia adalah membiarkan masalah berlalu dan mulai berbicara lebih dahulu

Salah satu kesalahan yang dilakukan adalah merasa kasihan pada diri sendiri/ orang lain berpikir bahwa seharusnya hidup itu adil/ suatu hari nanti hidup adil

Membiarkan bosan akan membuat damai

Tingkat stress sama dengan daya toleransi terhadap stress

Sebagian besar orang bila menengok kembali kembali hidup setelah terbaring dipeti mati, berharap prioritas hidup akan berbeda

Bila ingin menghendaki komunikasi yang berkualitas dan memuaskan, pemahaman akan orang lain adalah hal yang penting

Mencoba mengerti lebih dulu bukalah persoalan siapa yang salah dan benar, tapi filosofi komunikasi yang tepat

Bila melihat hidup ini dan tantangannya sebagai ujian/ serangkaian ujian, tiap masalah yang dihadapi sebagai kesempatan untuk berkembang, kesempatan untuk menghadapi tantangan

Semakin jarang bersikeras membuktikan diri dihadapan orang lain, semakin mudah memperoleh ketenangan batin

Bila tertarik pada sudut pandang orang lain, bukan berarti walaupun sedikit bahwa kita menyetujuinya

Bila berharap untuk melihat segala sesuatu secara berbeda, bila menerima bahwa setiap orang memiliki pembawaan yang berbeda - beda dalam melakukan sesuatu dan bereaksi terhadap rangsangan yang sama, rasa peduli yang kita miliki bagi diri kita dan bagi orang lain akan meningkat secara dramatis

Reaksi negatif terhadap kritik sering kali malah menyakinkan orang yang melontarkan kritik bahwa mereka benar dalam menilai. Bila bereaksi terhadap kritik dan respon yang defensip tanpa dipikir lagi kita akan sakit hati

Perbedaan antara orang yang bahagia dan tidak adalah pada apa yang mereka perbuat bila mereka sedang berada pada suasana hati yang buruk

Berusalah untuk membaca buku/ artikel dengan sudut pandang yang berbeda

Akan sangat membantu bila sudah mengantisipasi beberapa persen dari rencana yang sudah berubah

Kebahagiaan tak kan pernah ditemukan bila merindukan sesuatu yang baru. Ada cara untuk menjadi bahagia. Caranya adalah mengubah penekanan pada pikiran, dari apa yang diinginkan menjadi apa yang dimiliki

Manusia memiliki 50.000 pikiran setiap hari

Semua masalah umat manusia berpengkal dari ketidakmampuannya duduk diam disebuah ruangan, (Pascal)

Tindakan kebaikan dan kemurahan hati terjadi secara ilmiah, tindakan ini muncul dari pola pikir melayani dan memberi yang telah terintegerasi dalam proses berpikir orang yang memilikinya

Semakin berjuang mengalahkan problem, Semakin ingin problem itu berlalu , semakin bertambah parah problem dan semakin stres yang ditimbulkan

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Kita hanya berpikir kita tahu

Melihat kesalahan sebagai kesempatan belajar, cara untuk mengendalikan perkembangan dan perspektif

Menyalahkan orang lain membuat kita tak punya kekuatan atas hidup, karena kebahagiaan bergantung pada tindakan dan tingkah laku orang lain, yang tak bisa dikontrol

Lebih sedikit tidur dan meluangkan lebih banyak waktu untuk diri sendiri mungkin adalah hal yang dibutuhkan untuk menghilangkan rasa lelah

Sumber ketegangan berasal dari ketidakmauan menerima bahwa hidup ini, dalam berbagai cara, berbeda dari yang diharapkan

Salah satu tujuan hidup spritual dan salah satu persyaratan meraih kedamaian batin adalah belajar mencintai tanpa syarat

Dengan lebih dulu memahami, berarti kita menghargai dan menghormati orang yang berbicara diatas kebutuhan untuk menjadi yang benar

Konflik batin berasal dari kecenderungan mencampuri masalah orang lain

Setiap pikiran yang pernah ada muncul dan terlupakan. Setiap emosi dan suasana hati telah tergantikan oleh yang lain

Ketidakbahagiaan adalah perasaan yang menyertai pikiran negatif mengenai kehidupan

Yang lebih itu belum tentu baik dan masalahnya bukan terletak pada apa yang tidak dimiliki, tetapi pada keinginan untuk mendapatkan lebih banyak

Semakin besar rasa pasrah diri, semakin besar kedamaian yang ada dalam pikiran
Ukuran kebahagiaan adalah perbedaan antara yang dimiliki dan yang diinginkan. 

Kenyataan dalam hidup kita melihat apa yang ingin dilihat

Bila menunggu sampai semua tugas, tanggung jawab, dan segala sesuatu yang beras sebelum mulai melakukannya, itu tak akan terjadi

Kepunahan Ke enam: Sebuah Sejarah Tak Alami





Kota El Valle De Anton, Panama tengah berada di pusat kawah vulkanik yang terbentuk sekitar sejuta tahun lalu. Kawahnya selebar 6 km,kalau cuaca cerah terlihat perbukitan kasar yang mengelilingi kota seperti dinding menara yang runtuh. Selain topi Panama dan bordiran terdapat katak emas yang dianggap keburuntungan di Panama. Sungai kecil di dijuluki sungai seribu katak. Kini katak emas terancam punah

Kepunahan massal pertama terjadi pada zaman ordovisium 450 juta tahun lalu, kepunahan massal terbesar terjadi pada zaman Perm 250 juta tahun lalu, kepunahan muthakhir terjadi pada akhir zaman kapur dinosaurus, plesiosaurus, mosasaurus, amonit, pterosaurus. Hewan bertulang belakang muncul 500 juta tahun lalu dan sekarang kepunahan keenam itu terjadi

Amfibi termasuk makhluk paling tahan lama diplanet. Leluhur katak ada sejak 400 juta tahun lalu, 250 juta tahun lalu wakil pertama ordo amfibi modern, mencakup katak dan kodok, salamender, aecilia dan sudah ada sebelum zaman dinosaurus. Amfibi ada sejak zaman Pangea, Amfibi ada disemu benua kecuali Antartika. Ada 5.500 mamalia maka diperkirakan satu spesies punah setiap 700 tahun. Fungus Chytrid ada di hampir semua tempay

Amfibi merupakan hewan yang terancam punah didunia. Diperkirakan bahwa sepertiga karang pembentuk terumbu, 1/3 moluska air tawar, 1/3 hiu dan pari, 1/4 mamalia, 1/5 reptil dan 1/4 burung menuju kepunahan. Kepunahan terjadi di Pasifik Selatan dan Atlantik Utara, Antartika dan Sahel, di danau dan pulau, digunung, dan lembah

Lemari pajangan dilondon, berlin, paris penuh peninggalan makhluk aneh seperti tribolit, belemnit, amonit. Pada a abad ke 18 tulang mamut dari siberia sampai ke eropa. Di perancis zaman revolusi penyebabnya karena Mastodon. Satu geraham yang ditemukan diladang dipedalaman New York dikirim ke london pada 1705, tulangnya ditemukan 1739. Akar giginya sepanjang telapak tangan manusia. Sepanjang 20 cm dan lebar 10 cm

Megathrium sejenis kukang raksasa ditemukan di Rio Lujan, Maastricht dengan rahang besar dengan gigi lancip mirip hiu ditemukan di penggalian batu belanda, fosilnya diduga seperti buaya/ paus bergigi tajam (Mosasaurus) Gomphoteriun dan mamut juga punah, sejak 55 tahun lalu sudah ditemuman 170 spesies proboscidea, kuda nil kerdis di paris, rusa bertanduk besar yang tulang2 nya di Irlandia, beruang besar/ beruang gua dari jerman, Marsupial makhluk sebesar kelinci dan kepala botak dengan tulang epubis yang mencuat dari panggul, salamender raksasa yang dinamakan homo diluvi, ptero dacyl, ichithyosaurus/kadal ikan, plesiosaurus/hampir kadal, dan mumi kucing

Darwin menemukan katak di chile yang kemudian dinamakan frog darwin chile. Menurut Darwin terumbu karang terbentuk disekeliling pulau/ sepanjang batas benua yang pelan2 tenggelam, karang yang tumbuh pelan2 ke atas dapat mempertahankan posisi relatif terhadap permukaan air. Jika daratan tenggelam, karang membentuk terumbu penghalang. Jika daratan tenggelam sepenuhnya, terumbu karang membentuk atol, pulau karang. Menurut Lyell, karang tumbuh di bibir gunung berapi

Bisa dikatakan seleksi alam setiap hari dan setiap jam, di seluruh dunia, memilah semua variasi, sekecil apapun, menyingkirkan yang buruk, melestarikan dan menambahkan yang baik, berkerja diam2 tanpa terlihat, kapanpun, dan dimanapun ada kesempatan

Menurut Darwin, muncul bentuk baru dan hilangnya bentuk lama

Teori seleksi alam didasari kepercayaan bahwa varietas baru dan ujungnya tiap spesies baru, dihasilkan dan dipertahankan karena adanya keunggulan dibanding pesaing, dan akibatnya kepunahan bentuk yang kurang unggul hampir pasti terjadi

Di Yokshire sapi hitam digantukan sapi tanduk panjang dan tanduk pendek. Di institut sejarah alam Eslandia ada kanguru awetan, harimau ewatan, dan cendrawasih awetan, serta burung alka besar, Alcatorda hampir sama dengan Alka

Di Newfoundland/ island Funk terdapat ikan Kod, Ganet, Guillemot, Alka besar. Alka besar digunakan untuk umpan ikan, sumber bulu pengisi kasur, dan bahan bakar. Alka menghasilkan satu telur pertahun, telurnya sepanjang 12 cm berbintik coklet hitam. Alka besar kini hanya ada di Geirfuglasker tetapi hancur pada 1830 karena gunung berapi dan sekarang Alka bird ada di Eldey dan hampir semuanya terbunuh pada tahun 1844 oleh orang2 di Eslandia. Jeroannya dikirim ke museum copenhagen dan kulit betinanya ada di Natural History Museum, Los Angeles

Di Galapagos kura2 raksasanya memiliki cangkang berbeda,akan lenyap dalam 20 tahun

Kota perbukitan Guobbio, 150 km di utara Roma, disebut sebagai fosil kota, jalannya sempit sehingga piaza batu abu2 tampak seperti pada zaman danten, sungai ngarai sempit mengarah ke timur laut, dindingnya dikenal sebagai Gola Del Bottacione. Sebelum peradaban manusia, Guobiio terletak di dasar laut, sisa makhluk kecil berjatuhan ke dasar laut, dalam peristiwa kerak bumi yang menciptakan gunung Apennini, ada peninggalan asteroid raksasa pada zaman kapur

Foraminifera adalah makhluk laut kecil yang menciptakan cangkang kecil dari kalsit/ test yang tenggelam setelah hewan didalamnya mati, bentuknya seperti sarang lebah/ kepang/ gelembung/ anggur.

Makin lama lapisan lempung terakumulasi, makin banyak debu kosmik yang jatuh, makin banyak iridium yang dikandungnya. John philips membagi sejarah menjadi 3 tahap: Paleozikum, Mesozoikum, Kenozoikum. Batas antara Paleozikum dan Mesozoikum disebut zaman Perm, dan Mesozoikum dan Kenozoikum sebagai zaman kapur. Kesenjangan antara tumbuhan dan hewan yang ditemukan dibebatuan zaman kapur akhir dan yang ditemukan persis diatasnya, zaman Tersier/ palogen. Endapan zaman kapur berisi sisa banyak spesies belemnit makhluk mirip cumi yang meninggal fosil berbentuk mirip selongsong peluru, pola yang sama pada amonit dan moluska dwikatup rudista yang membentuk terumbu karang. 

Kuarsa syok ditemukan di lapisan lempeng dari perbatasan kapur Tersier. Kawah chicxulub selebar 160 km ditemukan dibawah semenanjung Yucatan. Komposisinya membuat debu terlontar kaya belerang. Aerosol sulfat efektif menghalangi cahaya matahari, letusan gunung berapi seperti krakatau bisa menurunkan suhu global selama bertahun2. Sesudah panas dunia mengalami musim dingin dan digantikan oleh tumbuhan paku. Ekosistem laut praktis ambruk hingga setengah juta tahun/ beberapa tahun dan lautnya dinamai strangelove. Hewan yang masih ada hadrosauria, anklyosauria, tyrannosauria, dan keraptosia, pterosaurus juga hilang, burung juga punah (enantiornithina dan hesperornithina), kadal,ular, mamalia, plesiosaura, mosasaurus, belemnit, amonit, moluska dwikatup, brachiopoda, bryozoa, mikroorganisme lenyap, 95% spesies Abathomphalus mayaroensis. Nautulis hidup hingga zaman Tersier. Plankton anak Amonit

Pada zaman kapur segala sesuatu dibumi berada dibawah air. Hutan tumbuh di Artika dan permuakaan laut tinggi

Amonit berbentuk sebesar stroberi dipermukaanya ada tonjolan. Amonit mengambang di laut dangkal selama 300 juta tahun, fosil cangkangnya ditemukan dimana2. Amonit sama seperti cumi2

Zaman ordovisium famili biota berlipat ganda seperti leluhur bintang laut, bulu babi, keong, naulitus, konondota seperti belut, trilobita, kalajengking laut raksasa, leluhur kerang, dan terumbu karang pertama muncul. Tumbuhan pertama mulai naik ke daratan, seperti lumut daun dan lumut hati. Pada akhir zaman 444 juta tahun lalu, laut menjadi kosong dan 80 spesies laut musnah. Graptolit hampir sama dengan pterobranch. Graptolit mengisi zaman silur

Kepunahan terjadi setiap 26 juta tahun karena adanya bintang pendamping matahari yang tiap 26 tahun orbit melewati awan Oort, menghasilkan hujan komet yang menyebabkan bencana hujan komet. Kepunahan zaman ordovisium karena zaman es menyebabkan lumut purba naik ke daratan. Kepunahan zaman perm dipicu oleh perubahan iklim 252 juta tahun lalu ada pelepasan karbon ke udara. Suhu melonjak dan laut menghangat sampai 18 derajat, keadaan kimia kacau, air menjadi asam, jumlah oksigen terlarut turun rendah hingga organisme mati. Terumbu karang hancur. Kejadiannya hingga 200 tahun/ dibawah 100 ribu tahun. 90% spesies dibumi lenyap, pemanasan laut mendorong pertumbuhan bakteri penghasil hidrogen sulfida. Bakteri preduksi sulfat mengubah warna laut dan hidrogen sulfida megubah warna langit. Laut ungu bening melepas gelembung beracun yang naik ke langit hijau pucat. Ada tikus raksasa. 

100 juta tahun kedepan mahakarya manusia akan menjadi selapis endapan yang tak lebih tebal daripada selembar kertas. Tikus pasifik, Rattus Exulans, hewan asli Asia Tenggara berpergian bersama pelaut Polinesia ke berbagai tempat. Yang menghabisi pulau yaitu tikus pendatang. Ketika orang eropa tiba di Amerika dan melanjutkan kebarat pulau dihuni orang Polinesia, mereka membawa tikus got yang mengalahkan tikus terdahulu, populasi burung, dan reptil pasifik. Kita hidup di zaman katastrofozoikum. Antroposen berasal dari Paul Crutzen

Di pulau Ischia terdapat Agelas Oreidos, spons yang mirip busa isolasi, sarpa salpa, Arbacia lixula, bulu babi berwarna ungu, Amphiroa rigida,ganggang merah muda berduri, Halimeda tuna, ganggang hijau. Ada 69 spesies dan 51 spesies tumbuhan, balanus perforatus, mytilus gallosprovincialis, kerang biru hitam pribumi laut tengah, Coralina Elongata & officinialis, pomatoceros triqueter, spesies keong & Arca noae,moluska bahtera nuh. Ekosistem akan ambruk pada ph 7, 8 di 2.100. Organisme yang terpengaruh ikan badut dan tiram pasifik, Emiliania huxleyi, limacia helicina spesies pteropada/ kupu2 laut yang menyerupai keong bersayap hidup di Artika, hanya pikoplankton yang mampu hidup. Pengasaman laut setidaknya menjadi penyebab kepunahan zaman perm, trias, kapur, jura, dan paleosen dan menyebabkan pertumbuhan alga beracun. Pelaku klasifikasi lainnya brakhiopoda, kokolithofora, foraminifera, petropoda. Di zona ph 7. 8, 3/4 spesies yang hilang adalah balanus perforatus, mytilus gallosprovincialis, cacing lunas kapal pomatoceros triqueter. Klasifikasi yang tak ada lima2, moluska dwikatup. Yang banyak ditemukan jujubinus striatus, keong laut coklat, serpulorbis arenarius/ keong cacing. Yang tersisa hanya alga pribumi, alga invasif, udang, spons, dan 2 siput laut. Rumput laut tumbuh subur. Terumbu karang digerogoti oleh bulu babi, cacing peliang, ikan

One tree island terbentuk dalam badai sekitar 4 ribu tahun lalu. James Cook penemu karang penghalang besar dipulau yang dinamakan Cooktown. Di terumbu karang polips melakukan tugasnya. Terumbu karang kedua ada di Belize. Reruntuhan terumbu karang zaman Trias dapat ditemukan di pegunungan Alpen Austria, zaman Perm di pegunungan Guadalupe Texas Barat, zaman Silur di Tanah Hijau Utara. Organisme pembentuk terumbu karang zaman kapur Moluska dwikatupa, zaman silur bunga karang (stromatoporoida), zaman devon karang rogusa& tabulata pada zaman perm. Pita putih penyebab jaringan mati karang tanduk rusia karibia Acropora palmata& cervicornis. Tiap individy polip karang inang tumbuhan mikroskopik zooxanthellae tanpanya karang akan berwarna putih

Beruang kacamata satu2nya ada di Amerika. 

Selama 40 juta tahun bumi mengalami masa pendinginan. Pegunungan Himalaya membuat batuan tererosi kimia sehingga menarik karbondioksida dari udara. Akhir kala Eosen dunia hangat sehingga hampir tak ada es. 35 juta tahun suhu global turun, gletser mulai terbentuk di antartika. 3 juta tahun lalu membuat Antartika membeku dan terbentuk lapisan es permanen. Pada 2 setengah juta tahun lalu, awal Pleistosen dunia memasuki zaman es dan menyebar di belahan bumi utara, kemudian meleleh seratus ribu tahun kemudian. Kumbang kecil coklat pudar ditemukan inggris. 22 -31 spesies akan punah pada 2050. Pada pertengahan abad ini 38 - 52% spesies punah. Pohon palem tumbuh di Antartika. Buaya berenang dilaut dangkal inggris. Tanager emas dan jago batu, burung ekek biru, kardinal, kapinis bertahan di zaman es. Selama Pleisteson suhu lebih rendah

Suaka 1202 Amazon terdapat burung Piha menjerit, namanya sama suaka 1112, 1301, 2107. 1300 burung di Amazon termasuk curupira, tityra, merpati abu2 tua, pitiguari. Satu persen area asli menghilangkangkan serempat spesies. 2 juta spesies di hutan hujan tropis sekitar 5000 spesies punah setiap tahun, 14 spesies perhari, satu spesies perseratus menit. Penggunaan lahan di Amazon memengaruhi sirkulasi atmosfer. Ditemukan 6 spesies primata, monyet laba hitam, monyet kapusin coklat, saki berjenggot, burung kayu ekor panjang& pemetik punggung hijau, katak berbiak dikubangan, pekari. Kupu2 cahaya meningkat, burung semut selalu mengikuti semut

Di Amerika serikat kelalawar coklat kecil berhibernasi pertama, kelelawar 3 warna, kelelawar coklat besar, kelelawar kaki kecil. Bubuk putih/psikrofil ditemukan di 33 gua empat negara bagian dan terus mati.Geomcyes destructans membunuh kelelawar. Kelelawar dengan hidung putih aktif di siang hari. Gua Aeolus tempat hibernasi kelelawar terbesar di New England

Mesosaurus hidup di zaman Perm. Fosilnya ditemukan di Afrika, Amerika Selatan, Australia. Pada 1916 ditemukan kumbang aneh jepang di Riverton, NJ. Dan setelah 2 dasarwasa ditemukan Connecticut dan Maryland. Loosestrife ungu punya musuh terutama kumbang hitam loosestrife, loosestife emas, dan kumbang bunga loosestrife. Siput serigala merah dari Amerika Tengah didatangkan ke Hawai untuk memangsa bekicot & siput pribumi Hawai. Sehingga dari 700 endemik , 90% siput punah. 

Ular pohon coklat dari Papua dan Australia dibawa ke Guam pada 1940. Ular guam ular kecil buta. Ular pohon coklat memakan banyak burung guam dan hanya tersisa kalong mariana dan kini hanya memangsa Carlia fusca. Ngengat yang bergantung pada kasta Amerika karena Cryphonectria lenyap, jamur Chytrid juga mematikannya sehingga katak emas punah. 

Badak Sumatra yang lahir di Cincinnati. Badak ini kerabat dekat badak wol selama zaman es hidup dari Skotlandia sampai Korea Selatan. Badak Jawa termasuk hewan paling langka. Badak putih dari Afrika juga terancam punah. Spesies beruang 6 rentan/ terancam punah. Populasi kucing besar, singa, harimau, citah, jaguar merosot. Panda dan badak hanya ada di kebun binatang. Pada zaman es terdapat hewan besar seperti beruang gua, badak wol, aurochs (sapi purba), rusa raksasa, hyena besar, mastodon, mamut, camelops, unta modern, berang2 sebesar beruang, smilodon, macan gigi pedang, Megaloynx jeffersonii, kukang tanah, kukang raksasa, toxodon, genus mamalia bertubuh badak berkepala kuda nil, gliptodonta, kerabat armadillo, diprotodonta, wombat badak, singa berkantong, kanguru raksasa, gajah dan kuda nil kerdil, famili burung tuna, burung gajah, spesies lemur raksasa, moa. Pada abad 19 dan 18 spesimen tulang paha mastodon, gading mamut, tengkorak kukang tanah raksasa diambil di bone lick, paris, london, new york, philadelphia. Diprotodon optatum mursupialia yang pernah ada. Kepunahan Megafauna 40 ribu tahun lalu memusnahkan hewan raksasa Australia. Gelombang kedua Amerika Utara dan Amerika Selatan 25 ribu tahun. Lemur raksasa, kuda nil kering, burung gajah Madagaskar bertahan hingga zaman pertengahan. Moa Selandia Baru masih ada pada zaman Renaissance. Mamut dijadikan makanan mewah seperti truffle besar

Di lembah Neander ditemukan tulang manusia Neaderthal pada 1856. Tulang2nya ditemukan di seantero Eropa dan Timur Tengah. Manusianya hidup 100 ribu tahun. Sebagian besar beriklim dingin, lapisan es menutup Skandinavia. Untuk membuat tempat bernaung dan membuat pakaian. 30 ribu tahun mereka lenyap. Kepunahannya disebabkan karena zaman es Maksimum terakhir/ musim dingin vulkanil di Campi Flegrei. Manusia modern datang ke eropa 40 rb tahun lalu. Genom manusia terdiri dari 3 miliar basa. 21 tulangnya di Kroasia. Orang Eropa dan Asia memiliki kemiripan dengan Neaderthal. Manusia modern merupakan keturunan satu populasi kecil yang hidup di Afrika 200 rb tahun lalu. 120 tahun bermigrasi ke Timur Tengah, Eropa, Asia, Australia. Contohnya orang non Afrika, Papua, Perancis, Tiong Hoa Han. Neadenthral berevolusi di Eropa/ Asia Barat lalu berhenti ketika mencapai perairan/ rintangan besar. Kerangka Hobbit ditemukan dipulau Flores Indonesia. Potonga tulang jari Denisova ada di gua Siberia Selatan. 6% papua mempunyai gen Denisova. Gorila daratan berkurang lebih cepat sudah menyusut 60% dalam 2 dasarwasa. Orang utan Sumatra terancam punah. Tulang Neadenthral ada di Perancis Barat La ferrasie. Di dinding Grotte dipenuhi hewan mamut, aurochs, badak wol. Manusia Neadhentral hidup sribu tahun lebih di Eropa

Po'ouli/ perayap madu muka hitam, burung buntak yang hidup di Maui punah satu dua tahun sesudah kebun binatang San Diego dan Dinas Perikanan dan satwa liar UAS berusaha menyelematkan dinamakan Frozen zoo di Cincinnati ada CryobioBank dan Inggris mengoperasikan Frozen Ark. Burung kondor tinggal 22 individu. Gagak Kinohi merupakan gagak yang masih ada hingga saat ini. Alala penghuni terakhir punah 2002

Kepunahan zaman Ordovisium disebabkan karena pemanasan global, perubahan kimia laut pada akhir zaman Perm karena tabrakan asteroid pada zaman kapur

Minggu, 09 Agustus 2020

puisi ayat - ayat api



 Ayat Nol (Ruang Ini)


Kau seolah mengerti, tak ada lubang angin diruang terkunci ini.
Seberkas bunga plastik diatas meja, asbak penuh, dan sebuah buku yang terbuka pada halaman pertama

Kau cari catatan kaki itu, sia2

Catatan Masa Kecil

Ia tak pernah bertanya kenapa dua kali dua hasilnya sama dengan dua tambah dua sedangkan satu kali satu lebih kecil dari satu tambah satu dan tiga kali tiga lebih besar dari tiga tambah tiga. Sejak mula ia sayang pada angka nol. Dan setiap kali ia menghitung dua tambah tiga kali empat kurang dua ia selalu teringat waktu terjaga malam2 ketika ibunya sakit keras dan ayahnya tidak ada dirumah dan dihalaman rumah terdengan langkah2 bakiak almarhum neneknya dan ia ingin kencing ke kamar mandi tetapi takut ke kamar kecil yang dekat sumur itu dan langsung kencing saja dikasur. Sungguh, sejak semula ia hanya mempercayai angka nol

AUBADE

percik2 cahaya. Lalu kembali hijau namamu, daun yang menjelma kupu2, ketika anak2 bernyanyi melintas didepan jendela itu lalu kembali cahaya sebutanmu, hatiku pagi ini

Didepan pintu

Didepan pintu: bayang2 bulan
Terdiam dirumput. Cahaya yang tiba2 pasang mengajaknya pergi menghitung jarak dengan sunyi

Aku Tengah Menantimu

Aku tengah menantimu, mengejang bunga randu alas dipucuk kemarau yang mulai gundul itu
Berapa juni saja menguncup dalam diriku dan kemudian layu yang telah hati2 ku catat, tapi diam2 terlepas

Awan2 kecil melintas diatas jembatan itu, aku menantimu
Musim telah mengembun diantara bulu2 mataku
Kudengar berulang suara gelombang udara memecah
Nafsu dan gairah panjang telanjang disini, bintang2 gelisah

Telah rontok kemarau2 yang tipis, ada yang mendadak sepi
Ditengah riuh bunga randu alas dan kembang turi aku pun menanti
Barangkali semakin jarang awan2 melintas disana dan tak ada, kau pun, yang merasa begitu lama

Garis

Menyayat garis2 hitam
Atas warna keemasan, di musim apa
Kita mesti berpisah tanpa 
Membungkukan selamat jalan?

Sewaktu cahaya tertoreh
Ruang hening oleh bisik pisau: Dikau-kah debu, bianglala itu
Kabut diriku?

Dan garis2 tajam (berulang kembali, berulang ditolakkan) atas latar keemasan pertanda aku pun hamil. Kau tinggalkan


Pagi

Ketika angin pagi tiba kita seketika tak ada
dimana saja. Dimana saja bayang - bayang gema cinta kita
yang semalam sibuk menerka - nerka

Di antara meja, kursi, dan jendela? Kamar
berkabut di setiap saat kita berada.
jam - jam terdiam
sampai kita gaib begitu saja. Ketika angin 

Pagi tiba tak terdengar "Dimana kita?"
masing - masing mulai kembali berkelana
cinta yang menyusur jejak cinta
yang pada kita tak habis - habisnya menerka

Kamar

Ketika kumasuki kamar ini
pasti dikenalnya kembali aku
suara langkahku, nafasku
dan ujung - ujung jari yang dulu menyentuhnya

Dan kali ini pertemuan ini
tanpa jam dinding
begitu saja di suatu sore hari
swaktu percakapan tak diperlukan lagi

Tanpa engah - engahan pendek
tanpa "malam begitu cepat lalu!"
dan kulihat bibir - bibirnya sembilu
menoreh kenanganku

Percakapan

Lalu kemana lagi percakapan kita (desah jam) 
menggigilkan ruangan, kata - kata yang sudah
dikosongkan, semakin hijau pohonan diluar
sehabis hujan semalaman: semakin merah

bunga - bunga ros dibawah jendela, dan kabut,
dan kabut yang selalu membuat kita lupa)
sehabis hujan, sewaktu masing - masing mencoba
mengingat - ingat nama, jam semakin putih tik - toknya

Sehabis Percakapan

Sehabis percakapan pendek
warna - warna menyisih
ke putih: tamasya yang diluar
sia - sia menunggu

Sajak Dalam Tiga Bagian

/I/

Dingin malamkah ini
yang kukembalikan padamu
sepenuhnya? Warna - warni mendadak gila
dalam putih. Tinggal sengal

/II/

Di balik rumpun bambu itu aku tersayat menunggu
begitu katamu: ah kau telah menggodaku untuk bunuh diri
Kalau kali ini pun palsu

/III/

Bintang - bintang yang dingin itu telah membuatku mabuk,
menyebut - nyebut namamu
angin yang tajam itu telah membuatku mabuk, menyebut -  nyebut namamu
bunga rumput liar itu telah membuatku mabuk, menyebut - nyebut namamu
ternyata sudah lama aku berniat membunuhmu, kekal padamu


Jaring

Maka berpecahan bunga api. Diam pun
(katakan sesuatu, bisikmu) merata
diantara berkas - berkas nafasmu. Ku bayangkan capung
pada jaring laba - laba, pada silangan - silangan cahaya

Sunyi Yang Hebat

Sunyi yang lebat: ujung - ujung jari
sunyi yang lebat: bola mata dan gendang telinga
sunyi yang lebat: lidah dan lubang hidung
sunyi yang dikenal sebagai hutan: pohon - pohon roboh,
margasatwa membusuk ditepi sungai kering, para
Pemburu mencari jejak pancaindra

Salamku Matahariku

Salamku matahari! yang membagi - bagikan warna
dilaut, di padang - padang yang dilupakan
ketika layar perahu menggigau
tentang bunga ilalang pajang

Sepasang Lampu Beca (Untuk Isma Sawitri)

Ada sepasang lampu beca bernyanyi lirih di muara gang
tengah malam sementara si abang sudah tertidur sebelum
gerimis reda

Mereka harus tetap bernyanyi sebab kalau sunyi tiba - tiba
sempurna bunga yang tadi siang tanggal dari keranda lewat itu
akan mendadak semerbak dan menyusup ke dalam pori - pori
si abang beca lalu mengalir di sela - sela darahnya sehingga ia 
merasa sedang bertapa dalam sebuah gua digoda oleh seribu
bidadari yang menjemputnya ke Surabaya dan hai selamat tinggal dunia


Ayat Alroji

Dongeng Marsinah

/I/

Marsinah buruh pabrik arloji
mengurus presisi
merakit jarum, sekrup, dan roda gigi
waktu memang tak pernah kompromi
ia sangat cermat dan pasti

Marsinah itu arloji sejati
tak lelah berdetak 
memintai kefanaan
yang abadi:
"kami ini tak banyak kehendak, sekedar hidup layak, sebutir nasi."

/II/

Marsinah kita tahu, tak bersenjata
ia hanya suka merebus kata
sampai mendidih.
lalu menguap ke mana - mana,
"Ia suka berpikir," kata siapa,
"itu sangat berbahaya."

Marsinah tak ingin menyulut api
ia hanya memuat jarum arloji
agar sesuai dengan matahari.
"Ia tahu hakikat waktu," kata siapa, 
"dan harus dikembalikan ke asalnya, debu."

/III/

Di hari baik bulan baik,
Marsinah dijemput dirumah tumpangan
untuk suatu perhelatan.
Ia diantar kerumah siapa,'
ia disekap di ruang pengap,
ia diikat ke kursi:
mereka kira waktu bisa disumpal
agar lengkingan detiknya
tidak kedengaran lagi

Ia tidak diberi air
ia dtidak diberi nasi:
detik pun gerah
berloncatan kesana kemari
Dalam perhelatan itu,
kepalanya ditetak,
selangkangnya diacak - acak
dan tubuhnya dibiru lebamkan
dengan besi tambangan

Detik pun tergelatak
Marsinah pun abadi

/IV/

Di hari baik bulan baik,
tangis tak pantas,
Angin dan asap knalpot,
mengiringkan jenazahnya ke Nganjuk,
semak - semak yang tak terurus
dan tak pernah ambil peduli,
meregang waktu bersaksi:
Marsinah diseret
dan dicampakkan
sempurna, sendiri

Pangeran, apakah sebenarnya
inti kekejaman?Apakah sebenarnya
sumber keserakahan? Apakah sebenarnya
hakikat kemanusiaan, Pangeran?
Apakah ini? Apakah itu?
Duh Gusti, apakah pula
makna pertanyaan

/V/

"Saya ini Marsinah,
buruh pabrik arloji.
Ini sorga, bukan? Jangan saya diusir
kedunia lagi: jangan saya dikirim
ke neraka itu lagi."

(Malaikat tak suka banyak berkata,
ia sudah paham maksudnya.)

"Sengsara betul hidup disana
jika suka berpikir,
jika suka memasak kata:
apa sebaiknya menggelinding saja
bagai bola sodok, 
bagai roda pedati?"

(Malaikat tak suka banyak berkata, 
ia biarkan gerbang terbuka.)

"Saya ini Marsinah, saya tak mengenal
wanita berotot,
yang mengepalkan tangan,
yang tampaknya garang
di poster - poster itu:
saya tidak pernah jadi perhatian
dalam upacara, dan tidak tahu
harga sebuah lencana."

(Malikat tak suka banyak berkata,
tapi lihat, ia seperti terluka.)

/VI/

Marsinah itu arloji sejati
melingkar di pergelangan
tangan kita ini:
dirabanya denyut nadi kita,
dan diingatkannya,
agar belajar memahami
hakikat posisi

Kita tatap wajahnya 
setiap pergi dan pulang kerja,
kita rasakan detak - detiknya
di setiap getaran kata

Marsinah itu arloji sejati,
melingkar dipergelangan
tangan kita ini.

(1993 - 1996)

Bunga Randu Alas

Bunga randu alas itu telah merekah, dan angin
kemarau yang malam hari suka jadi sejuk sering lewat di sana.
"Kenapa selalu terbayang bara sisa ketika kutata[ bunga itu," kata angin
yang diam - diam terlanjur telah mencintainya. "Kenapa bukan warna subuh, atau setidaknya batu delima, atau apa saja asal bukan bara sisa."

Pohon randu alas itu telah menjulang di kuburan samping
rumah kami: setiap kemarau bunga - bunganya yang 
merah suka melengking, bahkan sampai larut malam,
Angin, yang sering terjepit di antara batang bambu, telah 
jatuh cinta padanya - hanya Tuhan yang tahu kenapa jadi begitu

Angin itu jugalah yang berjingkat mengantar
lengking bunga itu sampai ke sudut - sudut  paling jauh
dalam tidur nyenyakku. Dalam lengking bunga itulah
tersirat lirih suaranya sendiri, ", Mengapa bara sisa yang 
terbayang dan bukan kobaran api."


Tentang Mahasiswa Yang Mati, 1996

Aku mencintainya sebab ia mati ketika ikut
rame - rame hari itu. Aku tak mengenalnya
hanya dari koran, tidak begitu jelas memang,
kenapanya atau bagaimananya (bukankah semuanya 
demikian juga?) tetapi rasanya cukup alasan
untuk mencintainya. Ia bukan
mahasiswaku. Dalam kelas mungkin saja 
ia suka ngantuk, atau selalu tampak sibuk mencatat,
atau diam saja kalau ditanya,
atau sudah terlanjur bodoh sebab ikut saja
setiap ucapan gurunya. Atau malah terlalu suka
membaca sehingga semua guru jadi asing baginya. 
Dan tiba - tiba saja, begitu saja, hari itu ia mati:
begitu berita yang ada dikoran pagi ini 
entah kenapa aku mencintanya
karena itu. Aneh, koran ternyata bisa juga
membuat hubungan antara yang hidup
dan yang mati, yang tak saling mengenal.
Siapa namanya, mungkin disebut di koran, tapi aku tak ingat lagi
dan mungkin juga tak perlu peduli. Ia telah mati hari itu dan ada saja yang jadi ribut di negeri orang mati, mungkin ia sempat merasa was - was
akan nasib kita yang telah meributkan mahasiswa mati

Yang Paling Menakjubkan

Yang paling menakjubkan didunia yang fana ini
adalah segala sesuatu yang tidak ada. Soalnya,
kita bisa membayangkannya apa saja tentangnya,
menjadikannya muara bagi segala yang luar biasa

Kita bisa membayangkannya sebagai jantung
yang letih, yang dindingnya berlemak,
yang memompa sel - sel darah agar bisa menerobos
urat - urat yang sempit, yang tak lagi lentuk

Kita bisa membayangkannya sebagai bola mata
yang tiba - tiba tak mampu membaca aksara
di dinding kamar periksa seorang dokter
ketika ditanya. " Apa yang Tuan lihat disana?"

kita bisa membayangkannya sebagai lidah
yang tiba - tiba dipaksa menjulur agar bisa diperiksa
apakah kemarin, atau tahun lalu, atau entah kapan
pernah mengucapkan suatu dosa, entah apa

Sungguh, yang paling menakubkan di dunia kita ini
adalah segala sesuatu yang tidak ada. Soalnya,
kita boleh menyebut apa pun yang kita suka tentangnya 
sementara orang berhak juga menganggap kita gila


Iklan

Ia penggemar berat iklan. "Iklan itu sebenar - benarn hiburan.", kata lelaki itu.
"Siaran berita dan cerita itu sekedar selingan." Ia tahan seharian di depan televisi, Istrinya suka menyediakan kopi dan kadang - kadang
kacang atau kentang goreng untuk menemaninya mengunyah iklan

Anak perempuannya suka menatapnya aneh jika ia
menirukan lagu iklan supermi kepalanya  bergoyang - goyang
dan matanya berninar - binar. Anak lelakinya 
sering memandangnya curiga jika ia tertawa melihatdemi sar
badut itu mengiklankan sepatu sendal kakinya
digerak - gerakannya ke kanan dan kiri. Dan istrinya suka 
tidak paham jika ia mendadak terbahak - bahak ketika
menyaksikan iklan tentang kepedulian sosial itu dua
tangannya terkepal dan dihentak - hentakannya

Lelaki itu meninggal seminggu yang lalu konon
yang terakhir di ucapkannya sebelum "Allahuakbar" 
adalah "Hidup iklan!" sejak itu istrinya gemar duduk
di depan televisi, bersama anak - anaknya, menebak - nebak
iklan mana garangan yang menurut dokter itu
telah menyebabkannya begitu bersemangat sehingga
jantungnya mendadak berhenti

Kelereng

 Kalah main, kelerengku tinggal lima butir, Aku anak
laki -laki, tidak boleh menangis, kata Ibu.  Ku pungut kelereng itu satu
demi satu, ku masukkan ke saku. Di
jalan pulang, selalu kuraba - raba sebab khawatir kalau - kalau
ada yang terjatuh dari lubang kantung celanaku.

Ketika mau belajar, selesai makan malam, kudapati
kelerengku berkurang satu. Kutaruh semua yang sisa di atas meja, tak ada lagi yang bulat sempurna sebab
seharian berbenturan dengan sesamanya, tetapi di mana
gerangan kelerengku yang belimbing, yang warnanya biru? Aku anak laki - laki,
tidak berhak meangis, kata Ibu.
Aku boleh saja tak peduli, kelerengku yang
lain yang bintik - bintik, yang belimbing coklat, yang
susu, dan yang loreng merah hijau akan selalu bertanya
padaku di mana gerangan temannya yang satu itu. Itu sebabnya aku harus mencarinya, tetapi ke mana aku tak tahu

Ibusayang padamu

Ibu masih tinggal di kampung itu, ia sudah tua. Ia
adalah perempuan yang menjadi korban mimpi - mimpi
ayahku. Ayah sudah meninggal, ia dikuburkan di sebuah
makam tua di kampung itu juga, beberapa langkah 
saja dari rumah kami. Dulu Ibu sering pergi sendirian
ke makam, menyapu sampah dan kadang - kadang,
menebarkan beberapa kuntum bunga. "Ayahmu bukan
pemimpi," Katanya yakin meskipun tidak berapi - api,terbang dari mega ke mega dan tidak mondar - mandir dai" ia
tahu benar apa yang akan terjadi."

Kini di makam itu sudah berdiri sebuah sekolah,
Ayah digusur ke sebuah makam agak jauh di sebelah
utara kota. Kalau aku kebetulan pulang, Ibu suka 
mengingatkanku untuk menengok makam Ayah,
mengirim doa dari rumah saja. "Ayahmu dulu sangat
sayang padamu, meskipun kau mungkin tak pernah
mempercayai segala yang dikatakannya." 

Dalam perjalanan kembali ke Jakarta,sambil
menengok ke luar jendela pesawat udara, sering
kubayangkan Ibu berada di antara mega - mega. Aku
berpikir, Ibu sebenarnya lebih pantas tinggal disana,
di antara bidadari - bidadari kecil yang dengan ringan 
terbang dari mega ke mega dan tidak mondar -mandir 
dari dapur ke tempat tidur, memberi makan 
dan menyusui anak - anaknya."Sungguh, dulu ayahmu
sangat sayang padamu," Kata Ibu selalu," meskipun
sering dikatakannya bahwa ia tak pernah bisa memahami inguanmu

Tiga Sajak Ringkas Tentang Cahaya

/I/

Cahaya itu, yang sesat
di antara pencakar langit,
sia - sia mencari
bayang - bayangnya.
"Apakah ada cahaya
yang tanpa bayang - bayang?"
pikirnya,
ketika sore begitu cepat tiba
dan matahari sampai serak
memanggilnya.

Malam hari, begitu banyak
bayang  - bayang bersijingkat
di sekitar gedung - gedung tingggi ini.
Mereka berjumpa si seat itu
dan berkata, hampir serempak,
"Tapi kau bukan sumberku!"

/II/

 

Pada suatu hari

Sebuah cahaya

Yang sangat terang

Berniat mencari sumbernya.

Setelah menempuh hutan,

Menyusur sungai,

Mendaki gunung,

Dan meluncur di padang salju

Sampailah ia

Ke sebuah padang pasir.

Suatu bayang – bayang

Yang sangat panjang,

dan sangat hitam, menyambutnya,

“Aku sumbermu, katanya.

 

Letih dan lelah, tokoh kita

Si cahaya terang itu

Berhenti dan berkata ya saja,

Meskipun ia curiga

Bagaimana bisa di pasang pasir

Yang begitu luas dan rata

Dan tak ada sosok apapun itu

Bisa tercipta bayang - bayang


/III/


 Ketika bangun pagi ini,

Kudapati cahaya kecil,

Sisa semalam,

Bersembunyi di sudut kamar ku,

Aku hampir tidak mengenalinya

Sampai ketika aku hampir keluar kamar

Ia berkata, “Tutup lembali

Pintu itu, cepat,

Aku tak tahan meghadapi

Cahaya di luar itu!”

Tentu saja.

Sumber mereka berbeda,

Pikirku.

“Siapa bilang begitu!”

Hardik cahaya diluar

Yang menyilaukan itu.


Hawa Dingin

Dingin malam memang tak pernah mau

Menegurmu, dan membairkanmu telanjang:

Berdiri saja ia disudut itu

Dan membentakku, “Ia hanya bayang – bayang.”

 

“Bukan, ia tulang rusukku,” sahutku

Sambil menyaksikannya mendadak menyebar

Ke seluruh kamar yang tersisa tinggal abu

Sesudah kita berdua habis terbakar


Adam Dan Hawa


Biru langit

Menjadi sangat dalam

Awan menjelma burung

Berkas – berkas cahaya

Sibuk jalin – menjalin

Tanpa pola

Angin tersesat

Di antara sulur pepohonan

Di hutan

Ketika Adam

Tiba – tiba saja

Melepaskan diri

Dari pelukan perempuan itu

Dan susah – payah

Berdiri, berkata

“Kau ternyata

Bukan perawan lagi

Lalu siapa gerangan

Yang telah

Lebih dahulu

Menidurimu?”


Memancing


Baru kecil yang tadi iseng kau lemparkan

Ke dalam kolam pemancingan itu

Mendadak sadar dan membayangkan dirinya ikan

Yang menyambar – nyambar mata kailmu

 

Tapi batu kecil memang bukan ikan

Dan kailmu tidak dirancang untuk batu itu

Tapi kenapa kau suka iseng melempar – lemparkan

Sehingga batu itu mendambakan kailmu

 

Batu itu, murung, ada di dasar kolam sekarang

Di sekitarnya ikan – ikan tak acuh berseliweran

Sementara kailmu terpencil begoyang – goyang

Di tepi kolam kau terkantuk – kantuk sendirian


 

Ruang Tunggu


Ada yang terasa sakit

Di pusat perutnya

Ia pun pergi ke dokter

Belum ada seorang pun di ruang tunggu

Beberapa bangku panjang yang kosong

Tak juga mengundangnya duduk

Ia pun mondar – mandir saja

Menunggu dokter memanggilnya

Namun mendadak seperti didengarnya

Suara yang sangat lirih

Dari kamar periksa

Ada yang sedang menyanyikan

Beberapa ayat kitab suci

Yang sudah sangat dikenalnya

Tapi ia seperti takut mengikutinya

Seperti sudah lupa yang mana

Mungkin karena ia masih ingin

Sembuh dari sakitnya


Terbaring


Kalau aku terbaring sakit seperti ini

Suka kubayangkan ada selembar daun tua

Kena angin dan lepas dari tangkainya

Melayang ke sana dan kemari tanpa tenaga

 

Klau aku terbaring sakit seperti ini

Suka kubayangkan kalian nun di Bukit sana

Berebut menangkap daun yang melayang – layang itu

Dan penuh rindu menciumnya berulang kali

 

 

Tiga Sajak Kecil

 

/I/

 Pada suatu pagi hari

Seorang gadis kecil

Mengendarai selembar daun

Meniti berkas – berkas cahaya.

 

“Mau ke mana, Wuk?”

“Ke selatan situ.”

“Mau apa, Wuk?”

“Menangkap kupu – kupu.”

 

/II/

 

Pada suatu siang hari

Seorang gadis kecil

Belajar menggunting kertas,

Gorden, dan taplak meja:

 

“Guntingan – guntingan ini

Indah sekali, akan kujahit

Jadi perca merah, hijau, dan biru

Bahan baju untuk Ibu.”

 

/III/

 

Pada suatu malam hari

Seorang gadis kecil

Menolong ibunya membaca cerita

Nina bobok sebelum tidur:

 

“Malam ini Puteri Salju,

Kemarin Bawang Putih,

Besok Sinderela, ya Bu

Biar Pangeran datang menjemputku.”

 

 Layang – Layang

 

Layang – layang barulah layang – layang jika ada angin

Memainkannya. Sementara pada benang panjang,

Ia tak boleh diam menggeleng ke kiri dan ke kanan,

Menukik, menyambar, atau menghindar dari layang – layang lain

 

Sejak membuatnya dari kertas tipis dan potongan bambu,

Anak – anak itu telah menjajikan pertemuannya dengan angin,

“Kita akan panggil angin Barat, bukan badai atau petir.

Kita akan minta kambing mengembik, kuda meringkik,

Dan sapi melenguh agar angin meniupkan gerak – gerikmu

Mengatur tegang kendurnya benang itu. “ Sejak itu

Ia tak habis – habisnya  menganggumi angin, terutama ketika

Siang, melandai dan aroma sore tercium di atas kota kecil itu.

 

Dari angkasa disaksikannya, kelak – kelok anak sungai,

Pohon – pohon jambu, asam jawa, bunga sepatu, lamtara,

Gang – gang kecil, orang – orang menimba di sumur tua,

Dan satu dua sepeda melintas di jalan raya.

 

Ia suka gemas pada angin. Ia telah menghayati sentuhan,

Terpaan, dan bantingannya: mungkin itu tanda

Bahwa, ia telah mencintainya. Ia barulah layang – layang jika

Melayang, meski ia tak berhak membayangkan angin.

 

Rumah Oom Yos (Untuk Mas Gondo)

 

Di leteng bukit, rumah itu indah sekali

Pekarangannya, beberapa ribu meter persegi

 

Dan serambi depan dapat disaksikan

Matahari pagi menggiring kabut ke perbukitan

 

Dari serambi belakang: butir – butir embun

Jalanan menanjak jalanan menurun

 

Ruang dan kamarnya minta ampun besarnya

Penuh barang antik: cermin – cermin tua

 

Keramik, perabotan, sekat – sekat ruangan

Lampu gantung entah dari zaman kapan

 

Kepala harimau dan kijang di dinding – dindingnya

Jam burung dan patung – patung Eropa

 

Diluar membentang hamparan rumput

Awas, jalan setapak itu agak berlumut

 

Sebelah sana kebun  bunga aneka rupa

Ada mawar, tentu saja, dan anggrek langka

 

Dekat jalan berliku – liku disebelah sana

Ditanam ibu jalar, ditanam jagung pula

 

Kadang kami suka mendapat rejeki

Dikirimi jagung manis dan ubi

 

Kalau si empunya kebetulan mampir

Ke rumahnya sendiri, istilahnya: parkir

 

Ya, ia memang jarang pulang ke mari

Dalam setahun hanya beberapa hari

 

Soalnya, ia punya apartemen di Singapura

Di LA dan entah dimana di Eropa

 

Tapi konon ia lebih sering di Hongkong

Jalan – jalan atau sekedar nongkrong

 

Anak cucunya pun tak punya waktu lagi

Mengurus rumah yang astagfirullah ini

 

Sebab sangat amat sibuk sekali

Dengan bisnis mereka sendiri – sendiri

 

Di rumah ini sepanjang tahun

Ada belasan pembantu dan tukang kebun

 

Yang sudah menyatu dengan aneka unggas

Di dalam sangkar, menatap ke alam bebas

 

Ayat – Ayat Tokyo

 

/I/

 

Angin memahatkan 3 patah kata

Di kelopak sakura

Ada yang diam – diam membacanya

 

/II/

 

Ada kuntum melayang jatuh

Air tergelincir dari payung itu:

“Kita bergegas,” katanya

 

/III/

 

Kita pandang daun bermunculan

Kita pandang bunga berguguran

Kita diam: berpandangan

 

/IV/

 

Kemarin tak berpangkal, besok tak berujung

Tak tahu mesti kemana

Angin menyambar bunga gugur itu

 

/V/

 

Lengking sakura

Tapi angin tuli

Dan langit buta

 

/VI/

 

Menjelma burung gereja

Menghirup langit dalam – dalam

Angin musim semi

 

Ayat – Ayat Kyoto

 

/I/

 

Segala yang mendidih dalam kepala

Tidak nyata, kecuali sakura

Dan kau tentu saja

 

/II/

Gerimis musim semi

Tengkorakku retak:

Kau pun menetes – netes ke otak

 

/III/

 

Kita sakura

Gugur sebelum musim selesai

Tak terlacak pula

 

 

Sajak

 

“Biar kunyalakan lampu, agar tampak jelas

Dimana pintu, tempat aku bebas keluar masuk

Aku laki – laki, kau tahu, tak tentram dalam gelap

 

Perempuan itu diam: mungkin ia lebih suka

Menebak – nebak saja apakah yang nafasnya sengit

Dan keringatnya anyir itu Arjuna dan Rahwana

 

Pertanyaan Kerikil Yang Goblok

 

“Kenapa aku berada disini!”

Tanya kerikil yang goblok itu. Ia baru saja

Dilontarkan dari ketapel seorang anak lelaki,

Merontokkan beberapa lembar daun mangga,

Menyerempet ujung ekor balam yang terperanjat,

Dan sejenak membuat lengkungan yang indah

Di udara, lalu jatuh di jalan raya

Tepat ketika ada truk lewat disana.

Kini ia terjepit di sela – sela kembang badan malah bertanya kenapa:

Ada saatnya nanti, entah kapan dan dimana,

Ia dicungkil oleh si kenek sambil berkata,

“Menganggu saja!”


Dongeng Kucing

 

Lengking klakson dan rem mobil itu

Meninggalkan jejak asap knalpot, debu

Dan seekor kuncing yang sekarang.

 

Di dalam rumah: tangis seorang gadis kecil,

Lalu suara menghibur seorang ibu

Menyeledupkan ajal ke negeri dongeng

 

Jalan memang dibangun untuk mobil,

Manusia, dan juga tentu saja kucing:

Tak boleh kita mencurigai campur tangan Mu,bukan?

 

Tukang Kebun

 

Setelah beberapa kali ketukan,

Pintu kubuka: rupanya ada tamu

Yang, katanya, menjemputku sore hari ini.

Apakah akau sudah pernah mengenalnya.

 

Waktu kutanyakan pergi kemana,

Jawabnya ringkas “ kesana, ke samudra, raya!”

Ditunjukkannya pula rajah di lengannya:

Gambar jangkar, tengkorak, dan kata tak terbaca

 

Aku ini tukang kebun tua yang lahir dan dibesarkan

Di pedalaman, sepanjang hidup hanya belajar

Menghayati rumput, pohon, dan tanah basah,

Mengurus pagar dan membersihkan rumah.

 

Aku tak mampu apa dan bagaimana lagi.

Pandanganku tinggal sejengkal.

Dan telingaku? Suaraku sendiri pun tak dikenal.

Tamu itu membelalak ketika kupersilakan duduk.

 

Tuhan, aku takut. Tolong tanyakan padanya

Siapa gerangan yang telah mengutusnya.

 

 Pada Suatu Magrib

 

Susah benar menyebrang jalan di Jakarta ini:

Hari hampir magrib, hujan membuat segalanya tak tertib.

Dan dalam usia yang hampir enam puluh ini,

Astagfiruallah! Rasanya di mana – mana ajal mengintip

 

Jakarta Juli 1996

 

Katamu kemarin telah terjadi

Ribut – ribut disini

Sisa – sisa pidato, yel, teriakan,

Umpatan, rintihan, derum truk,

Semprotan air, dan tembakan

Masih terekam lirih sekali di got

Dan selokan yang mampet.

Aku seperti mengenali suaramu

Di sela –sela ribut – ribut yang lirih itu,

Tapi sungguh mati aku tak tahu

Kau ini sebenarnya sang pemburu

Atau hewan yang luka itu

 

Dalam Setiap Diri Kita

 

Dalam setiap diri kita, berjaga – jaga

Segerombolan serigala.

Di ujung kampung, lewat pengeras suara,

Para kyai menanyai setiap selokan,

Setiap lubang di tengah jalan,

Dan di setiap tikungan:

Para pendeta menghardik setiap pagar,

Setiap pintu yang terbuka,

Dan di setiap pekarangan.

Gamelan jadi langka. Di keramaian kota

Kita mencari burung – burung

Yang diusir dari perbukitan

Dan suka bertengger sepanjang kabel  listrik,

Yang mendadak lenyap begitu saja

Sejak sering terdengar

Suara senapan angin orang  - orang berseragam itu

Entah kena sawan apa, rombongan sulap itu

Membakar kota sebagai permainannya

 

 

Sebelum Fajar

 

Beberapa saat sebelum fajar,

Sambil buru – buru menyalakan api,

Kita suka membayangkan hari ini

Dengan dua atau tiga patah kata

Yang tak pernah terucapkan,

Sementara anak – anak masih lelap tidur

Di mata mereka yang tertutup

Dua atau tiga patah kata itu

Bersitahan sabar

Menunggu matahari, bukan api.

 

Buku Cerita Anak (Untuk Riris)

 

Ketika kami sibuk memperkosa perempuan – perempuan itu

Dalam buku cerita para kurcaci sedang berdebar menyaksikan

Sang pangeran mencium kening Putri Tidur

Kobaran api itu melepaskan isyarat yang tak ada lagi kuncinya

 

Sonet: Entah Sejak Kapan

 

Entah sejak kapan kita suka gugup

Di antara frasa – frasa pongah

Di kain rentang yang berlubang – lubang

Sepanjang jalan raya itu: berhimpitan

 

Di antara kata – kata kasar yang desak – mendesak

Di kain rentang yang di tiup angin,

Yang diikat di antara batang pohon

Dan tiang listrik itu: kita tergencer di sela – sela

 

Huruf – huruf kaku yang tindih – mendidih

Di kain rentang yang berjuntai di perempatan jalan

Yang tanpa lampu lalu lintas itu. Telah sejak lama,

Rupanya kita suka membayangkan diri kita

 

Menjelma kain rentang koyak – mengoyak itu, sebisanya

Bertahan terhadap hujan, angin, panas, dan dingin.

 

Sajak – Sajak Kecil Tentang Cinta

 

 

/I/

Mecintai angin

Harus menjadi siut

Mencintai air

Harus menjadi ricik

Mencintai gunung

Harus menjadi terjal

Mencintai api

Harus menjadi jilat

 

/II/

 

Mencintai cakrawala

Harus menebas jarak

 

/III/

 

Mencintai mu

Harus menjelma aku

 

Ia Tak Pernah

 

Ia tak pernah berjanji kepada pohon

Untuk menerjemahkan burung

Menjadi api

 

Ia tak pernah berjanji kepada burung

Untuk menyihir api

Menjadi pohon

 

Ia tak pernah berjanji kepada api

Untuk mengembalikan pohon

Kepada burung


Tentu, Kau Boleh

 

Tentu. Kau boleh saja masuk,

Masih ada ruang

Di sela – sela butir darahku,

Tak hanya ketiak rumahku sepi.

Angin hanya menyentuh gorden,

Laba – laba menganyam jaring,

Terdengar tetes air keran

Yang tak ditutup rapat:

Dan dijalan

Sama sekali tak ada orang

Atau kendaraan lewat.

Tapi juga ketika turun hujan,

Air tempias lewat lubang angin,

Selokan ribut dan meluap ke pekarangan,

Genting bocor dan aku capek

Menggulung kasur dan mengepel lantai

Tentu. Kau boleh mengalir

Di sela – sela butir darahku,

Keluar masuk dinding – dinding jantungku,

Menyapa setiap sel tubuhku.

Tetapi jangan sekali – kali

Pura – pura bertanya kapan boleh pergi

Atau seenaknya melupakan percintaan ini

Sampai huruf terakhir

Sajak ini, kau lah yang harus

Bertanggung jawab

 Atas air mataku

 

Pohon Di Tepi Jalan

 

Pohon, yang biasa di siram dan dua kali sehari

Yang berdiri sejajar tiang listrik di tepi jalan itu.

Tak bosan – bosannya menggoda mobil tua

Yang merayap di aspal yang suka meleleh

 

Di bawah matahari pohon, yang sudah lupa

Asal – usulnya, suka menghirup asal knalpot

Dan menyebutnya kekasih, sumber kehidup kota:

Kita tak pernah sempat memahami kelakar mereka

 

Sonet: Kau Bertanya Apa (Untuk Wing Kardjo)

 

Kau bertanya apa masih ada harapan. Mungkin masih,

Di luar kata. Di dalam kata terdengar tak putus – putusnya

Suara orang berkhotbah, berceramah, dan berselisih.

Sementara kita mengemis, mencuri, berebut jatah.

 

Menjarah, atau menjadi gila: sementara kita menyaksikan

Rumah – rumah terbakar, jaringan telepon putus,

Pohon – pohon tumbang di dalam kata masih saja

Setiap aksara dipertanyakan asal – usulnya, setiap desis

 

Di susut keterlibatan maknanya. Konon, dulu,

Didalam kata pernah terdengar desau gerimis kecil,

Cericit anak – anak burung, siut daun jatuh,

Dan langkah kabut pagi. Konon, dulu, pernah terdengar kita

 

Saling berbisik. Kau bertanya apa masih ada harapan.

Ada yang menunggu kita diluar kata, mudah – mudahan.

 

Kata 1

 

 

Matahari, yang akhir – akhir ini jarang sekali kau perhatikan,

Pagi ini menerobos celah – celah jendela kamar sampai ke wajahmu.

“ Jam berapa ini?” sudah pagi. Masih juga belum kau temukan,

Kata sambung itu. Kau kenal betul setiap kata yang ada

Dalm kamus itu, karena ikut menyusunnya dulu: yang

Karena, dari atas, terhadap tetapi bukan semua itu.

 

Akhirnya kau perhatikan juga matahari itu, dan kau seperti

Bertanya sejak kapan ia berada disana, sejak kapan ia

Seperti suka menyalah – nyalahkan kita, sejak kapan ia

Menyebabkan kau bertanya, “jam berapa ini?”

Masalahnya, belum juga kau temukan kata sambung itu.

Apakah kami berhak mengatakan padamu, “ Sudahlah!”?

 

Kata 2

 

“Ada sepatah kata  bergerak kesana ke mari jauh dalam dirimu:

Biarkan saja, ia tak punya bahasa.”

 

Tapi ia suka membangunkanku

 

“Biarkan saja. Ia toh ahirnya akan menyadari bahwa bukan

Yang kau cari, dan akan mengembara lagi jauh dalam

Dirimu jika kau terjaga dan tenang kembali.”

Tapi aku tak bisa lagi terjaga

 

Pokok Kayu

 

“suara angin di rumpun bambu

Dan suara kapak di pokok kayu,

Adakah bedanya. Saudaraku?”

 

“jangan menganggu,” hardik seekor tempua

Yang sedang megerami telur – telurnya

Di kusut rambu Nuh yang sangat purba

 

Ada Pohon Bernapas

 

Ada pohon bernapas jauh dalam diri kita

Di setiap helannya seratus burung pulang

Mendengar cericit anak – anaknya

 

Ada pohon bernapas jauh dalam diri kita

Di setiap hembusannya seratus warna bunga

Berhamburan menyambut godaan cahaya

 

Akik

 

Sela sebutir batu akik di letakkan

Perlahan – lahan, sangat hati – hati, di hatimu

 

Ia sangat tua dan berbintik – bintik hitam

Mengkilap setelah puluhan tahun di upam

 

Ia ingin seperti layang – layang, tinggi – tinggi

Lalu putus dan diperebutkan anak – anak itu

 

Ingin menjadi surat yang dikirim

Ke sebuah rumah yang tak begitu jelas alamatnya

 

Tapi ia sebutir batu akik yang diletakkan

Perlahan – lahan. Sangat hati – hati, di hatimu

 

 

 Ayat – Ayat Api

 

/I/

 

Mei, bulan kita itu, belum ditinggalkan penghujan

 

Dimana gerangan kemarau, yang malamnya dingin

Yang langitnya bersih: yang siangnya menawarkan

Bunga randu alas dan kembang celung, yang dijemput angin

Di bukit – bukit, yang tidak mudah tersinggung

 

Yang lebih suka menunggu sampai penghujan

Dengan ikhlas meninggalkan kampung – kampung

(di usir kerumunan bunga dan kawanan burung)

 

Di mana gerangan kemarau, yang senantiasa dahaga

Yang suka menggemaskan, yang dirindukan penghujan

 

/II/

 

Wislama Szymborska

 

Seorang anak laki – laki

Menoleh ke kiri dan ke kanan

Lalu cepat – cepat menyelinap

Dalam kerumunan itu

Dan tidak kembali

 

Tiga orang lelaki separo baya

Bergegas menyusulnya

Dan tidak kembali

 

Lima enam tujuh orang perempuan

Meledak bersama dalam api

Dan, tentu saja,

Tidak kembali

 

Agak ke sebelah sana

Di seberang jalan

Seorang penjual rokok

Membayangkan dirinya duduk

Di depan pesawat televisi

Takjub menyaksikan

Sulapan itu

/III/

 

Ada seorang perempuan

Diam saja berdiri

Di dekat tukang rokok

Di seberang jalan raya itu

 

Ada satpam memperhatikannua

Dari ujung gang itu

Ada polisi sekilas melihatnya

Dari dekat gardu telepon itu

Ada anak tetangga sebelah

Menyapanya

Ada guru sd

Yang masih mengenalnya

Menepuk bahunya

Ada neneknya di rumah

Yang sudah aku lupa

 

Ada sumainya ada anak – anaknya

(yang mungkin saja sedang memikirkannya juga)

Yang kini (tentunya mungkin moga – moga saja tidak!)

 

Berada dalam sebuah toko besar

(atau tidak lagi bisa) yang sedang terbakar

 

/V/

 

“Entah kenapa, pagi ini,

Seluruh tubuhku terasa gemetar,

Tida seperti biasaya. Dulu

Kau pernah berkata,

Kita ini bagai daun tua

Gemetar sebelum disapu angin

Gemetar karena menguji diri sendiri

Apakah masih kuat bertahan

Di dahan

Sebelum agin terakhir

Sebelum siang terakhir

Sebelum tik - tok terakhir

Tapi sudahlah,

Aku toh harus juga ke kantor

Sehabis tetek – bengek pagoo: segelas kopi:

Setangkep roti.

Hari ini

Akan mendung tanpa hujan,

Kata ramalan cuaca.

Aku akn pulang cepat nanti

Sebelum makan malam.”

 

Tapi tukang sulap, entah kenapa

Ternyata punya kehendak lain

 

/V/

 

Di antara yang meretas dalam kepala kita

Dan api yang berkobar di seberang jalan

Melandai beberapa patah sabda

 

Di antara yang di kepala, yang berkobar, dan sabda

Bergetar ayat – ayat yang kita hapal lafaznya

Yang hanya bisa kita tafsir – tafsirkan maknanya

 

/VI

 

Ada yang menghitung waktu api

Dengan bunyi – bunyi aneh

Seperti yang kita dengar

Ketika masih dalam rahim ibu

 

Ada yang menghitung jam api

Dengan isyarat – isyarat ganjil

Seperti yang pernah kita kenal

Ketika masih dalam kobaran itu

 

Ada yang menghitung detik api

Dengan kedap – kedip pelik

Seperti yang pernah mereka lihat

Ketika orang – orang memakamkan kita

 

/VII/

 

Gambar – gambar

Di koran hari ini

Godaan

Bagi kita

 

Untuk tetap

Menyisakan

Aneka

Kata seru

 

/VIII/

 

Di atap rumah seberang jalan

Seekor burung gereja mengibas -  ngibaskan

Sayapnya sehabis geremis

Di pagi (yang bagai mata kena jeruk) itu

 

Kelopak air berguguran ke sana ke mari

Sementara di sudut atas gedung itu

Di seberang sana, dibekas sarangnya

Asap sisa api kemarin masih juga

 

/IX/

 

Api adalah lambang kehidupan

Itu sebabnya ia tak bisa

Menjadi fosil

 

Api adalah lambang kehidupan

Itu sebabnya kita luluh lantak

Dalam kobarannya

 

/X/

 

Sore itu akhirnya berubah juga

Menjad abu sepenuhnya

Sebelum sempat menyadari

Bahwa ternyata ada saat untuk istirahat

 

Di antara gundukan – gundukan

Yang sulit di pilah – pilahkan

Ah, untuk apa pula

Toh segera diterbangkan angin selagi hangat

 

/XI/

 

Di akhir jalan panjang itu

Tertera pertanyaan

“Apa yang masih tersisa dari tubuhmu”

 

Isi saja “tak ada”

Tapi, o ya, mungkin kenangan

Yang tentu juga sia – sia bertahan

 

/XII/

 

Ia akhirnya menerima perannya

Sebagai tokoh khlayali: digeser kesana

Ke mari: di halaman koran, di layar televisi,

Dan sulapan bunyi – bunyian di radio:

 

Ia pun harus pandai – pandai

Menempatkan dirinya dalam deretan

Gagasan, peristiwa, dan benda

Yang harus segera kita lupakan

 

/XIII/

 

Kau tak berhak mengingat apa – apa lagi

Dekat perbatasan kau rogoh ktp mu tapi untuk apa pula

 

Kau akan menyeberangi kenyataan terakhir

Sesudah bentukmu diubah sama sekali

 

Kau tak lagi memerlukan apa pun: sisir, sepatu,

Pakaian seragam, bahkan ingatan akan penyeberangan ini

 

Duduklah baik – baik, kau tak berhak mondar – mandir lagi

Tak berhak punya masud apa pun: ini bukan lakon Anoman Obong

 

/XIV/

 

Kami memang sangat banyak

Astagfiruallah

 

Menumpuk di dekat sampah

Tak sempat diangkut

 

Tergoda minyak

Habis terbakar

 

Kami memang sangat banyak

Astagfiruallah

 

/XV/

 

Waktu upacara hampir usai kau tak ingat

Bahwa kuburan di kampung sudah penuh

 

Mungkin satu – satunya basa – basi yang tersisa

Adalah menguburmu sementara dalam ingatan kami

 

(1998 - 1999)

 

Read Here: